Pertemuan Sub Klaster Shelter Agenda 1 Pengantar dari
Pertemuan Sub Klaster Shelter - Agenda 1. Pengantar dari Kemensos 2. Info terkini pemetaan Siapa melakukan Apa dan Dimana (3 W) 3. Info terkini terkait panduan/ protokol terkait shelter 4. Sesi Pembelajaran: Pengendalian Pencegahan Infeksi di Hunian – Praktik Global oleh CRS 5. Sesi Pembelajaran: Berbagi pengalaman dari NTB terkait fasilitas karantina di desa 6. Sesi Pembelajaran: Berbagi cerita bersama OYO 7. Polling terkait topik minggu depan 8. Agenda lainnya Kompilasi case studies terbaru dari CRS. Link juga dapat dilihat di chat room Zoom: https: //www. crs. org/our-workoverseas/research-publications/sheltersettlement-and-infrastructure-case-studies Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter Peserta Raise hands: -- • Pembukaan dari Pak Iyan - Kemensos • Berbagi info dengan Tagana dan Dinsos Provinsi Se-Indonesia • Dulu lebih banyak disinfektan, penjagaan. Seiring dengan waktu, saat ini kegiatan terkait pada logistik (bantuan sembako, pergudangan, distribusi bantuan, dll), dan juga dapur umum. Juga layanan dukungan psikososial. • Kegiatan-kegiatan shelter yang sedang dikerjakan. 4800 an kegiatan sosial yang sudah dijalankan, Sebagian sudah mengarah ke Shelter. Tagana kembali ke: Logistik, dapur umum, LDP, dan juga shelter. • Tim Tagana dan Dinsos membutuhkan petunjuk teknis dsb. Buku Pedoman tentang COVID-19. Minggu ini tentang APD dan juga disinfektan. Kebutuhan lainnya adalah bagaimana menjalankan LDP, pergudangan, di masa pandemi • Sub Klaster Shelter sudah menyusun pedoman dan saat ini menunggu persetujuan Dirjen Linjamsos. Rencana minggu ini bisa ditanda tangan • Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah • Pak Kadis masih melakukan penanganan banjir di Kab. Sigi • Tagana melakukan penyaluran sembako di kab/ kota yang terkena COVID-19 • Ada beberapa wilayah yang zona merah: Toli-toli dan morowali utara. Bila menyampaikan sembako kepada keluarga rentan, melalui LKS disabilitas, lansia, seharunya menjadi kewenangan kami. Namun dengan adanya lockdown, mereka harus didistribusikan sembako. Namun kami tidak dilengkapi dengan APD. Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter • Pembelajaran dari CRS: Pengendalian Pencegahan Infeksi di Hunian – Praktik Global (Bp. Fatwa & Ibu Hester) • Prinsip dasarnya adalah 1) Isolasi untuk orang-orang yang sakit, 2) Karantina untuk orang-roang yang tidak sakit, tetapi kemungkinan telah terpapar, dan 3) Perlindunganuntuk Kelompok rentan. • Prinsip- Prinsip umum : Pengendalian terhadpa akses, mengurangi kontak, ventilasi, dan kebersihan. • Pada karantina komunal perlu diperhatikan untuk adanya pintu masuk dan keluar untuk meminimalisir penyebaran virus. Selain itu fasilitas isolasi dan karantina juga harus mempertimbangkan kelompok rentan dengan penyediaan toilet, tempat penampungan air, dan fasilitas lainnya yang bisa di akses oleh penyandang disabilitas. • Perlu dihubungkan dengan isu dan sektor penting lainnya. Hal ini untuk memastikan prosedur seperti layanan Kesehatan dan rujukan sudah sesuai. Selain itu, isu-isu seperti gender dan proteksi juga dapat dimasukkan pada situasi dan kondisi saat ini terutama untuk mengendalikan pencegahan infeksi di tempat isolasi dan karantina. • Media informasi/ advokasi yang jelas untuk disampaikan ke masyarakat/ rumah-rumah terkait dengan barang-barang yang ada di tempat isolasi dan karantina. Seperti pencucian pakaian, sprei & selimut, serta barang-barang lainnya untuk yang ada kemungkinan menjadi potensi penyebaran virus. • Pertanyaan: (Avianto – TPSKS) bagaimana dengan fasilitas karantina untuk keluarga (suami-sitri) apa harus dipisahkan juga? • Tentunya hal ini menyesuaikan juga dengan konteks sosia budaya dan juga untuk keluarga dapat melakukan karantina bersama-sama. • (Nita - MCCC Muhammadiyah) mhn ijin bertanya. jika yg terkena atau sbg PDP adalah anak, sementara anak ini masih perlu dilayani ortu, katakanlah AUD usia 2 -3 th batau orang dg difabilitas, smntara kita anggota keluarga lain. . apa yg hrs kita lakukan ya? krn tdk tega kita melepas anak yg masih perlu dilayani, makan masih perlu disuapin tdr saja biasanya masih didongengi dan didampingi. • (Djuneidi – CRS) Praktiknya, bila ada ibu positif COVID-19 yang mempunyai anak Balita menyusui , bagaimana? • (Tanggapan Ibu Hester – CRS) Dari segi fasilitas shelter, penting juga untuk mempertimbangkan caregivers dari orang yang sudah terinfeksi COVID 19. Bisa dgn menyediakan ruang dekat fasilitas isolasi untuk keluarga atau dengan bantuan tunai atau bantuan Cara Ganti Nama ID Zoom: merawat anak dari orang yang sakit. Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter • Pembelajaran dari Desa Bilebante (Bp. Fachrul dan Ibu Nita) • Sesuai dengan arahan Kemendes, Prioritas penggunaan dana desa: penanganan COVID-19, BLT dana desa, Padat Karya Tunai. • Saat ini kondisi yang ada di masyarakat desa bilebante ada beberapa yg masih menggunakan fasilitas toilet/ kamar mandi secara bersama-sama (beberapa rumah dengan 1 toilet, satu rumah satu toilet, dsb). • Dari hasil musyawarah desa -> inisiatif untuk memanfaatkan fasilitas yang ada seperti posyandu, home stay, rumah warga. Karena desa bilebante termasuk daerah wisata di Lombok Tengah. • Pemerintah Desa menyiapkan fasilitas tempat karantina di balai pasyandu dan homestay serta mobil penjemputan bagi warga desa yang datang dari luar desa. Pemkab menyiapkan SD/ SMP untuk tempat karantina. • Proses dan Tahapan: Pembentukan Tim Satgas -> Musyawarah Desa -> Rapat bersama BPD -> Pemetaan dan Cek Lokasi Karantina -> Penetapan Bagan/ Denah Alur Pelayanan Tempat Karantina. • Satgas Desa melakukan sosialisasi dengan mobiil siaga untuk menjemput warga desa yang datang dari luar daerah dan melapor di dusun masing-masing. Pada saat penjemputan keluarga tidak diperkenankan untuk menjemput langsung, namun ada driver yang menjemput dengan menggunakan APD secara lengkap. • Selain itu terdapat bantuan sembako (beras, minyak, mie) yang targetnya akan disalurkan kepada 200 KK, namun saat ini masih setengahnya yang baru disalurkan. • Desa Bilebante menggunakan stiker untuk memberikan tanda warga yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Hal ini diadopsi oleh Pemda Lombok untuk melakukan hal yang sama. • Terdapat sekitar 4, 200 pekerja migran yang akan datang ke NTB dan hal ini menjadi tantangan bagi Pemdes untuk memberikan fasilitas karantina bagi warga yang datang dari luar NTB. Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter • Pembelajaran dari Desa Bilebante (Bp. Fachrul dan Ibu Nita) • Pertanyaan: (Hester – CRS) untuk kriteria kelayakan untuk rumah karantina, kriteria seperti apa yang dipakai oleh desa Bilebante (selain apakah memiliki WC/jamban sendiri dan dapat memisahkan kontak antar keluarga) • Kriteria rumah karantina untuk isolasi mandiri: Kamarnya harus terpisah dengan anggota keluarga lainnya dan terdapat kamar mandi sendiri. Hal ini menjadi poin penting untuk menghindari kontak dengan anggota keluarga. • Tempat karantina dari pemdes: rumah itu dihuni sendiri tidak dihuni oleh warga lainnya dan jauh dari pemukiman warga. Terdapat fasilitas kamar mandi juga • (Daris – TPSKS) 1) Apa saja fasilitast di dalam tempat karantina/ home stay yang disediakan oleh Pemdes? 2) Apa saja kendala ketika melakukan penjemputan warga yang kembali ke desa bilebante? Apakah ada stigma negative dari warga/ masyarakat ketika tidak diperbolehkan menjemput keluarganya? • Kami emnggunakan kriteria yang bersarkan pengetahun kami, tidak menggunakan kriteria/ standar global • Pada saat penjemputan pada awalnya kami terkendala dengan APD bagi petugas yang menjemput warga di bandara dan bentrok jam penjemputan/ delay. Namun, hal ini masih dapat terkoordinir dengan baik. • (Dear – HFI & OCHA)Mau tanya apakah di Bilebante sudah ada rencana kontijensi nya apabila terjadi bencana alam, terutama yang nantinya bisa berdampak pada rumah karantina? dan apakah ada dukungan psikososial yang diberikan bagi yang dikarantina di rumah karantina tersebut ataupun keluarganya? • Kami menggunakan platform whatsapp group untuk melakukan konsultasi, sharing, dll (psikososial) dan juga terdapat tempat pemancingan yang bisa digunakan oleh warga pada saat karantina untuk menghilangkan stress/ penat pada saat karantina. • (Tanggapan – Ibu Nita) dari hasil pendataan door to door kami, terdapat 200 warga yang berada di luar desa. Saat ini sudah 135 orang yang sudah pulang/ mudik dan 65 akan datang pada saat mendekati hari raya/ mudik. Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter • Pembelajaran dari OYO (Bp. Charles Bronson) • Fasilitas shelter untuk tenaga medis dan tenaga Kesehatan lainnya (petugas laundry, security) • Bermula dari para tenaga Kesehatan ini ada yang diusir dari wilayahnya karena ketakutan menularkan di lingkungan sekitarnya • Habitat for Humanity Indonesia bekerja sama dengan OYO Indonesia memulai program tempat singgah tenaga kesehatan • 150 kota di Indonesia. 8 property/ hotel untuk menampung tenaga kesehatan di 3 Rumah Sakit (dari 8 RS yang sedang dikontak): RSPAD, RSCM, dan RSPI Saroso. • Fasilitas Akomodasi, transportasi (bus), dan juga konsumsi (sesuai menggunakan protocol PSBB). Target awal adalah 600 penerima manfaat dan saat ini sudah terealisasikan sekitar 300 an serta dilakukan bertahap. • Protokol kesehatan sudah ada dan cukup ketat untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit. Bus yang digunakan sebagai transportasi juga hanya dipakat setengahnya/ tidak full. Untuk makanan, OYO menyediakan 2 makan (sahur dan buka puasa) dengan mekanisme makanan diantarkan ke kamar masing-masing dan tidak dimakan di restaurant. Proses disinfektan juga dilakukan setiap hari dan petugas hotel juga menjaga kebersihan (mengganti dan mencuci pakaian sebelum dan sesudah bekerja). • Kendala yang dihadapi adalah adanya stigma negative, property OYO adalah hotel komersial maka ada kekhawatiran hotel tidak steril untuk digunakan. • Pertanyaan (Idha – Kemensos) Kendala apa aja yang dihadapi OYO? • Kendala yang dihadapi adalah adanya stigma negative, property OYO adalah hotel komersial maka ada kekhawatiran hotel tidak steril untuk digunakan. • (Tyo – YKMI-UNICEF) Apakah hanya relawan medis yang tinggal? • Saat ini program berjalan atas kerja sama dengan HFHI, dimana topiknya terkait tempat singgah bagi tenaga medis (termasuk juga tenaga keamanan, laundry, sanitasi, dll). • (Joel – CRS) Apakah bisa bekerjasama dengan OYO apabila untuk tempat isolasi mandiri yang dilakukan oleh Desa/kelurahan atau komunitas? • Sangat bisa untuk dilakukan kerja sama. Apabila di sekitar kelurahan/ komunitas terdapat property OYO bisa dilakukan kerja sama atau dapet menghubungi saya untuk detail dan mekanismenya. Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter • (Frisca – CRS) Bagaimana OYO memastikan tenaga pengurus di lokasi mitra OYO yang melayani para relawan medis/non medis yang menginap juga terlindungi? • OYO sampai saat ini masih beroperasi melihat banyaknya kebutuhan untuk akomodasi dari orang-orang yang melakukan inisiatif karantina mandiri. • Terdapat protokol Kesehatan yang ketat sehingga meminimalisir penyebaran penyakit. Sehingga hal ini bertujuan untuk saling menjaga satu dengan lainnya. • (Djunaedi – CRS) Dalam situasi seperti ini--"lockdown"dimana-apakah Hotel OYO juga tetap beroperasi melayani tamu hotel tetapi dengan menerapkan protocol keamanan COVID-19? ini terkait dengan kekhawatiran OYO saat membuka diri untuk pelayanan bagi para medis. Potensi penyebaran juga masih ada ? • Ada Kerjasama dengan RS setempat, termasuk sanitasi dan desinfektan. Jadi sama-sama menjaga. • (Syauqi - BNPB) Sampai kapan pelayanan OYO ini dilaksanakan. . karena banyak studi yang menyatakan bahwa pandemi belum akan berakhir dalam waktu dekat. . . Apakah ada limit waktu pelayanan. . ? • Pada rencana awal sampai bulan juni, programnya selesai. Namun tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang melihat perkembangan situasi dan kondisi. • (Anto – TPSKS) ada kendala dari sisi rumah sakit atau tenaga kesehatannya ga ya? atau sejauh ini mulus 2 aja? • Tanggapannya positif dan justru menyediakan video testimoni dan juga diliput berbagai media. Kualitas property yang disediakan juga kualitas tinggi dan memartabatkan manusia • (Adhong – CRS) apakah ada tes kesehatan rutin untuk pegawai OYO? seberapa sering? • Kita ada dokter yang Kerjasama. Mengharuskan pula tenaga dari property ikut meng-supervisi. Sejauh ini belum ada orang yang menunjukkan gejala. Belum ada tes kesehatan yang kita lakukan namun ada dokter yang mengawasi terus menerus. Saat ini memang belum dilakukan test. Ada pelayanan yang standby terus menerus • (Kai – HI) apakah ada penyesuaian protokol dari OYO jika dalam satu hotel/penginapan juga menerima masayarakat umum/ pelanggan? • Property yang disediakan gampang dijangkau dan tidak memakan waktu banyak untuk mengakses. Ditempatkan di beberapa lantai, sehingga lantai lainnya bisa untuk tamu non-medis untuk mengurangi risiko. • Pemdes Bilebante: apakah tdk ada ketakutan dri penguniung lain ketika hotelnya dipakai oleh tenaga kes yg mempuyai resiko tinggi terpapar virus ini? ? Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter • Naufal - WHO: • Draft Antara Panduan Fasilitas Shelter untuk Isolasi dan karantina berbasis masyarakat. Isi yang ada sudah selaras dengan protocol yang digunakan WHO • Secara umum, concern kami adalah untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit lebih lanjut bagi orang-orang didalamnya dan juga orang diluar fasilitas shelter tersebut. Juga perlunya contact tracing. • Tetap memberikan ventilasi yang baik (jendela, ventilasi alami, atau alat bantu). Adanya fasilitas WASH, termasuk cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. • Perlu diperhatikan bagaimana menangani limbah infeksius seperti masker yang membutuhkan penanganan khusus. Termasuk pembersihan secara rutin, terutama bagi permukaan-permukaan yang sering disentuh. Juga penggantian linen, dll. Untuk kamar mandi yang berbagi, perlu dibersihkan secara rutin. • Akses penggunaan ambulans perlu disiapkan. Walaupun dari tanpa gejala, bisa berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan akses ambulans untuk pemindahan pasien bila dibutuhkan. • Untuk contact tracing, perlu diperhatikan pula bagaimana contact mereka dengan orang lain. Untuk mengetahui sejauh mana, sebelum orang tersebut masuk ke shelter, bisa mengetahui siapa saja yang potensi terinfeksi penyakit • Pemdes Bilebante: • Masih membutuhkan APD terutama untuk penjemputan warga • Bila ada yg ingin memeberikan bantuan ataupun bertanya lebih jelas ke Desa Bilabante bisa kontak mas fahrul di 081803606619 • Contact person OYO: Charles Bronson +62812603056 Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Catatan Pertemuan Sub Klaster Shelter • Penutupan oleh pak Iyan • Terima kasih atas kehadiran dan kontribusinya pada pertemuan ini. Hal ini sudah dilakukan oleh teman-teman sudah jauh dari ekspektasi kami dan juga menjadi suatu hal yang baik. • Saya berharap untuk Pedoman Penyiapan Fasilitas Shelter untuk Isolasi dan Karantina COVID-19 Berbasis Komunitas dapat cepat selesai dang dapat memperkaya teman-teman semua untuk melakukan sinergi dan koordinasi kedepannya. Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Polling untuk minggu depan https: //forms. gle/Hm. SKa. Vbo 7 AY 7 n. VPF 7 • Silahkan pilih topik dibawah ini untuk agenda pertemuan sub klaster shelter minggu depan (silahkan pilih max 3 topik): 1. Sesi berbagi pembelajaran: pengalaman respon bencana alam di masa pandemi (narasumber misalnya dari Baznas, Dompet Dhuafa, Muhammadiyah, PMI) 2. Sesi pembelajaran: Panduan Fasilitas Shelter untuk isolasi dan / atau karantina berbasis masyarakat (narasumber WHO atau IFRC) 3. Workshop konsultasi panduan pekerja dan relawan kemanusiaan di masa pandemic 4. Diskusi: Pendanaan fasilitas Shelter berbasis masyarakat 5. Insentif untuk pihak swasta dalam mendukung penyediaan fasilitas Shelter 6. Sesi berbagi pengalaman: mengundang perwakilan kepala desa dan/ atau pemerintah daerah terkait penyediaan shelter di daerah 7. Sesi berbagi pengalaman: mencegah stigma dan meningkatkan partisipasi masyarakat (narasumber: mitra pokja pelibatan masyarakat) 8. Lainnya Kembali mengingatkan, mohon nama ID zoom nya diubah menjadi [Nama] [Organisasi] Cara Ganti Nama ID Zoom: Participants -> Nama ID -> Rename
Daftar Hadir Pertemuan 1. Daris - TPSKS 20. Hijaz - TPSKS 21. I Made - TPSKS 2. Avianto - TPSKS 3. Wahyu - TPSKS 22. Idha kurniasih -Kemensos 4. Achmad Naufal Azhari – WHO 23. Iyan Kusmadiana – Kemensos 5. Achwan Gumilar – Dinsos Jabar 24. Jayadin Iskandar – Dinsos 6. Adhong – CRS Sulteng 7. Aldi Surya – Human Initiative 25. Joel – CRS 8. Anang Setiyargo – CRS 26. Mada – Juru Bahasa Isyarat 9. Charles Bronson – OYO 27. Sari – Juru Bahasa Isyarat 10. Dear Sinandang – HFI & UN 28. Kai – HI OCHA 29. Kristin – Christian Aid 11. Didik Mulyono - TPSKS 30. Laura – habitat 12. Dinsos Kota Palu 31. Lina - UNICEF 13. Djuneidi – CRS 32. Nita – Satgas COVID 19 – Desa 14. Frisca – CRS Bilebante 15. Glori – Yayasan Pulih 33. Nuita – ADRA Indonesia 16. Hadrianus Edi – Hf. HI 34. Oko - TPSKS 17. Hendri - TPSKS 35. Pipin – CRS 18. Herbet Barimbing – Habitat 36. Punjung – Hf. HI 19. Hester Smidt – CRS 37. Ratna Yunita – MCCC PP Muhammadiyah 38. Sulaksono 39. Swasti – IFRC 40. Syauqi – DID BNPB 41. Titi – UN OCHA 42. Tyo – YKMI – UNICEF 43. Fatwa - CRS 44. Tia – SATGAS PUPR 45. Robert – IFRC 46. Andik – Care 47. Atik 48. Fachrul – Perwakilan Pemdes Bilebante
Sub Klaster Shelter sheltersubklaster. id Bit. ly/shelterklaster
- Slides: 12