PERTEMUAN 4 ONTOLOGI ILMU KOMUNIKASI 1 Drs Dani


















- Slides: 18
PERTEMUAN 4 ONTOLOGI ILMU KOMUNIKASI (1) Drs. Dani Vardiansyah M. Si (Koordinator) + Team Fakultas Ilmu Komunikasi
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN • Mampu memahami ONTOLOGI Ilmu Komunikasi – Hakikat manusia komunikator dan komunikan
HAKIKAT MANUSIA Makhluk yang memiliki hatinurani, akal, budi, serta seperangkat naluri PERALATAN JASMANIAH - Konkrit, - Dapat berkerja sendiri-sendiri - >>> Mata untuk melihat MANUSIA Hidung untuk mencium Jantung memompa darah Paru-paru memompa udara PERALATAN ROHANIAH - Abstrak, tidak dapat dilihat tapi dapat dirasa, dan dibedakan berdasarkan fungsi-fungsinya - Bekerja simultan sepanjang hidup manusia pemiliknya. Namun, pada saat tertentu, salah satu dpt lebih menonjol daripada yang lainnya - >>> Hatinurani Akal Budi Naluri
AKAL Peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk mengingat, menilai, menghubung-hubungkan, menganalisis, dan menyimpulkan benar atasu salah LOGIKA PERALATAN ROHANIAH manusia bekerja secara simultan, (serentak, terus menerus, bersama-sama) sepanjang hidup manusia pemiliknya. Namun, pada saat tertentu, salah satu dpt lebih menonjol daripada yang lainnya Orang yang sangat menonjol kerja LOGIKAnya lazim, disebut CENDEKIAWAN
BUDI Peralatan Rohaniah manusia yang bberfungsi untuk menilai: Apakah sesuatu indah atau tidak indah (estetika) Apakah sesuatu adil atau tidak adil (etika/moral) Apakah sesuatu sopan atau tidak sopan (etiket) Orang yang sangat menonjol kerja Budi, utamanya Etika/Etiketnya, lazim disebut BUDAYAWAN Orang yang sangat menonjol kerja Estetikanya, a. Dalam penggunaan LK mimik/gerak-gerik b. Dalam penggunaan LK suara c. Dalam penggunaan LK bahasa lisan d. Dalam penggunaan LK gambar e. Dalam penggunaan LK nada f. dll aktor/aktris penyanyi sastrawan pelukis pemusik
AKAL BUDI Logika Etiket Estetika hasil kerja cenderung OBYEKTIF 1 + 1, Anda dan saya pasti sama sepakat, hasilnya sama dengan 2 hasil kerja cenderung SUBYEKTIF Saya bilang lukisan itu indah, Anda bilang jelek Anda merancang suatu iklan. Iklan Anda sukses, membawa keberhasilan penjualan produk di seluruh daerah di Indonesia, kecuali di satu daerah di Jawa Tengah yang justeru menuai protes. Secara AKAL, yakni logika, tidak ada yang salah dengan iklan Anda. Masalahnya adalah dalam hal BUDI yakni etiket, menyangkut perasaan kesopanan kelompok masyarakat Jawa Tengan itu. Dalam komunikasi antarbudaya/lintas budaya, masalah BUDI harus benar-benar menjadi perhatian Anda.
Peralatan Rohaniah: Naluri • Dorongan yang berasal dari dalam diri manusia untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhan dasar. – – – Naluri ada yang positif ada yang negatif Manusia memiliki berbagai naluri. Psikologi Freud mengenal naluri sexual. Teologi mengakui naluri ketuhanan. Ilmu Komunikasi sekurangnya mengenal 4 naluri utama: • • Naluri Kebahagiaan Naluri Ingintahu Naluri Sosial Naluri Komunikasi
NALURI Dorongan yang berasal dari dalam diri manusia untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhan dasar NALURI KEBAHAGIAAN NALURI SOSIAL NALURI INGIN TAHU NALURI KOMUNIKASI Naluri juga dimiliki oleh hewan Karenanya, manusia yang terlalu menuruti nalurinya semata, utamanya naluri negatif, tanpa mempergunakan akal budinya, cenderung disamakan dengan hewan
HATI NURANI Peralatan Rohaniah manusia yang berfungsi untuk merumuskan falsafah hidup dan mengarahkan kerja akal budi “Menguhukum” manakala tindakan yang dimabil bertentangan dengannya; “Memuja” manakala tindakan yang diambil sesuai dengannya Hati nurani berarti hati yang diterangi (Nur = cahaya). Bagi yang beragama dikatakan bahwa melalui hatinurani, Tuhan “berkomunikasi” dengan manusia pemiliknya.
PERALATAN ROHANIAH Hatinurani, Akal, Budi, Naluri Bekerja sepanjang hidup manusia pemiliknya menghasilkan HASIL KERJA PERALATAN ROHANIAH. terdiri dari: Falsafah Hidup Konsepsi Kebahagiaan Motif Komunikasi Pesan yang disampaikan dengan melakukan Tindak Komunikasi
FALSAFAH HIDUP Kesatuan nilai-nilai yang menurut manusia pemiliknya paling agung dan jika diwujudkan ia yakin akan memperoleh kebahagiaannya Disebut juga PRINSIP HIDUP, yakni nilai dasar (prinsip) yang paling agung yang dijadikannya visi, pandangan, arahan, atau pedoman dalam menjalani hidup Dalam hidupnya, manusia memiliki berbagai bidang kehidupan, misal: keluarga, pekerjaan, pendidikan, dll. Setiap bidang kehiduani tu , memiliki nilainya sendiri. FH adalah kesatuan nilai teragung dari berbagai bidang kehidupan itu. Falsafah Hidup bagsa Indonesia dalam bernegara disebut Pancasila. Dengan memegang Pancasila sebagai falsafah hidup, rakyat Indonesia yakin akan mencapai kebahagiaan bernegara. Setiap individu manusia memiliki FH-nya sendiri, namun manusia terdiri dari alam sadar dan bawah sadar (S. Freud), karenanya tidak semua individu manusia menyadari keberadaan FHnya itu, terpendam di alam bawah sadarnya.
FH terbentuk sepanjang hidup manusia pemiliknya. Dari FH diturunkanlah operasionalisasinya dalam bentuk rancangan yang lebih konkrit demi tercapainya kebahagiaan hidup manusia pemiliknya. Rancangan lazim juga disebut KONSEP, dan karenanya kita sebut: KONSEPSI KEBAHAGIAAN Rancangan yang mengandung sejumlah kriteria ideal yang ingin diraih manusia atas segala sesuatu pada berbagai bidang kehidupan yang membahagiakannya Di bidang PACAR atau CALON SUAMI/ISTRI: Peralatan Jasmaniah: tinggi, langsing, tanganberbulu, dll Peralatan Rohaniah: perhatian, baik (budi), wawasan luas, cerdas (akal),
? Apakah Tujuan Hidup Kita Tujuan Hidup setiap individu meraih kebahagiaan pada berbagai bidang kehidupan: Pasangan hidup Keluarga Pendidikan Pekerjaan Hobi Gereja/Mesjid Demi pencapaian tujuan hidupnya, manusia memerlukan pedoman hidup, yang dijadikan prinsip dalam pencapaian tujuan hidupnya: PRINSIP/FALSAFAH HIDUP Namun, manusia cenderung “terkecoh”, menganggap satu atau lebih bidang kehidupan sebagai pusat kebahagiaannya. Bukannya berpusat pada PRINSIP, tapi berpusat pada salah satu bidang kehidupan itu.
Jika berpusat pada PASANGAN - Kebahagiaan didasari pd cara pasangan memperlakukan Anda - Rentan pd suasana hati dan perasaan pesangan - Apa saja yg mengganggu hubungan dianggap sbg ancaman KELUARGA - Kebahagiaan dibangun atas penerimaan keluarga dan pemenuhan harapan keluarga - Segala keputusan tergantung sikap dan keputusan meluarga - Nilai diri didasarkan pada reputasi keluarga PEKERJAAN - Pekerjaan adalah segalanya, dan Anda curahkan seluruh waktu dan perhatian untuknya - Mengukur kesuksesan hidup pada prestasi kerja - Merasa nyaman jika sedang bekerja UANG/MATERI - Kebahagiaan didasari atas status sosial/harta yg Anda miliki - Segala sesuatu Anda ukur dengan uang - Rentan terhadap segala yang mengancam keuangan Anda TEMAN - Kebahagiaan tergantung pada penerimaan teman-teman - Teman adalah segalanya; melakukan apa pun yg teman Anda lakukan - Segala tindakan tergantung pada opini teman
Jika berpusat pada HOBI/ KESENANGAN - Merasa bahagia hanya jika sedang tenggelam dalam hobi/kesenangan Anda - Anda hanya ingin bersenang dan hanya mengejar kesenangan semata MUSUH - Dengan musuh, hidup Anda jadi bergairah; dan karenanya Anda selalu menciptakan musuh - Kebahagiaan adalah jika dapat mengalahkan atau mempermalukan musuh DIRI SENDIRI - Kebahagiaan dan seluruh emosi lebih pada pemuasan kepentingan diri sendiri - Selalu menomorsatukan kebutuhan diri sendiri GEREJA/MESJID - Kebahagiaan didasarkan atas aktivitas gereja/mesjid dan pada penggargaan yang diberikan pendeta/ustad Anda - Anda mendapatkan identitas diri semata hanya dari gereja/mesjid
BERPUSAT PADA PRINSIP: FALSAFAH HIDUP Keluarga Uang/Materi Pasangan Kerja PRINSIP Diri Kesenangan/ Hobi Mesjid/ Gereja Teman
KONSEPSI KEBAHAGIAAN FALSAFAH HIDUP Manakala ingin mewujudkan Konsepsi Kebahagiaan, timbullah MOTIF KOMUNIKASI Alasan yang mendorong manusia menyampaikan pesan kepada manusia lain Saat berupaya mewujudkan Motif Komunikasi, manusia melakukan Tindak Komunikasi dengan menyampaikan PESAN Hasil penggunaan akal budi komunikator yang disampaikan untuk mewujudkan motif komunikasinya
Motif Komunikasi Faktor penentu peran manusia dalam berkomunikasi (1) KOMUNIKATOR Semata berperan sebagai KOMUNIKAN Manusia yang berusaha mewujudkan motif komunikasi dengan menyampaikan pesan Manusia kepada siapan pesan komunikator ditujukan, sekedar menjawab pesan dengan memberi umpanbalik tanpa motif komunikasinya sendiri. Contoh: Komunikator bertanya, “Siapa nama Anda. ” : Yanto, ” jawab Komunikan. KOMUNIKAN beralih peran menjadi KOMUNIKATOR-2 Manusia kepada siapan pesan komunikator ditujukan. Namun, dalam memberi umpanbalik ia berusaha mewujudkan motif komunikasinya sendiri Contoh: Komunikan menjawab, “Saya tidak sepenuhnya seyuju dengan pendapat Bapak, Ada beberapa hal yang Bapak kurang tegas, yaitu… dst”