Pertemuan 2 Pengantar Dan Latar Belakang Perilaku Organisasi
Pertemuan 2 Pengantar Dan Latar Belakang Perilaku Organisasi Oleh : TIM DOSEN STIE Tri Dharma Nusantara Mks
Pengantar • Perilaku organisasi dikembangkan dengan berpusat pada tingkah laku manusia baik sebagai individu maupun kelompok dalam suatu organisasi. • Perilaku dari anggota organisasi akan memberi warna, ciri, dan tipe dari suatu organisasi, bagaimana organisasi itu bergerak mencapai tujuan yang telah ditetapkan. • Mempelajari perilaku organisasi bukan mempelajari bagaimana organisasi berperilaku, tetapi mempelajari bagaimana anggota organisasi itu berperilaku.
• Terdapat tiga dimensi pokok organisasi dalam kaitannya dengan perilaku organisasi: 1. Dimensi teknis 2. Dimensi konsep 3. Dimensi manusia Jika ketiga dimensi ini berintegrasi, maka akan mampu menimbulkan suatu kegiatan organisasi yang efektif.
Pengertian Organisasi • Robbins, S. P. , (2015), yang menyatakan bahwa, “ Organisasi (Organization) adalah Suatu unit Sosial yang dikoordinasi secara sadar, terdiri atas dua atau lebih orang-orang yang berfungsi dalam suatu basis yang kontinu untuk mencapai suatu tujuan bersama atau serangkaian tujuan. • Gito. Sudarmo, I. , (1997) Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan.
next. . Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sekumpulan orang dapat dikatakan sebagai organisasi jika memenuhi 4 unsur pokok: 1. Organisasi merupakan suatu sistem 2. Adanya suatu pola aktivitas 3. Adanya sekelompok orang 4. Adanya tujuan
Pengertian Perilaku Organisasi • Robbins, SP. mengemukakan bahwa Perilaku Organisasi adalah Perilaku yang berkenaan dengan tindakan-tindakan manusia yang dapat diamati atau diukur dalam organisasi.
next. . • Gitosudarmo, I. , dkk (1997), menyebutkan perilaku keorganisasian sebagai suatu bidang ilmu yang mempelajari interaksi manusia dalam organisasi yang meliputi study yang sistematis tentang prilaku, struktur dan proses di dalam organisasi. • Miftah Toha (2014), Perilaku Organisasi adalah secara langsung berhubungan dengan pengertian, ramalan, dan pengendalian terhadap tingkah laku orang-orang di dalam suatu organisasi, dan bagaimana perilaku orang-orang tersebut mempengaruhi usaha-usaha pencapian tujuan.
Perbedaan Perilaku Organisasi dengan disiplin ilmu lain yang berhubungan dengan ilmu perilaku ( Larry L Cummings, Presiden Akademi Manajemen USA) 1. Perbedaan antara PO dengan psikologi Organisasi. Psikologi organisasi membatasi konstruksi penjelasannya pada tingkat psikologi saja, sedangkan PO konstruksi penjelasannya berasal dari multi disiplin.
2. Perbedaan antara PO dengan teori organisasi. PO dirumuskan sebagai suatu studi dari tingkah laku individu dan kelompok di dalam suatu organisasi dan penerapan dari ilmu pengetahuan tertentu. Teori organisasi adalah studi tentang susunan, proses, dan hasil-hasil dari organisasi itu sendiri. 3. Perbedaan antara PO dengan Personnel dan Human Resource adalah, bahwa PO lebih menekankan pada orientasi konsep, sedangkan Personnel & Human Resource menekankan teknik dan teknologi.
Tujuan Memahami Perilaku Organisasi, menurut Nirman (1996) 1. Prediksi Dengan bisa memprediksi prilaku orang lain, maka kita dapat menjalin komunikasi yg baik, bisa berfikir, bersikap dan bertindak dengan tepat dalam berkomunikasi dengan org tsb. Dengan demikian mis-comunication bisa diminimalisasi.
2. Eksplanasi • Dengan mempelajari perilaku organisasi, maka dapat menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi dalam organisasi. • Eksplanasi berarti kita akan berusaha menjawab pertanyaan’ mengapa” suatu peristiwa terjadi, mengapa karyawan malas, mengapa kinerja karyawan rendah, mengapa profit turun, mengapa si A marah, dll
3. Pengendalian • Semakin banyak perilaku individu atau kelompok dalam organisasi yang dapat diprediksi dengan tepat, dapat dijelaskan dengan baik, maka pemimpin organisasi itu akan semakin mudah dalam melakukan fungsi pengendalian atas karyawannya sehingga perilaku individu maupun kelompok akan menjadi positif dan fokus pada pencapaian tujuan.
Latar Belakang dan Sejarah PO • Tokoh-tokoh yang menjelaskan tentang perilaku organisasi berasal , diantaranya: PLATO Plato memberikan filosofinya mengenai perilaku manusia, dimana filosof ini membagi jiwa manusia menjadi 3 bagian, yakni: 1. Philosopic (filsafat), keinginan untuk mencapai ilmu pengetahuan, 2. Sprited (ambisi), aspek jiwa manusia yang berusaha untuk mencari kekuasaan dan ambisi 3. Appetite (nafsu makan), suatu keinginan manusia untuk memenuhi selera seperti makann, minum, seks dan uang. Namun analisisnya, lebih berpengaruh terhadap bidang politik. Karena Plato menjelaskan tentang bagaimana negara dan organisasi itu terbentuk.
WEBER, FAYOL, & TAYLOR • Max Weber: – Menganalisis perilaku organisasi lewat konsep struktur birokrasinya. – Persoalan perilaku: menciptakan rasionalitas tertentu, mendapatkan informasi yang baik, membuat keputusan yang obyektif. – Jawaban premis/persoalan perilaku adalah struktur dan pemahaman atas sumber otoritas yang terdiri dari sumber yang rasional dan sah, tradisional, serta kharismatik. – Sifat organisasi: • Adanya spesialisasi • Adanya hierarki yang berkembang • Adanya suatu sistem dari suatu prosedur dan aturan-aturan • Adanya hubungan-hubungan kelompok yang bersifat impersonalitas. • Adanya promosi dan jabatan berdasarkan kecakapan
• Henri Fayol: – Teori administrasi dengan pendekatan fungsional. – Perilaku organisasi dan manajemen dipengaruhi oleh orientasi fungsional. • Frederick Winslow Taylor: – Manajemen ilmiah dapat diterapkan pada setiap bentuk aktivitas manusia. – Manajemen dan pekerja: perubahan mentalitas, yaitu mengubah cara kerja rutin ke cara kerja yang sistematis dan terarah. – Perilaku manusia hanyalah satu komponen dalam organisasi yang besar.
KONTRIBUSI 3 PERISTIWA BAGI KAJIAN PERILAKU ORGANISASI: • Masa-masa depresi (dekade 1930 -an). • Gerakan kaum buruh (1935). – Korelasi antara manajemen dan pekerja dalam menyelesaikan masalah-masalah kepegawaian sehingga tidak saja memperhatikan dimensi produksi dalam sebuah organisasi. • Penemuan Hawthorne. – Tujuan penelitian Hawthorne: mencari sampai sejauhmana pengaruh hubungan antara kondisi fisik tempat bekerja dengan produktivitas karyawan.
- Slides: 17