PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF KUALITATIF DAN KOMBINASI A
PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF, DAN KOMBINASI A. Pengertian Metode Penelitian B. Macam Data Penelitian C. Macam Metode Penelitian D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi Digunakan E. Beberapa Istilah Dalam Penelitian Kombinasi (Mixed Methods)
Pengertian Metode Penelitian • Terdapat Empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu : • Cara ilmiah : didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu: – Rasional : berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. – Empiris : berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak Ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal – Sistematis : poses yang dilakukan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis
• Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu Valid, Reliabel, dan Obyektif : – Valid ; menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. (data yang valid pasti reliabel dan obyektif) – Reliabel ; berkenaan derajat konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu – Obyektifitas ; berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepatan antar banyak orang) • Tujuan dan kegunaan tertentu : – Penemuan : berarti data, tindakan dan produk yang diperoleh dari penelitian itu adalah betul-betul baruyang sebelumnya belum pernah ada. – Pembuktian : berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. – Pengembangan : berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan, tindakan dan produk yang telah ada.
Macam Data Penelitian Data Kualitatif Empiris Data Kualitatif Bermakna Macam Data Penelitian Data Diskrit Data Ordinal Data Interval Data Kuantitatif Data Kontinum Data Ratio
• Data Kualitatif adalah data yang berbebtuk kata, kalimat, gerak tubuh, ekspresi wajah, bagan, gambar dan foto. • Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan/scoring. • Data Kualitatif Empiris adalah data sebagaimana adanya (tidak diberi makna). Penelitian melihat seseorang pegawai memakai baju merah, atau baju hitam lalu dilaporkan sebagaimana adanya. • Data Kualitatif Bermakna adalah data dibalik fakta yang tampak. Seseorang memakai baju hitam dapat diberi makna bermacam-macam, misalnya sedang pulang dari taziah, merupakan seragam anggota kelompok tertentu, atau karena kesenangannya memakai baju hitam. • Penelitian kualitatif akan lebih banyak berkaitan dengan data kualitatif yang bermakna, oleh karena itu peneliti kualitatif harus mampu memberi makna terhadap fakta yang diperoleh dilapangan.
• Data kuantitatif dibedakan menjadi dua, yaitu data diskrit dan data kontinum. • Data diskrit sering juga disebut data nominal, adalah merupakan data kuantitatif yang satu sama lain terpisah, tidak dalam satu garis kontinum. Data ini diperoleh dari hasil menghitung/membilang. Contoh dalam satu ruangan kelas ada 30 murid, 16 wanita dan 14 pria. Angka 30, 16 dan 14 adalah data diskrit. • Data kontinum adalah data kuantitatif yang satu sama lain berkesinambungan dalam satu garis. Data ini diperoleh dari hasil mengukur, seperti mengukur derajat kesehatan, berat badan, kemampuan, motivasi, IQ dan lain-lain. Data kontinum dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu data ordinal, interval dan ratio.
• Data ordinal merupakan data kuantitatif yang berbebtuk peringkat/rangking. Antar rangking jaraknya tidak sama. Misalnya antara rangking I (nilainya 100), rangking II (nilainya 95), jaraknya sama dengan 5. rangking 2 (nilai 95) dengan rangking 3 (nilai 75), jaraknya 20 dan seterusnya. Contoh data ordinal misalnya dalam kejuaraan (Juara I, II dan III), urutan prestasi belajar (rangking 1, 2, 3, 7, 15 dst) • Pada data ordinal, makin kecil angkanya semakin tinggi posisinya. Misalnya juara I lebih baik dari juara II, esalon I lebih tinggi dari esalon II. Tetapi di Indonesia, dalam golongan gaji pegawai negeri sipil, tidak sesuai dengan teori data ordinal, karena golongan I justru lebih rendah dari golongan II dan seterusnya. 100 95 1 2 75 70 60 45 3 4 5 6 Data ordinal, berbentuk rangking, jarak tidak sama Nilai Rangking
• Data interval adalah data kuantitatif kontinum yang jaraknya sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol absolut. • Contoh data interval adalah skala termometer yang digunakan untuk mengukur suhu. Suhu udara bisa minus (-), bisa nol (0) dan bisa diatas nol (+). • Pada data interval tidak bisa dibuat penjumlahan sepeti pada data rasio. Air 1 gelas suhu 10°C ditambah air 1 gelas dengan suhu 20°C tidak menjadi 30°C, tetapi 15°C. -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Data Interval, jarak sama tidak mempunyai nilai nol absolut
• Cooper and Schindler (2003) mengemulakan bahwa skala pengukuran sikap (Sangat baik, Baik, Kurang baik, Tidak baik) dengan skor 4, 3, 2, 1 merupakan data interval karna jaraknya sama) • Uma sakaran dalam buku Research Methods Business, dan Pasuraman dalam buku Dlevering Quality Service, menyatakan bahwa skala sikap (skala Likert, Semantic Differential, Thurstone) merupakan skala interval
• Data ratio adalah data kuantitatif kontinum yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol absolut/mutlak. • Nol absolut adalah nilai yang betul-betul nol tidak ada apa-apanya. • Contoh: 0 kg tidak ada beratnya, 0 meter tidak ada panjangnya. • Dalam data interval 0°C tetap ada nilainya. • Data ini dapat dibuat penjumlahan, pengurangan, dan pembagian. • Misalnya 10 m + 5 m menjadi 15 m 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Data ratio, jarak sama dan mempunyai nilai nol absolute (maka nilai nol tidak terlihat)
Macam Metode Penelitian Kuantitatif Surve Eksperimen Phenomenology Grouded theory Macam Metode Penelitian Kualititatif Ethnography Case study Narrative Kombinasi (mixed methods) Sequential/ Berurutan Concurrent/ Campuran Sequential Explanatory Sequential Exploratory Concurrent Triangulation Sequential Embedded
Perbedaan Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi Digunakan Perbedaan Aksioma dasar tentang sifat realisasi Perbedaan Metode Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi Perbedaan Dalam Proses Penelitian Perbedaan Dalam Karakteristik Penelitian
Perbedaan Aksioma • Aksioma adalah pandangan dasar atau filsafat • Aksioma peneliti kuantitatif, kualitatif dan kombinasi meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generasi, dan peranan nilai. • Perbedaan aksioma antara penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat pada tabel berikut
Perbedaan Aksioma Antara Metode Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi Aksima Dasar Sifat realitas Metode Kuantitatif Tunggal diklarifikasikan, konkrit, teramati, terukur Metode Kualitatif Metode Kombinasi Ganda, holistik, dinamis, hasil kontruksi dan pemahaman Ganda, dapat diklarifikasikan, teramati dan hasil kontruksi makna Hubungan Independen, supaya peneliti dengan terbangun yang diteliti obyektivitas Interaktif dengan sumber data supaya memperoleh makna Independen dan interaktif dengan sumber data Hubungan variabel Timbal balik/interaktif Sebab akibat dan interaktif Sebab – akibat (kausal) X X Y Y Z Kemungkinan generalisasi Cenderung membuat generalisasi Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu Generilisasi dan transferability Peranan nilai Cenderung bebas nilai Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data Bebas dan terikat nilai
a. Sifat Realita • Dalam memandang realitas, gejala, atau obyek yang diteliti, terdapatperbedaaan antara metode kualitatif, kuantitatif, dan kombinasi. • Dalam metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivisme, realita dipandang sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat diamatidengan panca indra, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, dan perilaku, tidak berubah dalam waktu yang relatif lama, dapat diukur dan diverifikasi. • Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari obyek yang diteliti, dan kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya
• Dalam penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat pospositivisme atau paradigma interpretive, suatu realitas atau obyek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa variabel. • Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang utuh, dinamis, hasil kontruksi pemikiran dan interpretasi terhadap gejala yang diamati, serta utuh (holistic) karna setiap asfek dari obyek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. • Ibarat peneliti performance suatu mobil, peneliti kuantitatif dapat meneliti mesinnya saja, atau bodynya saja, tetapi peneliti kuanlitatif kualitatif akan meneliti semua komponen dan hubungan satu dengan yang lain, serta kinerja pada saat mobil berjalankan.
• Realitas dalam peneliian kualitatif tidak hanya yang tampak (teramati), tetapi sampai dibalik yang tampak tersebut • Msalnya melihat ada orang yang sedang memancing, penelitian kuantitatif akan menganggap bahwa orang mancing itu merupakan kegiatan mencari ikan, sedangkan dalam penelitian kualitatif akan melihat yang lebih dalam mengapa ia mancing. • Ia mancing mungkin untuk menghilangkan stres, dari pada menganggur, atau mencari teman. • Jadi realitas itu merupakan kontruksi atau interpretasi dari pemahaman terhadap semua data di lapangan.
• Pandangan tentang realitas dalam penelitian kombinasi (mixed methods) merupakan gabungan antara filsafat positivisme dan postpositivisme, dan tergantung pada model desain atau model penlitian kombinasinya • Bila penelitian kombinasi model sequential explanatory, maka pandangan awal terhadap realitas bersifat postpositivistik dan setelah itu positivistic • Bila penelitian kombinasi bersifat concurrent, maka pandasngan terhadap realitas menggunakan positivisme dan pospositivisne
b. Hubungan Peneliti dengan yang diteliti • Dalam penelitian kuantitatif, kebenaran itu di luar dirinya, sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknyasehingga bersifat independen. • Dengan menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuantitatif hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data
• Salam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan participant observation (observasi berperan serta) dan in depth interview (wawancara mendalam), maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data • Dengan demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memberi data • Dalam penelitian kombinasi, hubungan antara peneliti dengan yang diteliti dapat independen dan interaktif
c. Hubungan antar Variabel • Peneliti kuan titatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kausal), sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan dependen • Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. • Contoh; pengaruh iklan terhadap nilai penjualan, artinya semakin banyak iklan yang ditayangkan maka akan semakin banyak nilai penjualan. • Iklan sebagai variabel independen (sebab) dan nilai penjualan sebagai variabel dependen (akibat)
• Dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik dan lebih menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi (reciprocal/interaktif), sehingga tidak diketahui mana variabel independen dan dependennya. • Contoh; hubungan antara iklan dan nilai penjualan • Dalam hal ini hubungannya interaktif, artinya makin banyak uang yang dikeluarkan untuk iklan maka akan semakin banyak nilai penjualan, tetapi juga sebaliknya makin banyak nilai penjualan maka alokasi dana untuk iklan juga akan semakin tinggi
• Dalam penelitian kombinasi, Hubungan antar variabel yang diteliti dapat berupa hubungan sebab akibat dan hubungan interaktif, tergantung model kombinasinya. • Bila penelitian kombinasi model sequential explanatory, maka pada tahap awal hubungan variabel bersifat sebab akibat, dan tahab berikutnya bersifat interaktif. • Bila penelitian kombinasi model sequential exploratory, maka pada tahap awal hubungan variabel bersifat interaktif, dan tahap berikutnya bersifat sebab akibat. • Bila model penelitian kombinasi concurrent, maka hubungan variabel dapat dilihat sebagai hubungan sebab akibat dan interaktif
d. Kemungkinan generalisasi • Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, (bukan kedalaman) sehingga model ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. • Selanjutnya data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random). • Berdasarkan data dari sampel tersebut, selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi di mana sampel tersebut diambil)
• Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekankan kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna. • Makna adalah data dibalik yang tampak • Walaupun penelitian kualitatif tidak membuat generalisasi, tidak berarti hasil penelitian kualitatif tidak dapat diterapkan di tempat lain • Generilisasi dalam penelitian kuantitatif disebut dengan transferability dalam bahasa Indonesia dinamakan keteralihan • Maksudnya adalah bahwa, hasil penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau diterapkan di tempat lain, mana kala kondisi tempat lain tersebut tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian.
e. Peran Nilai • Penelitian kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data. • Dalam interaksi ini baik peneliti maupun sumber data memiliki latar belakang, nilai-nilai, kepentingan dan persepsi berbeda-beda, sehingga dalam pengumpulan data, analisis, dan pembuatanlaporan akan terikat oleh nilai-nilaimasing-masing. • Dalam penelitian kuantitatif, karena peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. • karena ingin bebas nilai, maka peneliti menjaga jarak dengan sumber data, supaya data diperoleh obyektif. • Dalam penelitian kombinasi, pada saat menggunakan metode kualitatif akan terikat oleh nilai-nilai dan pada saat menggunakan metode kuantitatif bisa bebas nilai.
a. Proses Penelitian Kuantitatif Sumber Masalah 1. Empiris 2. Teoritis Membaca dan berfikir Konsep & Teori Yang relevan Rumusan Masalah Prisip Deduksi Pengajuan Hipotesis Membaca Hasil Penelitian Penemuan Yang relevan Kesimpulan Yang menyatakan Praduga Terhadap Hubungan antar Variabel Prinsip reduksi Operasionalisasi Penemuan Pengumpulan Analisis data Penyusunan Instrumen Penelitian memilih Strategi Pendekatan Penelitian
- Slides: 28