PERIODE HIJRAH NABI KE MADINAH DAN MEMBANGUN MASYARAKAT
PERIODE HIJRAH NABI KE MADINAH DAN MEMBANGUN MASYARAKAT MADINAH DISUSUN OLEH : • SITI AINUN NADIA • YULIANTI FATIMAH
LATAR BELAKANG HIJRAH KE MADINAH Selama 13 tahun hidup di kota Mekah, Rasulullah saw. Serta para pengikutnya sering mengalami cobaan besar dan siksaan yang sangat pedih, disamping itu hak kemerdekaan mereka dirampas, mereka diusir dan harta benda mereka disita. Siksaan pedih berupa dera cambuk yang sangat meresahkan para sahabat dan kaum muslimin pada umumnya. Badan mereka dipanggang, kabel sejenis serabut diikiatkan pada tubuh karena tidak mau tunduk kepada selain Allah, Itulah tekanan yang sangat dasyat dialami Rasulullah beserta pengikutnya selama menyampaikan dakwah demi tersebarnya risalah tauhid di tengah – tengah kaum kafir Quraisy. Denga sikap kaum Quraisy yang berkecamuk maka Rasulullah beserta kaum muslimin hijrah untuk menyelamatkan diri serta menyelamatkan agama tauhid, risalah kebenarannya yang sedang berada dalam tanggung jawabnya dengan tujuan untuk mencari temapat yang kondusif untuk selanjutnya menyusun kekuatan baru demi tercapainya kemenangan yang tertunda.
PEMBAHASAN MATERI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengertian Hijrah Faktor pendorong Nabi hijrah ke Madinah Perjalanan Nabi ke Madinah Bagaimana Penduduk Madinah ketika Nabi sampai di Madinah Usaha-usaha yang dilakukan Nabi membangun masyarakat Madinah Perjuangan Nabi dan Para Sahabat di Madinah Perkembangan Madinah setelah kedatangan Nabi
1. PENGERTIAN HIJRAH Hijrah berasal dari bahasa arab “ ﺓ ” yang artinya: pindah, menjauhi atau menghindari. Kerasnya sesuatu ( ﺍﻟﻬﺠﺮ ; )ﺍﻟﻬﺠﻴﺮﺍﻟﻬﺎﺟﺮﺓ berarti tengah hari di waktu panas sangat menyengat (keras). Secara bahasa “Hijrah” itu adalah Menjauhi sesuatu dengan sangat keras karena adanya ketidak setujuaan dan kebencian. Hijrah adalah Pindah, meninggalkan, menjauhi atau berpisah dari sesuatu dengan kebencian, menuju sesutu yang dia sukai atau cintai, bukan pindah atau berpisah biasa saja seperti pindah rumah. Dijauhinya sesuatu tersebut karena sesuatu tersebut mengandung Kekotoran / najis yang tidak disukainya Meninggalkan pindah dari sesuatu tersebut bisa berarti secara fisik (pindah tempat) atau Fsikis.
2. FAKTOR NABI HIJRAH KE MADINAH Ada faktor-faktor penting yang menyebabkan Rasulullah terdorong untuk Hijrah dari Makkah ke Madinah, yakni sebagai berikut : 1. Siksaan Kaum Quraisy kepada Umat Islam semakin Berat Selama 13 tahun Rasulullah hidup di Kota Mekkah, beliau dan para pengikutnya seringkali mengalami cobaan yang besar dan siksaan yang begitu pedih. Di samping itu, hak kemerdekaan juga dirampas, mereka diusir dan harta benda milik mereka disita. 2. Wafatnya Istri dan Paman Nabi setelah Khadijah, Istri Rasulullah Meninggal dunia, umat Islam semakin bertambah kesedihannya. Tak lama berselang, Paman Rasulullah yakni Abu Thalib juga wafat. Wafatnya Abu Thalib ini menyebabkan Nabi Muhammad kehilangan pelindung yang senantiasa melindungi dirinya dari berbagai bentuk ancaman.
3. Adanya Bai'at dari Umat Islam di Madinah Tahun 621 Masehi, datanglah 13 orang yakni penduduk Madinah yang menemui Rasulullah di Bukit Aqaba. Mereka berikrar untuk memeluk Agaa Islam. Peristiwa ini disebut dengan Bai'at Aqabah I. Di tahun 622 Masehi, datang lagi sebanyak 73 orang dari Madinah ke Mekah yang terdiri dari Suku Aus dan Suku Khazraj yang pada awalnya memang mereka datang untuk melakukan Ibadah Haji, akan tetapi kemudian menjumpai Rasulullah dan mengajak beliau agar behijrah ke Madinah. 4. Pemboikotan dari Kaum Quraisy Faktor lainnya yang mendorong Rasulullah untuk berhijrah dari Kota Mekah ke Madinah yakni adanya pemboikotan yang dilakukan oleh Kaum Kafir Quraisy kepada Rasulullah dan para pengikutnya (Bani Hasyim dan Bani Muthallib). Pemboikotan yang dilakukan kepada. mereka adalah diantaranya : Melarang setiap perdagangan dan bisnis dengan pendukung Nabi Muhammad SAW. Tidak ada seorangpun yang berhak mengadakan ikatan perkawinan dengan orang muslim. Melarang keras untuk bergaul dengan kaum muslim. Musuh Nabi Muhammad harus didukung dalam berbagai keadaan bagaimanapun.
3. PERJALANAN NABI KE MADINAH Pada tanggal 27 Ṣafar tahun keempat belas kenabian, bertepatan dengan 12 September 622 M 31 di tengah kegelapan malam, Nabi keluar dari rumah sahabatnya, Abu Bakar bersama-sama bukan dari pintu depan, tetapi dari celah dalam rumah itu menuju ke jalan belakang. Ini dilakukan demi kehati-hatian. Di samping itu beliau berjalan kaki menuju Gua Thur bahkan beberapa riwayat menyatakan bahwa beliau berjalan dengan ujung jari-jari kaki beliau agar tidak meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri. Rasulullah bersama dengan Abu Bakar tinggal di gua Thur selama tiga hari tiga malam. Setelah berlalu tiga hari Rasulullah SAW bersama dengan Abu Bakar dijemput oleh Abdullah bin Uraiqith seseorang yang dibayar sebagai petunjuk jalan menuju Madinah.
Dengan bimbingan dan perlindungan Allah mereka berangkat menuju Madinah menelusuri pantai laut merah mengambil jalur berbeda dengan jalur yang biasanya ditempuh oleh kafilah-kafilah yang menuju Madinah. Dalam perjalanan ini mereka berempat mengedarai tiga unta Rasulullah, Abu Bakar yang seunta dengan Amir bin Fuhairah dan sang penunjuk jalan Abdullah bin Uraiqith. Akhirnya pada tanggal 8 Rabiul Awwal bertepatan dengan 23 September 622 M rombongan Rasulullah SAW tiba di Quba. 37 Beliau disambut hangat oleh penduduk Quba dan singgah di rumah Kalthum bin Hadm selama beberapa hari.
di Quba Rasulullah membangun masjid yang dalam sejarah islam terkenal dengan nama “Masjid Quba” masjid yang pembangunannya diabadikan dalam al-Qur’an, ﻯ ﻭ ﻭﺍ ﻳ ٱ ﻥ ﺍ ﻥ ﻭ ﻳ ﻯ ٱﻠ ﺍ ﻳ ﺍ ﻳ ٱﻠ Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. (QS: ATTAUBAH - 108)
Setelah beberapa hari tinggal di Quba, Rasulullah melanjutkan perjalanan ke Madinah dan tiba di kota itu pada tanggal 12 Rabiul Awwal demikian keterangan al-Mas’udy. Beliau disambut dengan sangat hangat dan meriah oleh kaum Anșar. Masyarakat, termasuk perempuan mengelu-elukan beliau dengan kalimat dan syair-syair pujian yang mengharukan. Salah satu yang sangat populer adalah: ﺍﻟﻮﺩﺍﻉ ﺛﻨﻴﺎﺕ ﻣﻦ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺍﻟﺒﺪﺭ ﻃﻠﻊ ﺩﺍﻉ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﻋﻰ ﻣﺎ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻭﺟﺐ ﺍﻟﻤﻄﺎﻉ ﺑﺎﻷﻤﺮ ﺟﺌﺖ ﻓﻴﻨﺎ ﺍﻟﻤﺒﻌﻮﺙ ﺃﻴﻬﺎ “Terbitlah purnama di atas kami dari arah Tsaniyat al-Wada Syukur kewajiban kami selama. . . dai mengajak kepada Allah Wahai yang diutus kepada kami. . . engkau datang dengan perintah yang
4. USAHA-USAHA YANG DILAKUKAN SETELAH NABI SAMPAI DI MADINAH 1. Mendirikan Masjid 2. Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshor 3. Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan social untuk masyarakat baru 4. Membuat perjanjian damai antara Kaum Muslimin dan Kaum Yahudi
“Piagam Madinah” yang isinya antara lain: 1. Kaum Muslim dan Yahudi akan hidup berdampingan dan bebas menjalankan agamanya masing-masing. 2. Apabila salah satu pihak diperangi musuh, maka yang lain wajib membantu. 3. Apabila terjadi perselisihan antara keduanya, penyelesaian diserahkan kepada Nabi Muhammad SAW selaku pemimpin tertinggi di Madinah. 4. Dalam Piagam Madinah tersebut terdapat beberapa asas, yaitu: asas kebebasan beragama, asas persamaan, asas keadilan, asas perdamaian dan asas musyawarah. 5. Meletakkan Dasar-dasar Pemerintahan, Ekonomi dan Kemasyarakatan Dalam bidang pemerintahan diterapkan prinsip musyawarah (demokrasi), yaitu dalam memutuskan masalah harus bermusyawarah terlebih dahulu.
5. PERJUANGAN NABI DAN PARA SAHABAT DI MADINAH Sejak hijrah ke Madinah, selama kurang lebih 10 tahun, Nabi dan para sahabatnya berdakwah kepada penduduk Madinah tanpa mengenal lelah, dan tidak pernah putus asa. Kebanyakan penduduk Madinah, terutama suku Aus dan Khazraj, menerima dakwah Nabi tersebut. Akan tetapi, dalam perjalanan dakwahnya, Nabi menemui rintangan, khususnya dari orang-orang Yahudi yang tidak senang dengan keberhasilannya. Salah seorang Yahudi Munafik yang tidak senang adalah Abdullah bin Ubay. Ia selalu melaporkan kegiatan Nabi di Madinah kepada kaum kafir Quraisy di Mekkah, sehingga pada masa-masa kemudian terjadilah banyak peperangan dengan kaum kafir Quraisy Mekkah.
Beberapa Peperangan Yang Terjadi Ketika Nabi Berada Di Madinah 1. Perang Badar 2. Perang Uhud 3. Perang Khandak 4. Perang Khaibar 5. Perang Mut‘ah 6. Perang Tabuk
6. PERKEMBANGAN ISLAM DI MADINAH SETELAH KEDATANGAN NABI Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru ini, Nabi segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat: Dasar pertama. Pembangunan masjid, selain untuk tempat shalat, masjid juag berfungsi sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin, bermusyawarah, bahkan juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Dasar kedua. Ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama muslim. Nabi mempersaudarakan antara golongan Muhajirin dan Anshar, dan ikut membantu kaum Muhajirin tersebut. Dengan demikian, diharapkan setiap muslim merasa terikat dalam suatu persaudaraan dan kekeluargaan. Dasar ketiga. Hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Di Madinah, disamping orang-orang Arab Islam, juga terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang-orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka.
TERIMA KASIH
- Slides: 16