Perencanaan Pengembangan Sektor PertanianAgribisnis dalam Upaya Penyerapan Tenaga
Perencanaan Pengembangan Sektor Pertanian/Agribisnis dalam Upaya Penyerapan Tenaga Kerja dan Stabilisasi Harga Pangan Lokal di Kabupaten Banjar Oleh : Dr. Hary Supriadi, S. H. , M. A. (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Banjar) Disampaikan pada Stadium General Magister Ekonomi Pertanian ULM Sabtu, 4 Agustus 2018
Pertanian/ agribisnis Perencanaan Kesempatan Kerja Stabilisasi Harga
Luas : 4. 668 km 2 atau 466. 800 Ha Penduduk : 563. 062 jiwa (2017) Jumlah kecamatan : 20 Jumlah Desa : 277 Jumlah Kelurahan : 13
• 35 % berada di ketinggian 0– 7 m dpl, 55, 54 % ada pada ketinggian 50– 300 m dpl, sisanya 9, 45 % lebih dari 300 m dpl. • selalu tergenang (29, 93%) sebagian lagi (0, 58%) tergenang secara periodik • tanah di wilayah ini bertekstur halus (77, 62%) yaitu meliputi tanah liat, berlempung, berpasir dan berdebu. Sementara 14, 93 % bertekstur sedang yaitu • jenis lempung, berdebu, liat berpasir, sisanya 5, 39 % bertekstur kasar yaitu pasir berlempung, pasir berdebu • Kedalaman tanah yang efektif bagi akar untuk leluasa mengambil air bagi tumbuhnya tanaman(66, 45%) lebih dari 90 cm, sementara kedalaman 60 -90 cm meliputi 18, 72 %, dan 30 -60 cm hanya 14, 83% • Sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Banjar masih menggunakan sistem non-irigasi yaitu 89, 40 persen atau sebanyak 61. 372 ha dari 68. 645 ha sawah di kabupaten ini. • Kabupaten Banjar memiliki areal perkebunan yang cukup beragam, diantaranya adalah perkebunan karet, kelapa, sawit, kopi, cengkeh, jambu mete, lada, kemiri, aren, sagu, pinang, kenanga dan lainnya. Dari deskripsi data perkebunan rakyat terlihat bahwa luas perkebunan total di Kabupaten Banjar adalah 33. 719 ha
A goal without a planning is
Prioritas Pembangunan Dalam RPJP Kabupaten Banjar 2005 -2025
VISI RPJMD 2016 -2021 : Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Banjar yang Sejahtera dan Barokah Misi : 1. Meningkatkan pengamalan ajaran agama dan suasana kehidupan beragama 2. Meningkatkan kualitas SDM yang berbasis pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial 3. Meningkatkan pengelolaan SDA berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan komoditas unggulan daerah lainnya dengan pendekatan agribisnis dan industri berwawasan lingkungan secara verkelanjutan 4. Mewujudkan pemerataan dan keseimbangan pembangunan infrastruktur untuk mendukung daya saing ekonomi daerah; dan 5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan amanah
EVALUASI INDIKATOR MAKRO Tahun 2013 Tahun 2014 Indikator satuan IPM a. Angka Harapan Hidup (AHH) b. Harapan Lama Sekolah (HLS) c. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) % 65. 3 67. 1 68. 31 6 7 8 % 66. 4 67. 3 70. 40 5 5 4 % 11. 2 11. 6 12. 10 5 7 13 d. Pengeluaran Perkapita Rp Banjar Provinsi Nasional peringkat Banjar % 6. 96 7. 59 7. 6 1 9 11, 98 10, 55 9, 81 4 3 5 Provinsi Nasional peringkat Banjar 65. 71 67. 6 3 68. 90 8 65. 32 67. 4 7 70. 59 9 11. 9 6 12. 39 13 10. 99 9 5. 08 4. 84 Angka Kemiskinan % 2. 84 4. 76 11. 47 Indeks Gini Indeks Kualitas Lingkungan Hidup % 0. 33 0. 36 % Pertumbuhan Penduduk % 1. 86 1. 37 9 11. 16 12. 2 1 12. 55 13 9 66. 17 67. 9 2 70. 90 9 11. 41 12. 2 9 12. 72 12 11 5. 3 5. 45 3 4. 7 5. 0 0 4. 38 1 3. 1 0 4. 52 10. 07 0. 4 0, 31 0. 33 0 5. 6 2 1. 8 67. 8 0 70. 78 10 5 % 4. 60 5. 36 55. 8 63. 20 6 65. 97 66. 87 69. 0 5 70. 18 3. 4 6. 1 4 4. 92 8 4. 4 5. 0 0 3. 83 4 3. 2 6 4. 72 10. 70 0. 3 0. 4 2 0. 35 1 Pertumbuhan Ekonomi 5 9 6 3. 29 3. 80 0. 4 1 66. 39 68. 3 8 69. 55 Provinsi Nasional peringkat 7. 0 7. 9 0 7. 89 5 11, 30 12, 311 7 10. 42 3 1 Provinsi Nasional peringkat Banjar 6. 9 7. 8 9 7. 76 4 10, 89 12, 185 1 10. 15 6. 1 7 10 Tahun 2016 7. 7 6. 96 7. 60 3 10, 74 9, 90 12, 004 8 3 % 2. 57 3. 66 Tingkat Pengangguran Tahun 2015 5. 9 4 5. 0 2 8 1 2. 87 4. 68 10. 96 0. 4 0. 35 0. 36 1 11 3 1. 83 57. 5 7 63. 42 1. 74 1. 35 3 7 1 4 1. 82 55. 8 6 63. 00 1. 71 1. 38 3 6 1 1. 75 57. 9 6 63. 50 1. 65 1. 36 3
Struktur Ekonomi Kabupaten Banjar Menurut Kategori Tahun 2012 -2016 Kategori Lapangan Usaha (1) (2) 2012 2013 2014 2015 2016* (3) (4) (5) (6) (7) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 18, 66 18, 49 18, 14 18, 42 18, 61 B C D E F Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik, Gas Pengadaan Air Konstruksi 24, 33 6, 82 0, 07 0, 20 8, 61 22, 62 6, 70 0, 06 0, 20 9, 00 21, 22 6, 73 0, 07 0, 21 9, 29 18, 22 6, 81 0, 10 0, 22 9, 71 16, 12 7, 01 0, 12 0, 22 10, 01 G Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 11, 69 12, 14 12, 71 13, 28 13, 89 H Transportasi dan Pergudangan 3, 96 4, 24 4, 31 4, 40 4, 55 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2, 73 2, 81 2, 96 3, 04 3, 07 Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan Real Estate Jasa Perusahaan 3, 23 1, 97 3, 33 0, 28 3, 21 2, 14 3, 32 0, 30 3, 32 2, 18 3, 42 0, 31 3, 40 2, 23 3, 44 0, 32 3, 45 2, 23 3, 48 0, 34 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 6, 36 6, 79 6, 83 7, 45 7, 29 P Jasa Pendidikan 4, 55 4, 71 4, 86 5, 27 5, 73 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1, 84 1, 93 2, 01 2, 18 2, 28 Jasa lainnya 1, 37 100 1, 34 100 1, 43 100 1, 51 100 1, 60 100 J K L M, N R, S, T, U PDRB
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI LPE Investasi dan produksi TPT IKLH PDRB/Kap Kemiskinan Gini Rasio
Tahun 2015
Tahun 2015
Sosial Ekonomi Tenaga Kerja Penduduk Harga SENSUS SURVEI Industri Pertanian Ekonomi Lainnya KOMPILASI Ekpor & Impor PDB & PDRB Lainnya 17
PRODUKSI DINAS KETAPANG TPID DISTRIBUSI HARGA (TINGKAT INFLASI/DEFLASI) POLA KONSUMSI PSIKOLOGIS Bawang merah Daging sapi Daging ayam Minyak goreng Gula Telur
PEMASARAN (KPPN, BUMDES) BUDIDAY A PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN PELD RPIK
Permasalahan • Terjadinya konversi lahan pertanian utama kepada sektor-sektor lain seperti sektor industri, sektor perumahan, sektor pertambangan dan lain sebagainya; • Keseimbangan penggunaan lahan • Tingkat produktifitas yang rendah • Keterbatasan infrastruktur pertanian (irigasi, industrialisasi) • SDM ketenagakerjaan sektor pertanian (daya tarik)
TERIMAKASIH
- Slides: 24