PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING Mekanisme dan
PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN (MATERIAL REQUIREMENT PLANNING): Mekanisme dan Esensi Logika MRP Ir. Roesfiansjah Rasjidin, MT. , Ph. D. Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik – Universitas Esa Unggul
MEKANISME MRP § Netting § Offsetting Lead Time § Lotting (Lot Sizing) § Exploding
Netting Perhitungan permintaan atau kebutuhan kotor (GR, Gross Requirement) menjadi permintaan atau kebutuhan bersih (NR, Net Requirement)
Contoh Netting § Order untuk Lamp = 25 § Persediaan : Lamp: 3; Base assemblies: 7; Shaft: 4; Tubing: 16 § Lamp Base Assembly § GR : 25 - GR : 22 § Persediaan : -3 - Persediaan : -7 § NR : 22 - NR : 15 § Shaft (1 per Base Assy) Tubing (2 feet per Shaft Assy) § GR : 15 - GR : 22 § Persediaan : - 4 - Persediaan : -16 § NR : 11 - NR : 6
Offsetting Lead Time Memundurkan waktu sejumlah Lead Time
Contoh Offsetting Lead Time § Lead time : - Lamps 2 weeks - Base Assembly 1 weeks - Shaft 2 weeks - Tubing 3 weeks
Lotting (Lot Sizing) Penentuan ukuran lot dimana dapat bersifat tetap ataupun tidak tetap berdasarkan kebutuhan bersih dari satu atau lebih perioda
Beberapa Teknik dalam Lotting § § § § Fixed Size Lot-For-Lot (LFL atau L 4 L) Least Unit Cost (LUC) Least Total Cost (LTC) Part Period Balancing (PPB) Period Order Quantity (POQ) Wagner-Within
Contoh Lotting (Lot Sizing) Lot Tetap = 100 Perioda 0 1 2 3 4 5 6 Net Requirement 95 90 98 93 96 99 Planned Order Receipt 100 100 100 Lot Tidak Tetap = Sesuai Kebutuhan Perioda 0 1 2 3 4 5 6 Net Requirement 95 90 98 93 96 99 Planned Order Receipt 95 90 98 93 96 99
ESENSI LOGIKA MRP - Horizontal-vertical dependencies o Product structure or Bill of Material (BOM) - Netting : gross to net calculation - Lotting : perhitungan ukuran lot - Offsetting waktu ancang (Lead Time) - Explosion : perhitungan GR untuk level yang lebih rendah
Terminologi Istilah pada Tabel MRP (MRP Chart) § Gross Requirement (GR) o Total permintaan pada suatu perioda o Untuk item (level 0), GR diambil dari MPS o Untuk komponen (level 1, 2, 3 dst), GR diambil dari Planned Order Release dari komponen (sub assembly) level diatasnya (parents) § Scheduled Receipt (SR) o Dikenal juga on-order, open-orders atau scheduled orders o Bahan yang sudah dipesan dan akan tiba di shop § Projected on Hand (POH) o Persediaan yang akan ada pada akhir suatu perioda yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan (GR) pada perioda berikutnya
Terminologi Istilah pada Tabel MRP (MRP Chart) § Net Requirement (NR) o Kebutuhan bersih yang harus dipenuhi setelah memperhatikan GR dan ketersediaan (SR dan POH) § Planned Order Receipts (Po. Rec) o NR yang dimodifikasi menjadi ukuran lot § Planned Order Release (Po. Rel) o Po. Rec yang telah disesuaikan yaitu dengan memperhatikan lead time
Contoh MRP Chart § LT = 3 ; LS = 25 ; SS = 0 ; Quantity on Hand = 30
Contoh MRP Chart (Perubahan GR 3 dari 15 jadi 5 akan mengubah PORel dan SR tetap) § LT = 3 ; LS = 25 ; SS = 0 ; Quantity on Hand = 30
Time Bucket & Time Convention Time Bucket/Periods § Suatu perioda yang didalamnya sejumlah produk harus dibuat § Semakin kecil time bucket, maka: semakin banyak perioda dalam satu horizon perencanaan semakin teliti semakin besar kebutuhan memori computer Time Convention § Konvensi waktu pada MRP Charts adalah akhir perioda
Low Level Coding § Untuk komponen/subassembly yang diperlukan pada lebih dari 1 level § Contoh : B berada pada level 1 & 2, maka pengkodean digunakan yang terendah = 2
Total Inventory Cost § Merupakan penjumlahan dari biaya pesan (ordering cost) atau biaya set-up (set-up cost) dan biaya simpan persediaan (inventory carrying cost) § Biaya pesan atau set-up: hasil perkalian frekwensi pesan atau set-up dengan biaya sekali pesan atau setup § Biaya simpan persediaan: hasil perkalian antara biaya simpan per unit perioda dengan jumlah persediaan yang dimiliki sepanjang horizon perencanaan
Contoh Perhitungan Total Inventory Cost § LT = 2 ; LS = 25 ; SS = 0 § Ongkos set-up : $ 5, 75 ; Ongkos Simpan : $ 0, 05/unit/perioda
Contoh Perhitungan Total Inventory Cost § Total ongkos set-up = 5 * $ 5. 75 § Total ongkos simpan = (13 + 23 + 14 + 22 + 14 + 13 + 6 + 20) * $ 0, 05 § Ongkos Total = $ 28, 75 + $ 6, 45 = $ 35, 2
EXPLOSION § Tabel MRP parent pada level x diturunkan pada Tabel MRP child pada level x+1 § GR pada MRP child = PORel pada MRP parent * Bill of Material pada child (level x+1)
Contoh Explosion dalam MRP § Sejumlah 100 unit produk A harus tersedia pada perioda ke 8. Struktur produk atau Bill of Material (BOM) dari produk A tersebut adalah sbb :
Contoh Explosion dalam MRP
DISKUSI
- Slides: 23