PENYELENGGARAAN JENAZAH BAB 2 KELAS XI Setiap Jiwa
PENYELENGGARAAN JENAZAH BAB 2 KELAS XI
Setiap Jiwa Akan Mati ﺍﺍ “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. ” (QS. Ali Imran: 185).
Firman Allah ﺍ ﺍﻱ ﻭ ﺍﻳ ﻭ ﻯ ﺍ ﺍ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﻭ “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. ” (QS. Jumu’ah: 8).
Pertanyaan Di Alam Kubur ( [ ; ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﺍﻟﻤﻠﻚ )ﺍﻟﻤﻠﻜﺎﻥ 27 : ]ﺳﻮﺭﺓ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ … ) ﺍﻟ ﺍﻳ آﻭﺍ ﺍ ﺍﻟ ﺍ ﻱ ﺍآ : ﻋﻦ ﺍﻟﺒﺮﺍﺀ ﺑﻦ ﻋﺎﺯﺏ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻪ ; ﻣﻦ ﻧﺒﻴﻚ؟ . ﻓﻘﺎﻝ ﻭﻣﺎ ﺩﻳﻨﻚ؟ ﻗﺎﻝ ; ﺩﻳﻨﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ . ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﺣﻴﻦ ﻳﺪﻓﻦ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ; ﻣﻦ ﺭﺑﻚ ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺑﻲ ﺍﻟﻠﻪ (( ))ﺃﺨﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ ﺃﺒﻲ ﺷﻴﺒﺔ ﻓﻲ ﻣﺼﻨﻔﻪ ﻭ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ . ﻓﺬﻟﻚ ﺍﻟﺘﺜﺒﻴﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ - ﻧﺒﻴﻲ ﻣﺤﻤﺪ : ﻗﺎﻝ Dari al-Barra' bin 'Aazib r. a ; dalam penjelasannya mengenai Firman Allah dalam (QS. Ibrahim: 27) yang artinya "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. . . " maka ketika datang malaikat (dua malaikat) kepada seseorang yang ada dalam kuburan ketika dikuburkan, maka malaikat itu bertanya kepadanya; siapa rabb (Tuhan) mu? Maka dia menjawab ; "Tuhan-ku Allah", kemudian ditanya lagi ; apa agama-mu? Dia akan menjawab ; "agama-ku Islam". Lalu malaikat bertanya lagi ; "siapa Nabi-Mu? ", dan diapun mampu menjawab "Nabi-ku Muhammad" itulah yang dimaksud dengan at-tatsbiit (keteguhan) apa yang sudah berlangsung dalam kehidupan dunia. ((HR. Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Mushannaf-nya, dan juga oleh at-Tirmidzi dalam Kitab Sunan-nya))
Alam Yang Akan Dilalui Manusia 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ruh Rahim Dunia Alam Kubur Hari kiamat Hari kebangkitan
Kewajiban Terhadap Mayit 1. 2. 3. 4. Memandikan Mengkafankan Menshalatkan Menguburkan
1. Memandikan Mayat
Hadits Tentang Memandikan Mayat • Dari Ummu Athiyah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemui kami dan kami sedang memandikan putrid beliau (Zainab). Beliau bersabda: “Mandikanlah ia 3 kali atau 5 kali atau lebih daripada itu dengan air dan Sidr. Dan jadikanlah [bilasan] yang terakhir dengan kapur barus. Apabila kalian sudah selesai, maka beritahukanlah kepadaku”. Ketika sudah selesai, kami memberitahu beliau, maka beliau melemparkan sarungnya kepada kami dan bersabda: “Pakaikanlah [sarung ini] untuknya”. Ayyub (perawi) berkata: “Hafsah telah menceritakan kepadaku seperti hadis Muhammad”. Sedangkan dalam hadis Hafsah dikatakan “Mandikanlah ia dalam jumlah yang ganjil”. Disebutkan pula “Tiga kali, atau lima kali, atau tujuh kali”. Kemudian disebutkan pula bahwa beliau SAW bersabda: “Mulailah pada bagian kanan dan tempat-tempat wudu”. Dan dikatakan: “Sesungguhnya Ummu Athiyah berkata: Kami menyisir rambutnya dan menjadikannya 3 kepang”. [HR. Bukhari]
Syarat Mayat Yang Hendak Dimandikan • Mayat orang Islam • Mayat itu bukan mati shahid (tidak berperang dijalan Allah, karena mayat yang mati syahid tidak dimandikan, namun langsung dikafankan dengan kondisi tubuhnya ketika meninggal, lalu dishalatkan dimakamkan • Mayat itu masih ada tubuhnya, meskipun sedikit atau sepotong
Siapa Saja Orang Yang Berhak Memandikan Mayat? • Suami atau istri atau yang memiliki hubungan keluarga atau mahram (anak, saudara kandung, cucu dst) • Atau orang yang cakap (menguasai ilmunya) dan diamanahkan oleh keluarga si mayit Dari Aisyah, bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayat dan dijaganya percayaan, tidak dibukakannya (diceritakan) kepada orang lain tentang apa-apa yang dilihatnya pada mayat itu, maka bersihlah ia dari segala dosa, sebagaimana keadaannya ketika dilahirkan oleh ibunya”. Kemudian Beliau bersabda: “Yang memimpin [memandikan mayat] hendaknya keluarga yang terdekat kepada mayat. Apabila ia (keluarga) itu tidak pandai, maka siapa saja orang yang dipandang berhak karena wara‟-nya atau karena amanah atasnya (tugasnya)”. [HR. Ahmad, hadis hasan]
Adab Memandikan Mayat Dari Abu Rafi‟ Aslam [pelayan Rasulullah SAW], ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayat kemudian ia menyembunyikan rahasianya, maka Allah memberi ampunan baginya (tukang mandi mayat) yaitu 40 kali”. [HR. Baihaqi, hadis hasan)
Tempat Memandikan Mayat • Tertutup • Tidak ada orang lalu lalang ditempat itu • Tempatnya lebih tinggi dibanding lainnya untuk memudahkan membersihkan kotoran.
Mengkafankan Mayat • Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari Sayidatina Aisyah, beliau berkata: ﺍ ﺍ ، ﻳﺍ ﻳ ، ، ﻭ ﺍﻟﻠ ﻯ ﺍﻟﻠ ﻱ ﺍ ﺍ ﻳ ﻭ • Artinya: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dikafani dengan menggunakan tiga kain putih sahuliyah dari Kursuf, tidak ada dalam tiga kain itu gamis dan surban. ” •
• Adapun bila yang meninggal orang perempuan maka disunahkan mengafaninya dengan menggunakan lima kain putih. Kelima kain itu berupa satu helai sarung yang menutupi bagian pusar hingga anggota paling bawah, khimar atau tudung yang menutupi bagian kepala, gamis yang menutupi bagian atas hingga di bawahnya sarung, dan lembar kain yang bisa membungkus seluruh jasad mayit.
HUKUM SHALAT JENAZAH • FARDHU KIFAYAH • ARTINYA WAJIB BAGI SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN, ATAU JIKA SUDAH DITUNAIKAN OLEH SEBAGIAN KAUM MUSLIMIN MAKA, TIDAK WAJIB OLEH SEBAGIAN YANG LAIN, NAMUN JIKA TIDAK ADA SATUPUN YANG MELAKUKAN MAKA SEMUA KAUM MUSLIMIN DI DAERAH TERSEBUT BERDOSA.
RUKUN SHALAT JENAZAH 1. 2. 3. 4. Niat Berdiri Ada 4 takbir Membaca surat Al Fatihah setelah takbir yang pertama 5. Membaca shalawat kepada Nabi saw setelah takbir yang kedua 6. Mendoakan jenazah setelah takbir 3 dan 4 7. Salam
Mentalqin Talqin adalah membimbing orang yang sedang sekarat dengan lafaz-lafaz Allah, agar ia wafat dengan menyebut nama Allah. Hadits Nabi: ﻭﺍ ﺍ ﻻ ﻻ ﺍﻟﻩ Lakukanlah talqin untuk orang yang mau meninggal di tengah kalian, agar mengucapkan “laa ilaaha illallaah. ” (HR. Muslim 2162, Nasai 1837
Keutamaan Mengucap Lafaz La ilaha illallah ﺍ آ ﻻ ﻻ ﻻ ﺍﻟ ﺍ “Siapa yang kalimat terakhirnya laa ilaaha illallaah maka akan masuk surga. ” (HR. Ahmad 22684, Abu Daud 3118
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﺍ ﺍﻳ ﺍ ﻭﻭﺍ ﺍ ﺍﻻ ﻭ ﻯ ﺍ ﻭﻭ “Apabila kamu menjenguk orang sakit atau mayit maka ucapkanlah kalimat yang baik. Karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan. ” (HR. Ahmad 27367, Muslim 2168)
Keutamaan Mendoakan ﺍﻭ ﺍ ﺍ ﺍﻹﺍ ﺍ ﻻ ﻻ ﻻ ﺍ “Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. ” (HR. Muslim 4310)
Keutamaan Mendoakan Orang Lain . « ﺍ ﺍ ﺍ » ﺍﻭﺍ ﻷﻳ ﻭﺍ ﺍﻟ ﻳ ﺍﻵ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺍ ﺍﻟ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa, setelah memakamkan mayit beliau berdiri di sampingnya dan mengatakan, “Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian dan mintalah agar dia diberi kekuatan menjawab pertanyaan malaikat, karena saat ini dia sedang ditanya. ” (HR. Abu Daud 3223)
NIAT • Niat untuk jenazah laki-laki: ﻱ ﻟ ﻫﺬﺍ ﺍﻣ ﻳﺍ ﻟﺍ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻲ Artinya : Aku niat menshalatkan mayyit (laki) ini, dengan empat takbir, fardhu kifayah karena Allah Ta’aala
Posisi Imam Ketika Shalat Jenazah Laki -laki
• Niat untuk jenazah perempuan: ﻱ ﻟ ﻫﺬﻩ ﺍﻣ ﻳﺍ ﻟﺍ ﻟﻠ ﺗﻌﺎﻟﻲ Artinya : Aku niat menshalatkan mayyit (perempuan) ini , dengan empat takbir, fardhu kifayah karena Allah SWT.
Posisi Imam Ketika Jenazah Perempuan
Takbir Pertama • Membaca Al Fatihah
Artinya 1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 4. Yang menguasai di Hari Pembalasan 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan 6. Tunjukilah kami jalan yang lurus 7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
• Artinya: "Wahai Allah! Berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, sungguh di alam semesta ini Engkau Maha. Terpuji lagi Maha Mulia"
Takbir Ketiga
• Artinya: "Wahai Allah! Ampunilah dia, berilah dia rahmat, berilah dia kesejahteraan, maafkanlah kesalahannya, luaskanlah tempat kediamannya, bersihkanlah dia dengan air, es dan embun, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan istri(suami)nya dengan istri (suami) yang lebih baik, dan peliharalah dia dari fitnah (siksa) kubur dan azab neraka"
Takbir Keempat
• Artinya: "Wahai Allah janganlah Kau halangi pahalanya bagi kami, dan janganlah Kau jadikan fitnah bagi kami setelah kematiannya, ampunilahkami dan dia, dan juga saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman dari kami; dan janganlah Kau jadikan kedengkian didalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. "
Mengucapkan Salam
- Slides: 38