PENYAKIT JIWA KKPMT 3 Katagori Penyakit Jiwa Stress

  • Slides: 20
Download presentation
PENYAKIT JIWA KKPMT 3

PENYAKIT JIWA KKPMT 3

Katagori Penyakit Jiwa • Stress = suatu kondisi tubuh yg terganggu krn tekanan psikologis.

Katagori Penyakit Jiwa • Stress = suatu kondisi tubuh yg terganggu krn tekanan psikologis. Pengaruh stres penyakit fisik bisa muncul akibat lemah & rendahnya daya tahan = Psikosomatis • Neurosis = psikoneurosis = ketidakseimbangan mental yg menyebabkan stress, tidak ada kelainan kepribadian, neurosis tidak mempengaruhi pemikiran rasional. • Psikosis = gangguan kepribadian ketidak-mampuan menilai realita dg fantasi dirinya realita baru versi orang psikosis tsb. Psikosis = waham dan halusinasi, pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat. kumpulan gejala gangguan fungsi mental, respon perasaan, daya nilai realitas, komunikasi & hubungan individu dg lingk

 • Psikopat = sakit jiwa = perilakunya antisosial & rugikan orang terdekat, sadar

• Psikopat = sakit jiwa = perilakunya antisosial & rugikan orang terdekat, sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Sulit dideteksi, 80% berkeliaran dp di penjara. Psikopat selalu membuat kamuflase yg rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, kebohongan u/ kepuasan diri Kasus kriminal psikopat: pembunuh, pemerkosa, koruptor. Berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa. • Syndrom = kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis, tanda, simtoma, fenomena, karakter yg sering muncul bersamaan menegakkan diagnosa. • Simptoma = cara untuk melakukan pengindikasian keberadaan sesuatu penyakit dg melalui gejala, tanda/ciri-ciri penyakit yg dirasakan melihat sebagai akar dari sesuatu permasalahan.

“Schizophrenia" = orang skizofrenia seakan-akan memiliki dunia sendiri. = pikiran terbagi /terpecah“ = terganggunya

“Schizophrenia" = orang skizofrenia seakan-akan memiliki dunia sendiri. = pikiran terbagi /terpecah“ = terganggunya keseimbangan emosi & pikiran • Biasanya mulai muncul pada usia dewasa muda, kronis. • Skizofrenia dibedakan menjadi lima subtipe, yakni 1. Paranoid = sering berkhayal, halusinasi biasanya pd pendengaran. dengar suara 2 pd telinganya, intelektual biasanya relatif normal. Biasanya penderita > sering marah, sikap acuh tak acuh, cemas. 2. Katatonik = melakukan kegiatan & gerakan yg tidak berarti. menarik diri dari lingk sosial, menyendiri, 3. Tidak teratur = ucapan & perilaku tidak teratur /sulit dipahami: tertawa tanpa alasan, luapkan emosi, sibuk pemikiran sendiri 4. Diferentiatif = gejala kombinasi dari beberapa subtipe skizofrenia. paling banyak dialami. 5. Residual = tidak menunjukkan gejala 2 positif dari skizofrenia, tp terdiagnosa set salah satu dari 4 subptipe skizofrenia telah terjadi.

Gejala & tanda penderita schizophrenia 1. Gejala positif: fungsi otak bekerja > aktif /berlebihan:

Gejala & tanda penderita schizophrenia 1. Gejala positif: fungsi otak bekerja > aktif /berlebihan: • Berkhayal = paling umum dialami, keyakinan berbeda dg normal, melihat realitas yg berbeda, salah menafsirkan persepsi. • Halusinasi = sering melihat/dengar hal 2 yg sebenarnya tidak ada. • Gangguan pikiran = sulit bicara & atur pikiran ganggu komuniks • Perilaku tidak teratur = sering berperilaku aneh, hal-hal konyol. • Sering curiga, seolah 2 diawasi ketat merasa tertekan. 2. Gejala negatif: berkurang/ tidak ada karakteristik fungsi otak • Sulit mengekspresikan emosi, menarik diri dari lingkungan sosial • Kehilangan motivasi, tidak minat melakukan kegiatan sehari-hari • Mengabaikan kebersihan pribadi, Kemalasan 3. Gejala kognitif = masalah dlm proses berpikir: sulit buat informasi masuk akal & dimengerti, sulit konsentrasi, masalah memori otak • Masalah suasana hati: depresi, cemas, coba bunuh diri sangat mengganggu kemampuan melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

Penyebab: • Faktor genetika & lingkungan berkontribusi perkembangan peny Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko

Penyebab: • Faktor genetika & lingkungan berkontribusi perkembangan peny Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko timbul : • Kondisi hidup yang penuh stres • Sering konsumsi obat psikoaktif selama ms remaja & dewasa muda • Sering terkena paparan virus, racun, kekurangan gizi selama masa kehamilan khususnya trimester 1 & 2 Beberapa jenis tes : • Tes laboratorium: tes darah lengkap (CBC) singkirkan kondisi lain dg gejala serupa, rekomendasikan skrining u/ alkohol & obat 2 an • Tes pencitraan dg menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT) scan. • Evaluasi psikologis: cara mengamati penampilan & sikap, mengajukan pertanyaan seputar pikiran, suasana hati, khayalan, halusinasi, penyalahgunaan zat, dan potensi percobaan bunuh diri.

Penyakit schizophrenia kronis pengobatan seumur hidup 1. Obat-obatan, membuat kondisi dapat dikelola lebih mudah.

Penyakit schizophrenia kronis pengobatan seumur hidup 1. Obat-obatan, membuat kondisi dapat dikelola lebih mudah. Tetapi karena banyak obat menimbulkan efek samping serius, banyak orang enggan menggunakan obat-obatan. 2. Perawatan psikososial, penting untuk dilakukan, seperti a. Pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. b. Terapi keluarga : memberi dukungan & pendidikan bagi keluarga yang berhubungan dengan penderita skizofrenia. c. Rehabilitasi vokasional /kejuruan & dukungan pekerjaan guna membantu mempertahankan pekerjaan mereka. 3. Terapi individu, diajari mengelola stress & identifikasi tanda & gejala sedini, supaya mereka dapat menghindari kekambuhan. 4. Bagi orang memiliki risiko peningkatan penyakit skizofrenia, langkah proaktif hindari narkoba, kurangi stres, tidur cukup. Perawatan tepat, orang skizofrenia dapat mengelola kondisi

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum, diagnosis butuh pelatihan ketat. Mengecap seseorang psikopat beresiko buruk

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum, diagnosis butuh pelatihan ketat. Mengecap seseorang psikopat beresiko buruk nama jelek. Lima tahap mendiagnosis psikopat • Cocokan kepribadian dg 20 kriteria Prof. Hare (wawancara keluarga & orang terdekat pasien, pengaduan korban, pengamatan perilaku • Memeriksa kes otak & tubuh dg EEG, MRI, pem kes lengkap. Gambar hasil PET (positron emission tomography) orang normal, pembunuh spontan, pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan bed aktivitas otak di bag prefrontal cortex rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya bentuk kepribadian. • Wawancara menggunakan metode DSM IV berhasil u/ menentukan kepribadian antisosial. • Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Sejak usia pasien 15 th mulai menunjukkan tanda 2 gangguan kejiwaan. • Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

Gejala-gejala psikopat • Sering bohong, fasih, pandai bicara, usaha tampil sempurna. Pandai mengarang cerita

Gejala-gejala psikopat • Sering bohong, fasih, pandai bicara, usaha tampil sempurna. Pandai mengarang cerita yg membuatnya positif, bila ketahuan bohong tak peduli, akan menutupi dg ngarang bohong lain & seakan-akan fakta • Egosentris dan menganggap dirinya hebat. • Tidak punya rasa sesal & rasa bersalah. Tetapi sadar perbuatannya • Senang lakukan pelanggaran & bermasalah perilaku di masa kecil. • Sikap antisosial di usia dewasa. • Kurang empati. Psikopat motong kepala ayam & orang, tidak beda • Teguh bertindak agresif, nantang nyali & berkelahi • Impulsif & sulit kendalikan diri. Tidak ada timbang baik-buruk tindakan, tidak peduli yg diperbuatnya u/ masa depan. Mudah marah, bereaksi thd kekecewaan, kegagalan, kritik, mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. • Tidak mampu bertanggung jawab & lakukan demi kesenangan • Manipulatif & curang. emosi dramatis tidak sungguh 2, “dingin”. • Hidup parasit memanfaatkan orang u/ kesenangan & kepuasan diri.

Macam-macam Penyakit jiwa • Dementia (280) • Delirium (293) • Gangguan mental dan Perilaku

Macam-macam Penyakit jiwa • Dementia (280) • Delirium (293) • Gangguan mental dan Perilaku karena Penggunaaan zat Psikoaktif (304 -305) • Gangguan Penyesuaian (309) • Retardasi Mental (317 -319) • Gangguan Perkembangan spesifik pada anak-anak (membaca, berhitung, berbahasa, artikulasi, motorik, dll)) • Gangguan Hiperkinetik (314) • Gangguan tingkah laku (312) • Gangguan emosi masa kanal • Gangguan Impuls dan kebiasaan • Enuresis fungsional

Dementia Gejala dan tanda-tanda: • Turunnya kemampuan intelektual • Hambatan daya ingat • Hambatan:

Dementia Gejala dan tanda-tanda: • Turunnya kemampuan intelektual • Hambatan daya ingat • Hambatan: – Kemampuan daya pikir abstrak (peribahasa, persamaan & perbedaan, arti kata 2, konsep, dll) – Hambatan daya nilai – Gangguan fungsi kortical (afasia-gg aktivitas motorik, agnosi = kenali benda/sensorik, kesukaran konstruksi = meniru 3 demensi) • Tidak ada kesadaran berkabut • Gangguan organik maupun gangguan fungsi kognitif

Delirium • Kesadaran berkabut • Gejala lain: – Gangguan persepsi, ilusi, halusinasi – Pembicaraan

Delirium • Kesadaran berkabut • Gejala lain: – Gangguan persepsi, ilusi, halusinasi – Pembicaraan dpt akibat stimulus lingkungan – Gangguan siklus tidur insomnia – Tambah/kurang aktifitas psikomotor tak terduga /arus pembicaraan • Gangguan orientasi dan daya ingat • Gejala klinis lain • Gangguan organik (panas tinggi, dll) • Gangguan emosi (depresi, cemas/takut, mudah tersinggung, euphoria, apatis)

Gangguan mental dan Perilaku karena Penggunaaan zat Psikoaktif Zat Psikoaktif = zat yg menimbulkan

Gangguan mental dan Perilaku karena Penggunaaan zat Psikoaktif Zat Psikoaktif = zat yg menimbulkan perubahan kesadaran, perasaan, perilaku, berpikir, persepsi Contoh zat psikoaktif: 1. Alkohol : minuman beralkohol 2. Opium : morfin, heroin, petidin, putau 3. Kanabionoid : ganja, mariyuana 4. Sedative : barbiturat, benzodiazepine 5. Kokain : kokain, daun koka 6. Stimulansia : ampfetamin, kofein, ectacy, inex 7. Halusinogenik : LSD, PCP 8. Nikotin : tembakau 9. Inhalan dan solven : aseton, bensin, lem

Diagnosis: • Ada zat psikoaktif: temuan barang, pemeriksaan urindarah-lainnya, tanda dan gejala klinis sesuai

Diagnosis: • Ada zat psikoaktif: temuan barang, pemeriksaan urindarah-lainnya, tanda dan gejala klinis sesuai zat. • Gangguan mental dan perilaku – Intoksikasi akut – Pemakaian berbahaya – Sindrom ketergantungan • Dorongan u/ menggunakan zat • Kesukaran atasi untuk akhiri penggunaan • Toleransi dosis zat • Tolak alternatif zat lain, tetap gunakan tahu risiko – Sindrom putus zat – Delirium – Sindrom psikotis: halusinasi, misidentifikasi, waham, dll – Sindrom amnesik

Retardasi Mental • IQ dibawah 70: – IQ 50 -70 -=ringan, bisa mandiri –

Retardasi Mental • IQ dibawah 70: – IQ 50 -70 -=ringan, bisa mandiri – IQ 35 -49 = sedang, perlu bimbingan/pendampingan – IQ 20 -34 = b erat, mengenal bahaya – IQ < 20 = sangat berat. pengawasan terus menerus • Disfungsi perilaku adaptif (penyesuaian diri) • Timbul sebelum usia 18 tahun. Pemeriksaan: • Fisik (ukuran kepala, tanda down sindrom, syaraf, THT • Laborat: test metabolisme • Test Psikologis Terapi non farmakologis: • SLB, terapi perilaku, konsultasi keluarga

Gangguan tingkah laku • Tingkah laku agresif/tidak agresif yg berulang dan menetap, shg pelanggaran

Gangguan tingkah laku • Tingkah laku agresif/tidak agresif yg berulang dan menetap, shg pelanggaran Hak asasi, norma. – Mencuri – Lari dari rumah tanpa ijin – Sering berdusta – Terlibat dalam pembakaran – Bolos sekolah – Pembongkaran, perusakan – Kejam pd orang dan atau binatang – Pelecehan seksual – Perkelahian, provokator perkelahian • Tingkah laku tsb paling sedikit 6 bulan • Bila >18 th tdk memenuhi kriteria kepribadian antisosial

Gangguan emosi masa kanak Gangguan cemas perpisahan masa kanak 2: Kecemasan >> antara anak

Gangguan emosi masa kanak Gangguan cemas perpisahan masa kanak 2: Kecemasan >> antara anak dg tokoh terdekat, < 2 mgg, gangg lain (-) – khawatiran tdk realistik – Terus menerus enggan sekolah takut pisah – Tidur minta ditemani, Membuntuti tokoh akrab – Mimpi buruk perpisahan – Keluhan berpisah fisik bila akan berpisah – Tanda penderitaan saat atau setelah Gangguan cemas berlebihan, menyeluruh, menetap: • Khawatir tidak realistis, Khawatir ttg kemampuannya • Kebutuhan berlebihan u/ dukungan moral • Keluhan fisik • Kepekaan berlebihan thd malu/ terhina, tegang >>>

Gangguan Impuls dan kebiasaan • Berjudi patologis • Piromania (menyalakan api terus, puas dg

Gangguan Impuls dan kebiasaan • Berjudi patologis • Piromania (menyalakan api terus, puas dg nyala api) • Kleptomania (mencuri barang walaupun tdk dibutuhkan) • Trikolilomania ( • Gangguan impuls lain Gejala & tasnda: • Tindakan berulang tanpa motivasi rasional rugi dirinya • Dorongan impuls tdk dpt dikendalikan sendiri • Perasaan senang & lega setelah melakukan • Banyak terkait seksual atau makan (nafsu)

PENUGASAN GANGGUAN JIWA Jelaskan: • Pengertian • Gejala dan tanda. Gangguan jiwa: • Stress

PENUGASAN GANGGUAN JIWA Jelaskan: • Pengertian • Gejala dan tanda. Gangguan jiwa: • Stress , Psikosomatis • Neurosis = psikoneurosis • Psikosis • Psikopat • Skizofrenia : type Paranoid, type Katatonik • Dementia • Delirium • Retardasi Mental

Penugasan Jelaskan: • Pengertian • Gejala dan tanda Gangguan jiwa: • Gangguan mental &

Penugasan Jelaskan: • Pengertian • Gejala dan tanda Gangguan jiwa: • Gangguan mental & Perilaku karena Penggunaaan zat Psikoaktif • Gangguan Penyesuaian • Gangguan Perkembangan spesifik pd anak 2 (membaca, berhitung, berbahasa, artikulasi, motorik, dll)) • Gangguan Hiperkinetik • Gangguan tingkah laku • Gangguan emosi masa kanak-kanak • Gangguan Impuls dan kebiasaan