PENTINGNYA JAMINAN PRODUK HALAL BAGI MASYARAKAT Oleh Hj
PENTINGNYA JAMINAN PRODUK HALAL BAGI MASYARAKAT Oleh: Hj. Siti Aminah, S. Ag. , M. Pd. I Kasubdit Produk Halal Disampaikan Pada Acara: Temu Kerja Koordinasi Produk Halal Lembang, 20 November 2014
Bagi umat Islam, mengonsumsi yang halal dan baik (thayyib) merupakan manivestasi dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur`an: ﻭ “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayyib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya. ” (QS. Al-Maidah: 88)
Salah satu dari sekian banyak hadits tentang pentingnya mengonsumsi pangan halal adalah 3
Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah
Jawaban Rasulullah SAW ‘Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Demi jiwaku yang ada di tangan. Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya. ’ (HR: At-Thabrani)
Regulasi Hukum yang Mengatur Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia ü Sesuai amanah Undang-undang Dasar Negara (UUD) 1945, sesuai pasal 28 dan 29 UUD 1945 pemerintah Indonesia berkewajiban memberikan jaminan halal dan menjamin tersedianya makanan halal bagi warga negaranya ü Berdasarkan amanat UUD 1945 tersebut, maka disusunlah UU JPH yang merupakan instrumen hukum yang memberikan perlindungan dan menjamin masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan Produk Halal, serta dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia ü UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal
Tujuan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal Penyelenggaraan JPH bertujuan: 1. Memberikan kenyamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan Produk Halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan Produk; dan 2. Meningkatkan nilai tambah bagi Pelaku Usaha untuk memproduksi dan menjual Produk Halal.
PENTINGNYA JAMINAN PRODUK HALAL DAN SADAR HALAL DI INDONESIA
INILAH REALITA KONDISI MASYARAKAT MUSLIM DI INDONESIA
Sebagian besar muslim Indonesia belum menyadari bahwa mereka dikelilingi produk Haram dan Syubhat
Perhatikan Peta Bahan Haram Berikut Khamr Anggota Tubuh Manusia Darah Babi Bangkai (Tanpa penyembelihan atau disembelih tidak secara Islam
Bagi seorang mu’min, makanan bukanlah sekedar pengganjal perut kala lapar, akan tetapi ia bisa membawa manusia ke dalam api neraka jika apa yang dimakan itu tidak halal ( Haram) Disamping itu makanan haram menyebabkan ibadah yang kita lakukan serta doa yang kita panjatkan akan sia-sia. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa makanan haram akan mempengaruhi karakter manusia
KURANG PEMAHAMAN DARI SISI SYARIAH, TENTANG PERINTAH TERKAIT HALAL HARAM AKIBAT YANG DITIMBULKAN DAN PAHALA SERTA MANFAAT YANG DIDAPAT JIKA TAAT AKIBATNYA KURANG KESADARAN DAN KEPEDULIAN DALAM MENGONSUMSI MAKANAN, Contohnya: Ketika makan daging di warung makan (misalnya daging ayam) banyak yang tidak peduli apakah ayam yang dimakan disembelih dengan menyebut nama Allah atau kirang peduli apakah bumbu-bumbu yang dipakai mengandung bahan haram.
KURANG PENGETAHUAN TENTANG KEMAJUAN TEKNOLOGI Terutama pengetahuan tentang bahan makanan , obat -obatan, kosmetika, pembersih tubuh bahkan alat-alat masak serta sandang. Ketidaktahuan ini membuat masyarakat muslim merasa aman-aman saja ketika mengonsumsi produk pangan tanpa label halal, mengonsumsi kapsul dengan bahan gelatin babi, menggunakan pembersih wajah dengan karbon aktif dari tulang babi yang dibakar (karbon aktif) atau mandi mensucikan diri dengan menggunakan sabun yang mengandung lemak babi
Indikasi Produk dari Tulang Babi:
KURANG PEMAHAMAN KEWASPADAAN ATAS REALITA PASAR Tengoklah kasus pencampuran daging sapi dengan daging babi, kasus penyelundupan babi hutan, bangkai ayam untuk baso, sapi gelonggongan, label halal palsu, bahkan produk-produk yang sengaja dibuat seolah halal namun haram, belum lagi derasnya impor barang dari negara non muslim.
Ataukah anda pernah merasa yakin bahwa anda terbebas dari najis saat melakukan sholat, padahal dompet yang anda kantongi saat sholat atau sandal yang anda pakai untuk mengambil air wudhu terbuat dari kulit babi.
Beberapa contoh temuan atas produk yang terbuat dari kulit babi
Contoh produk dari kulit babi: 19
Pola kulit babi : 20
Beberapa contoh temuan atas produk yang terbuat kaldu babi ( 2014) Makanan ringan dari Jepang cenderung menggunakan bahan hewani. Oleh karena itu perlu ekstra berhati-hati mengkonsumsi makanan ringan dari Jepang yang tidak berlabel halal. “Pertama, snack itu rasanya kaldu (konsome). “Kedua, di snack tersebut 豚肉を含む tertulis yang artinya daging babi. mengandung
Beberapa contoh temuan atas produk yang terbuat susu babi ( 2014)
Indikasi Produk dari bulu babi: Kuas kue Sikat gigi Kuas kosmetik
Tips- Tips untuk menghindari……. Menghindari Kuas Dari Bulu Babi • Nah ini menjadi penting bagai saudara dan kita semua untuk mengetahui bagaimana cara membedakan mana kuas yang memakai bulu babi atau tidak? Rambut atau bulu adalah suatu protein yang bernama keratin. Keratin merupakan salah satu kelompok protein yang dikenal sebagai protein serat. • Protein serat memiliki struktur panjang. . Sebagai halnya protein, maka rambut/bulu yang mengandung keratin saat dibakar akan menimbulkan bau yang khas. Bau khas tersebut sama ketika kita mencium aroma daging yang dipanggang.
• Sementara bila kuas itu terbuat dari ijuk atau sabut ketika dibakar pasti akan langsung terbakar, dan tidak mengeluarkan aroma spesifik selain bau abu pembakaran. Ketika dibandingkan dengan sapu ijuk dibakar jelas sekali terdapat perbedaan bau yang sangat kentara. • Selain ciri-ciri tadi, kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi masih memiliki perbedaan pada warna. Kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi biasanya berwarna putih. Biasanya kuas yang berwarna putih nan lembut itu harganya lebih tinggi dibanding barang serupa. Kuas berwarna putih itu di pasaran biasa disebut
KURANG PEMAHAMAN AKAN HUKUM DAN PERATURAN TERKAIT Contoh yang paling jelas adalah masalah label halal. Banyak diantara kita menganggap bahwa restoran atau produk yang mencantumkan label halal sudah pasti halal. Padahal Realitanya banyak label halal adalah “self claim” adalah pernyataan sepihak tanpa adanya pengujian dari badan yang berwenang. .
Kurangnya pemahaman atas konsep ujian dunia Perhatikan hadits berikut: Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba. Nya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)
Produsen pangan dengan leluasa mencampurkan bahan-bahan haram (dengan pertimbangan harga yang murah). toh, masyarakat tidak mengetahui atau mempertanyakannya.
Ø produsen tidak lagi leluasa memproduksi produk tanpa sertifikasi halal, Bisa bisa tidak ada yang membeli karena masyarakat sudah sadar halal. Ø Kecurangan dan pengelabuan akan ditekan secara minimal, karena masyarakat sudah paham dans adar, bahkan bisa melakukan tuntutan jika ketahuan. Ø Sertifikasi halal akan menjadi nilai tambah bahkan suatu keharusan bagi produsen, jika ingin produknya laku.
Mewujudkan masyarakat sadar halal, apa kontribusi kita? ?
Pemahaman dan kesadaran masyarakat atas kondisi saat ini dan kewajiban untuk melindungi diri dari sesuatu yang haram merupakan sesuatu keniscayaan yang harus diperjuangkan. Kesadaran masyarakat muslim merupakan titik awal terwujudnya Indonesia sebagai negeri halalan Toyyiban
Kesadaran tidak boleh berhenti pada tartan individu namun harus disebarluaskan. Setiap individu yang telah difahamkan disadarkan oleh dakwah halal ini wajib untuk menyampaikannya kembali ke orang lain. Dimulai dari keluarga dekat, teman, masyarakat sampai ketingkat negara dan dunia. Beginilah Rasulullah mencontohkan kepada kita. Jika semua dikolektifkan diorganisir dalam sebuah tatanan amal jamaah yang rapi, niscaya akan melahirkan gerakan dan kekuatan yang dasyat untuk merubah kondisi saat ini
Bagaimana kesadaran kolektif dapat terwujud? ? Bermula dari kesadaran Individu yang telah sadar berusaha melakukan penyadaran pada individu lainnya. Kumpulan individu yang telah sadar secara terorganisir bersama-sama melakukan penyadaran yang lebih luas dan masif Kumpulan individu dengan jumlah yang lebih besar akan mempunyai kekuatasn sosial yang dahsyat untuk melakukan advokasi , tekanan dan perlindungan terhadap kepentingan umat. Sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan Indonesia sebagai negeri halalan toyyiban
Makanan yang kita makan membentuk karakter kita Apa ini gara-gara makanan haram?
DATA SERTIFIKASI HALAL LPPOM MUI Tahun JUMLAH PERUSAHAAN JUMLAH SERTIFIKAT HALAL 2005 414 969 2006 443 1123 2007 488 1013 2008 548 921 2009 353 470 2010 692 750 2011 623 650 2012 552 600 2013 4523 9721 2014 (awal) 907 1514 Total 9543 17731 Sumber: Data Produk Tersertifikasi Halal LPPOM MUI
PERSENTASE PRODUK YANG BEREDAR DAN PRODUK BERSERTIFIKAT HALAL Tahun JUMLAH PRODUK YANG BEREDAR (DATA BPOM) JUMLAH PRODUK BERSERTIFIKAT HALAL (DATA LPPOM MUI) PERSENTASE 2011 163752 26413 16, 13% 2012 33060 17249 52, 17% 2013 35039 9721 27, 74% Total 231851 53383 23, 02% Total persentase produk bersertifikat halal sejak tahun 2011 s. d. 2013 adalah 23, 02% sehingga produk pangan, kosmetika, dan obat-obatan yang beredar dan belum bersertifikat halal tahun 2011 s. d. 2013 sebesar 76, 98%
IF NOT TODAY WHEN AGAIN ? ? ?
Start Now !!!!!!! halal We choose product…
Terima Kasih Kita Diskusikan Bersama
- Slides: 40