Pengurusan Jenazah Muslim Funeral Etiquette Ahamd Fuady Kewajiban
Pengurusan Jenazah Muslim Funeral Etiquette Ahamd Fuady
Kewajiban terhadap Jenazah Responsibility to funeral 1. 2. 3. 4. Memandikan – To wash Mengkafani – To cover with kafan cloth Mensholati – To pray Menguburkan – To bury Kecuali – Except : a. Mati syahid – Those syahid, e. g. in a battlefield b. Tidak dapat atau sulit dimandikan, mis. Terbakar Those who cannot be showered, e. g. burned
Rasulullah Saw: Darah orang yang mati syahid akan harum pada hari kiamat The Prophet Saw: The blood of syahid will be fragrant at the Day of Judgment
• Mereka yang mati syahid di tangan orang kafir, namun tidak dalam peperangan, tetap dimandikan. Those killed by kafir (unbelievers who fights against Islam), but not in a battlefield, should be washed.
Siapa yang syahid – Who can be defined as syahid? • Yang mati dalam peperangan – Those who was killed in a battlefield • Yang mati di jalan Allah – Those who passed away in the way of Allah • Yang mati karena wabah penyakit tha’un, pes – Those who passed away because of pes epidemic • Yang mati karena wabah penyakit perut – Those who passed away because of stomach illness epidemic • Yang mati tenggelam – Those who died due to drowning
Hukum Status Fardhu kifayah • Apabila dalam suatu qaryah (daerah) sudah ada yang merawatnya, maka kewajiban merawatnya gugur bagi anggota masyarakat yang lainnya If there is at least one man/woman who take care the funeral in a village, the obligation is fulfilled.
Yang memandikan Who should wash the dead • • • Jika jenazah telah mewasiatkan kepada orang tertentu If the janazah commit to someone to do the wash Sesama jenis kelamin, oleh mahram, atau suami/istrinya (Anak-anak boleh dimandikan oleh laki-laki atau perempuan) The same sex, by mahram, or by husband/wife. Disunnahkan keluarga terdekat Preferred by the close family Bila tidak ada yang sesama jenis, suami/istri atau mahramnya, jenazah cukup ditayammumkan. If there is no one who has same sex with janazah or husband/wife, doing tayammum for the janazah would suffice.
Men-tayammum-kan janazah Do tayammum for janazah • Jika tidak ada air, boleh ditayammum-kan If there is no sufficient water available, do tayammum for janazah • Jika perempuan mati, yang ada hanya laki-laki asing di sekitarnya, tidak ada mahram; boleh ditayammumkan. Begitupun sebaliknya. If a woman died, and there are only men in her surrounding, and NO mahram; take a tayammum for janazah. Vice versa.
Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memandikan mayat dan dijaga kepercayaan, tidak dibukakannya kepada orang lain apa-apa yang dilihat pada mayat itu, bersihlah ia dari segala dosanya seperti keadaannya sewaktu dilahirkan oleh ibunya. ” Kata beliau lagi, “Hendaklah yang mengimaminya adalah keluarga yang terdekat dari mayat jika pandai memandikan mayat, jika ia tidak pandai maka siapa saja yang dipandang berhak karena amanahnya. ” From Aisha ra, The Prophet Saw said, "Whoever washes a janazah and he/she keep the trust; does not disclose to others what he/she sees on the janazah, then all of his/her sins will be removed as he/she was a newly born. He said more, “Let those who lead the washing is one of the closest family of the janazah if he is good at washing janazah. If he is not capable, then anyone who is considered entitled due to his mandate. " (Narrated by Ahmad)
Syarat sah mandi jenazah Requirements for washing janazah • • Mayat itu orang Islam (muslim) The janazah is a moslem Belum dimandikan The janazah has not been washed Didapati tubuhnya walaupun sedikit, menurut Imam Syafii, Imam Ahmad, dan Ibn Hazm. Menurut Imam Malik dan Imam Hanafy, jika lebih dari setengah bagian tubuhnya. The janazah has a body or part of the body even a little, according to Imam Syafii, Imam Ahmad, and Ibn Hazm. According to Imam Malik and Imam Hanafy, if more than half part of the body remains. Mayat itu bukan mati syahid/ syuhada (mati dalam peperangan untuk membela agama Allah). The janazah passed away NOT due to syahid (DID NOT die in a battlefield for Islam)
Rukun memandikan jenazah Pillars of washing janazah 1. Niat - Intention ﺍ ﺍ ﺍ ﻟ ﺍﻯ ﺍ 2. Membersihkan tubuh jenazah Cleaning the body of janazah 3. Menyeluruhkan air suci ke seluruh tubuhnya, minimal satu kali Pouring water (pure water according to syariah) to all part of the body, minimal once.
Persiapan Preparation • Sebaiknya diletakkan di tempat yang: It is better to lay the janazah on: – tinggi, kira-kira setinggi pinggang yang memandikan a high place, waist-high of the washer – tertutup – closed room – tidak ada orang yang masuk ke tempat itu, kecuali yang memandikan dan orang yang menolong mengurus keperluan yang bersangkutan dengan mandi tersebut. Dianjurkan memilih dua orang dari keluarganya untuk ikut No people entering the room, except those who wash the janazah or help the washer. Preferred to invite two family members to join. • Pakaiannya diganti dengan kain basahan (kain mandi), sebaiknya kain sarung agar auratnya tidak mudah terbuka. The clothes of janazah are changed with a layer of cloth, preferred sarong to prevent the aurat to get exposed.
Persiapan Preparation Yang memandikan sebaiknya menggunakan: The washer should use: • Penutup hidung atau masker – Mask • Pelindung tubuh, apron – Apron • Sarung tangan – gloves • Sepatu kedap air, tidak memakai sandal – Waterproofed shoes, not sandal
Mengeluarkan kotoran Pushing out the faeces and urine • Sesudah diletakkan di atas tempatnya, jenazah didudukkan disandarkan punggungnya Placed on a proper place, the janazah is seated and laid on his back • Urut dada dan perutnya ke bawah perlahan dengan tangan ditekankan sedikit, supaya keluar kotorannya. Massage the chest and abdomen from upper part to lower part gently to push out the remaining faeces and urine. • Sunnah membasuhnya dengan air dan harum-haruman agar menghilangkan bau kotoran yang keluar. Sunnah to wash with water and perfume to avoid poor smell. • Jenazah ditelentangkan, dicebokkan qubul dan duburnya memakai kain basah, dengan tangan kiri yang memakai sarung tangan Lay janazah and wash the genital and anus using a wet cloth, by glovedleft hand
Membersihkan lubang lainnya Cleaning other holes • Sesudah cebok, sarung tangan diganti dengan yang bersih After washing genital, change the gloves with the clean one. • Masukkan anak jari kiri ke mulutnya, digosok giginya, menyiwaknya , dan dibersihkan mulutnya Enter fingers of left hand to janazah’s mouth, brush his/her teeth, and clean the mouth. • Bersihkan lubang hidung dan telinganya Clean the nose and ear orificium • Wudhu’-kan jenazah Take a wudhu for janazah
Memandikan Washing • Basuh kepala dan janggut (jika ada). Wash the head and beard (if any) • Sisir rambut dan janggutnya perlahan-lahan. Comb the hair and beard gently. • Rambut yang tercabut sebaiknya dicampur kembali ketika mengkafankannya. Any loose hair should be returned to its place while covering the janazah • Basuh bagian tubuh sebelah kanannya terlebih dahulu dengan membaringkan ke sebelah kiri. Wash the right part of the body first by laying the janazah to the left side • Baringkan ke kanan, lalu basuh bagian tubuh sebelah kirinya Lay to the right side, and wash the left part of the body • Ini terhitung satu kali (minimal). Disunahkan 3 atau 5 kali. It is a complete one cycle (minimum). Sunnah to repeat it to 3 or 5 times.
• Air yang digunakan sebaiknya air dingin, kecuali jika kondisi memaksa untuk memakai air panas, mis. karena sangat dingin atau susah menghilangkan kotoran. Water used to wash should be cold water, except any conditions requiring hot water, for example due to cold weather or hard to remove dirt • Boleh memakai sabun atau sejenisnya It is allowed to use body soap • Air pembasuh penghabisan (pembilasan) itu sebaiknya dicampur dengan kapur barus sedikit atau harum-haruman yang lain. The last water is preferred to be mixed with perfume, such as kapur barus.
Dari Ummi Athiyah, ia berkata: Nabi SAW telah masuk kepada kami sewaktu kami memandikan anak beliau yang perempuan, lalu beliau berkata: Mandikanlah dia 3 atau 5 kali atau lebih kalau kamu pandang baik lebih dari itu dengan air serta daun bidara, dan basuh yang penghabisan hendaklah dicampur dengan kapur barus. From Ummi Athiya, she said: The Prophet Saw came to us while we washed his daughter, then he said: “Wash her 3 or 5 times, or more if you see it is better than that, and with bidara leaves. And at the last wash, mix the water with kapur barus. (Narrated by Bukhari dan Muslim)
MENGKAFANI JENAZAH
Apa itu mengkafani? What is covering the funeral? • Menutup mayat dengan kain yang dapat menutupi badannya To cover the funeral by using shroud (kain kafan) that cover funeral’s body • Apa itu kain kafan? What is shroud (kafan)?
Menyiapkan kain kafan How to prepare a shroud • Diambil dari harta si mayat sendiri Preferred be bought from the funeral’s wealth • Jika tidak meninggalkan harta, dari orang yang wajib memberi belanjanya (menafkahinya) ketika ia hidup. If the funeral didn’t leave any wealth, then buy the shroud from someone who is responsible to provide living to him/her. • Kalau tidak mampu juga, diambil dari Baitulmal. If those responsible is not able to buy, then take it from Baitul Mal. • Jika Baitulmal tidak ada atau tidak teratur, maka wajib atas orang Muslim yang mampu. If there is no Baitul Mal or irregular availability, then it is an obligation for Muslim who is able to buy it for him/her.
Kain Kafan The Shroud Rasulullah Saw bersabda, “Pakailah olehmu kain kamu yang putih karena sesungguhnya kain putih itu adalah sebaik-baiknya kain, dan kafanlah mayat kamu dengan kain putih itu”. The Prophet Saw said, “Use white fabric (for shroud/kafan) because indeed the white fabric is the best fabric, and shroud the funeral by using that white shroud. ” – Narrated by Tirmidzi
Kain kafan The shroud Kain yang bagus, bersih dan menutupi badan The good, and clean shroud that covers all funeral’s body Dari Ali Abi Talib, Rasulullah Saw berkata, “Janganlah kamu berlebih-lebihan memilih kain yang mahal-mahal untuk kafan karena sesungguhnya kafan itu akan hancur dengan segera. ” From Ali bin Abi Thalib, The Prophet Saw said, “Don’t overdo by choosing expensive shroud since it would be decayed immediately. ” – Narrated by Abu Dawud
Kafan untuk laki-laki Shroud for man • Berapa lapis? How many sheet(s)? • Minimal selapis kain yang menutupi sekalian badan mayat. At minimum, one sheet of shroud that covers all the funeral’s body. • Sebaiknya tiga lapis kain Preferred: thee sheets of shroud • Tiap-tiap lapis menutupi seluruh badannya. Each sheet of shroud should cover all the body. • Bolehkah lebih dari tiga lapis? Is it allowed to cover with more than three sheets?
• Bolehkah memakaikan pakaian, seperti gamis? Is it allowed to wear the funeral clothes, e. g. , gamis? ﻭ ﻳ ﻳ ﻻ ﺍ ، ﻭ ﺍﻟ ﻯ ﺍﻟﻠ ﻱ ﻻ ﺍ ﺍ ﻳ That The Prophet Saw was covered by three sheets of white shroud made in Yaman, sahuliyah (white) from cotton, not by using gamis and imamah/sorban (fabric that covers head). Ibnu Umar: Rasulullah pernah memberi gamis untuk mengkafani Abdullah bin Ubay ketika diminta oleh anaknya. The Prophest Saw. ever gave gamis to cover Abdullah bin Ubay when he was asked by his son. – Narrated by Bukhari
Sufyan ats Tsauri ü 1 Gamis + 2 lapis kafan 1 gamis + 2 sheets of shroud ü 3 lapis kafan Three sheets of shroud Imam Syafii, Imam Ahmad, dan Ishaq ü 1 lapis – One sheet ü 2 lapis – Two sheets ü Disukai: 3 lapis Preferred: 3 sheets ü Perempuan: lima lapis Women: five sheets
• Bolehkah melapisinya dengan kain ihram? Is it allowed to cover with ihram clothes? ﺍﻟﺍ ﺍ ، ﻻ ﻭﺍ ، ﻻ ﻭ ، ﻭ ﻱ ، ﺍﻭ ﺍ Wash him with water and bidara leaves, shroud him with two sheets of his ihram fabrics, don’t give perfume, and don’t cover his head since he will be raised at The Judgment Day while he would say talbiyah.
Kafan untuk Perempuan Shroud for woman • Sebaiknya dikafani dengan lima lembar Preferred to be shrouded by using five sheets ü Lima lembar kafan – Five sheets of shroud ü Kombinasi dari – Combination of: 1. Basahan (kain sarung basahan) – Sarong 2. Baju – Gamis 3. Tutup kepala – Headgear sheet, e. g. jilbab fabric 4. Mukena – Mukena 5. Kain yang menutupi seluruh badannya – White fabric that cover all of the body
Dari Laila binti Qanif, “Saya salah seorang yang turut memandikan Ummi Kalsum binti Rasulullah SAW ketika wafatnya. Yang mula-mula diberikan olah Rasulullah SAW kepada kami ialah kain basahan, kemudian baju. Kemudian tutup kepala, lalu kekudung dan sesudah itu dimasukkan dalam kain yang lain (yang menutupi sekalian badannya). ” Kata Laila, “Sedang Nabi berdiri di tengah pintu membawa kepadanya dan memberikannya kepada kami sehelai demi sehelai. ” From Laila binti Qanif, “I was one of those washing Ummi Kaltsum, daughter of the Prophet Saw, when she passed away. Firstly, the Prophet Saw gave us a sarong, then a gamis. Then a head gear sheet, then a mukena (kekudung, something used for prayer), then another sheet (that covers all of her body). ” Laila said, “The Messenger stood up at the middle door and gave those things to us sheet by sheet. ” – Narrated b Ahmad and Abu Dawud.
Tali Kafan Rope for shrouding • Panjang tali pengikat disesuaikan dengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan. Misalnya lebarnya 60 cm maka panjangnya 180 cm. The length of the rope should be adjusted to the funeral’s body width and the size of shroud. For example, if the body width is 60 cm, the length of the rope should be approximately 180 cm. • Persiapkan sebanyak 7 tali pengikat. ( jumlah tali usahakan ganjil). Kemudian dipintal dan diletakkan dengan jarak yang sama diatas usungan jenazah. Prepare 7 ropes (odds number is preferred), then put the ropes on the bier in same distance between each rope.
Meletakkan kain kafan Put the shrouds • Kafan dihamparkan sehelai-sehelai di atas tali kafan Put the shrouds one by one over the ropes • Sisakan lebih banyak di atas kepala Leave more parts over head part • Taburkan di atas tiap-tiap lapis itu harum-haruman seperti kapur barus dan sebagainya. Sprinkle perfume (e. g. , kapur barus) on each sheet of shroud • Kedua tangannya diletakkan di atas dadanya. Tangan kanan di atas tangan kiri. Put funeral’s arm and hand on his/her chest. The right hand on the left hand.
• Mulailah dengan melipat lembaran pertama kain kafan sebelah kanan, balutlah dari kepala sampai kaki. Begitupula dengan lembar kedua dan ketiga Start by folding the right side, then wrap from head to toe. Also applied for the second and third sheet. • Jangan terlalu kencang dan usahakan ikatannya terletak disisi sebelah kiri tubuh, agar mudah dibuka ketika jenazah dibaringkan kesisi sebelah kanan dalam kubur. Don’t tie too tight. It is better to put the band node on the left side to ease opening the node when burial.
- Slides: 32