PENGUJIAN UNJUK KERJA PERANGKAT KEMAS PEMERAM HIJAUAN BERDASARKAN
PENGUJIAN UNJUK KERJA PERANGKAT KEMAS PEMERAM HIJAUAN BERDASARKAN KUALITAS SILASE YANG DIHASILKAN Oleh: Andri Hendrawan Adrianto 1, Iwan Hadiana 2, Kikin Winangun 3
KETERSEDIAAN LAHAN UPAYAKAN AGAR PAKAN HIJAUAN TERSEDIA SEPANJANG TAHUN
PROSES PENGAWETAN DENGAN FERMENTASI • RESPIRASI SEL-SEL TUMBUHAN • O 2 DIGUNAKAN KEDAP MULAI FERMENTASI • p. H TURUN DI BAWAH 5 • p. H TURUN DI BAWAH 4 • FERMENTASI SELESAI • PRODUK SILASE
PERANGKAT KEMAS • membantu PEMADATAN dan • membantu PENGEDAPAN • Mendayagunakan sumber daya yang ada • MUDAH digunakan
BAGIAN PERANGKAT PENGEMAS • BAGIAN PENGEMAS • BAGIAN PENGEDAP
PERANGKAT PENGEMAS • PRAKTIS • MUDAH DIPEROLEH BAHAN-BAHANNYA • TERJANGKAU • FLEKSIBEL tak tergantung pada banyaknya hijauan yang akan diawetkan
BAGIAN PENGEMAS • KARUNG BERAS • PLASTIK POLY ETYLEN • PENGEPAK • BOKS PAPAN KAYU TANPA ADA ALAS DAN PENUTUP • EMBER BEKAS CAT YG DIPOTONG BAGIAN ALASNYA • PIPA PARALON
BAGIAN PENGEDAP • MINI VACUUM CLEANER • TALI PENGIKAT
PENGOPERASIAN PERANGKAT Hijauan dimasukkan ke karung pada boks pengepak untuk kemudian dipadatkan dengan cara diinjak-injak pada pengepak untuk mengurangi rongga udara dari potongan hijauan Hijauan yg dikemas padat dalam karung dikeluarkan dari pengepak dg mudah. Kemudian masukkan ke plastik poly etylen untuk dikedapkan udaranya dengan vacum cleaner. Silase Karung dilapiskan ke boks pengepak Penutupan (sealing) dilakukan dengan pengikatan setelah udara dianggap kedap
PENGEMBANGAN: - Katup Vakum
PENGEMBANGAN: - Silo Bag
BAGAIMANA MENGUKUR HASIL KERJA ALAT?
PENGUJIAN UNJUK KERJA
METODE • Eksperimental : • Pengujian kualitatif silase üStandar Penilaian Kualitas Silase dari Dinas Peternakan Jawa Barat üUji Palatabilitas Ø Lama waktu konsumsi menit per kg silase • Pengujian kuantitatif silase üUji proksimat di laboratorium kadar produk fermentasi dalam silase Ø Asam Laktat Ø p. H Ø N Ammonia
METODE Level A (Ekselen) 40 – 50 Level B (Baik) 29 – 39 Level C (Cukup) 18 – 28 Level D (Kurang) 7 – 17 Level E (Gagal) 0 – 6
METODE Uji Palatabilitas they do know fine forage when they’re fed it • Lewatkan sapi pada setiap sample pakan • Lepaskan sapi pada jarak tertentu • Biarkan sapi memilih sampel mana yg akan dikonsumsinya • Catat lama waktu konsumsinya
SILASE YANG DIHASILKAN
HASIL UJI KUALITATIF Kriteria penilaian Perangkat Genkemas tong • Tekstur sentuh, kelembaban dan sensasi rasa cukup baik Level C. Bau &rasa (Maks 5) 4, 7 4, 0 • Silase dari perangkat kemas: Sensasi rasa (Maks 5) 3, 7 3, 8 ü Kadar air lebih baik Kadar air (Maks 10) 7, 6 5, 6 ü Namun lebih lengket dalam hal sensasi rasa dan sentuhan 4, 7 4, 3 • Bau, rasa, dan cita rasa terasa segar, sedikit manis dan harum. 10, 0 11, 6 Warna (Maks 10) Cita rasa (Maks 15) Sentuhan (Maks 5) 3, 9 4, 3 ü dinilai ekselen • Cita rasa, silase yang dari gentong terasa lebih dan wangi
HASIL ALAT PENGUJIAN PERANGKAT KEMAS GEN-TONG KUALITATIF STANDAR DINAS 34, 61 33, 62 5: 50 6: 26 PALATABILITAS Wkt Konsumsi • Kualitas baik 33 -35 level B. • Perangkat kemas: lebih segar, manis; warna yang lebih cerah • Secara kualitatif keseluruhan, Perangkat kemas > Gentong, 34, 61 dan 33, 62.
Palatabilitas ALAT PENGUJIAN PERANGKAT KEMAS GEN-TONG 34, 61 33, 62 5: 50 6: 26 KUALITATIF STANDAR DINAS PALATABILITAS Wkt Konsumsi • Evaluasi kecepatan (Baumont, 1996) konsumsi • Respon sensor memilih pakan konsumsi. • Waktu konsumsi lebih cepat.
Kuantitatif Pengujian terhadap Kondisi dan Produk Fermentasi PENGUJIAN ALAT PERANGKAT KEMAS GENTONG Asam Laktat 5, 88 5, 34 p. H 4, 00 3, 70 N-NH 3 4, 40 4, 08
Kadar Asam Laktat • Semakin banyak asam laktat Lebih mudah awet. • CUKUP 5 – 6 persen • Fermentasi berjalan dengan baik • Perangkat kemas: Ø Proses fermentasi lebih baik
Derajat Keasaman (p. H) • 3, 8 – 4, 0 (Ralph and Beth 2008) • buffering capacity BK hijauan. (Kung dan Shaver, 2008) • p. H silase dari gentong lebih rendah p. H 3, 7. ØGangguan pada perut sapi (Greenon dan Sons, 2016).
N-Ammonia Menunjukkan keberlangsungan proses fermentasi. Proporsi N terurai Penguraian protein berlebih (Kung and Shaver, 2008). Kadar yang tinggi: Øfermentasi kurang berlangsung dg baik. ØKualitas silase rendah. Gagal kadar ammonia > 20 % (Greenon dan Sons, 2016). • Kualitas ekselen 4, 40 dan 4, 08 persen. • Kadar asam laktat yang tinggi ammonia meningkat. • Asam laktat mengurai protein ammonia meningkat (Kung and Shaver, 2008). • •
SIMPULAN • Perangkat Inovatif memanfaatkan sumber daya • Palatabilitas Tidak tergantung pd salah satu kriteria, • Unjuk Kerja Perangkat Kemas Vs Gentong: v Lebih baik, berdasarkan kualitas silase yang dihasilkan: ü Kualitatif inderawi 34, 61 Vs 33, 62; ü Lebih cepat dihabiskan 5 menit 50 detik Vs 6 menit 26 detik; ü Kadar asam laktat lebih tinggi 5, 88% Vs 5, 34% ü p. H tak terlalu asam 4, 0, Vs 3, 7 Ø p. H rendah berpotensi gangguan lambung, perlu treatment khusus
TERIMAKASIH
- Slides: 26