Penghitungan Dosis Injeksi Pembelajaran MG VI Preparat Injeksi
Penghitungan Dosis Injeksi Pembelajaran MG VI
Preparat Injeksi • Vial T 4 obat kecil terbuat dari kaca dengan tutup karet yg terekat erat • Ampul T 4 obat terbuat dari gelas dg leher yg melekuk ke dalam dan merupakan t 4 utk membuka ampul dg cara memecahkannya • Sbh Vial hrs sdh digunakan dalam jangka waktu 96 jam – 1 minggu
• Spuit – Tda silinder (barrel, kerangka luar), penghisap (plunger, bagian dalam), dan ujung (tip) dimana jarum bertemu dg spuit – Spuit tersedia dlm beberapa tipe dan ukuran plg sering ukuran 3 ml, 5 ml, tuberkulin, insulin, dan spuit logam dan cartridge yg telah diisi – Ujung spuit dan penghisap bgn dalam harus dlm keadaan steril – Spuit 3 ml dikalibrasi dengan 1/10 (0, 1 ml) dan minim
– Spuit 5 ml dikalibrasi dlm petanda 0, 2 ml. biasanya dipakai jika cairan yg diperlukan lebih dari 2, 5 ml – Spuit tuberkulin tabung 1 ml dg petanda dalam 1/ dan 1/ 10 100. tabung ini dipakai jk jumlah cairan yg akan diberikan kurang dari 1 ml dan untuk anak dan dosis heparin. – Spuit insulin, berkapasitas 1 ml; tetapi insulin diukur dlm unit dan dosisnya tdk boleh dihitung dalam ml. spuit dikalibrasi dg petanda 2 -U, dan 100 -U setara dg 1 ml. digunakan dlm pemberian insulin
• Cartridge dan spuit yg telah diisi obat – Cartridge sekali pakai dit 4 kan kedalam injektor tubex atau pemegang logam atau plastik yg dpt dipakai ulang – Sisa obat dlm cartridge harus dibuang • Jarum – Ukuran jarum tda ukuran lubang (gauge = diameter lumen) dan panjang, semakin besar ukuran lubangnya maka semakin kecil diameter lumen ukuran lubangnya dan semakin kecil ukuran lubang, semakin besar diameter lumen – Panjang jarum bervariasi dari 3/8 – 2 inci
Tabel: Ukuran dan Panjang Jarum Tipe Injeksi Ukuran Lubang Jarum Panjang Jarum (inci) Intra dermal 25, 26 3/8, ½, 5/8 Subkutan 23, 25, 26 3/8, ½, 5/8 Intramuskular 19, 20, 21, 22 1, 1½, 2 • Sudut Injeksi – Injeksi intradermal 10 – 15 O – Injeksi subkutan 45 – 90 O – Injeksi Intra muskular sudut 90 O
1. 2. 3. 4. 5. 6. Soal Latihan: Spuit dan jarum suntik Untuk mencampur 4 ml ar bakteriostatik dlm sebuah vial dg obat kering. Berapa ukuran spuit yg harus dipakai? spuit 5 ml Untuk memberikan 0, 4 ml larutan obat subkutan, apa tipe spuit yang anda akan berikan? spuit tuberkulin Meperidin (demerol) tersedia dalam cartridge yg telah diisi. Separuh dari larutan ini dipakai. Apakah sisa dari larutan dlm cartridge dpt disimpan untuk pemakaian yg akan datang? tdk, sisanya dibuang Mana yg mempunyai ukuran lubang jarum yg besar, no 21 atau no 26? 21 Mana yg mempunyai panjang jarum 5/8 inci, jarum no 21 atau 25? 25 Jarum mana yg dipakai untuk injkesi intramuskular, jarum dg no 20 dengan panjang 1, 5 inci atau jarum no 25 dg panjang 5/8 inci? no 20
Injeksi Intradermal • Digunakan untuk uji kulit dalam mendiagnosa sebab alergi atau untuk menentukan adanya mikroorganisme • Spuit tuberkulin dg lubang jarum berukuran 25 • Bevel kearah atas dan Jangan lakukan aspirasi • Hasil tes dibaca dlm waktu 48 -72 jam • Amati daerah penyuntikan. Bila berwarna merah atau membintul berarti reaksi positif
Injeksi Subkutan • Jumlah obat yg diberikan persubkutan umumnya 0, 5 – 1 ml dg sudut 45, 60, 90 • Spuit yg digunakan adalah spuit tuberkulin dikalibrasi dalam 0, 1 ml dan 0, 01 ml, dan spuit 3 ml yg dikalibrasi dg 0, 1 ml. • Ukuran lubang jarum 25 dan 26 dan panjang 3/8 – 5/8 inci
Perhitungan injeksi subkutan • Gunakan rumus dasar atau rasio-proporsi • Jangan lakukan aspirasi dan jangan lakukan menggosok tempat suntikan pecah pembuluh darah halus dan perdarahan • Contoh: perintah 2500 U, SK, tersedia heparin 10. 000 U/ml dalam vial dg dosis multiple (10 ml) – Jawab: 2500/10000 x 1 ml = 0, 25 ml
Injeksi Insulin • Diukur dalam unit USP • Konsentrasi insulin tersedia dalam 40 U dan 500 U dan 100 U yang paling banyak • Kode warna botol dan spuit insulin tdk keliru: – Jingga botol insulin 100 U/ml dan spuit 100 U/ml – Merah botol insulin 40 U dan spuit 40 U/ml • Hindari pemberian insulin dg spuit tuberkulin • Sudut pemberian suntikan adalah 45, 60, 90
Tipe-tipe Insulin • Preparat insulin yg jernih (regular atau kristaline) dan yang keruh (NPH dan Lente) tergantung senyawa protamin dan zinc (untuk long acting) • Hanya insulin yg jernih yg dapat diberikan persubkutan dan perintravena • Sumber insulin; sapi, babi, sapi-babi, dan manusia (humulin) • Kategori kerja insulin; cepat, sedang, dan lama
Pencampuran insulin • Insulin reguler seringkali dicampur dg insulin yg mengandung protamin dan zinc. • Contoh: – Perintah insulin regular 10 U dan insulin NPH 35 U, Sk setiap jam 7 pagi. Tersedia insulin regular 100 U/ml dan NPH 100 U/ml. spuit insulin 100 U/ml – Bagaimanakah tekhnik pencampurannya? OK perhatikan langkah-langkah berikut ini:
– Langkah 1 bersihkan tutup karet dari botol insulin – Langkah 2 Ambil 35 U udara dan suntikan kedalam botol insulin NPH. Hindari kontak jarum dg larutan insulin NPH. Tarik jarum kembali – Langkah 3 ambil 10 U udara dan suntikan kedalam botol insulin regular – Langkah 4 pertama, ambil insulin regular 10 U (insulin regular selalu diambil pertama) – Langkah 5 masukkan jarum kedalam botol NPH dan ambil botol insulin NPH sebanyak 35 U. jumlah totalnya adalah 45 U – Langkah 6 berikan kedua insulin segera setelah pencampuran. Jangan biarkan campuran insulin berdiri
Injeksi Intramuskular • Volume larutan IM adalah 0, 5 – 3 ml, dengan rata 1 -2 ml • Ukuran lubang jarum untuk IM kental adalah 19 -20, dan untuk larutan encer 20 dan 21 • Sudut IM adalah 90 O • Rata-rata panjang jarum 1, 5 inci • Bagian untuk SK-IM dibagi dalam 3 sub bagian yi: 1. Larutan obat untuk injeksi 2. Rekonstitusi obat bubuk 3. Pencampuran obat-obat injeksi
Larutan obat Untuk Injeksi • Larutan obat disimpan dalam ampul dan vial • Contoh: perintah gentamisin (garammycin) 50 mg, IM, tersedia gentamycin 80 mg/2 ml dalam sebuah vial – Jawab: masukkan kedalam rumus dasar yaitu (50/80)x 2 ml =1, 25 ml – Atau gunakan rumus rasio-proporsi (80 mg : 2 ml) : : (50 mg : x ml) = 80 x = 100/80 = 1, 25 ml
Rekonstitusi obat Bubuk • Obat bubuk direkonstitusi dengan pelarut (air bakteriostatik atau salin) • Sisa obat yg sudah direkonstitusi dalam vial hrs diberikan tanggal dan tuliskan inisial pd label obat dan simpan dalam lemari es • Ekspired date stlh direkonstitusi dalam vial adalah 48 jam – 1 minggu • Sisa obat dalam ampul harus dibuang
Contoh rekonstitusi obat • Selesaikan masalah ini dengan menggunakan keterangan pada label obat – Perintah: penicillin akueus 250. 000 U, IM, q 4 h. Tersedia penicillin akueus 5. 000 U. obat dalam bentuk bubuk vial. Label obat menyatakan • Pelarut yg ditambahkan (ml) Unit/ml 18 8 3 250. 000 500. 000 1. 0000 • Tambahkan 18 ml pelarut, bubuk obat setara dg 2 ml. setiap 250. 000 U setara dg 1 ml. dalam menyelesaikan maslah ini tambahkan 18 ml dan 2 ml (bubuk obat)=20 ml Jadi (250. 000/5. 000)x 20 ml = 50/50 = 1 ml
Pencampuran obat-obat Injeksi • Ada 3 macam pencampuran obat yaitu: – Pencampuran dua macam obat dlm spuit yg sama dari dua vial – Pencampuran dua macam obat dlm spuit yg sama dari satu vial dan satu ampul – Pencampuran dua macam obat dalam catridge yg telah diisi dari sebuah vial – Perhatikan langkah-langkah berikut ini:
Metode I Pencampuran dua macam obat dlm spuit yg sama dari dua vial 1. Ambil udara ke dalam spuit sejumlah larutan yg akan diambil dari vial yg pertama, dan suntikkan udara ke dalam vial yg pertama. Jangan biarkan jarum mengalami kontak dg larutan. Keluarkan jarum 2. Ambil udara kedalam spuit sejumlah larutan yg akan diambil dari vial yg kedua. Tunggingkan vial keudara dan suntikkan udara. Ambil jumlah larutan dari vial yg kedua 3. Ganti jarum kecuali jika anda akan menghabiskan seluruh isi dari vial yg pertama 4. Balikkan vial yg pertama. Dan ambil larutan dalam jumlah yg diinginkan
Metode 2 Pencampuran dua macam obat dlm spuit yg sama dari satu vial dan satu ampul 1. Suntikkan udara kedalam vial 2. Ambil larutan dalam jumlah yg diinginkan dari dalam vial 3. Ambil larutan yg diinginkan dalam ampul Metode 3 Pencampuran dua macam obat dalam catridge yg telah diisi dari sebuah vial 1. Periksa dosis obat dan jumlah larutan dalam cartridge yg tlh diisi. Jika dosis yg diinginkan lbh sedikit, baung kelebihan larutan 2. Masukkan udara kedalam carttridge sesuai dg jumlah larutan yg akan diambil dari vial. Balikkan vial dan suntikkan udara 3. Ambil larutan dalam jumlah yg diinginkan dari vial. Pastikan bahwa jarum tetap berada dalam cairan, dan jangan ambil larutan lebih dari yg diperlukan
Contoh pencampuran obat dalam spuit yg sama • Perintah: meperidin (demerol) 25 mg dan atropin sulfat 0, 4 mg, IM. Tersedia meperidin dlm cartridge tubex berlabel 50 mg/ml. atrofin sulfat dalam multidosis berlabel 0, 4 mg/ml. berapa mililiter dari setiap obat akan anda berikan dan bgm mencapurnya? Jawab – Dosis meperidin (25/50)x 1 = 0, 5 ml – Dosis atrofin, label menunjukkan 0, 4 mg = 1 ml jadi diberikan mepridin 0, 5 ml dan atropin 1 ml (lanjut……)
• Bagaimana prosedurnya? Just look at below! – Periksa dosis dan volume obat dalam cartridge yang telah diisi – Buang 0, 5 ml dan setiap kelebihan larutan obat (meperidin) dari cartridge (0, 5 ml tetap dalam cartridge) – Ambil 1 ml udara ke dalam cartridge, dan suntikkan udara ke dalam vial yang berisi atropin – Ambil 1 ml atropin dari vial ke dalam larutan meperidin di dalam cartridge
Penghitungan Injeksi Untuk Anak • Penghitungan berdasarkan BB, LPT, dan dosis dewasa – Berdasarkan LPT yaitu: • • Ketahui TB dan BB Tarik garis dari TB ke BB berdasarkan normogran Perpotongan antara TB dan BB adalah LPT Dosis anak dikalikan dengan LPT – Berdasarkan dosis dewasa • Ketahui LPT terlebih dahulu lalu LPT/1, 73 m 2 dikalikan dengan dosis dewasa = dosis anak-anak
Penghitungan Cairan Intravena By Iwan Sain
Pendahuluan • Terapi cairan IV dipakai dalam pemberian cairan yg mengandung air, dextrose, vitamin, elektrolit, dan obat-obatan • Ada 2 metode pemberian cairan IV – IV kontinu menjaga keseimbangan cairan, mengganti kehilangan cairan, dan sarana pemberian obat-obat – IV intermitten memberikan obat-obat IV
Fungsi dan Tanggung jawab perawat dalam persiapan dan pemberian larutan intravena dan obat-obat IV 1. Pengetahuan tentang perangkat intravena dan faktor-faktor tetesannya 2. Menghitung laju aliran IV 3. Mencampur dan mengencerkan obat-obat dalam cairan IV 4. Mengumpulkan peralatan 5. Pengetahuan tentang obat-obat dan reaksi yg diduga dan tdk diharapkan
Pemberian Intravena Kontinu • Perangkat Intravena – Dipasarkan ABBOTT, CUTTER, Mc. GAW dan TRAVENOL – Faktor tetesan jumlah tetesan per mililiter – Makrodrip perangkat yg memberikan tetesan yg besar per mililiter (10 -20 tetes/ml) – Mikrodrip perangkat yg memberikan tetesan yg kecil permililiter (60 tetes/ml) – Bila laju IV menginfus 100 ml/jam makrodrip – Bila laju IV menginfus < 100 ml/jam atau pd klien anak mikrodrip (lanjut…. . )
• Kdg 2 cairan IV dg laju rendah KVO (keep a vein open) atau TKO (to keep Open). • Perintah KVO adanya kecurigaan atau kemungkinan terjadinya keadaan darurat untuk pemberian cairan dan obatan, dan keperluan untuk tetap membuka jalan dlm memberikan obat-obat IV pd waktu-waktu tertentu • To KVO mikrodrip, kantong IV 250 ml, dan laju tetesan 10 ml/jam TABEL: PERANGKAT INTRVENA Perusahaan pembuat Tetesan (tetes/ml) Perangkat makrodrip ABBOTT CUTTER Mc. GRAW TRAVENOL 15 20 15 10 Perangkat mikrodrip TRAVENOL 60
Menghitung Laju Aliran IV • Ada 3 metode perawat hrs memilih salah satu metode dan menggunakannya secara konsisten • Metode I: 3 langkah 1. Jml Larutan/ lama pemberian dlm jam = mililiter/jam (ml/J) 2. Mililiter per jam/ 60 menit = mililiter/menit (ml/menit) 3. Mililiter per menit x tetes permililiter dari perangkat IV = tetes/menit Lanjut…. .
• Metode II: Dua-Langkah 1. Jml cairan/ lama pemberian dalam jam = ml/jam 2. ml per menit x tetes per ml (perangkat IV)/ 60 menit = tts/m’ Bila ml/jam diketahui, langsung langkah 2 • Metode III Jumlah cairan x tetes per ml (perangkat IV) = tetes/menit Lama pemberian dlm jam x menit per jam (60)
Mencampur obat-obat utk pemberian intrvena kontinu • Contoh: – 100 ml dekstrose 5 % dalam air (D 5 W) dengan kalium klorida (KCL) 20 meq dalam 8 jam Tersedia 1000 ml dekstrose 5 % dalam air kalium klorida 40 meq/20 ml ampul perangkat IV berlabel 10 tetes/menit – perhitungan obat dg rumus dasar 20/40 x 20 = 400/40 = 10 ml KCL – Pilih salah satu metode penghitungan cairan utk menentukan laju aliran yakni 1000 ml/8 jam = 125 ml/jam 125/60 menit = 2, 0 – 2, 1 x 10 = 21 tetes/menit
Tabel: Singkatan-singkatan jenis larutan Larutan Intrvena • • Dekstrose 5% dalam air Dekstrose 10% dalam air Natrium klorida 0, 9%, larutan normal saline Natrium klorida 0, 45%, larutan normal salin ½ Dekstrose 5% dalam natrium klorida 0, 9% Dekstrose 5% dalam natrium klorida 0, 45% Dekstrose 5% dalam larutan normal saline ½ Larutan ringer laktat Singkatan • • • D 5 W, 5% D/W D 10 W, 10% D/W Na. Cl 0, 9%, NSS • Nac. L 0, 45%, ½ NSS • D 5 NSS, 5% D/Na. Cl 0, 9% • D 5/1/2 NSS, 5% D/1/2 NSS • RL
THANKS SEE YOU LATER
- Slides: 34