Penggerek cabang kopi Xylosandrus compactus Taksonomi Kerajaan Filum
Penggerek cabang kopi (Xylosandrus compactus)
Taksonomi • • Kerajaan: Filum Kelas Ordo Famili Genus Nama ilmiah Animalia : Arthropoda : Insecta : Coleoptera : Scolytidae : Xylosandrus sp
Daur Hidup • Betina membuat lubang masuk keranting, lalu menggali lubang tersebutselama kira-kira 15 jam, kemudianberhenti untuk menunggu perkembangan jamur Ambrosia yang ia bawa masuk kelubang itu. Sesudah dinding dalam lubang diselubungi jamur tersebut, ia kawinsama jantannya. Jumlah telur sekitar 30 -50 butir, diletakkan dalam kelompokkecil terdiri dari 8 -15 butir. Sesudah lima hari, telurnya menetas. Sesudah 10 harisebagai larva, ia jadi pupa. Stadiapupanya 7 hari, kemudian ia keluar sebagai dewasa.
Perilaku menyerang • Hama penggerek cabang Xylosandrus menggerek cabang kopi. Tampaknya bahwa kumbang kecil ini lebih senang menyerang cabang atau ranting yang tua atau sakit. Ia juga menyerang ranting muda yang masih lunak. Kumbang kecil ini termasuk kedalam golongan serangga yang mengembangbiakkan makanan untukanaknya, yaitu jamur Ambrosia. Kumbang ini membuat lubang masuk kedalam ranting pohon kopi sehingga ranting atau cabang itu tidak berbuah.
gejala • Hama ini menyerang ranting sehingga daun mengering lalu mati. • Tergereknya cabang kopi muda maupun tua yang mengakibatkan cabang menjadi layu/mati.
PENGENDALIAN Pengendalian dapat dilakukan dengan cara berikut. • Biologi/hayati • Melepaskan musuh alami, yaitu cendawan Cephalosporium lecanii, dan cendawan hitam, parasit Coccophagus bogoriensis dan Tetraticcus lecanii, predator kumbang Coccinella melanophthalmus, dan Orchus jantinus. • Mekanis • memangkas bagian-bagian yang terserang kemudian dibakar. Membuang dan tidak menanam pohon pelindung yang disenangi hama tersebut, seperti gamal (Glisirida maculata). • kimiawi: Dengan penyemprotan insektisida yang dianjurkan, antara lain : Anthonio 330 EC, Azodrin 60 WSC, Bayrusil 250 EC, Bidrin 24 WSC, Dimecron 50 SCW, Dimacidae 400 EC, Hostathion 40 EC, Nogos 50 EC, Orthene 75 SP, Sevin 85 dan Supracide 40 EC dengan dosis sesuai petunjuk. • • •
- Slides: 6