PENGERTIAN SEMIOTIKA l Ferdinand de Saussure Ilmu yang







- Slides: 7
PENGERTIAN SEMIOTIKA l Ferdinand de Saussure: “Ilmu yang mempelajari tanda-tanda dalam masyarakat dapat dibayangkan ada. Ia akan menjadi bagian dari psikologi sosial dan karenanya juga bagian dari psikologi umum. Saya akan menyebutnya Semiologi (dari bahasa Yunani: semeion ‘tanda’). Semiologi akan menunjukkan hal-hal yang membangun tanda-tanda dan hukum-hukum yang mengaturnya.
l Semiotika adalah ilmu yang mencoba menjawab pertanyaan: “Apa yang dimaksud dengan X? ” “X” dapat berupa apapun, mulai dari kata, isyarat, warna, sampai bagian atau keseluruhan komposisi sastra, musik, film. Jika kita merepresentasikan makna “X” dengan “Y” maka tugas utama analisis semiotika adalah menentukan sifat relasi “X Y”.
Misalnya X ini kita ganti dengan kata “merah”. Dalam hal ini “X” membangun istilah berbahasa Indonesia dari warna. Apa makna kata “merah”? Pada tingkat dasar, kata “merah” merujuk pada warna dasar, tetapi warna merah dapat pula bermakna: - “Berhenti” jika ia muncul sebagai tanda lalu lintas, - “Sayap kiri” atau “radikal” jika ia muncul sebagai bendera, - “ Lelayu” jika ia sebagai bendera kecil, - “kondisi emosional tertentu” jika ia muncul dalam ungkapan “mukanya merah”. “Merah” adalah tanda. Ia adalah sesuatu, “X” yang merepresentasikan sesuatu yang lain, “Y”. Penggambaran dan penelusuran sifat hubungan “X - Y” inilah subjek penelitian semiotika.
l Menurut Siegers, Semiotika adalah suatu disiplin yang menyelidiki semua bentuk komunikasi dengan menggunakan tanda (sign) dan berdasarkan pada sign system (konvensi, kode). l Menurut Cobley dan Jansz, Semiotika adalah disiplin ilmu yang mengkaji dan menganalisis tanda, yaitu bagaimana tanda-tanda dalam kehidupan manusia itu atau bagaimana sistem penandaan itu berfungsi. l Menurut Pierce, Semiotika adalah bidang ilmu yang mengkaji hubungan di antara tanda, objek, dan makna.
l Semiotika adalah studi tentang tanda – Cara berfungsinya – penggolongannya – Hubungan dengan tanda lain l Adalah Cabang Sintaksis Semiotik – Hubungan tanda dan acuan – Interpretasi l Adalah Cabang Semantik Semiotik – Pengirim – Penerimaan l Adalah Cabang Pragmatik Semiotik
l Tanda/sign adalah sesuatu yang: – Memiliki makna – Mengkomunikasikan pesan – Merujuk pada sesuatu yang lain di luar tanda itu Tanda terletak di mana-mana: – Kata, gerak isyarat, lampu lalu lintas, bendera, dll Tanda bukan sekedar harafiah tetapi lebih luas, sehingga juga menyangkut: struktur karya sastra, bangunan, nyanyian burung, dll.
Tanda tidak pernah memiliki arti pada dirinya sendiri, tanda hanya mengemban arti dalam hubungannya dengan penerimanya/pembacanya. l Pembaca/penerimalah yang menghubungkan tanda dengan apa yang ditandakannya sesuai dengan konvensi. l l Semiotika menurut Barthes, pada prinsipnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal, segala sesuatu. – Makna adalah hubungan antara suatu tanda dengan sesuatu objek atau ide.