Pengenalan dan Pemeliharaan Bahan di Laboratorium Kimia Oleh
Pengenalan dan Pemeliharaan Bahan di Laboratorium Kimia Oleh : Pandu Jati Laksono Prodi Pend. Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Jl. KH. Zainal Abidin Fikri KM 3, 5 HP. 089695979599, Email: pandualong@gmail. com
BAHAN KIMIA Padat an Cairan Gas
BAHAN KIMIA PADATAN • a. Padatan biasa tidak higroskopis dan tidak menyublim Contoh : amilum, natrium karbonat • b. Padatan higroskopis, Contoh: Na. OH, KSCN • c. Padatan mudah menguap/menyublim, Contoh: Yodium, Amonium karbonat, Kamper (naftalen) • d. Padatan peka cahaya, contoh : Perak nitrat, Kalium permanganat • e. Padatan peka air, contoh: logam Na, K. • f. Padatan peka oksigen/udara, contoh: Fosfor
BAHAN KIMIA CAIRAN • a. Cairan/ biasa, contoh: akuades, • b. Cairan mudah menguap, contoh: amonia, eter, HCl, aseton, kloroform • c. Cairan mudah mengikat uap air, Contoh: asam sulfat pekat • d. Cairan mudah terbakar, contoh: eter, metanol, aseton, bensin, minyak tanah
BAHAN KIMIA GAS Bahan kimia gas disimpan dibawah tekanan, baik gas yang ditekan maupun gas/ cairyang dilarutkan dalam pelarut dibawah tekanan. Contoh bahan : Asetilen, amonia, etilen, Klor.
CONTOH PADATAN CAIRAN GAS
TIPE BAHAYA BAHAN KIMIA A. Bahan yang mudah meledak (eksplosif) Ledakan Dapat terjadi karena gesekan, loncatan api, pemanasan dan bantingan terhadap bahan yang bersangkutan. Ex : ammonium karbonat B. Bahan Yang beracun (toksis) Umumnya bahan kimia beracun, tapi ada yang reaksi cepat dan lambat. Bahan kimia beracun misal benzene dapat diganti toulene, CCl 4, CH 2 Cl 2. Bahan yang masuk ketubuh menimbulkan gangguan kesehatan C. Bahan yang mudah Terbakar Laboratorium banyak menggunakan bahan kimia khusunya senyawa organik yang rentan bahaya kebakaran. Misal eter dapat terbakar pada jarak 4 meter dari sumber api. Beberapa bila kontak dengan air menimbulkan api seperti logam Na dan butil litium.
TIPE BAHAYA BAHAN KIMIA D. Bahan yang menimbulkan bahaya kecil Bahan yang masuk ketubuh menimbulkan gangguan kesehatan seperti piridin dan piperidin. Pencegahan bisa dilakukan pada ruang asam. E. Bahan Yang bersifat Korosif Bahan yang bila tejadi kontak dapat merusak tubuh seperti brom. Efek yang terjadi lokal primer maupun sistemik sekunder. Efek Primer dapat menyebabkan cedera pada tempat bahan itu bersentuhan dengan tubuh. Efek sistemik terjadi hanya setelah toksikan diserap dan tersebar ke bagian lain tubuh hanya mempengaruhi satu atau beberapa organ saja F. Bahan yang dapat menimbulkan iritasi Bahan yang bila terjadi kontak menyebabkan lecetnya kulit, mata dan mengganggu pernapasan. Contoh : fenol. Dicegah dengan saring tangan dr plastik. G. Bahan yang menghasilkan radiasi Bahan dapat bersifat radioaktif yang dapat memancarkan sinar alfa, beta, gamma yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh. (mutasi gen) khusunya laboratorium
BAHAN KIMIA BERBAHAYA A. Bahan yang segera melukai kulit 1. Asam Kuat Golongan ini adalahasam sulfat, asam clorida, asam kromat, asam asetat glasisal. Asam sangat merusak kulit bahkan merusak kertas, kayu, pakaian dan beberapa logam. Air tidak boleh dituangkan langsung dalam asam sulfat pekat karena menghasilkan panas yang hebat. 2. Basa Kuat Golongan ini adalah soda api (Na. OH), KOH, dan Natrium Peroksida. Beberapas basa kuat dicampur air akan menimbulkan panas yang hebat, untuk mengencerkannya harus ditambah sedikit demi sedikit air. Percikan basa kuat harus segera dicuci sabun, air dan antidote khusus 3. Berbagai bahan lain yang berbahaya Berbagai bahan kimia yang sangat reaktif dengan air seperti titanium klorida, alumunium klorida, asam klorosulfonit, sulfonil klorida.
LANJUTAN B. Bahan yang diserap kulit • Keracunan dapat terjadi bila membiarkan zat-zat tersebut tinggal didalam kulit (lupa dibersihkan). Senyawa-senyawa ini adalah turunan nitro dan amina dari benzena seperti aniline, toulene, nitrobenzene, dinitrokloro benzene. C. Timbunan Racun dalam Tubuh • Bahan-bahan kimia yang relatif tidak berbahaya jika jarang digunakan dalam waktu singkat, dapat menjadi berbahaya jika digunakan konstan dan teratur karena terjadi penimbunan (akumulasi) akibat absorbsi sedikit demi sedikit. Bahan dalam golongan ini adalah arsenik, merkuri, timah, benzene, tetrakloroetana. D. Gas dan cairan yang mudah terbakar Cairan yang mudah terbakar tidak boleh dituangkan didekat api, tidak boleh dipanaskan kecuali untuk spesifikasi tertentu/tujuan tes dengan teknik khusus. Untuk penyimpanan harus dalam wadah yang ruang kosong agak besar dan ditempat sejuk jauh dari cuaca panas. Misalnya : Karbon disulfida CS 2 karena bola lampu nyala dapat membakarnya. Metanol, aseton, dll
LANJUTAN E. Debu dan asap dapat menyebabkan keracunan bila diisap pada waktu melakukan aktivitas yang dapat dihasilkan dari penggilingan , penyaringan, penuangan bahan dan lain-lain. Misalnya asap timah fosforus, selenium, vanadium yang beracun. Debu silika asbes merusak paru-paru. Pakai masker dan lemari asam F. Bahan Radioaktif Bahan radiokatif masuk kedalam tubuh melalui kulit, mulut dan hidung sehingga bila menggunakan bahan radioaktif harus yakin bahwa hal tersebut tidak terjadi. Selalu menggunakan sarung tangan karet dan sebelum meninggalkan laboratorium tangan harus dicuci bersih, kemudian dimonitor alatnya mutlak harus ada untuk laboratorium yang menggunakan zat radioaktif. Bahannya tidak bisa dibuang lewat bak
LANJUTAN G. Peroksida dan Eter Kebakaran bukan satu-satunya bahaya eter. Bila dietil eter dan diisopropil eter kontak langsung dengan cahaya matahari dapat membentuk peroksidayang tidak stabil dan menimbulkan ledakan. Disimpan di botol kemasan coklat dan periode singkat. H. PVC (polivinyl Chloride) Pvc pda temperatur tinggu dapat terurai membentuk hidrogen klorida yang sangat korosif dan sangat berbahaya bagi pernapasan. I. Asam Perklorat Asam perklorat jika kontak dengan zat organik/an organik mudah teroksidasi dan menghasilkan ledakan. Setiap pekerja yang menggunakan asam perklorat harus menggunakan sarung tangan, kaca mata dan pelindung muka.
LANJUTAN J. Gas Beracun dan Iritan Bahan yang menyebabkan iritan sekaligus beracun sangat banyak termasuk uap asam dan basa pekat seperti asam klorida , asam flouride, asam nitrat, sulfur klorida dan bromine. Difenilkloro dan sianoarsen digunakan untuk senjata pemusnah massal yang sangat dilarang dalam perang. Klorin, sulfur diokside, fosgen dan nitrogen peroksida beracun dan iritan. Kehadiran gas beracun dapat dideteksi dengan bau seperti HCN (bau almond) dan bau telur busuk (H 2 S) , sedangkan ada yang sulit dideteksi seperti karbon monoksida. Langkah pertama bila keracunan : Berikan banyak air dan susu untuk diminum (antidote) Beri obat emesis (mengeluarkan isi lambung secara paksa) Pindahkan yang kercaunan ketempat terbuka dan segar dalam keadaan terlentang Beri oksigen bila perlu
PENYIMPANAN BAHAN KIMIA Sifat bahaya yang ditimbulkan Kemungkinan interaksi antar bahan Kondisi yang mempengaruhi (udara, suhu, kelemb ab) Interaksi bahan dg wadah penyimpanan
PENYIMPANAN BAHAN KIMIA • Menyimpan bahan sesuai dengan jenis bahaya yang ditimbulkan 1. Bahan yang mudah meledak (Explosive) Ex : amonium nitrat, nitroselulosa, nitrigliserin, TNT Disimpan dalam ruangan yang dingin dan berventilasi. Hindari : benturan, gesekan, dan loncatan api dan panas 2. Bahan Yang Mudah terbakar (Flammable) Contoh : butana, Propana, aseton, benzena Disimpan di ruangan yang dingin dan berventilasi serta tersedia alat pemadam kebakaran. Hindari kontak langsung dengan udara dan sumber api 3. Bahan yang mudah teroksidasi (Oxidizer) Contoh : Hidrogen Peroksida, Kalium Perklorat, Kalium Permanganat Disimpan di ruangan yang dingin dan berventilasi. Hindari panas, bahan mudah terbakar dan reduktor.
PENYIMPANAN BAHAN KIMIA 4. Bahan Korosif Contoh : Belerang dioksida, asam-asam, alkali Disimpan diruangan dingin berventilasi Hindari Kontaminasi dengan udara , pernapasan , serta kontak dengan kulitdan mata, wadah tertutup rapat 5. Bahan Beracun (toxid) Contoh : Arsen, sianida Hindari kontaminasi dengan udara, pernapasan serta kontak dengan kulit dan mata, terpisah dari bahan yang dapat berinteraksi, sediakan alat pelindung diri , pakaian kerja, masker, dan sarung tangan, segera kedokter jika keracunan 6. Bahan Yang iritan (harmful iritan) Contoh : ammonia, dan benzyl klorida Disimpan di ruangan yang dingin dan berventilasi. Hindari kontaminasi dengan udara dan pernapasan , kulit dan mata
PENYIMPANAN BAHAN KIMIA 7. Bahan Radioaktif Contoh : uranium, radium, torium Ruangan desain khusus 8. Bahan Reaktif terhadap asam Contoh : natrium, hidrida, karbit, dan nitride Disimpan di ruangan dingin, kering dan berventilasi. Hindari air, api, panas, dan sediakan tabung kebakaran dengan bahan karbon dioksida 9. Bahan Reaktif terhadap basa Contoh : natrium, hidrida, sianida Disimpan diruangan dingin, keing dan berventilasi. Hindari asam, sumber air dan panas ruangan penyimpanan perlu didesain khusus, agar tidak terjadi kantong-kantong hidrogen
PENYIMPANAN BAHAN KIMIA 10. Gas bertekanan Disimpan diruangan dingin dan tidak terkena langsung dengan sinar matahari. Hindari api, panas, bahan korosif, yang dapat merusak keran/katub. Bila tidak digunakan disimpan dalam keadaan tidur. Bila digunakan disimpan dalam keaddaan berdiri dan terikat ke dinding khususnya untuk tabung yang tinggi 11. Bahan –bahan Incompatible Bahan-bahan yang berdekatan akan menimbulkan racun , reaksi hebat, kebakaran, atau ledakan Contoh : sianida dengan asam, hidrokarbon deng klor
CARA PENANGANAN BAHAN KIMIA YANG BENAR Bahan-bahan kimia yang mengeluarkan uap beracun harus disimpan dalam ruang asam Bekerja di ruang asam bila menggunakan bahan kimia berbahaya
COBA INTREPRETASIKAN
- Slides: 24