Pengelolaan dan pengolahan daging RPH dagin g dwi

  • Slides: 41
Download presentation
Pengelolaan dan pengolahan daging

Pengelolaan dan pengolahan daging

RPH dagin g dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 2

RPH dagin g dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 2

Daging FDA , adalah urat daging (otot) yang telah dikuliti dengan baik, berasal dari

Daging FDA , adalah urat daging (otot) yang telah dikuliti dengan baik, berasal dari sapi, babi, domba atau kambing, yang telah cukup dewasa dan sehat saat penyembelihan, terdiri dari otot 2 pada rangka, lidah, diafragma, jantung, oesophagus, tetapi tidak termasuk otot pada bibir, hidung/moncong, dan telinga Struktur dan komponen utama daging: Jaringan otot Jaringan ikat Jaringan lemak Komponen lainnya: Tulang Jaringan pembuluh darah Jaringan saraf dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 3

SNI 01 -6159 -1999: Hewan potong adalah sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, babi, burung

SNI 01 -6159 -1999: Hewan potong adalah sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, babi, burung unta, dan hewan lain yang dagingnya lazim dan layak dimakan manusia Daging segar adalah daging yang baru disembelih tanpa perlakuan apapun Daging segar dingin adalah daging yang mengalami proses pendinginan setelah pemotongan sehingga suhu bagian dalam daging 0 sampai 7°C Daging segar beku adalah daging yang mengalami proses pembekuan dibawah -1, 5°C Karkas adalah seluruh, setengah, atau seperempat bagian dari hewan potong yang sehat yang disembelih setelah pemisahan kepala, kaki sampai karpus dan tarsus serta ekor, pengulitan, serta jeroan yaitu isi rongga perut dan rongga dada. dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 4

Daging harus ASUH : aman, sehat, utuh, halal Dipotong di RPH Dipotong sesuai fatwa

Daging harus ASUH : aman, sehat, utuh, halal Dipotong di RPH Dipotong sesuai fatwa MUI Melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem Karkas / daging diberi cap stempel Tidak ditambah bahan/zat yang mengubah warna daging kecuali dengan pendinginan Diangkut dengan kendaraan tertutup dan khusus, dengan suhu 4 – 10°C dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 5

PEMOTONGAN (SLAUGHTER) I. TEMPAT PEMOTONGAN Rumah potong hewan Tempat yang ditunjuk dan diakui untuk

PEMOTONGAN (SLAUGHTER) I. TEMPAT PEMOTONGAN Rumah potong hewan Tempat yang ditunjuk dan diakui untuk mengawasi proses pemotongan hewan/ternak yang akan digunakan untuk konsumsi manusia (FAO & WHO, 1985) � Unit atau sarana pelayanan masyarakat dalam penyediaan daging sehat (SK. Mentan. No. 555/KPts/TN. 240/9/1986) � Fungsi RPH (SNI 01 -6159 -1999) Tempat dilakukannya pemotongan hewan secara benar Tempat dilaksanakannya pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk mencegah penularan penyakit hewan kepada manusia Tempat untuk mendeteksi dan memonitor penyakit hewan guna pencegahan dan pemberantasan hewan menular di daerah asal dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 6

 Lima tahap untuk memperoleh karkas: 1. Inspeksi ante mortem 2. Penyembelihan 3. Penuntasan

Lima tahap untuk memperoleh karkas: 1. Inspeksi ante mortem 2. Penyembelihan 3. Penuntasan darah 4. Dressing 5. Inspeksi post mortem dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 7

I. Pemeriksaan ternak Ante mortem Pengamatan umum Tanda abnormalitas Kondisi badan Kondisi bulu/kulit Alat

I. Pemeriksaan ternak Ante mortem Pengamatan umum Tanda abnormalitas Kondisi badan Kondisi bulu/kulit Alat pencernaan Alat pernafasan Alat reproduksi (betina afkir) Keputusan: 1. Dipotong tanpa syarat 2. Ditolak/ diafkir, dimusnahkan 3. Dipotong dengan perlakuan khusus: Sakit sehingga daging mungkin ditolak pada pemeriksaan post mortem: ternak dari daerah yang terjangkit penyakit, ternak masih dalam pengobatan, ternak mati diduga karena penyakit 4. Ditunda untuk dipotong (belum cukup istirahat) 5. Pemotongan segera , karena kecelakaan, dapat mempengaruhi kesegaran daging dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 8

II. PENYEMBELIHAN 1. 2. 3. 4. TERNAK HARUS SEHAT TERNAK CUKUP ISTIRAHAT BETINA TIDAK

II. PENYEMBELIHAN 1. 2. 3. 4. TERNAK HARUS SEHAT TERNAK CUKUP ISTIRAHAT BETINA TIDAK PRODUKTIF DALAM KEADAAN DARURAT KRITERIA SAKIT: 1. Menular karena infectious dari bakteri, protozoa, virus 2. Tidak menular karena luka, abnormalitas genetic, racun, gizi buruk 3. Metabolic, perubahan fisiologic, bloating dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 9

TEKNIK PENYEMBELIHAN Langsung : Metode umum (kosher) Langsung empat saluran putus: 1. Arteri karotis

TEKNIK PENYEMBELIHAN Langsung : Metode umum (kosher) Langsung empat saluran putus: 1. Arteri karotis 2. Vena jugularis 3. Trachea 4. Oesophagus Fatwa MUI: 1. Membaca bismillah 2. Memutus jalan napas (hulqum) 3. Memutus jalan makanan (mari) 4. Memutus dua urat nadi (wadajain) dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 10

Tidak Langsung : Ternak pingsan Knocker Stunning gun Bius Arus listrik Maksudnya agar: Memudahkan

Tidak Langsung : Ternak pingsan Knocker Stunning gun Bius Arus listrik Maksudnya agar: Memudahkan pemotongan Terhindar dari perlakuan kasar Tidak tersiksa Kualitas kulit dan karkas baik dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 11

III. PENUNTASAN DARAH Pengeluaran darah harus sempurna karena daging merupakan media yang baik bagi

III. PENUNTASAN DARAH Pengeluaran darah harus sempurna karena daging merupakan media yang baik bagi perkembangan mikroorganisma Mikroorganisma dari usus dan darah yang tertinggal akan menginfeksi (kontaminasi) daging IV. DRESSING (eviskerasi) Pemisahan bagian kepala, kulit dan jeroan dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 12

V. Post mortem : Dilakukan segera setelah pemotongan Karkas/ daging tidak boleh dipasarkan sampai

V. Post mortem : Dilakukan segera setelah pemotongan Karkas/ daging tidak boleh dipasarkan sampai pemeriksaan selesai 1. Pemeriksaan sederhana : - pengamatan - palpasi/perabaan, perasaan - pengirisan bila ada kecurigaan 2. Pemeriksaan mendalam (p. H, bakteriologis, histologis, biokimia) Bila ternak tidak diperiksa antemortem Keraguan pada pemeriksaan sederhana Kecurigaan pada saat antemortem Keputusan: 1. Di izinkan untuk dikonsumsi Diafkir/ dimusnahkan, karena membahayakan konsumen, mengandung residu tambahan melaebihi yang diizinkan, penyimpangan organoleptik 3. Dapat dikonsumsi sebagian 4. Dapat dikonsumsi dengan perlakuan khusus, misalnya kurang hygienis, ada penyimpangan tetapi tidak membahayakan, tidak memenuhi standar mutu 2. dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 13

PELAYUAN (AGING) TUJUAN: Proses pembentukan asam laktat sempurna sehingga terjadi penurunan p. H daging

PELAYUAN (AGING) TUJUAN: Proses pembentukan asam laktat sempurna sehingga terjadi penurunan p. H daging yang akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme Pengeluaran darah menjadi sempurna Lapisan daging di bagian luar akan mengering, sehingga kontaminasi mikroorganisme dari luar dapat dicegah Memperoleh daging dengan tingkat keempukan optimum serta cita rasa yang khas CARA: Menyimpan/ menggantung karkas pada suhu dan waktu tertentu • Umumnya pada suhu </= suhu kamar, selama 2 x 24 jam • Daging dengan keempukan dan cita rasa yang khas, dilakukan pada suhu yang lebih tinggi dengan waktu lebih pendek : Ø 3 – 4ºC ; 7 – 8 hari Ø 20°C ; 40 jam Ø 43ºC ; 24 jam • dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 14

Karkas Bobotnya tergantung : � Bangsa � Umur � Lemak � pakan Sapi ±

Karkas Bobotnya tergantung : � Bangsa � Umur � Lemak � pakan Sapi ± 50% Domba ± 55% Babi ± 75% • Ayam 60 – 70% Kelinci 45 – 65% Umur ternak % daging % lemak % tulang Otot daging : Sapi 49 – 68% karkas Domba 46 – 65 % karkas Babi 34 – 64 % karkas dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 15

 Tahapan pemotongan (ringkasan): HEWAN SELEKSI KARANTINA PENIMBANGAN PEMOTONGAN PENGULITAN EVISKERASI KARKAS PENIMBANGAN PEMERIKSAAN

Tahapan pemotongan (ringkasan): HEWAN SELEKSI KARANTINA PENIMBANGAN PEMOTONGAN PENGULITAN EVISKERASI KARKAS PENIMBANGAN PEMERIKSAAN KARKAS PELAYUAN PEMOTONGAN KARKAS DEBONING PENYIMPANAN dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 16

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 17

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 17

Pemotongan karkas dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 18

Pemotongan karkas dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 18

KEGUNAAN DARI TIAP POTONGAN 1. Potongan paha belakang : q. Tidak mengandung lemak q

KEGUNAAN DARI TIAP POTONGAN 1. Potongan paha belakang : q. Tidak mengandung lemak q Paling baik untuk rendang, bistik, empal, opor 2. Lamusir belakang : q. Pinggang bagian belakang q. Sisi atas terlapisi lemak q. Paling baik untuk daging balado dan empal kering 3. Has dalam : q. Rongga dalam pinggang belakang q. Bagian paling empuk dari seluruh daging q. Tidak berurat dan berserat halus q. Pemasakan tidak perlu lama q. Paling baik untuk sate dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 19

4. Daging iga Daging dan lemak tersusun saling berlapis, berurat tapi tidak kenyal q

4. Daging iga Daging dan lemak tersusun saling berlapis, berurat tapi tidak kenyal q Tidak seempuk lamusir, tetapi lebih gurih q Paling baik untuk sup, semur, soto, sayur kacang garut, 5. Kisi q Penuh urat, sangat kenyal, serat besar 2 q Pemasakan lama q Paling baik untuk kaldu daging, atau sup 6. Sandung lamur q Bawah iga, sangat banyak lemak q Lebih gurih dan lebih padat dari lamusir q Paling baik untuk rawon dan sup 7. Daging leher/punuk q Lemak lebih banyak, serat lebih kenyal q Paling baik untuk campuran bakso q dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 20

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 21

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 21

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 22

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 22

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 23

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 23

Peranakan ongole Sapi wagyu dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 24

Peranakan ongole Sapi wagyu dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 24

PERUBAHAN DAGING SETELAH DIPOTONG PERUBAHAN FISIKOKIMIAWI: 1. Pre rigor : otot daging lunak Rigormortis

PERUBAHAN DAGING SETELAH DIPOTONG PERUBAHAN FISIKOKIMIAWI: 1. Pre rigor : otot daging lunak Rigormortis : otot daging kaku awal rigormortis pada ayam 1 - 2 jam, sapi 8 – 12 jam lama rigormortis pada ayam 10 jam, sapi 15 – 20 jam 3. Post rigor : otot daging lunak 2. PERUBAHAN BIOKIMIAWI: 1. Perubahan ATP : ATP actin + myosin Actomyosin (rigormortis) 2. Post mortem glycolisis : glycogen asam laktat 3. Perubahan p. H; p. H awal 7, 2 – 7, 4; fiber tidak jelas, warna gelap cukup istirahat p. H 5, 3 – 5, 5; fiber jelas, warna terang letih p. H 6, 0 – 6, 6 dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 25

Kandungan gizi daging : Kadar air 65 – 75% Kadar protein 15 – 20%

Kandungan gizi daging : Kadar air 65 – 75% Kadar protein 15 – 20% Lemak 2 – 12% Mineral 1% Glikogen 0, 8% air Vitamin B komplek lemak air (gemuk) Protein yang penting: • Actomyocin • Collagen (jaringan ikat kendur) • Elastin (jaringan ikat kencang) • Myoglobin (pigmen warna merah) dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 26

Nilai gizi daging tinggi , karena : 1. Kadar protein tinggi Memiliki kelengkapan asam

Nilai gizi daging tinggi , karena : 1. Kadar protein tinggi Memiliki kelengkapan asam amino essensialnya sesuai dengan kebutuhan manusia: sapi domba Lysin 8, 4 7, 6 Isoleusin 5, 1 4, 8 Leusin 5, 4 7, 4 Methionin 2, 3 Phenylalanin 4, 0 3, 9 Threonin 4, 0 4, 9 Trypthopan 1, 1 1, 3 Valine 5, 7 5, 0 2. dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 27

Lemak, sebagai sumber energi DAGING LEMAK (g/100 g daging) Sapi 9, 4 Domba 11,

Lemak, sebagai sumber energi DAGING LEMAK (g/100 g daging) Sapi 9, 4 Domba 11, 1 Broiler 1, 6 Asam lemak Sapi Domba Ayam ----- % -----SFA 51 50 28 – 31 Oleat 42 39 47 – 51 Linoleat 2, 0 4, 0 14 – 18 Linolenat 0, 5 0, 7 – 1, 0 Arachidonat 0, 1 1, 5 0, 3 – 0, 5 USFA : dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 28

Hewan Fe P Mg/100 g daging Sapi 2, 7 150 Ayam 2, 6 344,

Hewan Fe P Mg/100 g daging Sapi 2, 7 150 Ayam 2, 6 344, 8 Karbohidrat: ½ glicogen tubuh ada pada hati Vitamin B kompleks: Thiamin Riboflavin Asam nikotin/niasin Pyridoxin Asam panthotenat Biotin Asam folat B 12 Cholin Vitamin A Sapi 44. 000 iu Domba 50. 000 iu dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 29

Palatabilitas daging Objectivitas alat Warna Keempukan Marbling Subjective organoleptik Warna Aroma Flavor Keempukan Juiciness

Palatabilitas daging Objectivitas alat Warna Keempukan Marbling Subjective organoleptik Warna Aroma Flavor Keempukan Juiciness Marbling dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 30

Warna daging Umur myoglobin warna lebih tua Species Aktivitas, kerja keras myoglobin Jenis, jantan

Warna daging Umur myoglobin warna lebih tua Species Aktivitas, kerja keras myoglobin Jenis, jantan > betina Fungsi myoglobin sebagai reservoir sementara oxigen • Fungsi myoglobin sebagai transport oxigen • Warna myoglobin, merah muda sawo matang • dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 31

Juicines s Warna lemak Species : sapi : putih kuning domba : putih kerbau

Juicines s Warna lemak Species : sapi : putih kuning domba : putih kerbau : putih Pakan Umur � Rasa kadar karoten bergajih tergantung banyak lemak diantara serat/ otot daging (marbling) Keempuka n tua lebih kuning Flavo r Umur Species Jaringan ikat Serabut/otot daing Marbeling Rigormortis Jenis Pakan dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 32

Marbling � Gambaran lemak di antara serat/otot daging � Marbeling terbaik pada ternak gemuk

Marbling � Gambaran lemak di antara serat/otot daging � Marbeling terbaik pada ternak gemuk umur 2 – 3 tahun pada sapi, 10 – 12 bulan pada domba � Menentukan kualitas daging � Menentukan juicy dan flavor dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 33

Unggas sumber protein, kalori lebih kecil dari sapi atau domba Ayam, itik, kalkun, burung

Unggas sumber protein, kalori lebih kecil dari sapi atau domba Ayam, itik, kalkun, burung dara, burung puyuh dll Penyembelihan di RPA (SNI 01 -6160 -1999) Karkas unggas: Bagian dari tubuh unggas tanpa darah, bulu, kepala, kaki, jeroan Komponen karkas : otot, tulang, lemak, kulit dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 34

Tahapan memperoleh karkas Inspeksi ante mortem : unggas sehat, bobot sesuai kriteria pasar Penyembelihan:

Tahapan memperoleh karkas Inspeksi ante mortem : unggas sehat, bobot sesuai kriteria pasar Penyembelihan: Pemutusan urat menurut metode kosher atau secara islami fatwa MUI Penuntasan darah: - Harus sempurna, digantung - Tidak sempurna: warna merah pada leher, bahu, sayap, pori 2 kulit, selama penyimpan terjadi perubahan warna Penyeduhan: - suhu air perendaman 54, 5 °C, selama 60 – 120 menit - memudahkan proses pencabutan bulu, karena kolagen yang mengikat bulu sudah terkoagulasi Pencabutan bulu: - penghilangan bulu besar, bulu halus, dan bulu spt rambut Dressing: - kepala, pemotongan kaki dan pengambilan jeroan dan pencucian dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 35

Komponen karkas Otot - bagian terbesar : dada (dibandingkan untuk mutu pada broiler) -

Komponen karkas Otot - bagian terbesar : dada (dibandingkan untuk mutu pada broiler) - otot dada lebih terang dari otot paha (myoglobin lebih banyak di paha) Lemak - subkutan (bawah kulit), bawah perut, dalam otot - lemak abdominal; jantan lebih banyak, umur Tulang - ringan tapi kuat dan kompak Kulit - melindungi permukaan tubuh, standart kualitas - warna dipengaruhi oleh xanthophyl dari ransum dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 36

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 37

dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 37

Kerusakan daging Media yang baik bagi perkembangan mikroorganisme: Peralatan, tangan, pakaian, air, jeroan, penyimpanan,

Kerusakan daging Media yang baik bagi perkembangan mikroorganisme: Peralatan, tangan, pakaian, air, jeroan, penyimpanan, dll FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN: � Spesies, sapi> domba> ayam � Umur , tua > muda � Jenis , jantan > betina � p. H, rendah > tinggi � RH, rendah > tinggi � Kebersihan � Temperatur � Macam bakteri � Perlakuan hewan sebelum dan sewaktu dipotong � dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 38

Tipe umum kerusakan daging Aerob Bakteri aerob akan menyebabkan 1. Lendir pada permukaan daging

Tipe umum kerusakan daging Aerob Bakteri aerob akan menyebabkan 1. Lendir pada permukaan daging (Pseudomonas, Streptococcus, Micrococus, Basillus, Leuconostoc) 2. Pigmen daging berubah, merah kehijauan (Leuconostoc) 3. Phosphorecent (Photobacterium) 4. Lemak menjadi tengik (Pseudomonas & Achromobacter) An Aerob 1. Souring autolisa, bakteri 2. Putrefaction dekomposisi protein indol, skatol, merkaptan, H 2 S, amonia, amina (Clostridium, Achromobacter) dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 39

Pemasakan dan pengolahan daging Pemasakan : Roasting (panggang) Broiling grill (sate) Pan broiling Frying

Pemasakan dan pengolahan daging Pemasakan : Roasting (panggang) Broiling grill (sate) Pan broiling Frying Braising(presto) Simmer(bistik) Boiling(rebus) Stew(stup) Pegolahan: Cured meat Corned beef Pengasapan Dendeng Abon Bakso Nugget Sosis dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 40

Pengawetan daging Pemanasan Penurunan suhu ◦ Chilling: pemyimpanan di atas titik beku bahan pangan

Pengawetan daging Pemanasan Penurunan suhu ◦ Chilling: pemyimpanan di atas titik beku bahan pangan tsb ◦ - dilakukan segera : T – 1, 4 2, 2 °C; daging sapi 30 hari, domba 1 – 2 minggu, tergantung kontaminasi dengan mikroba, dan Rh ◦ Freezing : penyimpanan di bawah titik beku bahan pangan tsb. ◦ - slow freezing kristal es besar ◦ - quick frezing kristal es lembut tidak merusak sel otot daging Radiasi Antibiotik dwi pangesti s PPHP AGRIBISNIS 2015 -2016 41