Pengasuhan di Masa Sulit PERTEMUAN 14 Olivia Tjandra

  • Slides: 12
Download presentation
Pengasuhan di Masa Sulit PERTEMUAN 14 Olivia Tjandra Waluya M. Si. , Psikologi Pendidikan

Pengasuhan di Masa Sulit PERTEMUAN 14 Olivia Tjandra Waluya M. Si. , Psikologi Pendidikan Keluarga Fakultas Psikologi

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN • Mahasiswa mengetahui adanya ketidakidealan pengasuhan karena factor tambahan lain.

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN • Mahasiswa mengetahui adanya ketidakidealan pengasuhan karena factor tambahan lain. • Mahasiswa dapat memahami situasi keluarga dan merencanakan intervensi sederhana untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam keluarga sebagai akibat permasalahan inti yang tidak kunjung usai.

Kepustakaan Brooks, Jane. (2011). The Process of Parenting. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kepustakaan Brooks, Jane. (2011). The Process of Parenting. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Pengasuhan di Masa Sulit Tidak semua pengasuhan dapat terjadi dalam kondisi yang ideal. Berikut

Pengasuhan di Masa Sulit Tidak semua pengasuhan dapat terjadi dalam kondisi yang ideal. Berikut beberapa situasi pengasuhan yang terjadi dalam kondisi yang sulit untuk anak dan anggota keluarga lainnya: 1. Saat salah satu anggota keluarga mengalami penyakit berat dan menahun. 2. Di dalam keluarga dengan KDRT 3. Pengasuhan oleh orangtua asuh 4. Saat menghadapi bencana 5. Pengasuhan di dalam keluarga militer

Penyakit Kronis Penyakit kronis dapat menjangkiti 4 -9% anak. Mengubah rutinitas anak dan keluarga.

Penyakit Kronis Penyakit kronis dapat menjangkiti 4 -9% anak. Mengubah rutinitas anak dan keluarga. Memunculkan rasa kecemasan dan ketidakberdayaan. Memberikan tuntutan yang besar pada anak dan keluarga. Membuat orangtua harus membangun kerjasama dengan penyedia jasa kesehatan. Membutuhkan perwujudan pemeliharaan sistem dukungan

Penganiayaan Anak Mencakup banyak bentuk: 1. Perseorangan: kekerasan fisik/ emosional/ penelantaran 2. Keluarga: Kekerasan

Penganiayaan Anak Mencakup banyak bentuk: 1. Perseorangan: kekerasan fisik/ emosional/ penelantaran 2. Keluarga: Kekerasan dalam rumah tangga Mencakup kisaran viktimisasi yang lebih luas yang meningkatkan gejala yang dialami anak. Membutuhkan intervensi masyarakat yang diatur untuk mencegah kekerasan dalam keluarga.

Risiko Penganiayaan Risiko penganiayaan termasuk: 1. Karakteristik sosial keluarga (misal: status kemiskinan, kekerasan di

Risiko Penganiayaan Risiko penganiayaan termasuk: 1. Karakteristik sosial keluarga (misal: status kemiskinan, kekerasan di lingkungan) 2. Karakteristik pribadi orangtua (sejarah kekerasan, penggunaan obat-obatan, stabilitas psikis) 3. Karakteristik anak (masalah medis, temperamen overreaktif).

Respon Anak terhadap Penganiayaan Respon anak terhadap penganiayaan termasuk: Pembangkitan neurobiologis yang berlebih Gangguan

Respon Anak terhadap Penganiayaan Respon anak terhadap penganiayaan termasuk: Pembangkitan neurobiologis yang berlebih Gangguan stress pascatrauma Disorientasi pada orangtua Hubungan pertemanan yang buruk Pengaturan emosi yang buruk dan menyalahkan diri sendiri

Intervensi terhadap Pengasuhan dengan Kekerasan • Memisahkan anak dari pelaku kekerasan • Melatih orangtua

Intervensi terhadap Pengasuhan dengan Kekerasan • Memisahkan anak dari pelaku kekerasan • Melatih orangtua sehingga mereka bisa membantu anak mengatasi situasi • Terapi untuk membantu anak mengelola kekerasan • Kegiatan yang memunculkan nilai diri, kontrol, dan koneksi sosial. • Menghentikan siklus kekerasan dengan menyediakan orang dewasa yang mendukung di luar keluarga, ahli terapi, atau pasangan usia dewasa yang mendukung

Pengasuhan Orangtua Angkat • Melibatkan kepuasan dan tantangan dalam memberikan pengasuhan bagi anak yang

Pengasuhan Orangtua Angkat • Melibatkan kepuasan dan tantangan dalam memberikan pengasuhan bagi anak yang menghadapi kesulitan dalam hidup. • Melibatkan banyak orangtua dan agensi dan pengawasan berkelanjutan terhadap orangtua. • Memiliki kesulitan dalam membantu anak mengatasi masalah yang mereka bawa, tetapi dengan program inovatif dapat terjadi intervensi yang bermanfaat.

Keluarga Militer Memiliki lebih banyak stress daripada kebanyakan keluarga karena adanya perpisahan dari orang

Keluarga Militer Memiliki lebih banyak stress daripada kebanyakan keluarga karena adanya perpisahan dari orang yang dicintai dan peningkatan resiko terkena bahaya. Mengalami tahapan dalam penugasan pasukan, Umumnya dapat mengatasi kesulitan dengan baik Perlu support group

Model Tantangan • Fokus pada kekuatan yang dikembangkan orang untuk mengatasi pengalaman negative keluarga

Model Tantangan • Fokus pada kekuatan yang dikembangkan orang untuk mengatasi pengalaman negative keluarga atau trauma lainnya. • Mengidentifikasi 7 keuletan: pemahaman, kemandirian, hubungan, inisiatif, kreativitas, humor, moralitas. • Menampilkan pandangan optimis terhadap kemampuan orang-orang untuk menciptakan kehidupan yang memuaskan selain belas-bekas pengalaman yang menyakitkan.