PENELITIAN TINDAKAN KELAS PTK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PROFESIONALISME

  • Slides: 91
Download presentation
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU

MENGAPA HARUS PTK? ADA UNSUR TINDAKAN YANG SESUAI TUPOKSI, BERARTI ADA UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI

MENGAPA HARUS PTK? ADA UNSUR TINDAKAN YANG SESUAI TUPOKSI, BERARTI ADA UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI TIDAK MENGGANGGU PROSES PEMBELAJARAN MENGAJAR SAMBIL MENELITI UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PROFESI

APA CIRINYA PTK ? Harus ada action/tindakan Tindakan yang dilakukan dalam rangka pengembangan profesi

APA CIRINYA PTK ? Harus ada action/tindakan Tindakan yang dilakukan dalam rangka pengembangan profesi Cirinya tindakan harus sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai guru Tindakan harus dilakukan sendiri oleh guru/peneliti

BAGAIMANA TINDAKAN PADA PTK Tindakan Sendiri Direnungkan (direfleksi Implementasi Tindakan selanjutnya Mendapatkan teori Mengambil

BAGAIMANA TINDAKAN PADA PTK Tindakan Sendiri Direnungkan (direfleksi Implementasi Tindakan selanjutnya Mendapatkan teori Mengambil prinsip

Darimana memulai PTK? Apakah dari Judul? Apakah dari latar belakang ? Apakah dari tujuan?

Darimana memulai PTK? Apakah dari Judul? Apakah dari latar belakang ? Apakah dari tujuan? Apakah dari manfaat? Apakah dari masalah?

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Keberanian berenang …. yg rendah

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Keberanian berenang …. yg rendah

Masalah pokok: Masalah pokok : Rendahnya keberanian berenang …. Variabel terikat (Y): Keberanian berenang…

Masalah pokok: Masalah pokok : Rendahnya keberanian berenang …. Variabel terikat (Y): Keberanian berenang…

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Tidak adanya kolam renang yang dangkal Tidak

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Tidak adanya kolam renang yang dangkal Tidak adanya dana untuk membeli alat peraga renang Belum dimanfaatkannya alat peraga renang Tidak adanya sarana yang disediakan sekolah Kurangnya keberanian untuk berenang bagi siswa kelas …. Tidak adanya latihan renang di rumah Kurang tepatnya metode yang digunakan dalam renang

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Sulitnya transportasi Tidak adanya pembinaan orang tua

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Sulitnya transportasi Tidak adanya pembinaan orang tua Tidak adanya bimbingan individual Tidak ditegakkannya tata tertib sekolah Rendahnya kedisiplinan kehadiran siswa masuk sekolah Jarak rumah ke sekolah jauh Tidak adanya sanksi/ hukuman berjenjang

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum diterapkannya sistem apel pagi Terganggunya kesehatan

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum diterapkannya sistem apel pagi Terganggunya kesehatan Keadaan cuaca yang tidak mendukung Rendahnya kedisiplinan guru hadir masuk dinas Belum dilaksanakannya pembinaan terprogram Sulitnya transportasi Faktor sosial ekonomi yang rendah

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum diterapkannya metode penugasan secara terbimbing I.

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum diterapkannya metode penugasan secara terbimbing I. Q siswa yang rendah Belum dimanfaatkannya perpustakaan sekolah Belum adanya tempat pemajangan hasil karya siswa Rendahnya kemampuan menulis puisi dalam pembel. Bhs Ind. Rendahnya penguasaan kosa kata Faktor sosial ekonomi yang rendah

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum efektifnya pembinaan melalui KKG/ MGMP Belum

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum efektifnya pembinaan melalui KKG/ MGMP Belum dilaksanakan supervisi secara berkelanjutan Rendahnya IQ guru Rendahnya kompetensi guru dalam menyusun silabus Belum dilaksanakannya pembinaan secara terprogram Tidak adanya sosialisasi dari Pemda Rendahnya disiplin guru

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum dimanfaatkannya alat peraga renang buatan daribotol

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum dimanfaatkannya alat peraga renang buatan daribotol aqua bekas(X) Rendahnya keberanian berenang. . (Y)

Judul yang sesuai untuk PTK: - Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas…SD/SMP/…pada

Judul yang sesuai untuk PTK: - Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas…SD/SMP/…pada semester… tahun… - Peningkatan Y melalui X bagi …. - Optimalisasi Y melalui X bagi… - Penggunaan X untuk meningkatkan Y bagi. . - Meningkatkan Y melalui X bagi …. - Melalui X untuk meningkatkan Y bagi ….

Judul yang sesuai untuk…. Kuantitatif Korelasional: Hubungan antara X dan Y…. Studi Korelasional antara

Judul yang sesuai untuk…. Kuantitatif Korelasional: Hubungan antara X dan Y…. Studi Korelasional antara X dan Y…. Kuantitatif Eksperimen: Pengaruh X terhadap Y …. Studi Komparatif tentang X terhadap Y… Kualitatif: Faktor-faktor yang mempengaruhi Y… dst

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah B. Identifikasi Masalah C. Pembatasan Masalah D

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah B. Identifikasi Masalah C. Pembatasan Masalah D Rumusan Masalah E Tujuan Penelitian F Manfaat Penelitian

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum dimanfaatkannya alat peraga renang buatan dari

Langkah awal penelitian ( menentukan masalah pokok) Belum dimanfaatkannya alat peraga renang buatan dari botol aqua bekas (X) Rendahnya keberanian renang (Y)

A. Latar Belakang Masalah Kenyataan/kondisi awal siswa, Y rendah Kenyataan/kondisi awal Guru, belum X

A. Latar Belakang Masalah Kenyataan/kondisi awal siswa, Y rendah Kenyataan/kondisi awal Guru, belum X Harapan/kondisi akhir siswa, Y meningkat Harapan/kondisi akhir Guru, sudah X Masalah: 1. Siswa: kenyataan Y rendah harapannya Y meningkat. 2. Guru kenyataan belum X harapannya sudah X Perlu Solusi dengan cara guru melakukan tindakan memanfaatkan X untuk meningkatkan Y.

B. Identifikasi Masalah Mengapa Y rendah? Mengapa Y perlu ditingkatkan? Faktor-faktor apa yang menyebabkan

B. Identifikasi Masalah Mengapa Y rendah? Mengapa Y perlu ditingkatkan? Faktor-faktor apa yang menyebabkan Y rendah? Bagaimana caranya agar Y meningkat? Apa yang harus dilakukan Guru agar Y dapat Meningkat? dst

C. Pembatasan Masalah Variabel apa saja yang diteliti ( X dan Y) Apa yang

C. Pembatasan Masalah Variabel apa saja yang diteliti ( X dan Y) Apa yang dimaksud Y, jelaskan. Bentuk datanya seperti apa, bagaimana caranya mencari data Y dsb. Apa yang dimaksud X, jelaskan. Bagaimana cara melaksanakan X, siapa yang melaksanakan? Kapan? dst

D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan

D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sbb: Apakah melalui X dapat meningkatkan Y bagi …. ?

E. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum: untuk meningkatkan Y(secara umum) 2. Tujuan khusus: untuk

E. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum: untuk meningkatkan Y(secara umum) 2. Tujuan khusus: untuk meningkatkan Y melalui X (secara khusus)

F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis: a. Menemukan teori/pengetahuan baru tentang Y melalui X

F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis: a. Menemukan teori/pengetahuan baru tentang Y melalui X b. Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya

2. Manfaat secara Praktis a. Manfaat bagi siswa: 1) …. 2)…. Dst b. Manfaat

2. Manfaat secara Praktis a. Manfaat bagi siswa: 1) …. 2)…. Dst b. Manfaat bagi Sekolah: 1)…. 2)…. c. Manfaat bagi Perpustakaan Sekolah:

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kajian Teori B. Penelitian yang relevan

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kajian Teori B. Penelitian yang relevan (bila ada) C. Kerangka berpikir D. Hipotesis Tindakan

A. Kajian Teori 1. Tulis Variabel Y ( Kemampuan Berenang dalam Penjas) a. Hakekat

A. Kajian Teori 1. Tulis Variabel Y ( Kemampuan Berenang dalam Penjas) a. Hakekat Penjas ………………… dst b. Hakekat Renang ………………. . dst c. Kemampuan renang ……………. dst

Lanjutan kajian teori 2. Tulis variabel X (misalnya Pemanfaatan Alat Peraga renang buatan dari

Lanjutan kajian teori 2. Tulis variabel X (misalnya Pemanfaatan Alat Peraga renang buatan dari botol aqua bekas) a. . Hakekat Alat peraga …………. dst b. Alat Peraga renang buatan ………… dst c. …………………. dst

KONDISI AWAL TINDAKAN KONDISI AKHIR Guru/ peneliti : Belum (X) Memanfaatkan (X) Diduga melalui

KONDISI AWAL TINDAKAN KONDISI AKHIR Guru/ peneliti : Belum (X) Memanfaatkan (X) Diduga melalui (X) dapat meningkatkan (Y) bagi siswa kelas … Siswa / yang diteliti: (Y) rendah SIKLUS I Memanfaatkan (X) yang didemontrasikan guru, siswa melihat. SIKLUS II Memanfaatkan (X) yang didemontrasikan guru, siswa mengikuti

Judul: Upaya Peningkatan keberanian berenang melalui pemanfaatan alat peraga renang buatan dari botol aqua

Judul: Upaya Peningkatan keberanian berenang melalui pemanfaatan alat peraga renang buatan dari botol aqua bekas Variabel Y : Keberanian berenang Variabel X : Pemanfaatan alat peraga renang buatan dari botol aqua bekas

KONDISI AWAL Guru/ peneliti : Belum memanfaatkan alat peraga renang buatan Siswa / yang

KONDISI AWAL Guru/ peneliti : Belum memanfaatkan alat peraga renang buatan Siswa / yang diteliti: Keberanian berenang rendah SIKLUS I TINDAKAN Memanfaatkan alat peraga renang buatan yang didemontrasikan guru, siswa melihat SIKLUS II KONDISI AKHIR Diduga melalui pemanfaatan alat peraga renang dapat meningkatan keberanian renang bagi…. Memanfaatkan alat peraga renang buatan yang didemontrasikan guru, siswa mengikuti

Judul: Upaya Mengatasi Agresifitas negatif melalui pemberian layanan bimbingan konseling secara individual bagi ….

Judul: Upaya Mengatasi Agresifitas negatif melalui pemberian layanan bimbingan konseling secara individual bagi …. Variabel Y : Agresivitas negatif Variabel X : Pemberian Layanan bimbingan konseling secara individual

KONDISI AWAL TINDAKAN KONDISI AKHIR Guru/ peneliti : Belum memberikan layanan bimbingan konseling individu

KONDISI AWAL TINDAKAN KONDISI AKHIR Guru/ peneliti : Belum memberikan layanan bimbingan konseling individu Siswa / yang diteliti: Agresivitas negatif tinggi Menerapkan layanan bimbingan individu SIKLUS I Memberikan layanan bimbingan konseling individ tidak terprogram Diduga melalui pemberian layanan bimbingan individu dapat menurunkan agresivitas negatif bagi…. SIKLUS II Memberikan layanan bimbingan konseling individu secara terprogram

C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir tersebut di atas diajukan hipotesis

C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir tersebut di atas diajukan hipotesis tindakan sbb: Melalui X dapat meningkatkan Y bagi…. .

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. B. C. D. E. F. G. H. Setting Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. B. C. D. E. F. G. H. Setting Penelitian Subjek Penelitian Sumber Data Teknik dan Alat Pengumpulan Data Validasi Data Analisis Data Indikator Kinerja ( bila ada ) Prosedur Penelitian

A. SETTING PENELITIAN 1. Waktu Penelitian a. Kapan penelitian itu dilakukan, dapat diuraikan dari

A. SETTING PENELITIAN 1. Waktu Penelitian a. Kapan penelitian itu dilakukan, dapat diuraikan dari persiapan penyusunan proposal, penyusunan instrumen, pengumpulan data, analisis data, pembahasan dan laporan hasil penelitian. b. Beri alasan mengapa pengumpulan data/ pelaksanaan tindakan dilakukan pada waktu itu

SETTING PENELITIAN (2) 2. Tempat Penelitian a. Dimana penelitian itu dilakukan, sekolah mana, program

SETTING PENELITIAN (2) 2. Tempat Penelitian a. Dimana penelitian itu dilakukan, sekolah mana, program apa, kelas berapa dsb. b. Beri alasan mengapa penelitian dilakukan pada tempat itu

B. Subyek Penelitian Subyek penelitiannya adalah siswa kelas…. SD/SMP/SMA/SMK……. Kelas ………… jumlah siswa ……

B. Subyek Penelitian Subyek penelitiannya adalah siswa kelas…. SD/SMP/SMA/SMK……. Kelas ………… jumlah siswa …… terdiri atas laki-laki…. Dan perempuan …… Dapat diberi penjelasan yang lain misalnya latar belakang orang tua , kondisi sekolah dst

C. Sumber Data yang berasal dari subyek disebut data primer, berbentuk apa, banyaknya data

C. Sumber Data yang berasal dari subyek disebut data primer, berbentuk apa, banyaknya data ada berapa dst Data yang berasal dari selain subyek disebut data sekunder, berbentuk apa, banyaknya data berapa, bagaimana cara memperolehnya dst.

D. TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA 1. Teknik pengumpulan data Terdapat dua teknik pengumpulan

D. TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA 1. Teknik pengumpulan data Terdapat dua teknik pengumpulan data yaitu : a. Tes: baik tes tertulis, tes lisan, maupun tes perbuatan). b. Non tes: misalnya wawancara, pengamatan, chek list, dst …. Teknik mana yang akan diambil dst

2. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan Data disesuaikan dengan teknik yang dipakai Karena teknik

2. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan Data disesuaikan dengan teknik yang dipakai Karena teknik yang digunakan…. . Maka alatnya adalah…. . (misalnya teknik tes alatnya butir soal, teknik wawancara alatnya pedoman dan lembar wawancara dst)

E. Validasi Data Agar alat pengumpulan data dan data yang diperoleh valid perlu divalidasi.

E. Validasi Data Agar alat pengumpulan data dan data yang diperoleh valid perlu divalidasi. Cara memvalidasi disesuaikan dengan alat maupun data yang diperlukan, misalnya: tes tertulis harus divalidasi butir soalnya melalui pembuatan kisi-kisi, wawancara/observasi yang divalidasi datanya melalui triangulasi (sumber / metode)

F. Analisis Data Teknik analisis data disesuaikan dengan datanya. Bila datanya berbentuk bilangan/kuantitatif dianalisis

F. Analisis Data Teknik analisis data disesuaikan dengan datanya. Bila datanya berbentuk bilangan/kuantitatif dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan data kuantitatif dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Bila datanya berbentuk kategori/kualitatif dianalisis dengan analisis kualitatif berdasarkan hasil wawancara/observasi dan refleksi dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus II.

G. Prosedur Penelitian Langkah awal menentukan metode penelitian yaitu metode penelitian tindakan kelas. Langkah

G. Prosedur Penelitian Langkah awal menentukan metode penelitian yaitu metode penelitian tindakan kelas. Langkah selanjutnya menentukan tindakan yang dilakukan pada …. Siklus. Menentukan tahapan tiap siklus yang terdiri dari planning, acting, observing, dan reflecting.

1. Siklus I Perencanaan Tindakan : apersepsi, kegiatan inti, dan penutup diuraikan. Melaksanakan Tindakan:

1. Siklus I Perencanaan Tindakan : apersepsi, kegiatan inti, dan penutup diuraikan. Melaksanakan Tindakan: diuraikan tindakannya apa dst. Melaksanakan pengamatan: apa yang diamati, siapa yang mengamati, apa hasil yang diamati. Melaksanakan refleksi dengan membandingkan hasil dari kondisi awal dengan siklus I.

2. Siklus II Perencanaan Tindakan : apersepsi, kegiatan inti, dan penutup diuraikan. Melaksanakan Tindakan:

2. Siklus II Perencanaan Tindakan : apersepsi, kegiatan inti, dan penutup diuraikan. Melaksanakan Tindakan: diuraikan tindakannya apa dst. Melaksanakan pengamatan: apa yang diamati, siapa yang mengamati, apa hasil yang diamati. Melaksanakan refleksi dengan membandingkan hasil dari siklus I dan siklus II.

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal B. Deskripsi Hasil Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal B. Deskripsi Hasil Siklus I 1. Perencanaan Tindakan 2. Pelaksanaan Tindakan 3. Hasil Pengamatan 4. Refleksi

HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN (2) C. Deskripsi Hasil Siklus II ( seperti siklus I)

HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN (2) C. Deskripsi Hasil Siklus II ( seperti siklus I) 1. Perencanaan Tindakan 2. Pelaksanaan Tindakan 3. Hasil Pengamatan 4. Refleksi C. Deskripsi Hasil Siklus III dst, seperti siklus 1 D. Pembahasan / diskusi E. Hasil Penelitian

A. Deskripsi Kondisi Awal Diuraikan kondisi awalnya siswa Y rendah dan guru belum X.

A. Deskripsi Kondisi Awal Diuraikan kondisi awalnya siswa Y rendah dan guru belum X. Dapat disajikan kondisi awal tersebut dengan menggunakan tabel maupun grafik

B. Deskripsi Siklus I 1. Perencanaan Tindakan a. Apersepsi …. b. Kegiatan inti…. c.

B. Deskripsi Siklus I 1. Perencanaan Tindakan a. Apersepsi …. b. Kegiatan inti…. c. penutup…. . 2. Pelaksanaan Tindakannya apa (sesuai kerangka berpikir) dan juga sesuai perencanaan yang telah dibuat Prosesnya seperti apa, dapat dimuat foto-foto dst

Lanjutan…. 3. Pengamatan Tindakan a. Proses pembelajaran (hasilnya apa…. ) b. Hasil pembelajarannya apa……,

Lanjutan…. 3. Pengamatan Tindakan a. Proses pembelajaran (hasilnya apa…. ) b. Hasil pembelajarannya apa……, (dapat dimuat dalam bentuk uraian, tabel maupun grafik) 4. Refleksi Menggunakan analisis deskripsi komparatif/ kualitatif ( membandingkan dari kondisi awal dan siklus 1) a. Refleksi proses pembelajaran b. Refleksi hasil pembelajaran…

C. Deskripsi Siklus II 1. Perencanaan Tindakan a. Apersepsi …. b. Kegiatan inti…. c.

C. Deskripsi Siklus II 1. Perencanaan Tindakan a. Apersepsi …. b. Kegiatan inti…. c. penutup…. . 2. Pelaksanaan Tindakannya apa (sesuai kerangka berpikir) dan juga sesuai perencanaan yang telah dibuat Prosesnya seperti apa, dapat dimuat foto-foto dst

Lanjutan…. 3. Pengamatan Tindakan a. Proses pembelajaran (hasilnya apa…. ) b. Hasil pembelajarannya apa……,

Lanjutan…. 3. Pengamatan Tindakan a. Proses pembelajaran (hasilnya apa…. ) b. Hasil pembelajarannya apa……, (dapat dimuat dalam bentuk uraian, tabel maupun grafik) 4. Refleksi Menggunakan analisis deskripsi komparatif/ kualitatif ( membandingkan dari siklus 1 dan siklus II) a. Refleksi proses pembelajaran b. Refleksi hasil pembelajaran…

D. Pembahasan/ Diskusi Pembahasan Tindakan Dibandingkan tindakan dari kondisi awal, siklus I dan siklus

D. Pembahasan/ Diskusi Pembahasan Tindakan Dibandingkan tindakan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II, dapat berbentuk matriks maupun narasi. 2. Pembahasan Hasil Pengamatan Dibandingkan hasil pengamatan baik proses maupun hasil dari kondisi awal, siklus I dan siklus II, dapat berbentuk matriks maupun narasi 1.

Lanjutan…. . 3. Pembahasan Hasil Refleksi Dibandingkan hasil refleksi dari kondisi awal, siklus I

Lanjutan…. . 3. Pembahasan Hasil Refleksi Dibandingkan hasil refleksi dari kondisi awal, siklus I dan siklus II, dapat berbentuk matriks maupun narasi

E. Hasil Penelitian Diambil dari hasil pembahasan, khususnya hasil pembahasan refleksi Hasil penelitian berdasarkan

E. Hasil Penelitian Diambil dari hasil pembahasan, khususnya hasil pembahasan refleksi Hasil penelitian berdasarkan data empirik pada bab ini ada dua hal yang diungkap, yaitu mengenai: a. proses pembelajaran b. hasil pembelajaran

BAB V PENUTUP A. B. C. Simpulan Implikasi/ Rekomendasi Saran

BAB V PENUTUP A. B. C. Simpulan Implikasi/ Rekomendasi Saran

A. KESIMPULAN v v Merupakan sintesis dari berbagai penemuan Penelitian Bersifat terpadu dan menyeluruh,

A. KESIMPULAN v v Merupakan sintesis dari berbagai penemuan Penelitian Bersifat terpadu dan menyeluruh, mengemukakan seluruh hasil penelitian sebagai kesatuan yang utuh dari data yang bersifat terpisah (berbeda dengan hasil penelitian yang bersifat automistik dan sintetik tiap variabel)

KESIMPULAN (2) v. Dapat dilanjutkan Pembahasan kesimpulan Penelitian dari berbagai teori keilmuan dan hasil

KESIMPULAN (2) v. Dapat dilanjutkan Pembahasan kesimpulan Penelitian dari berbagai teori keilmuan dan hasil Penelitian lain yang relevan. Simpulan pada bab V ini sudah menyimpulkan simpulan kebenaran secara teoretik pada bab II dan simpulan kebenaran secara empirik pada bab IV. v

Kesimpulan (3) Kebenaran secara teoretik dari hipotesis (bab II) dan kebenaran secara empirik dari

Kesimpulan (3) Kebenaran secara teoretik dari hipotesis (bab II) dan kebenaran secara empirik dari pengolahan data (bab IV) dibuat kesimpulan , dapat berupa kesimpulan mengenai: 1. Hasil pembelajaran 2. Proses pembelajaran

B. IMPLIKASI Berupa dampak teoritis terhadap perkembangan ilmu dan penelitian Dapat berupa dampak penerapan

B. IMPLIKASI Berupa dampak teoritis terhadap perkembangan ilmu dan penelitian Dapat berupa dampak penerapan praktis dalam pemecahan masalah dan penyusunan kebijaksanaan

Lanjutan…. Implikasi dalam penerapan kebijakan cenderung berbentuk rekomendasi. Rekomendasi bersifat kebijakan/ teknis yang perlu

Lanjutan…. Implikasi dalam penerapan kebijakan cenderung berbentuk rekomendasi. Rekomendasi bersifat kebijakan/ teknis yang perlu dilakukan

C. SARAN Di dasarkan pada kesimpulan penelitian yang diperoleh Di jabarkan secara terinci (misalnya

C. SARAN Di dasarkan pada kesimpulan penelitian yang diperoleh Di jabarkan secara terinci (misalnya untuk depdiknas, lembaga, Kepala Sekolah, guru, siswa) Bersifat operasional, mudah dimengerti

LAPORAN PENELITIAN (untuk penilaian angka kredit guru) Laporan Penelitian terdiri dari 3 bagian, yaitu:

LAPORAN PENELITIAN (untuk penilaian angka kredit guru) Laporan Penelitian terdiri dari 3 bagian, yaitu: Bagian Pembuka Bagian Isi/ inti Bagian Penunjang

PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS GURU PENJAS DAN BK A Bagian Pembuka 1.

PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS GURU PENJAS DAN BK A Bagian Pembuka 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Halaman Judul Lembar Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel (bila ada) Daftar Gambar (bila ada) Daftar Lampiran Abstrak atau ringkasan

1. Halaman Judul Seperti lembar sampul, bila lembar sampul dengan kertas yang tebal dan

1. Halaman Judul Seperti lembar sampul, bila lembar sampul dengan kertas yang tebal dan tidak memuat nomor halaman, maka pada halaman judul ditulis dengan kertas biasa dan mulai menggunakan no. halaman (i) Halaman Judul memuat, judul penelitian, digunakan untuk apa, siapa penelitinya, mana alamatnya.

Judul: Upaya Mengatasi Agresifitas Negatif Melalui Pemberian Layanan Konseling Kelompok Bagi Peserta Didik Kelas

Judul: Upaya Mengatasi Agresifitas Negatif Melalui Pemberian Layanan Konseling Kelompok Bagi Peserta Didik Kelas … Diajukan pada penilaian angka kredit unsur pengembangan profesi guru untuk kenaikan pangkat dari golongan IVa ke IVb Oleh Bambang Irawan DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KABUPATEN BOGOR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 PARUNG Jln. Raya Parung No. 420 Bogor Jawa Barat 2008

2. Lembar Pengesahan Memuat apa yang disahkan dan milik siapa yang disahkan tersebut. Memuat

2. Lembar Pengesahan Memuat apa yang disahkan dan milik siapa yang disahkan tersebut. Memuat siapa yang mensyahkan dan apa jabatan yang mengesahkan tersebut. Yang mengesahkan: (1) petugas perpustakaan sekolah, (2) kepala sekolah dimana peneliti bertugas, (3) pengurus PGRI.

LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Bambang Irawan NIP :

LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Bambang Irawan NIP : 130605437 Pangkat/Gol : Pembina/ IVa Jabatan : Guru Pembina Telah melakukan penelitian dengan Judul: Upaya Mengatasi Agresifitas Negatif Melalui Pemberian Layanan Konseling Kelompok Bagi Peserta Didik Kelas … Boyolali, 26 Februari 2008 Peneliti Bambang Irawan Disyahkan oleh: Pengurus PGRI Kab. Bogor …………. Kepala Sekolah Petugas Perpustakaan SMP N 1 Parung ………………………. .

3. Kata Pengantar Kata pengantar ditulis oleh peneliti Kata pengantar yang sederhana minimal memuat

3. Kata Pengantar Kata pengantar ditulis oleh peneliti Kata pengantar yang sederhana minimal memuat ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan terima kasih kepada sesama manusia ( siapa saja yang membantu penelitian tersebut) Kata pengantar tidak harus ditanda tangani dan ditulis nama lengkap, cukup dengan nama singkatannya.

4. Daftar Isi Dibuat daftar isi yang menggambarkan isi laporan penelitian dari halaman judul

4. Daftar Isi Dibuat daftar isi yang menggambarkan isi laporan penelitian dari halaman judul sampai lampiran-lampiran. Sistematika penulisan daftar isi menggunakan sistematika yang lazim pada daftar isi seperti pada skripsi atau tulisan ilmiah lainnya.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………. LEMBAR PENGESAHAN ………………… KATA PENGANTAR ………………… DAFTAR ISI …………………………

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………. LEMBAR PENGESAHAN ………………… KATA PENGANTAR ………………… DAFTAR ISI ………………………… v DAFTAR TABEL ……………………… DAFTAR GAMBAR ……………………… DAFTAR LAMPIRAN ………………… ABSTRAK ……………………………… BAB I PENDAHULUAN ……………………. . A. Latar Belakang Masalah ……………… B. Identifikasi Masalah …………………. C. Pembatasan Masalah ………………… D. Perumusan Masalah …………………. E. Tujuan Penelitian …………………… F. Manfaat Penelitian …………………. BAB II KA JIAN TEORETIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kajian Teori ………………………. i ii iv vii viii ix 1 1 4 5 7 7 8 11 11

4. Daftar Tabel ( bila ada ) Daftar tabel dibuat pada halaman tersendiri (

4. Daftar Tabel ( bila ada ) Daftar tabel dibuat pada halaman tersendiri ( sebaiknya apabila banyaknya tabel mininal dua tabel) Daftar tabel dapat memuat nomor tabel, judul tabel dan halaman berapa tabel tersebut berada.

DAFTAR TABEL Tabel 1. Struktur Pembelajaran Realistik ……. . . . 34 2. Contoh

DAFTAR TABEL Tabel 1. Struktur Pembelajaran Realistik ……. . . . 34 2. Contoh Pembelajaran dengan Pendekatan Realistik………………. . . . 35 3. Distribusi Sekor hasil diklat dengan pendekatan realistik…………. . . . 50 4. Distribusi sekor hasil diklat dengan pendekatan mekanistik ……. . . . . 52 5. Ringkasan hasil uji normalitas ………… 58

5. Daftar Gambar ( bila ada ) Daftar gambar dibuat pada halaman tersendiri (

5. Daftar Gambar ( bila ada ) Daftar gambar dibuat pada halaman tersendiri ( sebaiknya apabila banyaknya gambar lebih dari satu gambar) Daftar gambar dapat memuat nomor gambar, judul gambar dan halaman berapa gambar tersebut berada.

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Interaksi dalam Pembelajaran …… 14 2. Struktur Pembelajaran pada Pendekatan

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Interaksi dalam Pembelajaran …… 14 2. Struktur Pembelajaran pada Pendekatan Realistik. . . . . 33 3. Poligon dan histogram hasil diklat dengan pendekatan Realistik. . . 51 4. Poligon dan histogram hasil diklat dengan pendekatan mekanistik. . . . 63

6. Daftar lampiran Apa saja yang dilampirkan ditulis pada daftar lampiran. Berisi nomor lampiran,

6. Daftar lampiran Apa saja yang dilampirkan ditulis pada daftar lampiran. Berisi nomor lampiran, judul lampiran, halaman berapa lampiran tersebut di lampirkan. Sebaiknya lampiran-lampiran disusun secara kronologis.

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Butir Soal tes diklat guru matematika SMP ……. 72 2.

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Butir Soal tes diklat guru matematika SMP ……. 72 2. a. Uji normalitas peserta diklat dengan pendekatan realistik …………………… 82 2. b. Uji normalitas peserta diklat dengan pendekatan mekanistik …. . . . 86 3 a. Langkah-langkah Uji Homogenitas varians …. 90 3 b. Hasil komputasi Uji Hipotesis varians ………. . 93 4 a. Data sekor hasil diklat guru matematika SMP. . . 94 4 b. Uji beda rata-rata peserta diklat. . . . …………. . . 95

7. Abstrak Ditulis satu spasi, tanpa judul/ sub judul Isi abstrak minimal memuat: (1)

7. Abstrak Ditulis satu spasi, tanpa judul/ sub judul Isi abstrak minimal memuat: (1) tujuan penelitian, (2) setting dan subyek penelitian, (3) prosedur penelitian termasuk analisis data, (4) hasil penelitian Ditulis maksimal satu halaman

Pengaruh Pembelajaran Dengan Pendekatan Realistik Terhadap Hasil Diklat Guru Matematika SMP ( Eksperimen pada

Pengaruh Pembelajaran Dengan Pendekatan Realistik Terhadap Hasil Diklat Guru Matematika SMP ( Eksperimen pada Diklat Guru Matematika SMP Kabupaten Banjarnegara 2006. Oleh. Bambang Irawan ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pendekatan mana yang lebih baik dalam pembelajaran yang dilakukan pada pendidikan dan pelatihan atau diklat bagi guru matematika, antara pendekatan realistic dan pendekatan mekanistik. Penelitian ini dilakukan kepada populasi guru matematika SMP se Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah sebanyak 198 guru, tersebar di 89 sekolah menengah pertama negeri dan swasta. Sampel yang diteliti terdiri dari 80 guru, terdiri dari 40 guru yang diberikan treatmen pembelajaran dengan pendekatan realistik dan 40 guru pendekatan mekanistik. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian eksperimen. Pengumpulan data melalui tes hasil diklat dan analisis data menggunakan uji statistic beda rata-rata pihak kanan. Sebelum uji hipotesis dilakukan terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa harga t hitung ( to ) = 2, 7577 dan t tabel ( tt ) dengan signifikansi α = 5 % sebesar 1, 67. Sehingga dapat disimpulkan bahwa diklat guru matematika yang pembelajarannya menggunakan pendekatan realistik lebih baik daripada yang menggunakan mekanistik. Kata Kunci: Diklat. Pendekatan Realistik. Pendekatan Mekanistik.

B. Bagian Isi BAB I A B C D E F PENDAHULUAN Latar Belakang

B. Bagian Isi BAB I A B C D E F PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Pembatasan Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian

Lanjutan …. . BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Kajian Teori 1. …….

Lanjutan …. . BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Kajian Teori 1. ……. . 2. ……… dst A. Penelitian yang relevan ( bila ada) B. Kerangka Berpikir C. Hipotesis Tindakan A.

BAB III A B C D Data E F G H METODOLOGI PENELITIAN Setting

BAB III A B C D Data E F G H METODOLOGI PENELITIAN Setting Penelitian Subjek Penelitian Sumber Data Teknik dan Alat Pengumpulan Validasi Data Analisis Data Indikator Kinerja ( bila ada ) Prosedur Penelitian

BAB IV A B HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskrisi Kondisi Awal Deskripsi Siklus I

BAB IV A B HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskrisi Kondisi Awal Deskripsi Siklus I 1. Perencanaan 2. Tindakan 3. Hasil Pengamatan 4. Refleksi C Deskripsi Siklus 2 , seperti pada siklus 1, dst D Pembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus E Hasil Penelitian

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Implikasi/ rekomendasi C. Saran

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Implikasi/ rekomendasi C. Saran

C. Bagian Penunjang 1. 2. Daftar Pustaka Lampiran-lampiran

C. Bagian Penunjang 1. 2. Daftar Pustaka Lampiran-lampiran

Daftar Pustaka Ditulis menurut abjad Nama pengarang ditulis yang konsisten, dapat menggunakan entry dimana

Daftar Pustaka Ditulis menurut abjad Nama pengarang ditulis yang konsisten, dapat menggunakan entry dimana nama pengarang ditulis dibalik. Salah satu contoh cara menulis pada daftar pustaka: Nama Pengarang. Tahun buku dicetak. Nama judul buku. Kota terbit: nama penerbit.

DAFTAR PUSTAKA Dahlan, M. D. 1990. Beberapa Alternatif Interaksi Belajar Mengajar. Model- model Mengajar.

DAFTAR PUSTAKA Dahlan, M. D. 1990. Beberapa Alternatif Interaksi Belajar Mengajar. Model- model Mengajar. Bandung: CV. Diponegoro. Depdiknas. 2004. Pendekatan Pembelajaran Matematika. Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. ------. 2004. Wawasan Pendidikan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Hudojo, Herman. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: P 2 LPTK Ditjendikti Depdiknas. Mulyadi HP. 2002. Pengaruh Metode Trachtenberg Terhadap Hasil Belajar Matematika ditinjau dari Kemampuan Numerik Siswa. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. --------. 2005. Pembelajaran Matematika Masa Kini. Semarang: LPMP Jawa Tengah.

--------. 2005. Pengaruh Pendekatan Kontekstual Terhadap Hasil Diklat Guru Matematika Kabupaten Pekalongan Tahun 2005,

--------. 2005. Pengaruh Pendekatan Kontekstual Terhadap Hasil Diklat Guru Matematika Kabupaten Pekalongan Tahun 2005, . Semarang: LPMP Jawa Tengah. -------. 2006. Pengembangan Model Pembelajaran pada Kurikulum Berbasis Kompetensi. Semarang: LPMP Jawa Tengah. Naga, Dali S. 1992. Pengantar Teori Sekor Pada Pengukuran Pendidikan. Jakarta: Gunadharma. Lembaga Administrasi Negara. 2001. Tata kerja dan Tata Cara Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lampiran-lampiran Dibuat secara kronologis Diberi halaman pada lampiran Diberi nomor lampiran Terima kasih Penulisan

Lampiran-lampiran Dibuat secara kronologis Diberi halaman pada lampiran Diberi nomor lampiran Terima kasih Penulisan lampiran disesuaikan dengan kelaziman yang berlaku

KTI YANG MANA YANG MUDAH LOLOS DALAM PAK? TIDAK SEMUA KTI MERUPAKAN KTI PENGEMBANGAN

KTI YANG MANA YANG MUDAH LOLOS DALAM PAK? TIDAK SEMUA KTI MERUPAKAN KTI PENGEMBANGAN PROFESI CIRINYA VARIABEL YANG DITELITI SESUAI TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEBAGAI ….

sekian Terima kasih Sampai jumpa lagi Selamat melakukan penelitiam Semoga sukses

sekian Terima kasih Sampai jumpa lagi Selamat melakukan penelitiam Semoga sukses