Penelitian sebagai cara berpikir PERTEMUAN II YENY DURIANA

  • Slides: 8
Download presentation
Penelitian sebagai cara berpikir PERTEMUAN II YENY DURIANA WIJAYA, M. Psi. , Psi PSIKOLOGI

Penelitian sebagai cara berpikir PERTEMUAN II YENY DURIANA WIJAYA, M. Psi. , Psi PSIKOLOGI

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN • Mampu memahami dan menjelaskan perbedaan paradigma positivistic dan interpretif

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN • Mampu memahami dan menjelaskan perbedaan paradigma positivistic dan interpretif • Mampu menemukan kasus paradigma positivistic dan interpretif

Diskusi Instruksi: Diskusikan dalam kelompok dan tentukan bagaimana tema dibawah sebaiknya diteliti, secara kualitatif

Diskusi Instruksi: Diskusikan dalam kelompok dan tentukan bagaimana tema dibawah sebaiknya diteliti, secara kualitatif atau kuantitatif? Sertakan alasan logis. 1. Kepuasan hidup (life satisfation) pada profesi nelayan 2. Kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada penderita kanker 3. Motivasi bekerja (work motivation) pada supir truk sampah 4. Coping stress pada mahasiswa esa unggul

Paradigma • Pemahaman mengenai paradigma perlu dimiliki sebelum membahas metodologi atau pendekatan penelitian, karena

Paradigma • Pemahaman mengenai paradigma perlu dimiliki sebelum membahas metodologi atau pendekatan penelitian, karena ini merupakan substansi dari pembahasan tersebut. • Paradigma adalah sebuah acuan bagaimana dunia dipersepsikan. Paradigma juga berisi cara pandang untuk menyederhanakan kompleksitas dunia (Patton dalam Poerwandari, 2005) • Ada 2 paradigma besar yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu sosial dan ilmu tentang manusia: Paradigma positivistik dan paradigma interpretif (Sarantakos dalam Poerwandari, 2005)

Paradigma Positivistik • Paradigma ini menyatakan bahwa ilmu didasarkan atas hukum dan prosedur baku.

Paradigma Positivistik • Paradigma ini menyatakan bahwa ilmu didasarkan atas hukum dan prosedur baku. • Ilmu berbeda dari spekulasi dan common sense. • Ilmu bersifat deduktif, dari umum (abstrak) ke khusus (konkrit, spesifik) • Ilmu bersifat nomotetik, didasarkan pada hukum kausal (sebab-akibat) yang universal (berlaku menyeluruh); sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menjelaskan sebuah peristiwa dan hubungan antar variabel di dalamnya. • Ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh pengindraan, sumber pengetahuan lain dianggap tidak reliabel. • Ilmu bebas nilai, oleh karena itu perlu fakta perlu dipisahkan dari nilai.

Paradigma Interpretif • Dalam menjelaskan kehidupan (peristiwa sosial), tidak didasarkan pada “ilmu” seperti dalam

Paradigma Interpretif • Dalam menjelaskan kehidupan (peristiwa sosial), tidak didasarkan pada “ilmu” seperti dalam pemahaman positivistik, tapi lebih ke pengetahuan/pemikiran awam (common sense). Pemikiran awam berisikan makna yang diberikan individu terhadap pengalaman/kehidupannya. Hal inilah yang menjadi langkah awal penelitian sosial. • Ilmu bersifat induktif, dari spesifik (konkrit) menuju umum (abstrak). • Ilmu bersifat idiografis, ilmu mengungkap realitas melalui simbol-simbol dan menjelaskannya secara deskriptif. • Pengetahuan tidak hanya didapat dari indera, karena pemahaman mengenai makna dan interpretasi jauh lebih penting • Ilmu tidak bebas nilai, kondisi bebas nilai tidaklah penting, dan tidak pula dimungkinkan untuk terjadi.

Definisi Penelitian • Dilakukan dalam sebuah kerangka pemikiran (Is being undertaken within a framework

Definisi Penelitian • Dilakukan dalam sebuah kerangka pemikiran (Is being undertaken within a framework of a set philosophies) • Menggunakan prosedur, metode dan teknik yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Uses procedures, methods and techniques that have been tested for their validity and reliability) • Di desain agar tidak bias dan objektif (Is designed to be unbiased and objective) (Kumar, 1996)

Diskusi • Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seringkali diperbandingkan, dan sering pula dipertentangkan. • Perbandingan

Diskusi • Pendekatan kualitatif dan kuantitatif seringkali diperbandingkan, dan sering pula dipertentangkan. • Perbandingan perlu untuk dilakukan, tetapi tidak untuk dipertentangkan. • Pendekatan dipilih dengan mempertimbangkan tujuan penelitian, untuk menemukan cara terbaik dalam menjawab pertanyaan penelitian.