PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF SCIENTIFIC PARADIGMA KUALITATIF NATURALISTIC

  • Slides: 10
Download presentation
PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF SCIENTIFIC PARADIGMA KUALITATIF NATURALISTIC INQUIRY KRITERIA KUALITAS: - PARADIGMA ILMIAH

PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF SCIENTIFIC PARADIGMA KUALITATIF NATURALISTIC INQUIRY KRITERIA KUALITAS: - PARADIGMA ILMIAH PERCAYA PADA KRITERIA : kesalahan internal dan eksternal - reliabilitas & obyektivitas - PARADIGMA ALAMIAH: - relevansi - keaslian SUMBER TEORI: - teori deduktif - teori disusun atas dasar data

PERTANYAAN KAUSALITAS : - bahwa X menyebabkan Y - apa yg sebenarnya terjadi pada

PERTANYAAN KAUSALITAS : - bahwa X menyebabkan Y - apa yg sebenarnya terjadi pada latar alamiah, seluruh kebulatan saling mempertajam secara simultan. TIPE PENGETAHUAN YG DIGUNAKAN: - Pengetahuan proporsional hipotesis diuji kebenarannya - pengetahuan dari data membantu pembentukan teori dasar.

PENDIRIAN: - BERPENDIRIAN REDUKSIONIS HIPOTESIS DATA UJI H - BERNDIRIAN EKSPANSIONIS DISKRIPSI, PENGERTIAN, MAKNA

PENDIRIAN: - BERPENDIRIAN REDUKSIONIS HIPOTESIS DATA UJI H - BERNDIRIAN EKSPANSIONIS DISKRIPSI, PENGERTIAN, MAKNA FENOMENA TERBUKA MENJAJAGI HAL YG KOMPLEKS MAKSUD: - VERIFIKASI HIPOTESIS - MENEMUKAN KONSEP/TEORI INSTRUMEN: - KUESTINER/ANGKET/INTERV/TS - PENELITI (HUMAN INSTRUMENT)

PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA: - ATURAN SUDAH DITENTUKAN HIPOTESIS VARIABEL INSTRUMEN DATA - TIDAK

PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA: - ATURAN SUDAH DITENTUKAN HIPOTESIS VARIABEL INSTRUMEN DATA - TIDAK ADA FORMULASI DATA KATEGORI SIFAT HIPOTESIS TEORI PENELITIAN KUALITATIF TUJUAN MEMAKNAI GEJALA, MENDISKRIPSIKAN MENAMBAH PENGETAHUAN, MENEMUKAN TEORI/KONSEP BARU, BUKAN UNTUK MENILAI , KOREKSI, MONITORING DAN MENGUJI TEORI YG SUDAH ADA.

HAKEKAT KENYATAAN: - POSITIVISME: kenyataan tunggal, nyata terbagi-bagi ke dlm variabel besar dpt dikontrol

HAKEKAT KENYATAAN: - POSITIVISME: kenyataan tunggal, nyata terbagi-bagi ke dlm variabel besar dpt dikontrol dan diramal. Peneliti dan subyek (pencari tahu dan yang tahu hubungannya: hubungan bebas, membentuk dualisme yg diskrit/nominal. - ALAMIAH : tidak perlu pengontrolan dan peramalan. Hubungan peneliti dan subyek: berinteraksi dan tidak dpt dipisahkan

SIFAT: - Pengujian hipotesis dari teori yg agung, (tidak menambah konsep/teori baru) Dapat digeneralisasikan

SIFAT: - Pengujian hipotesis dari teori yg agung, (tidak menambah konsep/teori baru) Dapat digeneralisasikan * Pengujian hipotesis dlm langkh Reduksi data, lebih tertarik ke hal-hal yg bermakna Tidak untuk digeneralisasikan Merupakan upaya menyusun teori/ konsep dari dasar

MASALAH PENELITIAN § BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN MASALAH YG LAYAK DITELITI? § BAGAIMANA CARA MEMPERSEMPIT

MASALAH PENELITIAN § BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN MASALAH YG LAYAK DITELITI? § BAGAIMANA CARA MEMPERSEMPIT AGAR DAPAT DITELITI? 1. MASALAHNYA DAPAT DITELITI DAN RELEVAN 2. MEMIKAT DAN BERMANFAAT 3. KOMPETEN DALAM BIDANGNYA

PENYEDERHANAAN MASALAH PENELITIAN Ø MASALAHNYA PERLU DIRUMUSKAN Ø PERTANYAAN YG MENGINDENTIFIKASI DATA YG AKAN

PENYEDERHANAAN MASALAH PENELITIAN Ø MASALAHNYA PERLU DIRUMUSKAN Ø PERTANYAAN YG MENGINDENTIFIKASI DATA YG AKAN DITELITI. Ø CENDERUNG KE PROSES DAN TINDAKAN YG AKAN DILAKUKAN DLM PENELITIAN

Contoh Masalah Penelitian • • • Latar belakang: adanya suatu sekolah yang siswanya rajin,

Contoh Masalah Penelitian • • • Latar belakang: adanya suatu sekolah yang siswanya rajin, kondusif, serta berprestasi Sekolah tersebut sebelumnya terkenal sekolah yang paling terkenal kenakalan siswanya, sering menjadi biang keladi tawuran dsb. Maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang sistem/pola bimbingan dlm mengatasi kenakalan siswa.

FOKUS MASALAH CONTOH: • BAGAIMANA KONSELOR MENGATASI KENAKALAN SISWA. peneliti mengetengahkan pertanyaan interaksional. Fokus

FOKUS MASALAH CONTOH: • BAGAIMANA KONSELOR MENGATASI KENAKALAN SISWA. peneliti mengetengahkan pertanyaan interaksional. Fokus observasi, wawancara, analisisnya pada interaksi. • BAGAIMANA MEKANISME KEBIJAKAN SEKOLAH MENANGANI KENAKALAN S • BAGAIMANA PERUBAHAN PADA DIRI SISWA SETELAH MENDAPATKAN BIMBINGAN KONSELOR