PENELITIAN GEOGRAFI Beberapa komentar dosen ketika seminar proposal
PENELITIAN GEOGRAFI Beberapa komentar dosen ketika seminar proposal: 1. 2. 3. 4. 5. 6. “Ini bukan penelitian geografi!” “Apa bedanya penelitian ini dibandingkan penelitian pada bidang ilmu lain? ” “Unit analisisnya apa? ” “Peta hasilnya seperti apa? ” “Bukankah penelitian ini cukup dengan analisis tabel? ” “Itu korelasi statistik atau korelasi spasial? ”
PROLOG : GAGASAN PENELITIAN Paradigma “Gudang topik” Realitas kehidupan Ide dasar penelitian Tujuan & masalah Metodologi Konsep & teori (penyederhanaan) Operasionalisasi penelitian Gambaran hasil akhir
Merancang proposal penelitian geografi Menguraikan syarat keaslian dan etika penelitian Menetapkan metode pengolahan dan analisis data Menetapkan metode pengumpulan data Menguraikan desain penelitian kuantitatif/kualitatif dalam ilmu geografi Menetapkan variabel penelitian Menyusun landasan teoritis Menguraikan ciri, jenis, dan ruang lingkup penelitian geografi Menguraikan pendekatan geografis Menguraikan ciri-ciri ilmu geografi sebagai sebuah disiplin sintesis Membandingkan berbagai aliran pemikiran ilmu pengetahuan (school of thought)
M Kompetensi Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pengajar 1 Menguraikan ciri-ciri ilmu geografi sebagai sebuah disiplin terbuka Geografi sebagai disiplin sintesis 1. Esensi dan tradisi geografi 2. Keterkaitan geografi dan bidang ilmu lainnya 3. Geografi sebagai disipilin terbuka & implikasinya pada kegiatan penelitian HSE 2 Menguraikan ciri-ciri penelitian geografi Ciri utama penelitian 1. Lingkup penelitian geografi (1) : 2. Pendekatan geografis pendekatan penelitian DLU 3 Idem Ciri utama penelitian 1. Perumusan masalah dan geografi (2) : pertanyaan pemelitian perumusan masalah 2. Kesimpulan geografis dan kesimpulan HSE 4 idem Ciri utama penelitian 1. Pengertian teori geografi (3) : 2. Teori sebagai landasan peranan teori penelitian geografi 3. Teori sebagai hasil penelitian geografi 4. Keterkaitan teori dan kerangka penelitian geografi HSE 5 idem Ciri utama penelitian 1. Region sebagai unit analisis geografi (4) : 2. Region sebagai cara penyajian EKU
M Kompetensi Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pengaj ar 6 Mengkomunikasikan gagasan dasar penelitian geografis Gagasan dasar penelitian geografis Presentasi/diskusi kelas (1) DLU Presentasi/diskusi kelas (2) DLU Paradigma dan jenis penelitian 1. Paradigma kuantitatif dan kualitatif 2. Penelitian nomotetik dan ideografik HSE 7 8 Menguraikan desain penelitian kuantitatif/kualitatif dalam ilmu geografi 9 idem Desain penelitian kuantitatif (1) 1. Asumsi dan ciri utama 2. Tujuan penelitian 3. Perumusan masalah & hipotesi EKU 10 idem Desain penelitian kuantitatif (2) 1. Penyusunan proposal 2. Tahapan penelitian 3. Faktor kendala EKU 11 idem Desain penelitian kualitatif (1) 1. Asumsi dan ciri utama 2. Tujuan penelitian 3. Perumusan masalah & hipotesi HSE 12 idem Desain penelitian kualitatif (2) 1. Penyusunan proposal 2. Tahapan penelitian 3. Faktor kendala HSE
M 13 14 15 Kompetensi idem Merancang proposal penelitian geografi Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pengajar Penelitian kualitatif dalam geografi (2) : Data, kasus, dan analisis 1. Sifat, sumber, dan metode pengambilan data 2. Pengolahan (kodefikasi) dan penyajian data 3. Analsis kasus, penafsiran, dan penyusunan narasi 4. Pembangunan teori (theory building) HSE Proposal penelitian geografi 1. Originalitas gagasan 2. Kelayakan proposal penelitian: logis, konsisten, sistematis 3. Etika ilmiah dalam penyusunan proposal 4. Teknik penyajian proposal DLU Pengambilan Nilai Akhir
1. 2. 3. 4. Kuis Tugas take home/latihan Rancangan penelitian UAS 25% 20% 25% 30%
METODOLOGI PENELITIAN GEOGRAFI MINGGu k. E-1
Introduction to Geography Some attempted definitions: As a young man, my fondest dream was to become a geographer. However, while working in the customs office I thought deeply about the matter and concluded it was too difficult a subject. With some reluctance I then turned to physics as a substitute Albert Einstein geography. about. com
SCIENCE DAN RESEARCH � Science = organized knowledge Ontologi – epistemologi – aksiologi Objek formal – objek material Emic – ethic � Istilah “disiplin ilmiah” Ilmu harus dijalankan/dipraktekan sesuai dengan aturan (organisasi) yang telah ditetapkan Pengorganisasian memungkinkan “operasionalisasi ilmu” sebagai dasar kebenaran (truth) Scientific justification & scientific discovery � Penelitian science (research) adalah wujud operasional dari Science for community = applied research Science for science = pure research
CIRI-CIRI DISIPLIN ILMIAH Disciplines are a form of intellectual work made up of the following components: � � � � A specific focus of inquiry and commonly asked questions; An ever expanding body of knowledge open to challenge and change; A specialized discourse fostering advanced work and communication; Methodologies specifically related to the focus of inquiry and broadly related to shared research strategies in the humanities, social sciences, sciences or creative and performing arts; A collective body of scholars and teachers trained in and training new generations in the discipline; Professional organizations and societies; An institutional base within the academy; and, Relations with institutional organizations outside the academy for funding disseminating and regulating knowledge.
THE TREE OF SCIENCE � � Pembidangan ilmiah merupakan konsekuensi dari keterbatasan akal pikiran manusia dalam memahami kompleksitas dunia Sayangnya, hal itu seringkali menyebabkan pengetahuan manusia tentang dunia menjadi terfragmentasi Pengetahuan yang terkotak-kotak perlu disatukan lagi melalui keterbukaan pikiran dan kearifan hati Melahirkan disiplin ilmiah http: //www. genetologisch-onderzoek. nl/wp-content/image_upload/tree-of-science. jpg
METAFORA POHON ILMU. . . Akar yang kuat memungkinkan iumbuh dan berkembangnya suatu ilmu. Menciptakan minat dan spesialisasi baru Specialization as an interdisciplinary process Semakin berkembang cabang suatu ilmu, semakin besar kemungkinannya bersentuhan dengan cabang dari ilmu lain blogs. discovermagazine. com
BEBERAPA DEFINISI GEOGRAFI SEBAGAI DISIPLIN SINTESIS � Geography is what geographer do! � Geografi adalah bidang ilmu yang inklusif � Geografi adalah ilmu yang bertugas menciptakan makna spasial � Geografi bagaikan bumbu penyedap yang dapat membuat makanan menjadi lebih lezat rasanya.
IMPLIKASI KETERBUKAAN (1) : DUALISME? ? ? � Bidang kajian � Geografi � Pendekatan � Geografi � fisik – geografi manusia regional – geografi sistematik Akar filosofis � Positivisme � Konsep ruang � Ruang � mekanis - ruang organis Metode � kualitatif – metode kuantitatif Teknologi SIG � - fenomenologi sebagai alat – SIG sebagai ilmu Orientasi keilmuan � Ilmu perspektif – ilmu teknis
IMPLIKASI KETERBUKAAN (2): KECENDERUNGAN PERKEMBANGAN MODEL PENELITIAN Monodisiplin Menggunakan satu perpektif keilmuan Hasil penelitian hanya berlaku untuk satu dispilin ilmiah Multidisplin Menggunakan lebih dari satu perspektif keilmuan, namun tanpa integrasi Hasil penelitian bukan merupakan suatu sintesa (kesatuan) tunggal Interdisplin Integrasi berbagai perspekstif keilmuan Menghasilkan paradigma, konsep, atau metodologi baru yang berlaku bagi banyak disiplin ilmiah
IMPLIKASI KETERBUKAAN (3) : TRADISI GEOGRAFI Pattison (1963) � Spatial tradition � Area studies tradition � Man-land tradition � Earth science tradition Revolusi kuantitatif Marxisme, dan revolusi sosial Gauthier & Taffee (2002) Man-land relation tradition � Areal-differentiation tradition � Spatial organization tradition � Social theory � Fondasionalisme Post-fondasionalisme
DUA ALIRAN PEMIKIRAN : KONSEKUENSI METODOLOGIS Fondasionalisme Posfondasionalisme 1. Peneliti terpisah dari objek penelitian 1. 2. Prosedur-prosedur empiris yang mencakup penekanan pada data objektif, Peneliti menyatu dengan objek penelitian 2. Proses kesadaran subjektif seperti penghayatan dan penafsiran, 3. Kepatuhan pada metode ilmiah, 3. Tidak rigid dalam metode ilmiah, 4. Penerapan berbagai instrumen pengamatan dan pengukuran, 4. Berorientasi pada pemahaman konteks dan makna, 5. Berorientasi pada penjelasan tentang hubungan kausalitas, 5. Berupaya membongkar simbol, 6. Mengembangkan dialog, 7. Memadukan hasilnya sebagai sebuah kenyataan kehidupan. 8. Kebenaran bersifat relatif dan majemuk 9. Menekankan pada intepretasi 6. Pengembangan berbagai model prediksi, 7. penekanan pada kekokohan teori, 8. penarikan kesimpulan melalui silogisme 9. Kebenaran bersifat absolut dan tunggal 10. Menekankan pada penjelasan
DUA ALIRAN PEMIKIRAN : PEMAHAMAN ATAS “REALITAS” Fondasionalisme � � � � Banjir : meluapnya air dari penampang Batas kota : batas administrasi atau batas daerah terbangun Harga tanah : ditentukan oleh jarak dari pusat kota Jarak : jarak metrik, waktu tempuh, biaya transport Lokasi : berdasarkan koordinat Bangunan : sebagai bentuk fisik Waktu : pukul 15. 00 WIB Posfondasionalisme � � � � Banjir : ketika ada orang teriak “banjir!” Batas kota : persepsi, gaya hidup, perasaan, dan sejenisnya Harga tanah : ditentukan oleh harapan dan romantisme pemilik tanah Jarak : jarak sosial, jarak personal, Lokasi : berdasarkan referensi diri Bangunan : sebagai simbol sosial Waktu : ba’da Ashr
DUA ALIRAN PEMIKIRAN : PEMAHAMAN ATAS “RUANG” Ruang empiris Ruang yang dirasakan
DUA ALIRAN PEMIKIRAN : METODE/TEKNIK PEMETAAN Mapping as “a scientifc visualization” • Dikendalikan oleh keketatan metode dan aturan • Mengisolasi teknologi • Konsep “copyright” Mapping as “a wild science” • Dikendalikan oleh kesadaran manusia • Demokratisasi teknologi • Konsep “copyleft” Web. GIS komputer matematika Jaringan virtual SIG Kartografi Mental Maps Daya ingat
Membangun pengetahuan holistik � Memadukan seluruh metoda yang mungkin digunakan Inklusi variabel dan perspektif � Menerobos sekat-sekat fragmentasi ilmu – ilmu � Jangan hanya rasional, tetapi juga harus intuitif Rasional = linear, fokus, analitis (Sains) Intuitif = padu, holistik, nonlinear (Kearifan)
The stories we tell about the world -- that is, geographical knowledge -is shaped by our position in it, and shapes the world in turn.
- Slides: 25