PEMERIKSAAN FESES Erma Lestari dr Sp PK DEFINISI

  • Slides: 19
Download presentation
PEMERIKSAAN FESES Erma Lestari. dr. Sp. PK.

PEMERIKSAAN FESES Erma Lestari. dr. Sp. PK.

DEFINISI �Feses = sisa makanan yang telah dicerna & belum dicerna yang dikeluarkan tubuh.

DEFINISI �Feses = sisa makanan yang telah dicerna & belum dicerna yang dikeluarkan tubuh. �Jenis makanan & gerak peristaltik bentuk, jumlah maupun konsistensinya �Frekuensi defekasi normal 3 x / hari sampai 3 x / minggu �Pem feses = pem lab untuk membantu klinisi menegakkan diagnosis penyakit.

INDIKASI �Indikasi pemeriksaan feses � Adanya diare dan konstipasi � Adanya darah dalam tinja

INDIKASI �Indikasi pemeriksaan feses � Adanya diare dan konstipasi � Adanya darah dalam tinja � Adanya lendir dalam tinja � Adanya ikterus � Adanya gangguan pencernaan � Kecurigaan penyakit gastrointestinal

SPESIMEN �Bahan pem feses = defekasi spontan atau dari rektum bahan infeksius hati-hati. �Syarat

SPESIMEN �Bahan pem feses = defekasi spontan atau dari rektum bahan infeksius hati-hati. �Syarat wadah feces : Tempat bersih, kedap, bebas dari urine, diperiksa 30– 40 menit sejak dikeluarkan. Bila pemeriksaan ditunda simpan pada almari es. �Pilih feses yang memberi kemungkinan untuk menemukan kelainan bagian yang bercampur darah atau lendir, dsb.

PEMERIKSAAN FESES �Macam pem : pemeriksaan makroskopis, mikroskopis & kimia. �Pem makroskopis = Pem

PEMERIKSAAN FESES �Macam pem : pemeriksaan makroskopis, mikroskopis & kimia. �Pem makroskopis = Pem jumlah, warna, bau, konsistensi, lendir, darah, nanah, parasit dan sisa makanan. �Pem kimia = darah samar, urobilinogen & bilirubin. �Pem mikroskopis = protozoa, telur cacing, epitel, kristal, makrofag, amilum, lemak, sel ragi & jamur; leukosit, eritrosit

PEM MAKROSKOPIS : �Jumlah feses N ± 100 -250 gram/hari jenis makanan; >> makan

PEM MAKROSKOPIS : �Jumlah feses N ± 100 -250 gram/hari jenis makanan; >> makan sayur jumlah feses ↑. �Normal berwarna kuning coklat. Dipengaruhi : jenis makanan, kelainan sal cerna & obat. �Feses berwarna hijau sayuran mengandung khlorofil, bayi baru lahir oleh biliverdin dan porphyrin. �Warna kelabu tidak ada urobilinogen pada ikterus obstruktif akholis.

PEMERIKSAAN WARNA Karena defisiensi enzimpankreas /steatorrhoe makanan berlemak ≠ dicerna & pemberian garam barium

PEMERIKSAAN WARNA Karena defisiensi enzimpankreas /steatorrhoe makanan berlemak ≠ dicerna & pemberian garam barium pada pemeriksaan radiologik. �Warna merah muda perdarahan segar dibagian distal, makanan (bit, tomat). � Warna coklat perdarahan dibagian proksimal sal cerna, makanan (coklat, kopi). � Warna coklat tua urobilin >> pd anemia hemolitik � Warna hitam obat yang mengandung besi, arang / bismuth dan melena.

BAU FESES �Bau Indol, skatol dan asam butirat bau normal pada feses. �Bau busuk

BAU FESES �Bau Indol, skatol dan asam butirat bau normal pada feses. �Bau busuk pembusukan protein yang tidak dicerna. �Bau tengik atau asam peragian gula yang tidak dicerna diare. Makanan dengan rempah -rempah menambah bau feses.

KONSISTENSI FESES �Pemeriksaan Konsistensi feses normal = konsistensi agak lunak dan berbentuk. �Pada diare

KONSISTENSI FESES �Pemeriksaan Konsistensi feses normal = konsistensi agak lunak dan berbentuk. �Pada diare konsistensi sangat lunak atau cair �Feses yang keras / skibala didapatkan pada konstipasi. �Feses yang sangat >> dan berminyak malabsorpsi usus

LENDIR PADA FESES �Normal << lendir. Terdapatnya lendir >> radang dinding usus. �Lendir di

LENDIR PADA FESES �Normal << lendir. Terdapatnya lendir >> radang dinding usus. �Lendir di bagian luar feses lokasi iritasi di usus besar. �Lendir bercampur dengan feses iritasi di usus halus. �Disentri & ileokolitis : lendir saja tanpa feses.

LENDIR PADA FESES Lendir transparan yang menempel pada luar feces : spastik kolitis, mucous

LENDIR PADA FESES Lendir transparan yang menempel pada luar feces : spastik kolitis, mucous colitis pada anxietas. Lendir dan darah : keganasan serta peradangan rektal anal. Lendir bercampur nanah dan darah : ulseratif kolitis, disentri basiler, divertikulitis ulceratif, intestinal tbc. Feses dengan lendir >>> : adenoma colon.

DARAH PADA FESES Darah dalam feses dapat berwarna merah muda, coklat atau hitam. Darah

DARAH PADA FESES Darah dalam feses dapat berwarna merah muda, coklat atau hitam. Darah itu mungkin terdapat di bagian luar atau bercampur feses. Perdarahan proksimal sal cerna darah bercampur feses dan warna menjadi hitam melena : tukak lambung atau varices dalam oesophagus. Perdarahan distal sal cerna darah di luar feses; warna merah muda hemoroid, karsinoma rektum.

NANAH DAN PARASIT �Pemeriksaan Nanah Kronik ulseratif Kolon , Fistula colon sigmoid, Lokal abses.

NANAH DAN PARASIT �Pemeriksaan Nanah Kronik ulseratif Kolon , Fistula colon sigmoid, Lokal abses. Pada disentri basiler tidak didapatkan nanah >>>. �Pemeriksaan Parasit = cacing ascaris, anylostoma dan spesies cacing lainnya yang mungkin didapatkan dalam feses.

SISA MAKANAN �Hampir selalu ditemukan sisa makanan yg tdk tercerna, indikasikan kelainan = jumlahnya.

SISA MAKANAN �Hampir selalu ditemukan sisa makanan yg tdk tercerna, indikasikan kelainan = jumlahnya. Sisa makanan >> dari makanan daun- daunan dari hewan. �Untuk identifikasi lebih lanjut emulsi feses + larutan Lugol pati (amylum) = butir-butir biru atau merah. �+ larutan Sudan dalam alkohol 70% menjadikan lemak = tetes merah atau jingga

PEM MIKROSKOPIK Pemeriksaan protozoa, telur cacing, leukosit, eritosit, sel epitel, kristal, makrofag dan sel

PEM MIKROSKOPIK Pemeriksaan protozoa, telur cacing, leukosit, eritosit, sel epitel, kristal, makrofag dan sel ragi. Terpenting : pemeriksaan protozoa dan telur cacing. Protozoa biasanya dalam bentuk kista, bila konsistensi feses cair, didapatkan bentuk trofozoit. Telur cacing = Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Enterobius vermicularis, Trichuris trichiura, Strongyloides stercoralis dll.

LEKOSIT, ERITROSIT, EPITEL Lekosit normal <<. Pada disentri basiler, kolitis ulserosa & peradangan ↑

LEKOSIT, ERITROSIT, EPITEL Lekosit normal <<. Pada disentri basiler, kolitis ulserosa & peradangan ↑ jumlah lekosit. Mempermudah = + 1 tetes asam acetat 10% pd 1 tetes emulsi feces pada obyek glass. Eritrosit lesi kolon, rektum atau anus. Adanya eritrosit berarti abnormal. Epitel normal = beberapa sel epitel berasal dari dinding usus distal. Jumlah sel epitel >> radang dinding usus bagian distal.

DARAH SAMAR Pem kimia yg penting = pemeriksaan darah samar. Tes darah samar :

DARAH SAMAR Pem kimia yg penting = pemeriksaan darah samar. Tes darah samar : perdarahan kecil yg tdk dpt dinyatakan secara makroskopik / mikroskopik. Normal tubuh kehilangan darah 0, 5 – 2 ml / hari. Pada keadaan abnormal = tes darah samar positif (+) tubuh kehilangan darah > 2 ml/ hari. Macam metode tes darah samar = guajac tes, orthotoluidine, orthodinisidine, benzidin tes penentuan aktivitas peroksidase / oksiperoksidase dari eritrosit (Hb)

UROBILIN & BILIRUBIN Normal urobilin (+), <. Pada ikterus obstruktif, feses dengan warna kelabu

UROBILIN & BILIRUBIN Normal urobilin (+), <. Pada ikterus obstruktif, feses dengan warna kelabu akholik. Normal bilirubin (-) krn bilirubin dalam usus akan berubah menjadi urobilinogen & kemudian oleh udara akan teroksidasi menjadi urobilin. Hasil (+) diare dan terapi jangka panjang antibiotik peroral memusnakan flora usus. Untuk mengetahui adanya bilirubin metode pemeriksaan Fouchet