PEMBENTUKAN KELOMPOK BUDAYA KERJA KBK Kementerian Pendayagunaan Aparatur
PEMBENTUKAN KELOMPOK BUDAYA KERJA (KBK) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Cirebon, Birokrasi 2 September 2018
PERBUP PEMALANG NO. 23 THN 2018 TENTANG BUDKER ASN DI PEMKAB PEMALANG Maksud Tujuan a. membangun dan mengembangkan Budker dlm Pelaksanaan RB a. membantu OPD mendorong melakukan perubahan sikap dan perilaku ASN untuk berkinerja dan mempercepat pelaksanaan RB b. Panduan dlm perencanaan, pelaksanaan dan monev penerapan Budker. b. mewujudkan perubahan pola pikir dan Budker 1. berorientasi pada hasil (outcome) 2. berkinerja tinggi 3. pelayanan prima kepada masyarakat.
BUDAYA KERJA Komitmen organisasi dlm upaya membangun SDM, proses kerja dan hasil kerja yg baik Nilai Tujuan HEBAT a. meneguhkan jiwa korps dan kode etik Pegawai ASN; b. meningkatkan pemantapan tata kelola organisasi; c. mendorong peningkatan profesionalitas ASN sesuai dgn beban kerja dan tanggung jawabnya; d. memperkuat corak pemerintahan daerah bersendikan karakter budaya lokal. 1. Harmonis, perilaku, pikiran, tindakan terpadu/ terintegrasi dan saling bekerja sama u/ mencapai Visi Misi Kab Pemalang 2. Efektif dan Efisien, sesuai dgn perencanaan u/ mencapai target optimal dgn sumber daya tersedia 3. Berintegritas, konsisten dan berpegang teguh pada nilai-nilai prinsip dan kode etik 4. Akuntabel, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dgn peraturan perundang-undangan 5. Transparan terbuka dlm memberikan informasi yang valid kepada masyarakat dlm tindakan dan kebijakan.
PERBUP PEMALANG NO. 23 THN 2018 TENTANG BUDKER ASN DI PEMKAB PEMALANG 1. Kepala OPD sbg Role Model 2. Org KBK pada masing 2 OPD • Tugas KBK • Susunan Org KBK • Tugas Masing 2, Penanggungjawab, Ketua, sekretaris, Anggota dan fasilitator Disosialisasikan, implementasikan, dibudayakan, digali nilai 2 nya, dan dikembangkan
Contoh: Organisasi KBK di lingkungan Dinas/Badan/Kantor • PENGARAH : Kepala Pimpinan/Direktur, dll. Dinas/Badan/Kantor & • PENANGGUNGJAWAB : Para pimpinan di bawah Top Manager : Kepala Bagian TU/Ses Badan. • FASILITATOR: FASILITATOR Pejabat yg pernah mendapatkan pelatihan, yg mampu mentransfer ilmu hasil pelatihan kpd Ketua Kelompok & Anggota Kelompok, tidak harus bereselon. • KETUA KBK : Pejabat yg pernah mendapatkan pelatihan, yg mampu memimpin kelompok, tidak harus bereselon. • ANGGOTA KBK : Staf Pelaksana/pegawai terdepan yg menangani langsung pekerjaan pada suatu unit kerja yg sama.
PERANAN PENGARAH Mendorong & mengarahkan pelaksanaan Program Budaya Kerja & memberikan komitmen.
PERANAN PENANGGUNGJAWAB 1. Mendorong terbentuknya KBK di unit kerjanya. 2. Memberikan bantuan utk terlaksananya pendidikan/pelatihan Program KBK. 3. Menyediakan fasilitas utk pertemuan KBK. 4. Membina & mengarahkan pertemuan KBK. 5. Mendorong KBK utk tetap aktif. 6. Cepat tanggap akan hasil pemikiran KBK. 7. Mengusahakan agar semua pegawai menjadi anggota KBK.
PERANAN FASILITATOR 1. Melatih Ketua/Anggota KBK dlm 2. 3. 4. 5. menggunakan teknik kendali mutu Mengkoordinasikan, membimbing & mengarahkan pertemuan/aktivitas KBK Menciptakan hubungan yg baik antara KBK dgn Pengarah & Penanggungjawab Mengikuti perkembangan PDCA KBK & melaporan perkembangan KBK pada Pengarah & Penanggungjawab Membangkitkan kembali semangat KBK yg “tidur” & membantu memecahkan kesulitannya
PERANAN KETUA KBK 1. Berperan serta dlm kelompok & pertemuan KBK 2. Membina & memimpin pertemuan KBK serta mengarahkan aktivitas & diskusi kelompok 3. Menciptakan hubungan yg baik antara KBK dgn Pengarah & Penanggungjawab 4. Mengikuti perkembangan PDCA KBK & melaporkan perkembangan KBK pada Pengarah & Penanggungjawab 5. Membangkitkan kembali semangat anggota KBK yg “tidur” & membantu memecahkan kesulitannya.
PERANAN ANGGOTA KBK 1. Menghadiri setiap pertemuan KBK, menjadi pendengar yg baik & berpartisipasi secara aktif. 2. Aktif menyumbangkan saran & mengumpulkan data yg diperlukan. 3. Menjalin kerja sama yg baik di antara anggota. 4. Selalu berusaha mengembangkan diri/belajar agar mampu memecahkan masalah. 5. Selalu berusaha melaksanakan konsep & teknik KBK sebaik-baiknya.
KELOMPOK BUDAYA KERJA 1. 2. 3. 4. PERAN Penanggungjawab, Fasilitator, Ketua Kelompok, Anggota Kelompok. DISKUSI TOLOK UKUR KEBERHASILAN 1. Perbaikan kebijakan dan pelayanan publik. 2. Perbaikan sistem manajemen dan pelayanan masyarakat. 3. Efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. 1. Memastikan pemahaman bersama terhadap nilai-nilai yang telah dirumuskan; 2. Merumuskan aplikasi nilai tersebut dalam aktivitas kerja sehari-hari; 3. Memastikan peran dan tanggungjawab masing anggota dalam aplikasi nilai-nilai tersebut; 4. Memecahkan masalah dalam rangka membangun budaya kerja serta mendorong berkembangnya budaya inovatif; 5. Merumuskan dan menyetujui mekanisme kerja yang akan dijalankan.
MENGAPA BUDAYA KERJA v Mempertegas batasan yang membedakan dengan organisasi lainnya v Merupakan identitas bagi setiap pegawai v Membangun komitmen bahwa ada hal yang lebih besar dari pada sekedar kepentingan pribadi v Merupakan standar yang jelas tentang apa-apa yang pegawai sebaiknya katakan dan lakukan v Membentuk sikap dan perilaku positif pegawai 12
EKSPEKTASI Kesadaran atas pentingnya budaya kerja Persepsi positif terhadap peran budaya kerja dalam meningkatkan kinerja Penghayatan terhadap budaya kerja dan bentuk konkret perilaku yang bisa dijalankan segera Komitmen terhadap rencana tindakan konkret yang segera dilakukan di lingkungan kerja masing
Aktualisasi Budaya Kerja INDIVIDU q. Pemahaman terhadap makna bekerja; q. Sikap terhadap pekerjaan atau apa yang dikerjakan; MANFAAT q. Sikap terhadap lingkungan pekerjaan; q. Sikap terhadap waktu; q. Sikap terhadap alat yang digunakan untuk bekerja; q. Etos kerja; dan q. Perilaku ketika bekerja atau mengambil keputusan. INSTANSI
Agenda tindak lanjut yang harus dipersiapkan oleh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah: Pimpinan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah: q Membuat Surat Keputusan Tim Pelaksana Pengembangan Budaya Kerja (bila Tim Manajemen Perubahan dalam Reformasi Birokrasi belum dibentuk); q Menambahkan tugas mengenai Pengembangan Budaya Kerja pada Tim Manajemen Perubahan (bila Tim Manajemen Perubahan dalam Reformasi Birokrasi telah dibentuk). q q q q Pimpinan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, bersama Tim: Mengidentifikasi nilai-nilai yang akan dikembangkan menjadi budaya kerja; Menerjemahkan nilai-nilai ke dalam bentuk perilaku utama; Mengenali kemungkinan-kemungkinan penolakan yang akan muncul dan merumuskan alternatif cara mengatasi; Melakukan sosialisasi untuk mengomunikasikan nilai-nilai yang telah disepakati; Merumuskan kriteria dan cara pengukuran keberhasilan internalisasi budaya kerja; Membentuk kelompok-kelompok budaya kerja, role model, agen perubahan dan kelompok integritas; dan Melakukan monitoring dan evaluasi serta menindaklanjuti hasil evaluasi sebagai proses penguatan nilai-nilai.
TERIMA KASIH 18
- Slides: 16