PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN BERBASIS HOTS KELOMPOK 3 1
PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN BERBASIS HOTS KELOMPOK 3 1. Adelina Natalia Lubis (4182111001) 2. Indah Puspita Silaban (4183311020) 3. Muhammad Tamimi (4183111090) 4. Nabila Kyosifa (4183311003) 5. Sella Eurora Bangun (4183111116) Kelas : Matematika Dik C 2018 Mata Kuliah : Strategi Belajar Mengajar
IDENTITAS BUKU Judul Buku : Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Hots Penulis : Dr. Helmawati, S. E. , M. Pd. I. Penerbit : PT Remaja Rosdakarya Cetakan : Pertama Tahun Terbit : Maret, 2019 Kota Terbit : Bandung Tebal : viii + 308 hlm ISBN : 978 -602 -446 -330 -4
RINGKASAN ISI BUKU Dalam tujuannya menghantarkan pemahaman dan pengusaan yang lebih mendalam seorang guru terhadap topik “Penilaian dan Pembelajaran Berbasis HOTS”, buku ini hadir memberikan ulasan dengan garis-garis besar sebagai berikut. Bab 1. Pendahuluan Bab 2. Pendidikan di Indonesia Bab 3. Otak, Pengetahuan, Berpikir, Kognisi dan Kognitif, Penalaran dan Logika pada Pembelajaran Bab 4. Higher Order Thinking Skills (HOTS) Bab 5. Pembelajaran Berbasis HOTS Bab 6. Komunikasi Ramah Otak dalam Proses Pembelajaran Bab 7. Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS Bab 8. Menyusun Soal-Soal HOTS Berbasis ICT Bab 9. Tantangan dan Peluang Pendidikan di Era Revolusi Industri Bab 10. Penutup
OTAK, PENGETAHUAN, BERPIKIR, KOGNISI DAN KOGNITIF, PENALARAN DAN LOGIKA PADA PEMBELAJARAN
A. Pembelajaran Dalam KBBI, belajar berarti berusaha, berlatih untuk mendapatkan pengetahuan. Dalam desain pembelajaran, dikenal dasar teori meliputi behavioris, kognitif, dan konstruktif. Kategori perilaku belajar dikenal dengan Taksonomi Bloom yang menggolongkan menjadi 3 kategori, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. B. Otak (brain) adalah pusat sistem saraf (Central Nervous System/CNS). Pembelajaran efektif dan cepat dapat dicapai bila pendidik memiliki pemahaman terhadap otak. C. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap sesuatu. Pengetahuan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk memmperoleh kebenaran yang bersumber dari pengamatan. Melalui pengamatan, manusia memperoleh dua hal,
D. Berpikir Secara terminologi, berpikir merupakan aktivitas mental dalam aspek teori dasar mengenai objek psikologis (Ross, 1995). Proses mental dalam berpikir terjadi melalui “SAR”, yakni Stimulus (rangsangan), Atensi (perhatian), dan Respons (tanggapan). E. Kognisi dan Kognitif Kognisi merupakan istilah yang mengacu pada proses mental yang terlibat dalam memperoleh pengetahuan dan pemahaman, termasuk berpikir, mengetahui, mengingat, menilai, dan memecahkan masalah. Selanjutnya dijelaskan bahwa proses kognitif merupakan gabungan antara informasi yang direspon melalui indra tubuh dengan informasi yang telah ada dalam ingatan jangka panjang. Motivasi dan emosi mempengaruhi percepatan proses pembelajaran kognitif. F. Penalaran dan Logika
HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS)
A. Memahami HOTS Kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking) merangsang peserta didik untuk menganalisis, menginterpretasikan atau bahkan mampu memanipulasi informasi sebelumnya agar tidak monoton, atau menyusun kembali informasi keperluan problem solving. B. Kriteriauntuk HOTS Perspektif Bloom dan Anderson Tiga dimensi yang mengkategorikan atau mengukur capaian pembelajaran menurut perspektif Bloom adalah dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dikembangkan lebih lanjut oleh Anderson. C. Tahapan HOTS Anderson (Bloom) Lorin Anderson yang merupakan murid Benyamin Bloom memperbaiki struktur ranah kognitif dari kata benda ke kata kerja sebagai cermin berpikir merupakan proses
PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS
A. Memahami Pembelajaran Berbasis HOTS Pembelajaran keterampilan berfikir adalah sebagai kegiatan yang terorganisasi untuk mengidentifikasi proses mental peserta didik, atau peserta didik perlu merencanakan, mendeskripsikan dan mengevaluasi proses berfikir dan belajar, sedangkan kemampuan berfikir mengisyaratkan bahwa terdapat situasi belajar dan mengajar yang dapat mendorong proses yang nenghasilkan mental yang diinginkan dari kegiatan. B. RPP Berbasis HOTS a. Silabus , adalah rencana pembelajaran dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. b. RPP( Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran), adalah rencana pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan oleh silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dlam upaya
C. Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis HOTS Pelaksanaannya SKL yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut. 1. Komunikasi sebagai kunci sukses pembelajaran 2. Keterampilan membuka pelajaran ( set Insuction ) 3. Keterampilan menjelaskan 4. Keterampilan bertanya 5. Keterampilan memberi penguatan 6. Keterampilan mengadakan variasi 7. Keterampilan pembelajaran perorangan 8. Keterampilan membimbing diskusi kelompok 9. Keterampilan mengolah kelas 10. Keterampilan menutup pelajaran
KOMUNIKASI RAMAH OTAK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
A. Otak Belajar Otak merupakan daerah pusat yang berperan dalam pembelajaran, memori, dan pengolahan informasi-informasi. Otak memiliki berbagai bagian sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi sehingga otak terbagi dalam beberapa struktur utama yang sangat bermanfaat bagi manusia. B. Motivasi dan Emosi Memperkuat Memori Motivasi dan emosi sangat berpengaruh dalam perilaku seseorang. Pengetahuan “baru” yang masuk dalam memori dapat menumbuhkan motivasi apalagi ketika diikat dengan emosi yang kuat. Hal inilah yang dapat membuat manusia berubah atau melakukan perubahan dalam hidupnya. C. Pilihan Kata (Diksi) Pilihan kata atau diksi sangat berpengaruh dalam efektivitas suatu komunikasi. Dalam proses pembelajaran, guru harus memiliki keterampilan ini. Dalam menjelaskan, guru hendaknya menggunakan pilihan kata yang tepat (efektif) sehingga tujuan atau maksud yang ingin disampaikan tercapai dan mudah dipahami peserta didik. D. Peta Konsep Peta konsep membantu seseorang belajar lebih cepat dan mengingat lebih lama. Peta konsep yang tepat akan membantu seseorang yang sedang belajar dengan mudah dan cepat mengingat hingga terekam dalam memori jangka panjang. E. Akronim
F. Akrostik merupakan penggunaan setiap huruf pertama dari suatu kelompok kata dan suku kata-suku kata lainnya sehingga menjadi suatu kalimat. Contoh : Warna Pelangi (Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U) G. Rima (Sajak) dan Lagu Rima merupakan penggunaan kata-kata yang memiliki suku kata yang sama. H. Angka dan Bentuk Metode angka-bentuk digunakan dengan menghubungkan angka dengan bentuk yang menyerupai masing-masing angka kemudian dijadikan kata kunci dalam menghafal sejumlah daftar atau suatu urutan. Contoh : 0 = Bola, Telur, Bumi; 1 = Tiang, Tongkat I. Metode Loci (Loci Method) Metode ini menggabungkan penggunaan dari pengelompokan, ingatan visual, dan asosiasi/penghubungan. Loci berarti lokasi, yang berfungsi menasosiasikan tempat-tempat atau benda di lokasi yang dikenal dengan hal-hal yang ingin diingat. J. Chunking (Penggolongan) Teknik ini umumnya digunakan untuk mengingat bilangan. Chunking merupakan penggolongan atau pengelompokan sejumlah unit menjadi item-item kecil.
PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS
A. Standar Penilaian Pendidikan Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Lingkup penilaiannya meliputi, penilaian hasil belajar oleh pendidik, oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. B. Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS Persentase penilaian pembelajaran pada aspek kognitif hendaknya didistribusikan sebgain berikut. 1) Kognitif level 1 (C-1 pengetahuan) sebanyak 5% 2) Kognitif level 2 (C-2 pemahaman) sebanyak 10% 3) Kognitif level 3 (C-3 aplikasi) sebanyak 45% 4) Kognitif level 4 (C-4 analisis) sebanyak 25% 5) Kognitif level 5 (C-5 evaluasi) sebanyak 10% 6) Kognitif level 6 (C-6 kreasi) sebanyak 5% Adapun hierarki ranah afektif yakni sebagia berikut. a. Penerimaan b. Penanggapan c. Perhitungan atau penilaian d. Pengaturan atau pengelolaan e. Bermuatan
Penilaian pada Aspek Psikomotor Taksonomi ini dimulai dari refleks yang sederhana pada tingkatan rendah ke gerakan refleks, gerakan dasar, gerakan tanggap perceptual, kegiatan fisik dan komunikasi tidak berwacana. C. Kriteria Penilaian Berbasis HOTS 1. Keterampilan berpikir tingkat rendah, keterampilan berpikir tingkat rendah terdiri dari mengingat 2. Keterampilan berpikir tingkat menengah, berpikir tingkat menengah meliputi memahami dan menerapkan 3. Keterampilan berpikir tingkat tinggi, berpikir tingkat tinggi meliputi menganalisis, menilai dan menciptakan
MENYUSUN SOAL-SOAL HOTS BERBASIS ICT
Langkah-langkah dalam menyusun soal HOTS adalah sebgai berikut (pengembangan soal HOTS, direktorat jendral pendidikan islam, kementrian agama, 2018) 1) 2) 3) 4) 5) Menganalisis KD yang dapat dibuatkan soal HOTS Menyusun kisi-kisi soal Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual Menulis butir pertanyaan pada kartu soal sesuai dengan kisi-kisi soal. Butirbutir pertanyaan ditulis agar sesuai dengan kaidah penulisan butir soal. Membuat pedoman penskoran atau kunci jawaban. Contoh Soal HOTS : 1. Dimana letak Indonesia secara geografis? (C 1 -Pengetahuan) 2. Bagaimana cara menanggulangi banjir? (C 2 -Pemahaman) 3. Berdasarkan dua ide (A dan B) dengan segala resikonya, ide manakah yang tepat diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut? (C 3 -Penerapan) 4. Apakah kesimpulan dari paragraf tersebut? (C 4 -Analisis) 5. Dari cerita di atas, bagaimanakah kesalahan yang dilakukan Ahmad? (C 5 Evaluasi) 6. Bagaimanakah kita menemukan alternatif pengganti SDA abiotik yang hampir habis? Berikan contoh! (C 6 -Menciptakan/Kreasi) Dalam proses penilaian, guru juga dapat menggunakan ICT sebagai media sehingga membuat proses penilaian menjadi lebih menantang, menyenangkan,
KELEBIHAN & KEKURANGAN BUKU 1. Buku yang di-review adalah buku yang berjudul “Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS”, dari segi penampilan, cover dengan warna yang kontras dengan judul buku membuat buku terlihat menarik. 2. Dari aspek layout dan tata letak tersusun rapi, font yang digunakan konsisten dari awal, tetapi buku kurang menarik karena tidak terdapat variasi warna tulisan atau layout kertas. Definisi istilah penting dicetak miring sehingga mudah untuk menemukan hal-hal yang penting dalam pemaparan materi. 3. Dari aspek isi/substansi materi yang diberikan cukup jelas, disertai penjelasan mulai dari hakikat, pengertian, jenis-jenis, hingga langkah-langkah atau metode tertentu. Namun pada buku ini, penggolongan aspek kognitif yang digunakan (Taksonomi Bloom) masih menggunakan penggolongan lama atau tidak mengikuti Taksonomi Bloom Revisi 2019 sehingga guru masih harus mencari buku lain untuk pemahaman aspek kognitif tersebut lebih terbaru. 4. Dari aspek bahasa buku tersebut mudah dipahami karena berbahasa Indonesia dan komunikatif sehingga pembaca tidak kesulitan memahami isi buku.
KESIMPULAN Pembelajaran dan penilaian pembelajaran berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) atau berpikir kritis direkomendasikan untuk diselenggarakan dalam proses pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu guru perlu untuk meningkatkan pembelajaran menjadi lebih efektif dalam rangka menyiapkan generasi muda/lulusan yang kompeten dan mampu menghadapi era persaingan bebas revolusi 4. 0. Berdasarkan review yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa buku berjudul “Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS” ini sudah memenuhi dan baik untuk membantu guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang lebih kreatif, kritis, dan penilaian yang efektif dan efisien.
Sekian dan Terima Kasih Semoga Bermanfaat Salam Hangat Kelompok 3
- Slides: 22