Om swastyastu Mata Kuliah Agama Hindu Oleh Dr

















- Slides: 17
Om swastyastu Mata Kuliah Agama Hindu Oleh Dr. Ni Nyoman Sudiani
KONSEP MANUSIA HINDU DALAM MEMBANGUN KEPRIBADIAN MHS YG BERJIWA PEMIMPIN, TAAT HOKUM, SEHAT, KREATIF DAN ADAPTIF Maha (bhs Sanskerta)= tak terbatas. Artinya suatu harapan kpd mhs agar senantiasa menjd seprang pembelajar di manapun berada, tdk cepat puas, haus ilmu penget, shg terus mencari dan belajar sepanjang hayat.
URGENSI 1) Menurunnya jiwa nasionalisme, idealism, dan patriotism di kalangan mhs. 2) Ketidakpastian yg dialami olh mhs thd masa depannya. 3) Ketidakseimbangan antara jumlah generasi muda dgn fasilitas pendidikan yg tersedia 4) Minimnya lapangan dan kesempatan kerja. 5) Gizi yang buruk sehingga menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan. 6) Masih maraknya perkawinan di bawah umur. 7) Cacat fisik dan mental. 8) Pergaulan bebas yg beresiko pd penyakit menular. 9) Penyalahgunaan narkoba.
ALASAN PERLUNYA MEMBANGUN KEPRIBADIAN MAHASISWA 4 peran penting yg secara hakiki dimiliki oleh mahasiswa 1) Peran moral: (menjauhi hura 2 spy tdk disebut sbg generasi yg hilang). 2) Peran social: (menumbuhkan jiwa 2 solidaritas social secara universal). 3) Peran akademik: (sebagai insan akademik). 4) Peran politik: (sbg grup penekan: menjadi satu dgn rakyat menjg keutuhan bangsa)
SUMBER FILOSOFIS, TEOLOGIS, DAN SOSIOLOGI KONSEP MANUSIA HINDU Manusia pertama=svayambhuva manu artinya mahluk berpikir yg menjdkan dirinya sendiri. Secara etimologi kata manusia berasal dr kata ‘manu’ yg artinya berpikir atau pikiran, dlm bentuk genetif menjd kata ‘manusya’ artinya ia yg berpikir atau menggunakan pikirannya. Manusia adalah kesatuan antara badan jasmani dengan atman. Utk mencapai kebahagiaan seorang siswa hrs mampu melakukan pengendalian diri melalui: 1) Panca Yama Brata 2) Catur Paramitha 3) Tri Kaya Parisudha.
PANCA YAMA BRATA Lima pengendalian diri tahap awal (fisik): 1) Ahimsa: tidak melakukan kekerasan 2) Brahmacari: tdk melakukan hub kelamin selama menuntut ilmu penget 3) Satya: menepati janji, jujur, kejujuran 4) Awyawaharika: melakukan usaha 2 berdasarkan ketulusan hati 5) Asteya: tidak mencuri
PANCA NYAMA BRATA Panca Nyama Brata: pengendalian tahap mental (rohani) 1) Akrodha artinya tidak marah 2) Guru Susrusa artinya hormat, taat dan tekun melaksanakan ajaran dan nasehat-nasehat guru. 3) Sauca artinya kebersihan, kemurnian dan kesucian lahir dan bathin. 4) Aharalaghawa pengaturan makan dan minum. 5) Apramada artinya taat tanpa ketakaburan melakukan kewajiban dan mengamalkan ajaran-ajaran suci.
CATUR PARAMITHA 4 Tuntunan hidup yg amat mulia/kebajikan yg luhur: 1) Maitri: sifat lemah lembut, santun, dan ingin bersahabat dgn semua mahluk 2) Karuna: belas kasihan, memiliki rasa cinta kasih kpd semua mahluk 3) Mudita: selalu tersenyum, menghargai dan bersimpati thd org yg memperoleh kebahagiaan 4) Upeksa: selalu mengalah demi kebaikan
3 hal yang harus disucikan: TRI KAYA PARISUDHA 1) kayika: berbuat yg benar dan penuh kebajikan 2) Wacika: ucapan yg baik, benar, jujur dan positif 3) Manacika: berpikir yg baik, benar dan suci. Kitab Kakawin Nitisastra menyebutkan, “Wasita nimittanta manemu laksmi, wasita nimittanta pati kapangguh, wasita nimittanta manemu duhka, wasita nimittanta manemu mitra” Manusia memiliki 3 lapisan (tri sarira) 1) Stula sarira: panca maha bhuta 2) Suksma sarira (badan halus): manas, aham, buddhi 3) Anta karana sarira (unsur rohani): jiwatman
LANDASAN HIDUP MANUSIA Catur Purusa Artha: 4 tujuan hidup manusia 1) 2) 3) 4) Dharma Artha Kama Moksa Dharmaarthakamamoksa sariram sadhanam Tubuh adalah alat utk mendptkan dharma, artha, kama, dan moksa. Brahmacari: menjd masa terpenting bg mahasiswa.
MEMBANGUN KEPRIBADIAN MAHASISWA BERJIWA PEMIMPIN, TAAT HK, KREATIF, ADAPTIF Kriteria kepemimpinan menurut niti sastra (BAB I. 10): 1) abhikamika: pemimpin hrs tampil simpatik, mengutamakan kepentingan rakyat 2) Prajna: bersikap arif bijaksana, menguasai ilmu penget dan agama 3) Utsaha: hrs proaktif, berinisiatif, kreatif, inovatif serta rela mengabdi kpd rakyat 4) Atma sampad: memiliki kepribadian, berintegritas tinggi, moral yg luhur, berwawasan yg jauh ke dpn 5) Sakya samanta: pemimpin sbg fungsi control mampu mengawasi bawahan, adil, tegas 6) Aksudara pari sakta: pemimpin hrs akomodatif, mampu memadukan perbedaan, pandai berdiplomasi, menyerap aspirasi rakyat.
POSISI MAHASISWA 1) Mhs sbg entitas unik yg memiliki kedekatan sosio-historis dgn masyarakat luas, sbg modal social dlm membangun gerakan kepemimpinan 2) Mhs pd dasarnya mrpk insan akademik PT yg memiliki tanggung jwb menjd sosok insan pembelajar 3) Mhs mrpk kaum ‘kelas menengah’ yg berbaur dgn masyarakat utk menyerap permasalahan rakyat dan disampaikan ke elit ‘kelas atas’ utk bersama 2 mengatasi masalah tsb. 4) Mhs mrpk bagian dr masyarakat yg terikat olh system NKRI 5) Mhs Hindu hrs menjwb perannya sbg individu utk menjd pemimpin dgn tugas dan perannya masing 2
ETIKA MAHASISWA Menghormati catur guru 1) Guru swadyaya 2) Guru pengajian 3) Guru rupaka 4) Guru wisesa
UMAT HINDU DLM PERAN DHARMA NEGARA Pelaksanaan dharma Negara hrs sejalan dgn amanat UUD 1945: 1) Setiap umat Hindu hrs menyadari bhw hak dan kewajiban utk bela Negara adlh sesuai dgn ps 30 ayat 1 UUD 45 2) Setiap umat Hindu hrs selalu ikut serta memajukan pendidikan nasional sesuai ps 31 UUD 45 3) Setiap umat Hindu indo hrs selalu aktif memelihara dan mengembangakan kebudayaan nasional dan menerima budaya asing dgn selektif sesuai ps 32 UUD 45 4) Setiap umat Hindu hrs aktif ikut serta menangulangi masalah fakir miskin—ps 34 UUD 45 5) Setiap umat Hindu hrs ikut aktif mewujudkan persatuan dan kesatuan bgs serta memelihara instrumen 2 pemersatu bgs---35 -36 dan pembukaan UUD 45.
TANTANGAN DHARMA AGAMA DAN DHARMA NEGARA 1) Menyadari kpd masy agar tetap berpegang pd konsep swadharma kehidupan, shg tdk mudah terjebak melakukan perbuatan menyimpang dr aj agama 2) Masy Hindu hrs meningkatkan kemampuan dirinya utk mendidik diri sendiri dlm menghayati dharma agama dan Negara utk tujuan kerahayuan diri, keluarga, masy dan bgs. 3) Melalui konsepsi: Utpati, stiti, praline masy Hindu yakin bhw fenomena perubahan dlm masy adalah ciri alamiah diri manusia, alam dan masy itu sendiri, shg siap menerima perubahan.
MHS HINDU MEMILIKI JIWA & RAGA YG SEHAT. Menjaga kesehatan menurut ayur veda dilakukan dlm 3 hal: 1) Dengan ahara: menjaga makanan 2) Dengan vihara: berperilaku wajar, tidak berlebihan 3) Dengan ausada: secara teratur minum jamu (loloh) yg terbuat dr tumbuh 2 an
MAHASISWA HINDU BERJIWA KREATIF DAN ADAPTIF Dilakukan mll pembinaan keperibadian selain intelektualitas. Segala kegiatan adalah semangat moralitas Mampu beradaptasi dgn lingkungan baru dan keadaan baru. Secara umum mhs memiliki 3 peran pokok: 1) Peran moral 2) Peran social 3) Peran intelektual