Oleh Sri Kumalaningsih Asam Sitrat Asam Itakonat Asam

















- Slides: 17
Oleh : Sri Kumalaningsih
Asam Sitrat Asam Itakonat Asam Asetat Asam Organik Asam Glukonat Asam Laktat
� Mikroorganisme penghasil : Aspergillus niger � Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). � Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. � Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.
Tabel 1. Komposisi Media Fermentasi Produksi Asam Sitrat Komponen Sukrosa NH 4 NO 3 KH 2 PO 4 Mg. SO 4. 7 H 2 O HCl sampai p. H 3. 4 – 3. 5 Kuantitas (gr/Liter) 125 – 150 2 – 2, 5 0, 75 – 1 0, 20 – 0, 25 5 cc HCl 5 N Secara kimia, asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 °C, asam sitrat terurai dengan melepaskan karbon dioksida dan air.
� Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan � Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16, 7°C. � C 12 H 22 O 11 + H 2 O C 6 H 12 O 6 + C 6 H 12 O 6 Laktosa/Sukrosa+Glukosa Galaktosa/Fruktosa Asam asetat diproduksi secara sintetis maupun secara alami melalui fermentasi bakteri
Bakteri penghasil : Lactobacillus sp. � Dibuat dgn proses fermentasi sukrosa, glukosa atau laktosa yg diperoleh dr molase atau dr dadih susu (milk whey) � As. Laktat murni tdk berbau, tdk berwarna, bersifat higroskopis pd suhu kamar. � As. Laktat tdk murni berwarna kekuningan krn pigen karoten � Reaksi kimia : C 6 H 12 O 6 2 H 3 CHO HCOOH � � Sifat-sifat fisik as. laktat antara lain: - bobot jenis : 1. 249 - bobot molekul : 90. 08 - titik beku : 16. 8 C - titik didih : 122 C (pd tekanan 14 mm Hg)
� Cara a. b. c. produksi as. glukonat : Cara Kimia : oksidasi glukosa dgn larutan hipoklorit Metode elektrolisa thd larutan yg mengandung gula Fermentasi larutan glukosa yg (kebanyakan) dilakukan oleh kapang dan bakteri
Tabel 2. Komposisi Media Produksi Asam Itakonat Komponen Jumlah Glukosa Monohidrat 165 gr Mg. SO 4. 7 H 2 O 4, 4 gr NH 4 NO 3 2, 5 gr Na. Cl 0, 4 gr Zn. SO 4. 7 H 2 O 0, 0044 gr Asam nitrat (sp. Gr 1, 42) 1, 60 ml Konsentrat corn steep liquor 4, 0 ml Air destilata (ditambahkan sampai) 1000 ml
� Faktor-faktor yg mempengaruhi pd produksi as. itakonat : a. Keasaman (p. H) -p. H optimum yaitu 1, 8 -1, 9 b. Kadar cairan limbah pabrik jagung (CSL) -Konsentrasi optimum ± 1, 5 ml/L. -Konsentrasi yg terlalu tinggi akan meningkatkan miselium dan menurunkan produksi asam. c. Konsentrasi Garam -Konsentrasi optimum 0, 75 gr/L -Penggunaan Na. Cl dpt meningkatkan miselium -Zn. SO 4 tdk meningkatkan produksi asam d. Konsentrasi Glukosa -Konsentrasi optimum ± 60 gr/L -penggunaan konsentrasi yg lebih tinggi akan mendapatkan sisa glukosa yg lebih tinggi pula
Asam Glutamat Alanin Asam Amino Tritofan Lisin
Mikroba penghasil : Micrococcus glutamicus yg kemudian disebut Corynebacterium glutamicus Ion glutamat merangsang beberapa tipe saraf yang ada di lidah manusia. Sifat ini dimanfaatkan dalam industri penyedap. Garam turunan dari asam glutamat, yang dikenal sebagai mononatrium glutamat (dikenal juga sebagai monosodium glutamat, MSG, vetsin atau micin)
Merupakan asam amino penyusun protein yang dalam pelarut air bersifat basa, seperti juga histidin. Lisin tergolong asam amino esensial Lisin amino terakumulasi dlm sel-sel khamir dengan adanya asam adipat Konversi asam aminoadipat menjadi lisin adalah dengan Candida (Torulposis) utilis dengan adanya bantuan glukosa dan oksigen
Manfaat lain lisin adalah membantu dalam penyerapan kalsium , pembentukan hormon dan kolagen, serta antibodi. Lisin juga memainkan peranan penting dalam produksi carnitine untuk mengubah asam lemak menjadi energi dan membantu menurunkan kadar kolesterol. Lisin banyak terdapat pada makanan yang banyak mengandung protein, seperti daging, keju, susu, ikan, telur dan kacang-kacangan
Triptofan tidak dapat diproduksi oleh tubuh, tetapi didapat sebagai nutrisi asupan dari proses pencernaan dengan enzim proteolitik. Asam amino ini banyak dikandung oleh cokelat, oat, durian, mangga, dried dates, susu, yogurt, keju, daging merah, telur, daging unggas, wijen, chickpeas, biji bunga matahari, biji labu, spirulina. Candida dapat mengubah asam anthranilat menjadi triptofan dengan adanya serin dan gula
Alanin adalah asam amino non esensial yang diakumulasikan oleh Streptomyces, khamir, jamur berfilamen dan bakteri. Alanin dapat dibentuk oleh : Micrococcus, Aeromobacter, Flavobacterium, Alkaligenes, Escheria, Avobacter dan Bacillus Setiap bahan pangan yang kaya protein seperti daging, ikan, susu, telur, dan kacangan kaya akan alanin.
Terima Kasih