OLEH DRS SUAIDIN FASILITATOR BIMTEK KTSP DIREKTORAT PEMBINAAN
OLEH : DRS. SUAIDIN FASILITATOR BIMTEK KTSP DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 1
PESERTA MEMAHAMI KONSEP SUBSTANSI PEMBELAJARAN BERDASARKAN KTPS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
KENAPA KURIKULUM BERUBAH” Kenapa kurikulum harus berubah ? demikian pertanyaan yang kerapkali dilontarkan orang, ketika menanggapi terjadinya perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia. Jawabannya pun sangat beragam, bergantung pada persepsi dan tingkat pemahamannya masing-masing. Sepanjang sejarahnya, di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan hingga ada kesan di masyarakat bahwa “ganti menteri, ganti kurikulum”. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 3
Perubahan kurikulum : q Dibtuhkan manakala dipandang sudah tidak efektif q dan tidak relevan lagi dengan tuntutan dan perkembangan jaman q dan setiap perubahan akan mengandung resiko dan konsekuensi tertentu. Perubahan kurikulum yang berskala nasional q Polemik/ perdebatan, q dampaknya yang sangat luas serta q mengandung resiko yang sangat besar, q Perubahan dilakukan secara tiba-tiba dan dalam waktu yang singkat serta tanpa dasar yang jelas. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 4
KONTEKS KTSP Perubahan kurikulum pada tingkat sekolah perlu dilakukan secara terus menerus. Tdak dilakukan secara radikal dan menyeluruh, bergantung kepada data hasil evaluasi. Awal berlaku KTSP terkesan mendadak, Pengembangan KTSP dengan “keterpaksaan” demi mematuhi ketentuan yang berlaku, Model yang dikembangkan belum sepenuhnya menggambarkan kebutuhan dan kondisi nyata sekolah. Model kurikulum yang sesuai, dibutuhkan perbaikan – perbaikan yang secara terus-menerus berdasarkan data evaluasi, hingga pada akhirnya dapat ditemukan model kurikulum yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi nyata sekolah. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 5
KEANEHAN? Tidak pernah melakukan perubahan apapun. sekolah yang demikian, akan stagnan. model kurikulum, dibentuk tim pengembang kurikulum tingkat sekolah yang bertugas untuk memanage kurikulum di sekolah (TPS). sudah ditunjuk petugas khusus yang menangani kurikulum (wakasek kurikulum), tugas -tugas yang rutin dan teknis Usaha untuk mendesain, mengimplementasikan, dan mengevaluasi serta mengembangan kurikulum yang lebih inovatif tampaknya kurang diperhatikan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 Dengan adanya Tim Pengembang Kurikulum di 6 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
PERBEDAAN KURIKULUM 2004 Dan KTSP (Sesuai PP No. 19 th 2005) ESENSI PERBEDAAN KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 (Sesuai PP No. 19 th 2005) PENAMAAN Kurikulum 2004 atau KBK Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MANAJEMEN Ujicoba, pemodelan dan MBS dilakukan oleh pusat (Direktiorat dan Balitbang) BSNP sebagai penyusun Standar Isi (Kerangka Dasar, Stuktur kurikulum) sekolah mengembangkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM memuat : a. Standar kompetensi b. Kompetensi dasar c. Indikator d. Materi pokok memuat a. Kelompok Mata Pelajaran b. Struktur Kurikulum Tiap Jenjang c. Standar kompetensi dan Kompotensi dasar PEMBELAJARAN Berbasis kompetensi, guru sebagai fasilitator Berorientasi kompetensi, siswa sebagai pusat pembelajar PELAKSANAAN Diberikan model-model (model silabus, . model pembelajaean, model penilaian) dalam dokumen lengkap yang disusun pusat sebagai acuan/pedoman Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan: 1. Kerangka dasar kurikulum, 2. Standar kompetensi, di bawah supervisi dinas kab/kota (SD/MI, SMP/MTs, PAKET A & B), dan/atau dinas provinsi (SMA, SMK, PLB, PAKET C) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
PERBANDINGAN STRUKTUR PROGRAM DAN MATA PELAJARAN PADA KURIKULUM 94, KURIKULUM 2004, DAN STANDAR ISI SD/MI Kurikulum 94 Mara pelajaran Kurikulum 2004 Standar Isi A. Mata Pelajaran Kelompok Mata Pelajaran Pendidikan Agama 1. Pendidikan Agama a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia (etika, budi pekerti, atau moral) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial 2. Pendidikan Kewarganegaraan b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Bahasa Indonesia 3. Bahasa Indonesia c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi Matematika 4. Matematika Ilmu Alam Pengetahuan 5. Sains 5. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Sosial Pengetahuan Kerajinan Tangan dan Kesenian 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 6. Kerajinan Tangan dan Kesenian Pendidikan Jasmani 7. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 Muatan Lokal C. Muatan Lokal DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 7. Seni Budaya dan Keterampilan d. kelompok mata pelajaran estetika 8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan B. Muatan Lokal HALAMAN
Pasal 2 Permen No. 24 PELAKSANAAN SI dan SKL : 1. mulai tahun ajaran 2006/2007. paling lambat tahun ajaran 2009/2010. 2. Secara menyeluruh, untuk sekolah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 3. Secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun, untuk sekolah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004, dengan tahapan a. SD, MI, SDLB : - tahun I : kelas 1 dan 4; - tahun II : kelas 1, 2, 4, dan 5; - tahun III : kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. b. SMP, MTs, SMA, SMK, MAK, SMPLB, dan SMALB : - tahun I : kelas 1; - tahun II : kelas 1 dan 2; - tahun III : kelas 1, 2, dan 3. 4. Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 10
ANALISIS KONTEKS IDENTIFIKASI SNP • • • ANALISIS KONDISI SATUAN PENDIDIKAN Kekuatan dan Kelemahan : • Peserta Didik • Pendidik dan Tendik • Sarana Prasarana • Biaya • Program ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pengelolaan Standar Proses Standar Penilaian Peluang dan Tantangan : Komite Sekolah, Dewpend, Dinpen, Asprof, DU/DK, SDA, Sosbud, dsb HALAMAN 11 K T S P
TINDAK LANJUT 1. Hasil analisis konteks digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk mengembangkan KTSP sebagai kurikulum operasional yang harus dilaksanakan di satuan pendidikan. 2. Satuan pendidikan harus berupaya untuk: memenuhi standar nasional pendidikan, meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan komponen satuan pendidikan, serta memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan/ ancaman komponen/faktor-faktor yang ada di lingkungan, sehingga dapat mewujudkan sekolah efektif yang unggul dan siap berkompetisi secara global DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 12
KTSP Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. (PP No. 19 th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 13
Mekanisme PENYUSUNAN KTSP Analisis : • Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Standar Pengelolaan, Standar Proses, Standar Penilaian, dan Panduan Penyusunan KTSP • Pembentukan TIM • penyiapan dan penyusunan draf, • review dan revisi, serta finalisasi, • pemantapan dan penilaian DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 14 Naskah KTSP diberlaku kan
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Merumuskan indikator pencapaian kompetensi Mengidentifikasi materi pembelajaran Mengembangkan kegiatan pembelajaran Menentukan jenis penilaian Menentukan alokasi waktu Menentukan sumber belajar DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Analisis SI/SK-KD Kegiatan Pembelajaran Indikator Sumber Belajar Penilaian DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Alokasi Waktu HALAMAN 16
Pengembang SILABUS 1. Guru kelas/mata pelajaran, atau 2. Kelompok guru kelas/mata pelajaran, atau 3. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus 17 [Daftar
1 Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI; b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 18
2. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI; b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 19
3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: a. potensi peserta didik; b. relevansi dengan karakteristik daerah; c. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik; b. kebermanfaatan bagi peserta didik; c. struktur keilmuan; d. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran; e. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan [Kembali] f. alokasi waktu. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 20 HALAMAN Nasional Materi 6 - Silabus DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA
4. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 21
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran: a. Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional b. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran d. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik, yaitu kegiatan siswa dan materi. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 22
5. Merumuskan Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 23
Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Prinsip pengembangan indikator adalah Urgensi, Kontinuitas, Relevansi dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda, prilaku, dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN lihat KKO DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Klik untuk Nasional Materi 6 - Silabus 24
6. Menentukan Jenis Penilaian merupakan serangkaian kegiatan utk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 25
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penilaian: a. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik, yang dilakukan berdasarkan indikator b. Menggunakan acuan kriteria c. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 26
7. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 27
8. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus [Kembali] 28
Format Silabus Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: No KD Materi Pemb. Kegiatan Pemb. Indikator Penilaian Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus Alokasi Sumber/ Waktu Bahan 29
Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus 30
Ranah Kognitip Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus 31
Ranah Afektif Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus 32
Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Nasional Materi 6 - Silabus 33
BAGAIMANA MENYUSUN SILABUS DAN RRP YANG MUDAH Berdasar kan pengertian silabus dan RPP diatas Penyusunan Silabus dan RPP diawali dengan cara melakukan analisis : 1. Materi apa yang harus diajarkan kepada siswa (materi ajar) 2. Bagaimana cara mengajarkan materi tersebut (metoda) 3. Tujuan apa yang hendak dicapai dari mengajarkan materi tersebut (TP) 4. Bagaimana siswa belajar agar tujuan pembelajaran tercapai (KP) 5. Bagaimana cara mengukur apakah TP sudah tercapai (penilaian) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 34
KATA KUNCI SILABUS DAN RPP Kata konci dari Silabus dan RPP terletak pada Tujuan pembelajaran merupakan indikator yang ditulis secara lengkap Indikator yang lengkap memiliki 5 komponen 1. Audien = A (siswa) 2. Behavior = B Perubahan tingkalaku yang ingin dicapai dan dapat diukur sebagai hasil belajar 3. Condition =C Situasi /lingkungan KBM 4. Degree = D Tingkat kesulitan sesuai kemampuan siswa 5. Content = E Kedalaman materi sebagai isi Kegiatan belajar DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 35
Contoh TP : Setelah tanya jawab siswa dapat menuliskan lima ciri mahluk hidup Rumusan 1. Setelah tanya jawab E 2. Siswa A 3. dapat menuliskan B 4. lima D 5. ciri mahlk hidup C DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 36
Tujuan pembelajaran yang baik didalamnya terdat 5 Aspek 1. Indikator 2. Soal 3. Metoda 4. Kegiatan pembelajaran 5. Aspek penilaian Contoh TP : Setelah diskusi siswa dapat menuliskan 5 ciri mahluk hidup 1. Indikator Menuliskan 5 ciri mahluk hidup 2. Soal Tuliskan 5 ciri Mahluk hidup 3. Metoda diskusi 4. Kegiatan pembelajaran Diskusi tentang ciri mahluk hidup 5. Aspek penilaian Kognitip Teknik tertulis DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 37
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS DAN RPP ? Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPP KOMPET ENSI DASAR MATERI POKOK MATERI AJAR INDIKATOR SOAL METODA 1 2 3 5 4 6 Menya lin dari standa r isi KD buang kata kerja Uraikan dari Materi pokok seluas mungkin dengan mempertim bangkan alokasi waktu, kem ampuan siswa dan guru Tiap soal satu indikator rumusan indikator yang paling sederhana memiliki 2 penciri yaitu perubahan tingka laku dan pengetahuan (yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi). Diambil dari tiap sub materi ajar Soal yang baik mengandun g 2 aspek pengetahua n dan perubahan tingka laku Untuk mencapai iundikator tsb Materi ajar disampai kan dengan metoda apa DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 38
TUJUAN PEMBELAJA RAN KEGIATAN PEMBELAJA RAN JENIS PENILAIAN 9 7 8 ASPEK Tujuan pembelajaran adalah indikator yang ditulis secara lengkap yang memiliki 5 aspek yaitu 1 A 2 B 3. C 4 D 5. E Merupakan pengalaman belajar siswa yang berhubungan dengan metoda pembelajaran dan memiliki 2 penciri yaitu kegiatan siswa dan pengetahuan Lihat soal sesuai kan dg aspek pada raport DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA TEKNIK Bisa berupa tertulis, lisan, Unjuk kerja, Produk proyek HALAMAN 39 KKM Dibuat per indikator atau KD dengan memper hatikan Aspek komplek sitas, daya dukung dan intake siswa ALOKASI WAKTU SUMBER BAHAN 10 11 Untuk KD sesuaikan 1 sumber 2 Bahan dengan program 3 alat semester
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS DAN RPP ? Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPP KOM MATE PETE RI NSI POKO DAS K AR MATERI AJAR INDIKATOR SOAL METODA 4 6 1 2 3 5 Meng identi fikasi strukt ur dan fungsi daun tumb uhan Stru ktur dan fung si dau n tum buh an a. Struktur daun tumbuhan 1 Tangkai daun 2 Tulang daun 3 Helai daun b. Fungsi Daun tumbuhan 1 Tangkai daun berfungsi untuk melekatkan daun pada batang /Ranting 2 Tulang daun berfungsi untuk memberikan bentuk pada daun 3 Helai daun berfungsi untuk memasak makanan dan untuk bernapas 1. Menunjukan mana tangkai, tulang dan helai daun yang diamati 2. Menyebut kan fungsi tangkai daun DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 40 1. Amati sehelai 1. Observasi/ daun lalu Pengamatan tunjukkan Mana 2. Diskusi tangkai, tulang dan helai daun yang diamati tersebut 2. Sebutkan fungsi tangkai daun
TUJUAN PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJ ARAN 7 8 1. Setelah Mengamati helai daun siswa dapat Menunjukkan Mana tangkai, tulang dan helai daun yang di amati dengan benar 2. Setelah diskusi siswa dapat Menyebutkan fungsi tangkai daun dengan tepat 1. Menga mati helai daun 2. Disk usi tentang fungsi tangkai daun JENIS PENILAIAN 9 ASPEK 1. Aspek Kinerja ilmiah, TEKNIK Teknik Proses kerja konsep, 2. Aspek Teknik Penguasaan Tertuli konsep, Tek s, nik Tertulis, KKM 78 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 41 KKM 89 KKM 78 ALOKASI WAKTU SUMBER BAHAN 10 11 2 jam Pelajaran Sumber ; Buku IPA Bahan ; Daun tumbuha Alat ; -
ADA PERTANYAAN SAMPAI DI SINI? ? ? DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 11/22/2020
MENGANALISIS SK, KD DAN INDIKATOR DALAM SILABUS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
1. Mengkaji SK dan KD Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum Pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI; b. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; c. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 44
Mata Pelajaran : FISIKA SK : Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukur- annya KD : Melakukan penjumlahan vektor Indikator (***) 1) Menyebutkan prinsip penjumlahan vektor 2) Menerangkan penjumlahan vektor 3) Menghitung penjumlahan vektor 4) Melakukan penjumlahan vektor Tahapa Materi Pokok n Pengembang Berpikir an C 1 C 2 C 3/4 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Besaran Fisika omassa, opanjang, dan owaktu Penjumlaha n vektor HALAMAN C 3 Redaksi Soal C? Sebutkan prinsip penjumlahan besaran vektor Hasil penjumlahan besaran vektor dari……… adalah …. . a………… b………… c………… d………. . E…………
Mata Pelajaran SK(*) KD (**) 1. Menerap -kan konsep besaran fisika dan pengukurannya 1. 1 Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) : FISIKA Tahapan Berpikir DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA C 3 Indikator (***) o. Mengenal besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) o. Menjelaskan besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) o. Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) HALAMAN Tahapan Materi Pokok Berpikir Pengembangan C 1 C 2 C 3 Besaran Fisika omassa, opanjang, dan owaktu Penjumlahan vektor
Mata Pelajaran SK(*) KD (**) 1. Menera p-kan konsep besaran fisika dan pengukurannya 1. 2 Melakukan penjumlahan vektor : FISIKA Tahapan Indikator (***) Berpikir C 4 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA o) Menyebutkan penjumlahan vektor o. Menerangkan penjumlahan vektor o. Mengihitung penjumlahan vektor o. Melakukan penjumlahan vektor HALAMAN Tahapan Berpikir C 1 C 2 C 3/ 4 Materi Pokok Pengembangan Besaran Fisika omassa, opanjang, dan owaktu Penjumlahan vektor
Mata Pelajaran : MATEMATIKA SK(*) KD (**) Memec ahkan masalah yang berkait an dengan bentuk pangkat , akar, dan logarit ma 1. Mengguna kan aturan pangkat, akar, dan logaritma 2. Tahap Indikator (***) an Berpi kir C 3 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA o. Mengenal aturan pangkat, akar, dan logaritma o. Menjelaskan aturan pangkat, akar, dan logaritma o. Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma HALAMAN Tahap Materi Pokok an Pengembangan Berpi kir C 1 C 2 C 3 oaturan pangkat, oakar, dan ologaritma manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma
Mata Pelajaran : MATEMATIKA SK(*) KD (**) Memeca hkan masalah yang berkaita n dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritm a 1. Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma Tahapan Indikator (***) Berpikir C 4 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA o. Menjelaskan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma o. Menghitung manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma o. Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma HALAMAN Tahap an Berpik ir C 2 C 3 C 4 Materi Pokok Pengembangan oaturan pangkat, oakar, dan ologaritma manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma
Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA SK(*) KD (**) Memah ami siaran atau cerita yang disampa ikan secara langsun g /tidak langsun g Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita) Tahapan Berpikir C 4 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Indikator (***) Menuliskan isi siaran radio/ televisi da lam beberapa kalimat dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami. Menyampaikan secara lisan isi siaran yang telah ditulis secara runtut dan jelas Mengajukan pertanyaan/ tanggapan berdasarkan siaran yang didengar (menyetujui, HALAMAN menolak, Tahap an Berpik ir C 1 C 2 C 4/5 Materi Pokok Pengembangan -Siaran (langsung) dari radio/ televisi, teks yang dibacakan, atau rekaman berita/ nonberita -Pokok-pokok isi berita -Tanggapan isi berita
Mata Pelajaran : TIK SK(*) KD (**) Melakuk an operasi dasar komput er Mengaktif kan dan mematika n komputer sesuai dengan prosedur Tahap Indikator (***) an Berpik ir C 3/P 2 Mengidentifikasi perangkat komputer Mendemonstrasikan cara merangkai console/system unit, monitor, keyboard dan mouse dengan benar Tahap Materi Pokok an Pengembangan Berpi kir C 1 C 3/P 2 Mendemonstrasikan cara menghidupkan komputer sesuai dengan prosedur baku C 3/P 2 Mendemonstrasikan cara mematikan komputer sesuai dengan prosedur DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 baku C 3/P 2 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN o. Fungsi dan jenis-jenis port yang terdapat pada console/system unit o. Prosedur menghidupkan dan mematikan komputer
PEMETAAN STANDAR ISI Mata Pelajaran : ……………. Kelas/Semester : ……………. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
CONTOH PEMETAAN STANDAR ISI Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X / 1 P DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 53
CONTOH PEMETAAN STANDAR ISI Mata Pelajaran : TIK Kelas/Semester : X / 1 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
CONTOH PEMETAAN STANDAR ISI Mata Pelajaran: Sejarah Kelas/Semester: X/1 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 Ruang lingkup: 1. Prinsip dasar ilmu sejarah HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA
PEMETAAN STANDAR ISI Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI / IPA Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah THP KOMPETENSI DASAR • Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive INDIKATOR C 1 Membaca sajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran dan ogive Mengiden tifikasi nilai suatu data yang ditampilka n pada tabel dan diagram DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA TINGKAT BERPIKIR MATERI POKOK/ PENGEMBANG AN C 1 Statistika: RUANG LINGKUP Statistika WAKTU 2 x 45’ Diagram garis, diagram batang, diagram lingkaran. Histogram dan ogive C 1 HALAMAN 2 x 45’ 56
PEMETAAN STANDAR ISI Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI / IPA Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah KOMPETENSI DASAR 1. Meny ajikan data dalam bentu k tabel dan diagr am batan g, garis, lingka ran, dan ogive serta penaf sirann ya THP C 3 TINGKAT BERPIKI R INDIKATOR MATERI POKOK/ PENGEMBANGA N C 2 Menggambarkan data dalam bentuk tabel, diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran. . C 3 2 x 45’ Menggambarkan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan histogram serta ogive C 3 2 x 45’ HALAMAN Statistika WAKTU Menjelaskan langkah-langkah menyajikan dalam bentuk tabel, diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran histogram dan ogive DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Statistika: RUANG LINGKUP 2 x 45’ Diagram garis, diagram batang, diagram lingkaran. Histogram dan ogive 57
Pengembangan Bahan Ajar Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Apa saja sumber belajar ? DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 59
Jenis Bahan Ajar 1. 2. 3. 4. Bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/maket. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials). DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Contoh Peta Bahan Ajar (Keg. Praktikum) SK Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dan optika dalam menyelesaikan masalah KD Keg. Pembelajaran Menganalisis sifat-sifat cahaya Judul Bahan ajar DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN Mendeskripskan sifat-sifat pemantulan dan pembiasan cahaya melalui praktik kerja kelompok LKS: Sifat-sifat cahaya
Mengapa guru perlu mengembangkan Bahan Ajar? Guru harus memiliki atau menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan : § kurikulum, § karakteristik sasaran, § tuntutan pemecahan masalah belajar. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 62
Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar Bahan ajar disusun dengan tujuan: 1. Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik; 2. Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh; 3. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 63
Manfaat bagi guru 1. 2. 3. 4. 5. 6. Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik; Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit diperoleh; Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi; Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar; Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya; Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 64
Manfaat bagi Peserta Didik 1. 2. 3. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik; Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru; Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 65
Sk, kd dan indikator DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Presented by : Yusup Sulaeman, HALAMAN chapters CREDITS sman 1 bogor……. 2006 PLAY ALL
Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang Standar Kompetensi 6. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga Kompetensi Dasar 6. 1 Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat : • Menentukan kedudukan titik dan garis dalam ruang • Menentukan kedudukan titik dan bidang dalam ruang • Menentukan kedudukan antara dua garis dalam ruang • Menentukan kedudukan garis dan bidang dalam ruang • Menentukan kedudukan antara dua bidang dalam ruang DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang Chapter 1 : Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides Chapter 2 : Kedudukan Titik Terhadap Garis dan Bidang Chapter 3 : Kedudukan Garis Terhadap Garis dan Bidang Chapter 4 : Kedudukan Bidang Terhadap Bidang Lain DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides Titik hanya dapat ditentukan oleh letaknya, tidak berukuran (tidak berdimensi). Titik digambarkan dengan tanda noktah dan dibubuhi nama, biasanya dengan huruf kapital. P A Titik A DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Titik P HALAMAN
Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides Garis (garis lurus) memiliki ukuran panjang, tetapi tak punya ukuran lebar. Biasanya garis hanya dilukiskan sebagian saja, disebut wakil garis. Nama wakil garis dilambangkan dengan huruf kecil (g, h, k) atau menyebutkan nama segmen garis dari titik pangkal ke titik ujung. B g A Garis g DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN Segmen/ ruas garis AB
Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides Bidang (Bidang datar) memiliki ukuran panjang dan lebar. Wakil bidang berbentuk persegi, persegi panjang, atau jajar genjang, diberi nama α, β, µ atau H, U, V, W, atau dengan menyebutkan titik-titik sudut bidang tersebut. D α Bidang α C A B Bidang ABCD β Bidang β µ A Bidang µ DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN D D C A B Bidang ABCD C Bidang ABCD B
Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides Aksioma adalah pernyataan yang diandaikan benar dalam sebuah sistem dan kebenaran itu diterima tanpa pembuktian. Euclides, memperkenalkan 3 aksioma penting dalam geometri Aksioma 1 Melalui dua buah titik sebarang (tidak berimpit) hanya dapat dibuat sebuah garis lurus. α A B B A Aksioma 2 Jika sebuah garis dan sebuah bidang mempunyai dua buah titik persekutuan, maka garis tersebut seluruhnya terletak pada bidang Aksioma 3 Melalui tiga buah titik sebarang (tidak pada satu garis) hanya dapat dibuat sebuah bidang. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN C α A B
Pengertian Titik, Garis, dan Bidang + Aksioma Euclides Dalil 1 Sebuah bidang ditentukan oleh tiga titik sebarang. Dalil 2 Sebuah bidang ditentukan oleh sebuah garis dan sebuah titik (titik berada di luar garis). Dalil 3 Sebuah bidang ditentukan oleh dua buah garis berpotongan. Dalil 4 Sebuah bidang ditentukan oleh dua buah garis sejajar DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN C A B g A h g
KEDUDUKAN TITIK TERHADAP GARIS DAN BIDANG H 1. Titik terletak pada garis E G F A D 2. Titik berada di luar garis C B A DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN B g
KEDUDUKAN TITIK TERHADAP GARIS DAN BIDANG H 1. Titik terletak pada bidang E G F A U D 2. Titik berada di luar bidang A U B DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN C B
KEDUDUKAN GARIS TERHADAP GARIS DAN BIDANG Kedudukan garis terhadap garis lain h 1. Dua garis berpotongan Ada satu titik persekutuan (titik potong) α 2. Dua garis berimpit Ada lebih dari satu titik persekutuan g A g h α h 3. Dua garis bersilangan Tidak berpotongan, tidak bersilangan, tidak terletak pada satu bidang DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN A α g
KEDUDUKAN GARIS TERHADAP GARIS DAN BIDANG 4. Dua garis sejajar Tak ada titik persekutuan, dalam satu bidang g α h Aksioma 4 Melalui sebuah titik yang berada di luar sebuah garis, hanya dapat dibuat sebuah garis yang sejajar dengan garis itu. A h g α DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
KEDUDUKAN GARIS TERHADAP GARIS DAN BIDANG H G g berpotongan dengan AD, AE, BC, dan BF E F g sejajar dengan DC, EF, dan HG g bersilangan dengan CG, DH, EH, dan FG D g berimpit dengan AB C A DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA B HALAMAN g
KEDUDUKAN GARIS TERHADAP GARIS DAN BIDANG Dalil tentang garis sejajar bidang g Dalil 8 g // h h terletak pada bidang α Maka, g // bidang α h α g Dalil 9 α melalui g g // bidang β Maka, (a, β) // g α β DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN (a, β)
KEDUDUKAN GARIS TERHADAP GARIS DAN BIDANG g h Dalil 10 g // h h // bidang α Maka, g // bidang α α Dalil 11 α berpotongan dengan β a // g β // g Maka, (a, β) // g (a, β) α β DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN g
KEDUDUKAN bidang TERHADAP bidang lain H G ABCD sejajar dengan EFGH E F D ABCD berpotongan dengan ABFE, BCGF, CDHG, dan ADHE C A DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA B HALAMAN
KEDUDUKAN BIDANG terhadap bidang lain Dalil 12 a // g b // h a dan b berpotongan pada bidang α g dan h berpotongan pada bidang β Maka, bidang α // bidang β Dalil 13 bidang α // bidang β Bidang µ memotong bidang α dan β Maka, (α, µ) // (β, µ) a g HALAMAN h β (α, µ) α µ (β, µ) β DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA b α
KEDUDUKAN BIDANG terhadap bidang lain g Dalil 14 g menembus α bidang α // bidang β Maka, g menembus bidang β α β Dalil 15 g // bidang α Bidang α // bidang β Maka, g // bidang β g α β DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
KEDUDUKAN BIDANG terhadap bidang lain Dalil 16 g terletak di bidang α // bidang β Maka, g // bidang β g α β Dalil 17 bidang α // bidang β Bidang µ memotong bidang α Maka, Bidang µ memotong bidang β α β DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN µ
KEDUDUKAN BIDANG terhadap bidang lain α Dalil 18 bidang α // bidang β // bidang µ Maka, Bidang α // bidang µ β Dalil 19 bidang α // bidang U Bidang β // bidang V Bidang α dan bidang β berpotongan di (α, β) Bidang U dan bidang V berpotongan di (U, V) U Maka, (α, β) // (U, V) (a, β) α DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA β HALAMAN µ (U, V) V
Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang H G a. Garis BD F E 1. Temukan titik-titik yang terletak pada b. Bidang BCGF c. Bidang ABGH D A C B 2. Carilah garis-garis yang sejajar dengan a. Bidang ABCD b. bidang BCGF c. Bidang ABGH 3. Carilah garis-garis yang tegak lurus dengan garis a. AB b. BF DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
LKS RPP (Lesson Plan) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 88
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang menggambarkan kegiatan dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi peserta didik dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran tertentu DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
PENGERTIAN 1. Strategi pembelajaran: siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar bisa tercpai secara optimal Seperangkat kebijasanaan yang terpilih, yang telah dikitkan dengan faktor yang menentukan warna atau strategi tersebut, seperti: - pemilihan materi - penyaji materi - cara penyajian materi - sasaran penerima DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
2. Pendekatan pembelajaran: cara yang ditempuh guru dalam melaksanakan pembelajaran agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan siswa Jalan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Contoh pendekatan pembelajaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Keterampilan proses Sistim belajar siswa aktip CTL STS Kecakapan hidup PAKEM Tematik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Metode pembelajaran: cara menyajikan materi yang masih bersifat umum Cara mengajar secara umum yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, misal: ceramah, eksperimen, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, penugasan Teknik mengajar: penerapan secara khusus suatu metode pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan media pembelajaran serta kesiapan siswa DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Model pembelajaran: Pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategic, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas Rencana atau pola yang mengorganisasi pembelajaran dalam kelas dan menunjukkan cara penggunaan materi pembelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Tidak ada model pembelajaran yang paling efektif untuk semua mata pelajaran atau untuk semua materi Pemilihan model pembelajaran untuk diterapkan guru di dalam kelas mempertimbangkan beberapa hal: 1. tujuan pembelajaran 2. sifat materi pelajaran 3. ketersediaan fasilitas 4. kondisi peserta didik 5. alokasi waktu yang tersedia DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
CIRI MODEL PEMBELAJARAN YANG BAIK Ada keterlibatan intelektual – emosional peserta didik melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap Ada keikutsertaan peserta didik secara aktif dan kreatif selama pelaksanaan model pembelajaran Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar peserta didik Penggunaan berbagai metode, alat dan media pembelajaran DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
JIGSAW Salah satu teknik pembelajaran kooperatif adalah Jigsaw. Pada mulanya Jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan, kemudian oleh Robert E. Slavin (1991) Jigsaw tersebut divariasikan. Melalui teknik Jigsaw dapat dibangun kemampuan afektif siswa seperti: • Mengemukakan pendapat • Mendengar • Bertanya • Mengelola materi • Mengklarifikasi • Menghargai orang lain • Mengontrol / mengendalikan diri • Bekerjasama dengan orang lain • Kesediaan berbagi pengetahuan yang dimiliki • Meminta bantuan orang lain • Memotivasi teman belajar • Mengkomunikasikan hasil diskusi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Dalam metode Jigsaw siswa dikelompokkan secara heterogen. Bagaimana mengelompokkan siswa secara heterogen? Berikut ini adalah contoh pengelompokkan siswa: 1. Susunlah peringkat siswa dari peringkat satu dan selanjutnya sampai dengan peringkat terakhir berdasar nilai sebelumnya 2. Tentukan beberapa siswa pertama (contoh tentukan siswa peringkat satu sebagai kelompok A, siswa peringkat 2 kelompok sebagai siswa yang peringkat nilainya tinggi, sedang dan rendah. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Contoh penentuan kelompok siswa Tinggi Ratarata Kelom pok atas Peringkat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA Tim A B C D E F G H I J J I H G F E D C B A Ratarata kelom pok bawah Renda h HALAMAN 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 A B C D E F G H I J J I H G F E D C B A
Dari penentuan sesuai contoh diatas, maka untuk 40 siswa dalam satu kelas dapat dibagi menjadi 10 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri atas 4 orang. Setelah siswa dikelompokkan, misalnya satu kelompok terdiri dari 4 siswa kelompok ini disebut kelompok belajar (home group), kemudian setiap siswa di beri tugas membaca dan menggali informasi dengan topik yang berbeda-beda, sebaiknya tugas membaca ini sudah diberikan pada pertemuan sebelumnya sehingga di kelas hanya membutuhkan sedikit waktu untuk meneruskannya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Kemudian siswa-siswa dengan topik yang sama dari setiap kelompok diminta bergabung ke dalam kelompok ahli (expert group) untuk mendiskusikan topik tersebut. Setelah siswa-siswa dengan topik yang sama mengadakan diskusi pada expert group, mereka diminta kembali lagi ke kelompok belajar semula. Di kelompok belajar para siswa (4 siswa) masing-masing menjelaskan kepada temannya tentang topiknya. Di bawah ini digambarkan alur pergerakan siswa dari home group/learning group ke expert group dan kembali lagi ke home group/learning group. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Kelompok belajar/homegroup/learning group DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Kemudian siswa dengan topik yang sama (nomor yang sama) ke expert group Kelompok ahli (expert group) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Setelah diskusi dengan topik yang sama mereka kembali ke home group untuk menjelaskan topiknya kepada teman-temannya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Selanjutnya guru meminta 4 orang siswa dengan topik yang berbeda untuk presentasi tentang topiknya didepan kelas secara bergiliran. Akhirnya guru mengadakan tes secara individual dan dikoreksi langsung sambil dibahas. Skor atau nilai siswa dalam kelompok belajar (home group) dirata-ratakan. Dan untuk memotivasi siswa guru memberikan penghargaan kepada kelompok belajar/home group yang nilai rata-ratanya tinggi. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 108
PEMBELAJARAN TATAP MUKA, PENUGASAN TERSTRUKTUR, DAN KEGIATAN MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR Pembelajaran Tatap Muka (TM) : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Penugasan Terstruktur (PT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik, dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik, dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
PROSES PEMBELAJARAN PENILAIAN/UJI KD KKM (LULUS) < KKM REMEDIAL PENGAYAAN BISA LULUS PORTOFOLIO T U N T A S KD berikutnya DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
PENILAIAN Sistem penilaian menggunakan ulangan/ujian berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah: Ulangan dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar. Ulangan dapat dilaksanakan untuk satu atau lebih Kompetensi Dasar. Hasil ulangan dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial, program pengayaan. Ulangan mencakup aspek kognitif dan psikomotor. Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti: pengamatan, kuesioner, dsb. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 112 39 HALAMAN
PEMBELAJARAN REMEDIAL Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Pada hakikatnya semua peserta didik akan dapat mencapai standar kompetensi yang ditentukan, hanya waktu pencapaian yang berbeda. Oleh karenanya perlu adanya program pembelajaran remedial (perbaikan) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Penilaian ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial diberikan setelah peserta didik mempelajari satu atau beberapa KD tertentu yang diuji melalui Ulangan Harian. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 115 - 39 HALAMAN
PELAKSANAAN REMEDIAL q Pembelajaran ulang dengan metode dan q q media yang berbeda, Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus, Pemberian tugas/latihan, Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya, dan lain-lain, yang semuanya diakhiri dengan ulangan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 116 39 HALAMAN
T E S U L A N G Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 117 - 39 HALAMAN
Nilai Remedial v Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi/perbaikan nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100). v Oleh karena itu, mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial sekolah dapat menetapkan nilai remedi sama dengan nilai KKM. Kebijakan ini harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 118 39 HALAMAN
Contoh: Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial v Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%. v Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. v Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 119 39 HALAMAN
PEMBELAJARAN PENGAYAAN v Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan. v Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
PEMBELAJARAN PENGAYAAN (lanjutan …. ) Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya. Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi, dan lain-lain DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 1. Belajar Kelompok 2. Belajar mandiri 3. Pembelajaran berbasis tema 4. Pemadatan kurikulum 122 39 HALAMAN
Penilaian Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih dari peserta didik yang lainnya DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 123 39 HALAMAN
Pengembangan Diri § Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. § Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. § Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir § Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 125
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
- Slides: 126