NURSING ADVOCACY Oleh Syaifurrahman Hidayat S Kep Ns

  • Slides: 16
Download presentation
NURSING ADVOCACY Oleh; Syaifurrahman Hidayat, S. Kep. , Ns

NURSING ADVOCACY Oleh; Syaifurrahman Hidayat, S. Kep. , Ns

Advocacy (adpokasi) Program kesehatan masyarakat WHO 1984 strategi global pendidikan atau promosi kesehatan a.

Advocacy (adpokasi) Program kesehatan masyarakat WHO 1984 strategi global pendidikan atau promosi kesehatan a. Advocacy (advokasi) b. Social support (dukungan social) c. Empowerment (pemberdayaa n masyarakat)

Nursing Advocacy • Proses dimana perawat secara objektif memberikan informasi yang dibutuhkan Klien untuk

Nursing Advocacy • Proses dimana perawat secara objektif memberikan informasi yang dibutuhkan Klien untuk membuat keputusan dan mendukung keputusan apapun yang buat oleh klien • Penghubung antara klien dan tim kesehatan lain kebutuhan klien, membela kepentingan klien dan membantu klien memahami semua

Nursing Advocacy • Melindungi klien atau masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan keselamatan praktik tidak

Nursing Advocacy • Melindungi klien atau masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan keselamatan praktik tidak sah yang tidak kompeten dan melanggar etika yang dilakukan oleh siapapun (Ana, 1985) • Advokasi sebagai dukungan aktif tarhadap setiap hal yang memiliki penyebab atau dampak penting (Fry, 1987) • Advokasi merupakan dasar falsafat dan ideal keperawatan yang melibatkan bantuan perawat secara aktif kepada

Peran Advokat Keperawatan 1. Melindungi hak klien sebagai manusia dan secara hukum 2. Membantu

Peran Advokat Keperawatan 1. Melindungi hak klien sebagai manusia dan secara hukum 2. Membantu klien dalam menyatakan hak-haknya bila dibutuhkan 3. Peran paternalistik Peran yang dulu dikembangkan bahwa petugas kesehatan yang paling tahu tentang segala sesuatunya. 4. Peran partnership keputusan berada di tangan pasien

Strategi Advokad • Melakukan pendekatan loby dengan para pembuat keputusan setempat bersedia mengeluarkan kebijakan

Strategi Advokad • Melakukan pendekatan loby dengan para pembuat keputusan setempat bersedia mengeluarkan kebijakan untuk membantu atau mendukung program • Melakukan pendekatan dan pelatihan kepada tokoh & para masyarakat setempat mempunyai kemampuan seperti yang diharapkan program, dan dapat membantu menyebarkan informasi program • Petugas kesehatan bersama-sama tokoh masyarakat melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, konseling melalui berbagai

Tujuan Advokasi a. Komitmen politik ( Political commitment ) Untuk mendukung atau mengeluarkan peraturan-peraturan

Tujuan Advokasi a. Komitmen politik ( Political commitment ) Untuk mendukung atau mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan kesehatan/Keperawatan untuk pembahasan kenaikan anggaran, Pengesahan RUU Keperawatan b. Dukungan kebijakan ( Policy support ) Adanya komitmen politik dari para eksekuti, maka perlu ditindak lanjuti dengan advokasi dikeluarkan

Tujuan Advokasi (Lanjutan) c. Penerimaan sosial ( Social acceptance ) Diterimanya suatu program oleh

Tujuan Advokasi (Lanjutan) c. Penerimaan sosial ( Social acceptance ) Diterimanya suatu program oleh masyarakat mensosialisasikan program tersebut untuk memperoleh dukungan masyarakat. d. Dukungan sistem ( System support ) Agar suatu program kesehatan berjalan baik maka perlunya sistem

Komunikasi Dalam Advokasi Advovokasi disektor kesehatan adalah komunikasi antara pejabat atau petugas kesehatan disemua

Komunikasi Dalam Advokasi Advovokasi disektor kesehatan adalah komunikasi antara pejabat atau petugas kesehatan disemua tingkat dan tatanan dengan para penentu kebijakkan ditingkat atau tatanan tersebut; 1. Atraksi Interpersonal daya tarik seseorang atau sikap positif pada seseorang yang memudahkan orang lain untuk berhubungan atau

Komunikasi Dalam Advokasi (lanjutan) 2. Perhatian. teori psikologis Factor internal adalah factor yang berasal

Komunikasi Dalam Advokasi (lanjutan) 2. Perhatian. teori psikologis Factor internal adalah factor yang berasal dalam diri orang itu sendiri. Factor eksternal terdiri dari lingkiungan. 3. Intesitas komunikasi. pesan atau imformasi yang akan disampaikan melalui proses komunikasi advokasi program kesehatan yang akan dimintakan kometmen atau dukungan nya dari pada para pembuat keputusan 4. Visualisasi program-program kesehtan yang di tawarkan harus mempunyai intestas

Kegitan –Kegiatan Advokasi a. Lobi Politik (political lobbying) Berbincang-bincang secara informal kepada para pejabat

Kegitan –Kegiatan Advokasi a. Lobi Politik (political lobbying) Berbincang-bincang secara informal kepada para pejabat untuk menginformasikan dan membahas masalah dari program kesehatan yang akan dilaksanakan. b. Seminar atau presentasi yang dihadiri oleh para pejabat lintas program dan lintas sektor.

Kegitan –Kegiatan Advokasi (Lanjutan) c. Media advokasi (media advocacy) Melakukan kegiatan advokasi dengan menggunakan

Kegitan –Kegiatan Advokasi (Lanjutan) c. Media advokasi (media advocacy) Melakukan kegiatan advokasi dengan menggunakan media khususnya media massa, media cetak maupun media elektronik permasalahan kesehatan disajikan baik dalam bentuk lisan, artikel, berita, diskusi, penyampain pendapat, dan sebagainya. d. Perkumpulan (asosiasi) peminat Asosiasi atau perkumpulan orang-orang yang mempunyai minat atau keterkaitan terhadap

Argumentasi Advokasi 1. Crideble program yang kita tawarkan atau ajukan itu harus menyakinkan para

Argumentasi Advokasi 1. Crideble program yang kita tawarkan atau ajukan itu harus menyakinkan para penentu kebijakan atau pembuat keputusan. 2. Feasible program yang diajukan tersebut baik secara teknik, politik, maupun ekonomi dimungkinkan atau layak. 3. Relevant program yang diajukan tersebut paling tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat

Argumentasi Advokasi (lanjutan) 4. Urgent program yang diajukan tersebut harus mempunyai urgensi yang tinggi

Argumentasi Advokasi (lanjutan) 4. Urgent program yang diajukan tersebut harus mempunyai urgensi yang tinggi dan harus segera dilaksanakan kalau tidak, akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. 5. High Priority program yang diajukan tersebut harus mempunyai preoritas yang tinggi. Agar para pembuat keputusan atau penentu

Pendekatan Utama Advokasi 1. Melibatkan para pemimpin 2. Bekerja dengan media massa 3. Membangun

Pendekatan Utama Advokasi 1. Melibatkan para pemimpin 2. Bekerja dengan media massa 3. Membangun kemitraan 4. Memobilisasi massa 5. Membangun kapasitas

TERIMAKASIH

TERIMAKASIH