MICRO SKILL KETERAMPILAN dan TAHAPAN dalam KONSELING Disampaikan



















































- Slides: 51
MICRO SKILL (KETERAMPILAN) dan TAHAPAN dalam KONSELING Disampaikan oleh : Ulifa Rahma, S. Psi, M. Psi. , Psikolog Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Pokok Bahasan Jenis jenis micro skill yang dibutuhkan dalam konseling Tahapan Konseling (identifikasi, asessmen, sasaran dan intervensi, evaluasi dan terminasi) Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
JENIS MICRO SKILL YANG DIBUTUHKAN DALAM KONSELING Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Client Observation Skill Ketrampilan konselor untuk mengamati mahasiswa, utamanya dapat menemukan ketidaksinkronan antara gesture dan isi percakapan Penting di seluruh sesi Misal: observasi nada suara, sikap tubuh, gerak gerik, tutur bahasa, suasana hati dan perilaku berbeda Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Attending behaviour Disebut juga perilaku meghampiri mahasiswa mencakup komponen kontak mata, bahasa badan, bahasa lisan, mendengarkan Attending yang baik dapat: meningkatkan harga diri mahasiswa (mahasiswa merasa diterima dan dihargai), awal dan proses komunikasi, menciptakan suasana aman, mempermudah ekspresi perasaan mahasiswa secara bebas Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Contoh lembar observasi attending behaviour NO 1 2 3 4 5 ASPEK YANG DINILAI MUKA a. Ekspresi Wajah b. Mata PENGAMAT 1 BAIK TIDAK BAIK Cerah, ceria, tenang Ada kontak mata, alamiah, melihat dan memperhatikan saat yang lain berbicara Kaku, muram, melamun Sedikit atau tidak ada kontak mata, mengalihkan padangan saat mahasiswa berbicara Kaku b. Posisi Melakukan anggukan jika setuju, menggeleng jika tidak setuju Tegak POSISI TUBUH a. Posisi b. Jarak c. Duduk Agak condong kearah mahasiswa Agak dekat ke mahasiswa Akrab, berhadapan, menyamping Tegak kaku, bersandar, miring Menjauh Berpaling, kurang akrab TANGAN/LENGAN a. Variasi gerakan b. Isyarat c. Sentuhan d. Gerakan berubah sesuai keadaan Digunakan Jika perlu Untuk menekankan ucapan konselor Kaku, monoton Tidak bertujuan Tak karuan Tanpa Makna MENDENGARKAN a. Kesabaran b. Diam c. Perhatian Sampai ucapan mahasiswa selesei Menanti saat yang tepat Terarah/fokus dg lwn bicara Memutus pembicaraan mahasiswa Berbicara terus menerus tnpa diam Terpecah/buyar KEPALA a. Anggukan Miring, kebelakang, menunduk Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
QUESTIONING Open Questioning Close Questioning Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Open questioning Pertanyaan yang menuntut jawaban secara terbuka oleh mahasiswa Konselor perlu menggunakan pertanyaan terbuka jika menghadapi mahasiswa tertutup atau diam Kata awal yang mungkin membuka pertanyaan adalah: mengapa, dapatkah, bolehkah, bagaimana, dll Teknik bertanya untuk membuka pertanyaan bertujuan agar konselor trampil menggunakan pertanyaan yg memungkinkan munculnya pernyataan 2 baru, memulai pembicaraan, meminta penjelasan lebih lanjut, memberikan contoh dan memusatkan perhatian kepada mahasiswa Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Contoh questioning Menolong untuk membuka pertanyaan • Apa yang ingin anda kemukakan sekarang? • Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir? • Dapatkah anda mengucapkan lebih banyak Membantu mahasiswa untuk lg hal itu kepada saya? mengelaborasikan/mengungkapkan dirinya • Bagaimana perasaan anda jika hal itu terjadi Membantu mahasiswa untuk memberi contoh perilaku spesifik yang dapat dipahami • Bagaimana perasaan anda tentang apa yang anda katakan kepada saya? • Bagaimana perasaan anda selanjutnya? Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Close questioning Pertanyaan Tertutup Contoh: • Merupakan jawaban pasti dan biasanya bersifat faktual (biasanya jawaban adalah ya atau tidak) • Apakah anda merasa berhasil atau tidak disekolah ini? Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Clarifying mengajukan pertanyaan sampai diperoleh gambaran yang jelas. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Paraphrasing menyampaikan dengan kata -kata sendiri apa yang ditangkapnya dari pesan yang disampaikan oleh mahasiswa. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Reflection Mengekspresikan kembali perasaan, pikiran, sikap dan pengalaman mahasiswa dalam usaha untuk membangun hubungan Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
KEMAMPUAN EMPATI Tujuan : menempatkan diri dalam pikiran dan perasaan orang lain (internal frame of preference), seolah-olah mampu merasakan dan memahami keadaan emosionalnya. Membantu mahasiswa menumbuhkan perasaan positif terhadap dirinya Membuat mahasiswa merasa tidak takut & tidak terancam untuk mengekspresikan diri dan emosi Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
TAHAP EMPATI PRIMARY EMPATHY “Saya bisa merasakan betapa khawatirnya Anda saat ini” “Saya bisa mengerti kalau Budi bingung sekali. . . ” “Tampaknya Adi sedih sekali ya. . . ” “Kelihatannya Anda cemas sekali. . . ” “Saya dapat merasakan Anda sangat bingung saat ini. . . ” ADVANCED ACCURATE EMPATHY “ Seandainya saya jadi Santi. . . Sayapun akan merasakan sedih-bingung-marah atas apa yang terjadi. . ” Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
ENCOURAGEMENT Upaya utama konselor adalah agar konseli selalu terlibat dalam pembicaraan dirinya terbuka, sehingga pembicaraan mencapai tujuan. Dorongan minimal adalah suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan konseli. Respon yang diberikan oleh konselor sesedikit mungkin dengan tujuan memberikan kesempatan kepada konseli berbicara lebih lanjut. Misalnya dengan mengatakan terus , lalu , ya dan. , hm , dapat juga dengan isyarat anggukan. . , dll Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Confrontation Dilakukan ketika konselor menemukan pesan yang tidak kongruen antara pikiran, perasaan dan perilaku Rapport antara konselor dan mahasiswa harus sudah mantap Tujuan untuk meningkatkan self-awareness mahasiswa Contoh: “Tadi anda bilang kalau anda tidak suka dengan kakak anda tapi anda masih juga sering keluar dan minta ditraktir nonton dengannya” Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
FOCUSING Fokus membantu mahasiswa untuk memusatkan perhatian pada pokok pembicaraan, ada beberapa fokus yang dapat dilakukan seorang konselor. Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan mahasiswa. Fokus akan membantu mahasiswa untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Misalnya dengan mengatakan : ” Apakah tidak sebaiknya jika pokok pembicaraan kita berkisar dulu soal hubungan Anda dengan orang tua yang kurang harmonis ”. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
INFLUENCING Ketrampilan konselor untuk mempengaruhi mahasiswa dalam proses mengambil keputusan yang lebih adaptif Konselor harus dapat mempersuasi mahasiswa untuk memilih alternatif yang terbaik, karena konselor tidak memiliki wewenang untuk mendikte perilaku mahasiswa Konselor mengajak mahasiswa untuk mempertimbangkan seluruh alternatif dan memberikan penilaian Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
LEADING peranan konselor untuk mengarahkan pemikiran atau mendorong mahasiswa kedalam ucapan konselor (Charness: 1949). Nilai dari leading adalah supaya konselor menaham atau mendelegasikan sejumlah tanggung jawab untuk membicarakan konselor-mahasiswa dan untuk lebih membangkitkan respon mahasiswa. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Giving Information Informasi yang dapat membantu mahasiswa, misalnya tentang ketersediaan social support, community support, aktivitas-aktivitas, dll Informasi bersifat faktual sehingga meningkatkan keyakinan mahasiswa bahwa ia mampu menjadi lebih baik/mengatasi permasalahannya Tujuannya : sumber pertimbangan bagi mahasiswa untuk memilih alternatif penyelesaian masalah atau perilaku (tetap yang mengambil keputusan adalah mahasiswa) Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Penggunaan humor Humor dapat membantu menghidupkan percakapan. Pastikan humor tidak bersifat kasar atau menghina. Humor disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan (tidak “garing”) Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Summarize/menyimpulkan Ketrampilan ini mirip dengan paraphrasing namun intensitasnya lebih jarang dan (biasanya) pernyataannya lebih panjang Tujuannya untuk merangkum apa yang disampaikan oleh mahasiswa dan menyimpulkan inti sesi konseling Dapat dilakukan di akhir sesi konseling Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
LANGKAH-LANGKAH KONSELING 1. Membangun hubungan 2. Identifikasi dan penilaian masalah 3. Menentukan sasaran dan intervensi konseling 4. Evaluasi konseling dan terminasi Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
1. MEMBANGUN HUBUNGAN Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Langkah 1. MEMBANGUN HUBUNGAN Tujuan : Supaya mahasiswa (mahasiswa) dapat menjelaskan masalah-masalahnya, keprihatinan yang dimilikinya, distress serta alasan dia datang kondisi konseling yang baik Menentukan sampai sejauh mana mahasiswa mengenali kebutuhan untuk mendapatkan bantuan dan kesediannya untuk melakukan komitmen Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
KONDISI KONSELING YANG BAIK RAPPORT • Kepribadian Konselor • Ketrampilan Sosial Konselor • Sikap mahasiswa terhadap Konselor • Tercipta suasana yang hangat dan menyenangkan. • Adanya rasa yang bersahabat dan rasa aman • Mahasiswa lebih terbuka Mengembalikan rasa percaya diri dalam menyelesaikan masalah. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
RAPPORT Suatu iklim psikologis yang positif, yang mengandung kehangatan, dan penerimaan mahasiswa tidak merasa terancam berhubungan dengan konselor Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
HAL - HAL YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN RAPPORT KEPRIBADIAN KONSELOR Mempunyai minat yang tinggi kepada orang lain Mampu mengendalikan diri, emosi dan prasangka KETRAMPILAN KONSELOR Mampu berkomunikasi secara efektif Daya observasi yang tajam Terbuka dengan pendapat orang lain Empati yang tinggi Mampu mengidentifikasi masalah psikologis-sosial-budaya KUALITAS INTERAKSI ANTARA KONSELOR & mahasiswa FAKTOR SITUASIONAL Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
2. IDENTIFIKASI & PENILAIAN MASALAH Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
IDENTIFIKASI DAN ASESMEN Dosen mengajukan pertanyaan yang bersifat umum Usahakan jangan membuat lelucon, sikap, dan perkataan sembrono, kontak fisik. Usahakan dosen tidak terkesan belum siap menerima mahasiswa yang ditunjukkan dengan rasa cemas, kurang percaya diri, misalnya berulang kali merapikan taplak meja, melihat HP, berdehem, melihat jam dan sebagainya Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Mendiskusikan tentang apa yang ingin konseli dapatkan dari proses konseling terutama untuk pengungkapan masalah yang samar-samar menghindari harapan dan sasaran yang tidak realistik. Mendiskusikan sasaran spesifik dan tingkah laku seperti apa yang merupakan ukuran konseling yang berhasil diagnosis permasalahan dan hasil yang diharapkan dari konseling. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
3. MENENTUKAN Sasaran & INTERVENSI konseling Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
MEMILIH STRATEGI INTERVENSI Langkah : 3 MENENTUKAN SASARAN DAN INTERVENSI KONSELING PRIBADI Harus Melalui Proses Evaluasi dan Identifikasi Masalah KELUARGA LAIN-LAIN Bisa Menjadi Perlu melibatkan Mengajukan Ranah Konselor / pihak lain yang rujukan untuk Dosen PA terkait, misal WD mendapatkan 1, teman mhs pertolongan dari ybs, ortu orang yang ahli dalam bidang tersebut Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
SYARAT SASARAN KONSELING q. Diinginkan oleh mahasiswa; q. Konselor harus mau membantu mahasiswa untuk mencapai sasaran ini; q. Harus mungkin untuk menilai sejauh mana mahasiswa sudah mencapai sasaran tersebut. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
LANGKAH MEMBUAT SASARAN Pilih sasaran Utama Buat Subsasaran Tugas Segera Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
4. TAHAP AKHIR: EVALUASI KONSELING & TERMINASI Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
TAHAP AKHIR MEMUTUSKAN PERUBAHAN SIKAP DAN PERILAKU YG MEMADAI DAN TERJADINYA TRANSFER OF LEARNING PD mahasiswa (menyusun rencana solusi)-PLANNING MELAKSANAKAN PERUBAHAN PERILAKU MENGAKHIRI HUBUNGAN KONSELING Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
PERSIAPAN MENGAKHIRI KONSELING 1. Apakah masalah dan gejalanya sudah hilang atau berkurang ? 2. Masih adakah perasaan yang menimbulkan stres ? 3. Apakah mahasiswa sudah mampu mengatasi masalahnya sendiri ? 4. Sejauh apa pemahaman mahasiswa terhadap diri sendiri maupun orang lain ? 5. Apakah sudah mampu menjalin relasi dengan lebih baik ? 6. Apakah sudah mempunyai kemampuan membuat rencana dan dapat bekerja dengan lebih baik ? Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional 7. Apakah sudah lebih bisa menikmati hidup ?
Terminasi Konseling Terdapat dua jenis Terminasi : Akhir dari suatu sesi Konseling (Misal : setelah 1 jam) Akhir dari suatu proses Konseling (misal : setelah 3 kali pertemuan) Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
LANGKAH-LANGKAH TERMINASI VERBAL PREPARATION Melalui ucapan-ucapannya konselor mempersiapkan mahasiswa bahwa konseling sudah akan segera berakhir final summary statement. BUKA JALUR KEMUNGKINAN FOLLOW UP Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk kembalikan apabila diperlukan. Waspadai kemungkinan ketergantungan mahasiswa. KEMUNGKINAN MERUJUK Rujukan langkah yang tepat bagi konselor ketika menyadari “batas-batas”kemampuannya dalam menghadapi mahasiswa dengan karakteristik dan masalah tertentu. Sebelum merujuk kepada psikolog, usahakan untuk mendiskusikan terlebih dahulu dengan mahasiswa agar mhsw tidak merasa dilempar FORMAL LEAVE TAKING (“PAMIT” SECARA FORMAL) Usahakan suasananya menyenangkan dan penuh kepercayaan. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
TAHAP TERMINASI KONSELING Merupakan saat konselor harus mengakhiri konseling q. Menurunnya kecemasan mahasiswa. q. Adanya perubahan perilaku mahasiswa ke arah yang lebih positif, sehat, dan dinamis. q. Adanya rencana hidup masa depan dengan program yang jelas. q. Terjadinya perubahan Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional sikap positif
WAKTU UNTUK TERMINASI KONSELING q mahasiswa sudah merasa mampu menyelesaikan masalahnya sendiri q Saat respon mahasiswa positif dan mampu menunjukkan pemahaman diri sendiri q Bila sasaran / tujuan akhir dari “kontrak” telah tercapai q Bila konselor dan mahasiswa merasa tidak mendapat manfaat dari sesi konseling yang berlangsung q Konteks awal ketika konseling dimulai, Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional mengalami perubahan
KASUS PRIBADI • KURANG MOTIVASI KARENA SALAH JURUSAN, TIDAK PD, CEMAS, POLA PIKIR • MASALAH PSIKOLOGIS LAIN KELUARGA • PERCERAIAN, FINANSIAL/EKONOMI, KEKERASAN PSIKIS/FISIK, DLL SOSIAL • TIDAK DAPAT MENYESUAIKAN DIRI SECARA AKADEMIK DAN NON AKADEMIK, DLL AKADEMIK • IPK RENDAH • STUDI TIDAK TEPAT WAKTU • SKRIPSI TIDAK SEGERA DISELESAIKAN, DLL Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
APA ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH YANG DAPAT DILAKUKAN? Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Konseling dapat dilakukan sebagai tindakan responsif (kotak P 3 K) Kolaborasi dengan pihak terkait seperti dosen, orang tua, dekan, dsb Membentuk tim pemantau Pelayanan Referal jika tidak dapat melakukan intervensi atau penangan (BKM, psikolog, psikater, dll) Memiliki informasi tentang mahasiswa Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Pencegahan terhadap masalah mahasiswa yang berdampak pada akademiknya dapat dilakukan dengan memberikan BIMBINGAN/KONSULTASI, PELAYANAN ORIENTASI, INFORMASI, PENGUASAAN KONTEN, PENEMPATAN DAN PENYALURAN, MEDIASI, KOORDINASI, DAN LAINNYA BAIK SECARA INDIVIDU/KELOMPOK, TATAP MUKA/ONLINE. Apa saja biasanya yang dibutuhkan mahasiswa? Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Motivasi berprestasi Ketrampilan pengambilan keputusan Ketrampilan pemecahan masalah Ketrampilan berkomunikasi Penyadaran keragaman budaya dan agama Prilaku bertanggung jawab. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Mempersiapkan diri untuk studi lanjut, merencanakan karier, dan mengembangkan kemampuan sosial pribadi. Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
Dampaknya? Mahasiswa memperoleh pemahaman tetang dirinya dalam menjalan kegiatan akademik dan mampu resilien menghadapi berbagai masalah yang nantinya berdampak pada akademinya Mahasiswa secara konsisten menjaga motivasi belajarnya Mahasiswa mampu mengembangkan dirinya sesuai bakat minatnya Dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan meningkatkan prestasi belajar Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional
TERIMAKASIH Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional