METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM Nori Sahrun S Kom






































- Slides: 38
METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM Nori Sahrun, S. Kom. , M. Kom
Metode Pengembangan Sistem Ada lima metode untuk membangun sistem Informasi : 1. Metode sistem hidup pengembangan sist. informasi 2. Prototyping. 3. Application Software Packages 4. End-User Development 5. Outsourcing Siklus hidup pengembangan sistem informasi. 1. Menganalisis sistem 2. Merancang sistem 3. Membuat sistem 4. Mengimplementasikan sistem 5. Perawatan sistem
Metodologi Siklus Hidup Sistem Andaikan CEO dimana Anda bekerja meminta Anda un tuk mencari suatu web-enabled way untuk mendapatkan informasi untuk dan dari salespeople dalam kompani Anda. Bagaimana Anda akan memulainya? Atau bagai mana ? Oleh karena itu terjadi proses penyelesaian masalah yang disebut dengan pendekatan sistem Jika pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah di kenakan pada pembangunan daripada penyelesain SI pa da masalah bisnis maka disebut dengan Information Sys tems development atau Application development
lanjutan Selidiki apakah betul-2 ada problem, apakah perlu analisis dan penelitian? Describe and analyse existing system problem Specify solution obyective Decribe potential solutions Evaluates various solutions Feasibility Logical design ( What is to be done) Physical design ( How to do it, with specification of report layouts, file types, and H/W, etc)
Contoh Membangun Program • Program : satu set instruksi dalam bahasa komputer yang akan dijalankan komputer dalam memproses data. • Programming : proses pembuatan suatu program komputer • Langkah : 1. Definisikan masalah 2. Perancangan program 3. Penulisan program 4. Pengujian program 5. Dokumentasi dan perawatan program • System analist • System Designer • Computer programmers • Programmer/Analist • Chief Information Officer (CIO) • System Integrator
Metodologi Siklus Hidup Sistem Pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah mengguna kan suatu orientasi sistem untuk mendefinisikan dan peluang dan membangun penyelesaiannya Mempelajari suatu masalah dan memformulasikan suatu penye lesaian melibatkan aktivitas terinterrelasi sebagai berikut : 1. Mengenali dan mendefinisikan suatu masalah dan peluang menggunakan systems thinking. 2. Membangun dan mengevaluasi alternativ-alternativ penyele saian sistem (alternative systems solution) 3. Pilih solusi sistem terbaik yang sesuai dengan keperluan Anda 4. Rancang Solusi sistem terpilih 5. Implemenkan dan evaluasi keberhasilan dari sistem teran cang.
Metodologi Siklus Hidup Sistem Metodologi : suatu cara yang disarankan dapat dipertanggung jawabkan secara akademis untuk melakukan suatu hal Siklus Hidup Sistem : penerapan pendekatan sistem untuk penge mbangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer (disebut juga dengan pendekatan air terjun) Tahap-tahap Siklus Hidup : 1. Perencanaan 2. Analisis 3. Rancangan 4. Penerapan
System Development Life Cycle/(SDLC) dari James O’Brien 1. Mengidentifikasi sistem a. Identifikasi masalah. *Keuntungan *Kelayakan : Operasional, Ekonomis, dan Teknis b. Penetuan kebutuhan. * Kecepatan dalam proses *Kemajuan dalam bisnis 2. Merancang sistem a. Perancangan konseptual b. Perancangan rinci 3. Membuat sistem a. Pengadaan h/w, s/w, dan jasa b. Pemrograman c. Pengujian/testing
1. Penghindar masalah (Problem Avoider), manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja. ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi. b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.
2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) : a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
3. Menggunakan informasi untuk memecahkanmasalah/Pemecah masalah ( Problem solver) : a. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem. b. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.
SDLC-Cont… 4. Implementation a. Pelatihan user b. Penyiapan tempat. c. Konversi sistem *Direct cut over *Phased *Parallel systems *Pilot 5. Perawatan Sistem a. Audit b. Evalusi rutin
SDLC/Water fall Project Definition System Study Design Program ming Installa tion Post. Impleme ntaion Milestone 1 Milestone 2 Milestone 3 Milestone 4
Penjelasan Selidiki apakah betul-2 ada problem, apakah perlu analisis dan penelitian? Describe and analyse existing system problem Specify solution obyective Decribe potential solutions Evaluates various solutions Feasibility Logical design ( What is to be done) Physical design ( How to do it, with specification of report layouts, file types, anf h/w, etc)
Pola Perputaran dari Siklus Hidup 5. Tahap Penggunaan 1. Tahap Perencanaan 2. Tahap Analisis 4. Tahap Penerapan 3. Tahap Rancangan
Pengelolaan Siklus Hidup Eksekutif Komite Pengarah SIM Pemasaran Pemimpin Proyek Tim Model Lokasi Gudang Pimpinan Proyek Tim MRP II Manufaktur Keuangan Sumber Daya Manusia Pimpinan Proyek Tim Sistem ISDN Pimpinan Proyek Tim Sistem Persetujuan Kredit Pimpinan Proyek Tim Sistem Informasi SDM
Penjelasan Tanggung Jawab Eksekutif : 1. Jika Sistem bernilai strategis ataupun mempe ngaruhi seluruh organisai maka diawasi Direktur utama/Komite Eksekutif 2. Jika menyempit dan fokusnya operasional pim pinan diturunkan ke wakil, direktur bag. adm dan CIO
Penjelasan Komite Pengarah SIM : • Tujuannya untuk : memberikan petunjuk, penga rahan, dan pengendalian yang berkesinambungan dalam penggunaan sumber daya komputer • Melaksanakan fungsi utama : 1. Menetapkan kebjakan 2. Menjadi pengendali keuangan 3. Menyelesaikan Pertentangan
Penjelasan … Dengan memusatkan manajemen sklus hidup sistem pada komite 3 pengarah terdapt keuntungan : 1. Komputer akan digunakan untuk mendukung pe makai di seluruh perusahaan 2. Proyek-proyek komputer akan mempunyai peren canaan dan pengendalian yang baik
Penjelasan … Kepemimpinan proyek tidak akan sampai ke rincian tugas dan untuk itu menjadi tanggung jawab Tim Proyek Tim ini dapat terdiri dari : pemakai, spesialis informasi, mungkin auditor internal. Tim Proyek ini tidak berkelanjutan, sehingga jika pe kerjaan sudah selesai maka tim ini dapat membubar kan diri. Berbeda dengan komite Pengarah SIM yang dapat berkelanjutan
Pelembagaan Sistem Informasi Dan Penanganan Sistem Informasi Dosen Pengasuh Nori Sahrun S. Kom. , M. Kom
Pendahuluan • Organisasi membutuhkan sistem informasi • Sistem informasi harus dicocokkan atau disesuaikan dengan jenis organisasi
Organisasi? • Organisasi : Perusahaan, Yayasan, Instansi Pemerintah, Pendidikan dll • Struktur formal: ada sumberdaya, modal, tenaga kerja, dan informasi. • Hubungan organisasi dengan perilaku individu dalam organisasi: unsur keragaman dapat dijadikan aset saling melengkapi untuk menciptakan tujuan organisasi.
Pengelola Sistem Informasi Satuan organisasi (bagian) yang terdiri atas sekumpulan spesialis informasi (Information Specialist) yang bertanggung jawab atas penerapan Sistem Informasi dalam sebuah organisasi -> Electronic Data Processing v Spesialis Informasi : orang yang memiliki kemampuan dan keahlian dibidang ilmu komputer Yang termasuk Spesialis Informasi : v Analis Sistem (System Analyst) v Pemrogram Komputer (Computer Programmer) v Spesialis Teknologi Komputer dan Jaringan (Computer Network Specialyst) v Pengelola Basis Data (Data Base Administrator / DBA) v Operator v
SDM yang menjadi Komponen pelaksana Pengelola Sistem Informasi Spesialis Informasi (Information Specialist) Orang yang bertanggungjawab atas operasional dan pengembangan Sistem Informasi Pemakai Akhir (End User) Disebut dengan istilah client / user Orang yang memakai dan memanfaatkan Sistem Informasi atau memakai informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi
Spesialis Informasi Analis Sistem Pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis mengenai cara komputer membantu pemecahan masalah Bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan pemakai menjadi sebuah rancangan basis data dan aplikasi Pemrogram Komputer Orang yang memiliki keahlian membuat program aplikasi komputer
Spesialis Informasi Spesialis Teknologi Komputer dan Jaringan Memiliki kemampuan dan keahlian membentuk jaringan komunikasi data dengan menggunakan komputer : LAN/WAN/Metropolitasn. LAN Bertanggungjawab atas kelangsungan perangkat keras dan jaringan komputer Jenis : Spesialis Komunikasi Data : masalah komunikasi data dan admin jaringan Teknisi perawatan sistem : masalah perangkat keras (komputer, printer) Teknisi perawatan sistem : masalah
Sifat Organisasi Bagian Pengelola Sistem Informasi Organisasi Kecil Satu orang (maksimum 2 orang) : pemasukan data, Pembuatan Program, Pengolahan Data, Pembuatan laporan Organisasi Menengah Dilakukan oleh sebuah unit didalam departemen tertentu Organisasi Besar Sebuah unit tersendiri dengan struktur yang bertanggungjawab langsung kepada pimpinan organisasi
Faktor yang mempengaruhi bentuk Bagian Pengelola Sistem Informasi Sifat Organisasi Induk Kecil, Menengah/Sedang, Besar Lingkup Strategis Organisasi Induk Memiliki cabang atau terlokalisasi Kerja yang didukung Bagian PSI seluruh aspek organisasi atau sebagian Tingkat Perkembangan Teknologi Organisasi Induk Organisasi mengikuti perkembangan atau tidak Penguasaaan Aspek Teknologi Memiliki spesialis informasi atau tidak
Arsitektur Penanganan Sistem Informasi Tersentralisasi Kegiatan Pengelolaan Sistem Informasi : Terpusat Pengelolaan data aspek organisasi diakses langsung ke pusat : menyimpan, mengambil, mengolah, menyajikan Desentralisasi Kegiatan Pengelolaan Sistem Informasi : Tersebar Pengelolaan data aspek organisasi dilakukan di unit-unit operasional : disesuaikan dengan sifat unit yang bersangkutan (cabang) Pusat hanya menerima pelaporan akhir Hibrid / Campuran
Letak Pengelola Sistem Informasi dalam Struktur Organisasi Di tiap unit operasional Pendekatan desentralisasi Organisasi besar dengan unit kerja banyak Tersebar dengan letak geografis yang berjauhan Unit kerja yang didukung berkapasitas data yang besar Fasilitas mendukung, SDM memadai Tersedia dana besar
Di unit pelayanan Pendekatan sentralisasi, diletakan pada unit administrasi Organisasi tidak terlalu besar Letak geografis tidak berjauhan, mudah dijangkau Kapasitas data tidak besar Fasilitas mendukung terutama media penyimpanan, SDM memadai Letak Pengelola Sistem Informasi dalam Struktur Organisasi Fasilitas mendukung terutama media penyimpanan, SDM memadai Tersedia dana yang tidak terlalu besar
Letak Pengelola Sistem Informasi dalam Struktur Organisasi Sejajar dengan unit organisasi Pendekatan sentralisasi, diletakan pada unit kerja tersendiri Dapat diimplementasikan pada organisasi besar maupun kecil Letak geografis tidak berpengaruh nyata Kapasitas data besar atau kecil Fasilitas mendukung, SDM memadai Letak Pengelola Sistem Informasi dalam Struktur Organisasi Fasilitas mendukung, SDM memadai Tersedia dana yang cukup besar
Letak Organisasi Pengelola Sistem Informasi Ada di tingkat pusat dan unit Pendekatan sentralisasi dan desentralisasi Pusat memiliki unit PSI tersendiri, unit kerja memiliki sub unit PSI Organisasi besar dan memiliki unit yang tersebar Letak geografis tidak berpengaruh nyata Kapasitas data besar Fasilitas mendukung, SDM memadai Tersedia dana yang cukup besar
Komputasi Pemakai Akhir (End-User Computing) Hingga akhir era 1980 an, aplikasi SI atau pengolahan data hanya dilakukan oleh para spesialis informasi, pemakai menerima informasi ‘jadi’ sesuai kebutuhan Sejak era 1990 an, aplikasi SI dioperasikan bukan hanya oleh spesialis informasi Pemakai dimungkinkan untuk mengembangkan sendiri informasi yang dibutuhkan Penyelesaian masalah bisa dengan mengembangkan aplikasi sendiri atau mengolah data sesuai kebutuhan Spesialis informasi lebih berperan sebagai konsultan
EUC tumbuh karena alasan : Kebutuhan informasi semakin cepat Unit kerja yang melayani PSI tidak dapat merespon cepat kebutuhan informasi unit kerja lain Kecendrungan perkembangan komputer yang semakin murah dan mudah diaplikasikan terhubung dengan server pusat Meningkatnya pengetahuan komputer Dukungan perangkat lunak mudah digunakan oleh pemakai
Masalah akibat EUC Kehilangan kendali pusat Pengembangan sistem oleh EUC seringkali tidak memperhatikan tujuan organisasi secara keseluruhan, hanya untuk kepentingan lokal Dokumentasi sering terabaikan Tidak adanya dokumentasi akan menyulitkan penelusuran kembali (kesalahan/pengembangan) Redundansi / Duplikasi Sumberdaya Aplikasi yang dikembangkan mungkin sudah ada di unit kerjalain Ketidak-kompatibel-an Aplikasi yang dikembangkan EUC tidak sama dengan plat-
Buat Bahasan tentang Hal-hal berikut : Menurut anda siklus informasi apakah selalu terjadi disemua organisasi? , beri penjelasan! Berikan contoh yang anda ketahui tentang sebuah siklus informasi Bagaimanakah cara anda membedakan data dan informasi, tuliskan ulasannya sesuai dengan pemahaman anda! Menurut anda organisasi yang seperti apakah yang memerlukan unit kerja khusus yang menangani pengelolaan sistem informasi di tingkat pusat (sentralisasi) Letak organisasi pengelolaan sistem informasi yang seperti apa yang anda sarankan untuk STIE RIAU yang mempunyai unit kerja lebih dari 6 unit kerja (Yayasan, Kantor Pusat, Lembaga Penelitian , Program Diploma), dengan geografis tersebar, beri penjelasan! Dengan internet carilah situs sebuah organisasi yang mempunyai bagian pengelolaan sistem informasi yang terstruktur. Buat ulasannya, menurut anda mengapa organisasi tersebut meletakkan bagian PSI seperti struktur tersebut.