Metode Penelitian Hukum Tipologi Penelitian Hukum Empiris Prof

  • Slides: 78
Download presentation
Metode Penelitian Hukum

Metode Penelitian Hukum

Tipologi Penelitian Hukum Empiris Prof. Dr. I Gede A. B Wiranata, S. H. ,

Tipologi Penelitian Hukum Empiris Prof. Dr. I Gede A. B Wiranata, S. H. , M. H.

Riset Ilmiah yang Baik Kualitas riset tidak hanya dilihat dari hasil akhir riset saja

Riset Ilmiah yang Baik Kualitas riset tidak hanya dilihat dari hasil akhir riset saja akan tetapi tergantung pada tiga faktor utama yaitu: • Input • Proses • Output

Untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria: Memiliki tujuan yang jelas, berdasarkan

Untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria: Memiliki tujuan yang jelas, berdasarkan pada permasalahan tepat.

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Menggunakan landasan teori yang tepat

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Menggunakan landasan teori yang tepat dan metode penelitian yang cermat dan teliti.

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji.

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji.

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Dapat didukung (diulang) dengan menggunakan

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Dapat didukung (diulang) dengan menggunakan riset -riset yang lain, sehingga dapat diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya.

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Memiliki tingkat ketepatan dan kepercayaan

UNTUK MENILAI KUALITAS PENELITIAN YANG BAIK ADA BEBERAPA KRITERIA: Memiliki tingkat ketepatan dan kepercayaan yang tinggi

Untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria: Bersifat obyektif, artinya kesimpulan yang

Untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria: Bersifat obyektif, artinya kesimpulan yang ditarik harus benar-benar berdasarkan data yang diperoleh di lapangan

Untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria: Dapat digeneralisasikan, artinya hasil penelitian

Untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria: Dapat digeneralisasikan, artinya hasil penelitian dapat diterapkan pada lingkup yang lebih luas

PENGERTIAN METODE PENELITIAN METODE ? PENELITIAN ? METODE PENELITIAN PADA DASARNYA MERUPAKAN CARA ILMIAH

PENGERTIAN METODE PENELITIAN METODE ? PENELITIAN ? METODE PENELITIAN PADA DASARNYA MERUPAKAN CARA ILMIAH UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI DENGAN TUJUAN DAN KEGUNAAN TERTENTU

PENGERTIAN METODE PENELITIAN CARA ILMIAH DIDASARKAN PADA CIRI-CIRI KEILMUAN: RASIONAL EMPIRIS SISTEMATIS

PENGERTIAN METODE PENELITIAN CARA ILMIAH DIDASARKAN PADA CIRI-CIRI KEILMUAN: RASIONAL EMPIRIS SISTEMATIS

Tahapan dalam penelitian prosedurnya harus dapat diterima secara akal sehat/logis/rasional Rasional

Tahapan dalam penelitian prosedurnya harus dapat diterima secara akal sehat/logis/rasional Rasional

Untuk keperluan analisis dalam penelitian, harus berdasarkan fakta lapangan/empiris, orisinil, dan nyata, tidak imajinatif

Untuk keperluan analisis dalam penelitian, harus berdasarkan fakta lapangan/empiris, orisinil, dan nyata, tidak imajinatif Empiris

Hal-hal empirik selalu ada unsur persamaan dan perbedaan § Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai

Hal-hal empirik selalu ada unsur persamaan dan perbedaan § Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu § Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada hubungan sebab-akibat/hubungan kausal § Catatan. . .

Prosedur dalam penelitian untuk menemukan suatu jawaban atau pemecahan masalah harus mengikuti urutan -urutan

Prosedur dalam penelitian untuk menemukan suatu jawaban atau pemecahan masalah harus mengikuti urutan -urutan tertentu yang tersetruktur, berlandaskan pengetahuan, teori atau konsep Sistematis

Fungsi Metode ü Untuk menjelaskan obyek penelitian. Model, data, dan upaya mengungkap sesuatu (proses

Fungsi Metode ü Untuk menjelaskan obyek penelitian. Model, data, dan upaya mengungkap sesuatu (proses yang dilakukan) ü Untuk mengetahui penerapan metodologi yang tepat untuk suatu Ilmu Pengetahuan tertentu, harus ditetapkan terlebih dahulu ukuran/ kriteria/karakteristik suatu disiplin (obyek)

Catatan: Seseorang perlu memiliki pengetahuan di bidang metode penelitian. Namun harus diakui bahwa metode

Catatan: Seseorang perlu memiliki pengetahuan di bidang metode penelitian. Namun harus diakui bahwa metode penelitian sendiri bukanlah sebatang kunci yang dapat membuka “gembok” manapun. Artinya, metode penelitian itu terdiri dari banyak kunci yang berbeda-beda yang di tangan orang-orang tertentu dapat membuka gembok-gembok tertentu pula.

Peranan metodologi dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan: �Menambah kemampuan para ilmuwan untuk mengadakan

Peranan metodologi dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan: �Menambah kemampuan para ilmuwan untuk mengadakan atau melaksanakan penelitian secara lebih baik atau lebih lengkap �Memberikan kemungkinan yang lebih besar untuk meneliti hal-hal yang belum diketahui �Memberikan kemungkinan yang lebih besar untuk melakukan penelitian interdisipliner �Memberikan pedoman untuk mengorganisasikan serta mengintegrasikan pengetahuan, khususnya mengenai masyarakat

METODE PENELITIAN DALAM HUKUM? • Penelitian hukum bukanlah penelitian ilmiah • Hukum pada dasarnya

METODE PENELITIAN DALAM HUKUM? • Penelitian hukum bukanlah penelitian ilmiah • Hukum pada dasarnya adalah suatu gejala yang bersifat normatif, sehingga lebih berada pada dunia nilai, sehingga sejak awal sudah diasumsikan sebagai sesuatu yang “benar adanya” Ekstrim….

Padahal: • Hoebel Law as a process is an aspec of total system of

Padahal: • Hoebel Law as a process is an aspec of total system of social control maintained by a society • OW Holmes: the life if law has not been logic, it has been experience…. Experience means men living in society

Penelitian Hukum suatu kegiatan ilmiah, yang didasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran yang bertujuan

Penelitian Hukum suatu kegiatan ilmiah, yang didasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran yang bertujuan untuk mempelajari satu/beberapa gejala hukum tertentu, dengan menganalisisnya.

Berdasarkan tujuannya, penelitian hukum, dibedakan: Penelitian hukum normatif • Penelitian asas-asas hukum • Penelitian

Berdasarkan tujuannya, penelitian hukum, dibedakan: Penelitian hukum normatif • Penelitian asas-asas hukum • Penelitian sistematika hukum • Penelitian sinkronisasi hukum • Penelitian sejarah hukum • Penelitian perbandingan hukum

Berdasarkan tujuannya, penelitian hukum dibedakan: Penelitian hukum sosiologis/empiris • Penelitian identifikasi hukum • Penelitian

Berdasarkan tujuannya, penelitian hukum dibedakan: Penelitian hukum sosiologis/empiris • Penelitian identifikasi hukum • Penelitian efektivitas hukum • Penelitian identifikasi hukum tdk tertulis

 • Suatu Penelitian Hukum perlu dikaitkan dengan pengertian hukum (sistem hukum) sebagai indikator

• Suatu Penelitian Hukum perlu dikaitkan dengan pengertian hukum (sistem hukum) sebagai indikator formal. Hukum (Soerjono Soekanto)…. .

Pengertian Hukum: § Sebagai Ilmu Pengetahuan § Sebagai Disiplin/Sistem Ajaran tentang Kenyataan § Sebagai

Pengertian Hukum: § Sebagai Ilmu Pengetahuan § Sebagai Disiplin/Sistem Ajaran tentang Kenyataan § Sebagai Kaedah/Norma/Patokan § Sebagai Tata Hukum Positif

Pengertian Hukum: § § § Sebagai Keputusan Pejabat Sebagai Proses Pemerintahan Sebagai Petugas Sebagai

Pengertian Hukum: § § § Sebagai Keputusan Pejabat Sebagai Proses Pemerintahan Sebagai Petugas Sebagai Perilaku yang Teratur Sebagai Jaringan Nilai

Penelitian hukum sosiologis – Hukum dikonsepsikan sebagai pranata sosial yang secara riil dikaitkan dengan

Penelitian hukum sosiologis – Hukum dikonsepsikan sebagai pranata sosial yang secara riil dikaitkan dengan variabel-variabel sosial yang lain

Jenis Variabel: Variabel kausal Intervening variables/variabel perantara Independent variables/variabel bebas Extraneous variables/variabel tambahan Dependet

Jenis Variabel: Variabel kausal Intervening variables/variabel perantara Independent variables/variabel bebas Extraneous variables/variabel tambahan Dependet variables/variabel terikat

Jenis Variabel: Variabel desain studi active variables/variabel aktif Attribute variables/variabel atribut

Jenis Variabel: Variabel desain studi active variables/variabel aktif Attribute variables/variabel atribut

Jenis Variabel: Variabel unit pengukuran quantitative variables/variabel kuantitatif Qualitative variables/variabel kualitatif Continous variables/variabel kontinyu

Jenis Variabel: Variabel unit pengukuran quantitative variables/variabel kuantitatif Qualitative variables/variabel kualitatif Continous variables/variabel kontinyu Categorial variables/variabel diskrit Konstan Dikotomi politomi

Konsep ? Variabel? Konsep: tidak dapat diukur Variabel: dapat diukur

Konsep ? Variabel? Konsep: tidak dapat diukur Variabel: dapat diukur

Bagaimana dengan hukum? Kanker (akibat) Merokok (Sebab) Variabel bebas Variabel terikat Mempengaruhi hubungan Usia

Bagaimana dengan hukum? Kanker (akibat) Merokok (Sebab) Variabel bebas Variabel terikat Mempengaruhi hubungan Usia perokok Rentang waktu merokok Banyaknya rokok Pola makan Kebiasaan olah raga Variabel tambahan

Bagaimana dengan hukum? Mortalitas (Sebab) Variabel bebas Tingkat pemanfaatan kontrasepsi Variabel perantara Pandangan terhadap

Bagaimana dengan hukum? Mortalitas (Sebab) Variabel bebas Tingkat pemanfaatan kontrasepsi Variabel perantara Pandangan terhadap kontrasepsi Tingkat pendidikan Status sosial ekonomi Usia Motivasi individu Keyakinan individu Variabel tambahan fertilitas (akibat) Variabel terikat

Penelitian hukum sosiologis – Kajian sosiologi hukum/sociology of Law: Jika hukum sebagai gejala sosial

Penelitian hukum sosiologis – Kajian sosiologi hukum/sociology of Law: Jika hukum sebagai gejala sosial yang empiris sifatnya dikaji sebagai variabel tergantung/akibat/dependent variable yang timbul sebagai hasil dari berbagai kekuatan dalam proses sosial.

Penelitian hukum sosiologis – Kajian hukum sosiologis/socio-legal research: Jika hukum sebagai gejala sosial yang

Penelitian hukum sosiologis – Kajian hukum sosiologis/socio-legal research: Jika hukum sebagai gejala sosial yang empiris sifatnya dikaji sebagai variabel bebas/sebab/independent variable yang menimbulkan pengaruh dan akibat pada berbagai ranah kehidupan sosial

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Hanya menggunakan bahan kepustakaan sebagai data sekunder, kemudian dilanjutkan dengan

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Hanya menggunakan bahan kepustakaan sebagai data sekunder, kemudian dilanjutkan dengan data primer/ data lapangan, tetap bertumpu pada premis normatif.

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Definisi operasional dapat diambil dari perundang-undangan, khususnya bila meneliti efektivitas

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Definisi operasional dapat diambil dari perundang-undangan, khususnya bila meneliti efektivitas peraturan perundang-undangan

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Hipotesis kadang-kadang diperlukan, terutama bila ingin memperoleh derajat hubungan antar

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Hipotesis kadang-kadang diperlukan, terutama bila ingin memperoleh derajat hubungan antar variabel/gejala

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Akibat jenis datanya (data primer dan data sekunder, maka alat

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Akibat jenis datanya (data primer dan data sekunder, maka alat pengumpul datanya berupa studi dokumen, pengamatan/observasi, dan wawancara/interview • penelitian sosiologis selalu diawali dokumen • Pengamatan, bila ingin mendeskripsikan perilaku; • Wawancara, bila ingin memperoleh persepsi, motivasi, informasi pribadi

KARAKTERISTIK PENELITIAN HUKUM SOSIOLOGIS Ada metode sampling

KARAKTERISTIK PENELITIAN HUKUM SOSIOLOGIS Ada metode sampling

Jenis desain sampling Random/probabilitas • Random sederhana • Random bertingkat • Bertingkat proporsional •

Jenis desain sampling Random/probabilitas • Random sederhana • Random bertingkat • Bertingkat proporsional • Bertingkat tak proporsional • Cluster sampling • Tingkatan tunggal • Tingkatan ganda • Multi tingkatan Non random • • Quota Kebetulan Keputusan Bola salju Campuran • Sistemik

KARAKTERISTIK PENELITIAN HUKUM SOSIOLOGIS Pengolahan data kualitatif/ kuantitatif

KARAKTERISTIK PENELITIAN HUKUM SOSIOLOGIS Pengolahan data kualitatif/ kuantitatif

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Cenderung dapat dipergunakan untuk menguji bagaimana hukum itu dilaksanakan termasuk

Karakteristik penelitian Hukum Sosiologis Cenderung dapat dipergunakan untuk menguji bagaimana hukum itu dilaksanakan termasuk proses penegakan hukum/law enforcement

KARAKTERISTIK PENELITIAN HUKUM SOSIOLOGIS Hasil akhirnya dapat juga untuk rekomendasi penyusunan sebuah peraturan perundangan

KARAKTERISTIK PENELITIAN HUKUM SOSIOLOGIS Hasil akhirnya dapat juga untuk rekomendasi penyusunan sebuah peraturan perundangan

Jenis-jenis penelitian sosiologis Penelitian berlakunya hukum Penelitian dampak hukum Penelitian efektivitas hukum

Jenis-jenis penelitian sosiologis Penelitian berlakunya hukum Penelitian dampak hukum Penelitian efektivitas hukum

Penelitian berlakunya hukum Berlakunya hukum: Filosofis: sesuai dengan cita-cita hukum Yuridis/normatif: berlakunya sesuai dengan

Penelitian berlakunya hukum Berlakunya hukum: Filosofis: sesuai dengan cita-cita hukum Yuridis/normatif: berlakunya sesuai dengan kaidah hukum yang lebih tinggi Stufenbau teori – Hans Akelsen Terbentuknya sesuai cara yang ditetapkan – W. Zevenbergen Sosiologis: efektivitas hukum pengaruh positif: efektivitas hukum pengaruh negatif: dampak hukum

Mengukur pengaruh berlakunya hukum? • Lihat tujuan hukum sbg: – Tujuan/keinginan siapa uu dibuat?

Mengukur pengaruh berlakunya hukum? • Lihat tujuan hukum sbg: – Tujuan/keinginan siapa uu dibuat? dapat dilakukan metode penafsiran – Tujuan langsung/tidak langsung? PNS adalah pelayan masyarakat. Kalau pelayan, jangan minta dilayani apalagi minta uang suap – Tujuan tujuan instrumental atau bersifat simbolik? Minuman keras dilarang tujuan instrumental lihat penjelasan UU tujuan simbolik

Penelitian efektivitas hukum • Merupakan perbandingan antara realitas hukum dengan ideal hukum. • Donald

Penelitian efektivitas hukum • Merupakan perbandingan antara realitas hukum dengan ideal hukum. • Donald Black: hukum ideal adalah terrumuskan dalam law in book • Hans Kelsen – principle of effectiveness; tingkah laku sesuai kaidah hukum Realitas hukum adalah hukum dalam tindakan nyata/law in action

Dalam efektivitas hukum, perlu juga dilihat: • Perilaku yang diamati adalah perilaku nyata •

Dalam efektivitas hukum, perlu juga dilihat: • Perilaku yang diamati adalah perilaku nyata • Perbandingan antara perilaku yang diatur dalam hukum dengan keadaan jika perilaku yang sama tidak diatur dengan hukum • Jangka waktu pengamatan • Tingkat kesadaran perilaku

Indikator kesadaran hukum versi: Berl Kutschinsky Law awareness: • pengetahuan tentang peraturan hukum Law

Indikator kesadaran hukum versi: Berl Kutschinsky Law awareness: • pengetahuan tentang peraturan hukum Law acquitance: • pengetahuan tentang isi peraturan hukum Law attitude: Legal behavior: • sikap terhadap hukum • perilaku hukum

Friedman: • Perilaku yang sesuai dengan hukum merupakan pilihan persoalan yang berhubungan dengan motif

Friedman: • Perilaku yang sesuai dengan hukum merupakan pilihan persoalan yang berhubungan dengan motif dan gagasan: – Kepentingan sendiri – Sensitif terhadap sanksi – Tanggapan terhadap pengaruh sosial – Kepatuhan

Soerjono Soekanto • Orang berperilaku dalam hukum, kadang mempertimbangkan: – Memperhitungkan untung rugi –

Soerjono Soekanto • Orang berperilaku dalam hukum, kadang mempertimbangkan: – Memperhitungkan untung rugi – Menjaga hubungan baik dengan sesama/penguasa – Sesuai dengan hati nuraninya – Adanya tekanan-tekanan tertentu

Catatan: • Dalam meneliti efektivitas hukum, menjadi relevan memanfaatkan teori aksi/action teory dalam menyusun

Catatan: • Dalam meneliti efektivitas hukum, menjadi relevan memanfaatkan teori aksi/action teory dalam menyusun kerangka teori. • Teori ini dikembangkan awalnya oleh Max Weber • Disempurnakan Talcot Parsons dalam buku The Structure of Social Action

Karakteristik tindakan sosial Parsons • Adanya individu sebagia aktor • Aktor dipandang sebagai pemburu

Karakteristik tindakan sosial Parsons • Adanya individu sebagia aktor • Aktor dipandang sebagai pemburu tujuan tertentu • Aktor memilih alternatif cara, alat, teknik pencapaian • Aktor berhadapan dengan sejumlah kondisi situasional yang membatasi tindakannya dalam pencapaian tujuan • Aktor berada di bawah kendala nilai-nilai, norma-norma dan berbagai ide abstrak dalam pilihan dan pencapaian tujuannya.

Jadi: Mengetahui perilaku seseorang tidak cukup hanya melalui wawancara tapi melalui pengamatan berulang berbagai

Jadi: Mengetahui perilaku seseorang tidak cukup hanya melalui wawancara tapi melalui pengamatan berulang berbagai aktivitas dari subjek yang akan diteliti

Penelitian dampak hukum Relevan dikaji dengan memadukan teori perubahan sosial dan teori fungsional struktural

Penelitian dampak hukum Relevan dikaji dengan memadukan teori perubahan sosial dan teori fungsional struktural Merupakan efek total baik positif maupun negatif dari berlakunya hukum. Bertujuan menelaah akibat dari berlakunya hukum

Fungsional Struktural M. A Smith • Ciri-cirinya: – Masyarakat memiliki kebutuhan dasar berupa keinginan

Fungsional Struktural M. A Smith • Ciri-cirinya: – Masyarakat memiliki kebutuhan dasar berupa keinginan mempertahankan kelangsungan hidupnya – Keinginan tersebut diwujudkan dalam berbagai usaha mencapai tujuan – Struktur masyarakat dibedakan sesuai dengan fungsi yang dibentuk oleh berbagai elemen yang mempertahankan kelangsungan hidup – Analisis terpenting adalah analisis sosial – Total sistem sosial adalah masyarakat, di dalamnya ada hubungan sistematis dan saling berpartisipasi untuk pencapaian tujuan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Hal apa saja yang telah mengalami perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Hal apa saja yang telah mengalami perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Sejauh mana perubahan itu terjadi

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Sejauh mana perubahan itu terjadi

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Bagaimana berlangsungnya perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Bagaimana berlangsungnya perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Bagaimana kondisi sebelum dan sesudah perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Bagaimana kondisi sebelum dan sesudah perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Apa yang terjadi selama masa transisi

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Apa yang terjadi selama masa transisi

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Faktor apa yang mendorong terjadinya perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Faktor apa yang mendorong terjadinya perubahan

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Melalui mekanisme apa perubahan itu terjadi

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Melalui mekanisme apa perubahan itu terjadi

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Dapatkah manusia menentukan arah dari perubahan itu

Pertanyaan pokok dalam penelitian dampak hukum: • Dapatkah manusia menentukan arah dari perubahan itu

Catatan • Wawancara mendalam (in depth) sangat membantu menemukan kerangka jawaban responden di atas.

Catatan • Wawancara mendalam (in depth) sangat membantu menemukan kerangka jawaban responden di atas. • Tidak cukup hanya pengamatan saja • Perlu menjaga hubungan dan sikap yang simpatik dengan sumber data

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Perlu pemahaman mengenai karakteristik struktur masyarakat

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Perlu pemahaman mengenai karakteristik struktur masyarakat

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Melakukan pemilahan mana karakteristik perbuatan hukum, mana yang

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Melakukan pemilahan mana karakteristik perbuatan hukum, mana yang bukan hukum

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Kebiasaan memang merupakan salah satu sumber hukum, tetapi

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Kebiasaan memang merupakan salah satu sumber hukum, tetapi tidak semua kebiasaan dapat dijadikan sumber hukum. Ada kriteria tertentu!

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Tujuannya mendiskripsikan norma hukum dan lembaga hukum yang

Penelitian identifikasi hukum tidak tertulis • Tujuannya mendiskripsikan norma hukum dan lembaga hukum yang hidup dalam suatu masyarakat tertentu

L. Pospisild • Attribute of authority Aturan itu diputuskan oleh penguasa, pimpinan masyarakat, atau

L. Pospisild • Attribute of authority Aturan itu diputuskan oleh penguasa, pimpinan masyarakat, atau mereka yang pada umumnya memiliki otoritas dalam arti luas.

L. Pospisild • Attribute of intention of universal application Aturan yang telah diputuskan itu

L. Pospisild • Attribute of intention of universal application Aturan yang telah diputuskan itu harus dapat diberlakukan untuk waktu dan situasi yang sama di masa mendatang

L. Pospisild • Attribute of obligation Aturan itu memuat adanya runtut hak dan kewajiban

L. Pospisild • Attribute of obligation Aturan itu memuat adanya runtut hak dan kewajiban para pihak. Tanpa muatan hak dan kewajiban maka putusan itu tidak mempunyai kekuatan mengikat bagi para pihak.

L. Pospisild • Attribute of sanction Aturan itu dikuatkan adanya sanksi (termasuk moral dan

L. Pospisild • Attribute of sanction Aturan itu dikuatkan adanya sanksi (termasuk moral dan penghukuman). Sanksi berupa hukuman formal ataupun cibiran menimbulkan rasa takut, rasa malu, dibenci dan sebagainya.

 • Penelitian Pospisil ini didasarkan atas persepsi awal yang hidup pada suku bangsa

• Penelitian Pospisil ini didasarkan atas persepsi awal yang hidup pada suku bangsa Indian Kapauku. Dalam penelitiannya ia mencatat pada tahap awal tidak kurang 121 aturan adat yang hidup. • Ketika dikaitkan dengan sejumlah 176 kasus yang pernah terjadi pada struktur kehidupan kolektif masyarakatnya, hanya 87 kasus saja yang murni diputuskan berdasarkan aturan. • Selebihnya keputusan didasarkan atas kebijaksanaan dari tokoh masyarakat suku Indian Kapauku. • Uniknya justru keputusan terhadap kasus yang sama

 • Pospisil sampai pada suatu kerangka pemikiran bahwa hukum adalah suatu aktivitas di

• Pospisil sampai pada suatu kerangka pemikiran bahwa hukum adalah suatu aktivitas di dalam rangka suatu kebudayaan yang memiliki fungsi sebagai pengawasan sosial. • Ia bersifat abstrak, walaupun nyata ada dan diketahui oleh masyarakat, tidak selalu mampu melakukan pengawasan sosial terhadap perilaku masyarakat. • Dalam kondisi seperti ini penegakan hukum juga terpengaruhi oleh kewibawaan tokoh yang diberikan kewenangan atau memiliki legalitas.

The End

The End