METODE PEMBERIAN AIR IRIGASI irrigation application Tujuan Instruksi
METODE PEMBERIAN AIR IRIGASI ( irrigation application ) Tujuan Instruksi Khusus : q Menjelaskan faktor yang menentukan cara pemberian air q Menjelaskan Irigasi siraman ( sprinkle irrigation ) dan beberapa contohnya q Menjelaskan Irigasi tetes ( drip irrigation ) dan beberapa contohnya
METODE PEMBERIAN AIR IRIGASI ( irrigation application )
Empat Metode Pemberian Air Irigasi 1. Irigasi Siraman (sprinkler irrigation ) 2. Irigasi tetes (drip irrigation) 3. Irigasi Permukaan tanah (surface irigation) 4. Irigasi Bawah tanah (sub-surface irrigation)
Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan cara pemberian air irigasi • Tanah • Topografi • Persediaan air • Tanaman • Kebiasaan
IRIGASI SIRAMAN (sprinkle irrigation) metode pemberian air dengan cara menyemprotkan air seperti curah hujan tersebar secara merata diatas permukaan lahan, diberikan hanya saat diperlukan dengan kecepatan kurang dari laju infiltrasi tanah untuk menghindari terjadinya limpasan permukaan (genangan)
Keuntungan ; Ø Efisiensi pemakaian air cukup tinggi Ø Digunakan pada topografi bergelombang dan kedalaman tanah (solum) dangkal. Ø Cocok untuk tanah berpasir di mana laju infiltrasi cukup tinggi. Ø Mencegah terjadinya erosi. Ø Dapat dilarutkan bersama pupuk, herbisida dan fungisida. Ø Biaya operasional kecil Ø Lebih banyak lahan yang dapat ditanami
Kekurangan ; Ø Angin mempengaruhi efektifitas penyemprotan Ø Diperlukan sumber air yang bersih, bebas pasir, sampah, dan ketersediaannya banyak Ø Investasi awal cukup besar Ø Penggunaan daya untuk penyemprotan cukup tinggi. Ø Keseragaman distribusi air dapat terus menurun seiring dengan waktu Ø Dapat merusak tanaman muda pada saat air disiramkan
Berdasarkan Penyusunan Alat Sistem berputar (rotating head system)
Sistem Berpindah Manual (manual system)
Sistem Berpindah Dengan Mesin
Sistem permanen (solid system)
Sistem irigasi tetes (Drip Irrigation) sistem pemberian air melalui pipa/ selang berlubang bertekanan, debit air kecil (tetesan) dengan interval waktu sering langsung perakaran tanaman. Tujuan : q memenuhi kebutuhan air tanaman tanpa harus membasahi keseluruhan lahan, q mereduksi kehilangan air akibat penguapan yang berlebihan, q pemakaian air lebih efisien, mengurangi limpasan, q menekan pertumbuhan gulma (Hansen, 1986)
Metode pemberian air pada irigasi tetes Irigasi tetes (drip irrigation), air irigasi diberikan dalam bentuk tetesan yang hampir terus menerus di permukaan tanah sekitar daerah perakaran.
Irigasi tetes bawah permukaan (sub surface drip irrigation), air irigasi diberikan menggunakan emitter di bawah permukaan tanah
Bubbler irrigation, air irigasi diberikan ke permukaan tanah seperti aliran kecil menggunakaan pipa kebil (small tube) dengan debit sampai dengan 225 l/jam
Irigasi percik (spray irrigation), air irigasi diberikan dengan menggunakan penyemprotan kecil (micro sprinkler) ke permukaan tanah.
- Slides: 17