Metode Inferensi Tentang Grap Tree dan Lattice Graph

  • Slides: 38
Download presentation
Metode Inferensi

Metode Inferensi

Tentang Grap , Tree dan Lattice • Graph adalah suatu bentuk geometri yang menghubungkan

Tentang Grap , Tree dan Lattice • Graph adalah suatu bentuk geometri yang menghubungkan titik (node) dengan garis/tanda panah (arch) • Graph asiklik adalah graph yang tidak mengandung siklus • Graph asiklik berarah disebut lattice

Contoh grap sederhana

Contoh grap sederhana

 • Tree adalah Bentuk Graph berarah, terbuka dimana selalu memiliki satu node terdiri

• Tree adalah Bentuk Graph berarah, terbuka dimana selalu memiliki satu node terdiri dari simpul dan vertex yg menyimpan informasi dan yg menghubungkan nya node adalah cabang(link/edge) • node-node yang tidak memiliki cabang yang disebut leave/daun atau end. • Tree adalah kasus khusus dalam Graph

Contoh Tree

Contoh Tree

Lattice • Bentuk Graph berarah, bisa terbuka bisa tertutup, keunikan lattice dibanding Tree adalah

Lattice • Bentuk Graph berarah, bisa terbuka bisa tertutup, keunikan lattice dibanding Tree adalah bahwa Lattice dapat memiliki • lebih dari satu node sebagai start, dan adanya • kemungkinan diamana sebuah node memiliki lebih dari satu parent.

Pohon AND-OR dan Tujuan • Salah satu tipe dari tree atau lattice yang digunakan

Pohon AND-OR dan Tujuan • Salah satu tipe dari tree atau lattice yang digunakan dalam masalah representasi backward chaining adalah Pohon ANDOR • Untuk kondisi OR adalah sebuah node memiliki lebih dari satu cabang kebawah yang dapat dipilih (arch terpisah) • Untuk kondisi AND adalah sebuah node memiliki lebih dari saru cabang yang harus terpenuhi semuanya (arch digabungkan dengan garis lengkung)

Contoh Pohon AND-OR

Contoh Pohon AND-OR

Penalaran Deduktif dan Silogisme • Merupakan Suatu logika argument adalah kumpulan dari pernyataan-pernyataan yang

Penalaran Deduktif dan Silogisme • Merupakan Suatu logika argument adalah kumpulan dari pernyataan-pernyataan yang dinyatakan untuk dibenarkan sebagai dasar dari rantai penalaran. • Contoh logika argument adalah silogisme • Penalaran deduktif umumnya terdiri dari tiga bagian: premis mayor, premis minor dan konklusi • Premis disebut juga antecedent • Konklusi/kesimpulan disebut juga consequent • Karakteristik logika deduktif adalah kesimpulan benar harus mengikuti dari premis yang benar

Penalaran Deduktif dan Silogisme • Silogisme dapat direpresentasikan ke dalam bentuk aturan IF. .

Penalaran Deduktif dan Silogisme • Silogisme dapat direpresentasikan ke dalam bentuk aturan IF. . . THEN, contoh : • JIKA siapapun yang dapat membuat program adalah pintar DAN John dapat membuat program MAKA John adalah pintar • Silogisme klasik disebut categorical syllogism

Contoh categorical syllogism • Premis terdiri dari premis mayor dan premis minor. Contoh: Premis

Contoh categorical syllogism • Premis terdiri dari premis mayor dan premis minor. Contoh: Premis mayor Premis minor Konklusi : Semua M adalah P : Semua S adalah M : Semua S adalah P • Silogisme di atas adalah bentuk standar karena premis mayor dan minor sudah diketahui.

Aturan inferensi • Adalah aturan yg di gunakan untuk menarik suatu kesimpulan. Proses atau

Aturan inferensi • Adalah aturan yg di gunakan untuk menarik suatu kesimpulan. Proses atau prosedur dalam inferensi disebut argumen. • Contoh : Jika ada daya listrik, komputer akan bekerja Ada daya Komputer akan bekerja A = ada daya listrik B = komputer akan bekerja • Sehingga dapat ditulis : A B • Notasi dibaca “jadi”. • Jadi kesimpulan pada argumen valid harus didasarkan pada premis. Jika semua premis benar dan argumennya valid maka kesimpulannya pasti benar.

Bentuk Dasar Inferensi • Modus ponens p p q q atau p q, p;

Bentuk Dasar Inferensi • Modus ponens p p q q atau p q, p; q • Contoh: Jika belanja anda lebih dari 100 ribu maka anda mendapat diskon 10% dan ternyata belanja anda 125 ribu. Maka dengan modus ponens, disimpulkan bahwa anda hanya membayar 112. 5 ribu

 • Modus tollens ~q p q ~p • bila implikasi p q benar

• Modus tollens ~q p q ~p • bila implikasi p q benar dan diketahui : q benar (atau q salah) maka haruslah p salah (atau ~ p benar). Bila tidak maka terjadi kontradiksi. (pernyataan majemuk yg bernilai salah )

 • Silogisme Hipotetis: • p q q r p r • Contoh: Jika

• Silogisme Hipotetis: • p q q r p r • Contoh: Jika x < y dan y < z maka disimpulkan x < z. Kesimpulan ini menggunakan silogisme hipotetis.

Beberapa Hukum Inferensi

Beberapa Hukum Inferensi

KETERBATASAN LOGIKA PROPOSISI • Perhatikan contoh berikut : Semua lelaki adalah mahkluk hidup Socrates

KETERBATASAN LOGIKA PROPOSISI • Perhatikan contoh berikut : Semua lelaki adalah mahkluk hidup Socrates adalah lelaki Misal : p = Semua lelaki adalah mahkluk hidup q = Socrates adalah lelaki r = Socrates adalah mahkluk hidup Skema argumennya menjadi : p, q; r p q r Bila dibuat tabel kebenaran, hasilnya invalid. • Argumen invalid sering diinterpretasikan sebagai konklusi yang salah (walaupun beberapa orang berpendapat argumen itu dapat saja bernilai benar).

 • Argumen yang invalid berarti argumen tersebut tidak dapat dibuktikan dengan logika proposisi.

• Argumen yang invalid berarti argumen tersebut tidak dapat dibuktikan dengan logika proposisi. • Keterbatasan logika proposisi dapat diatasi melalui logika predikat sehingga argumen tersebut menjadi valid.

LOGIKA PREDIKAT URUTAN PERTAMA • Predikat adalah suatu fungsi daripada satu atau lebih argumen

LOGIKA PREDIKAT URUTAN PERTAMA • Predikat adalah suatu fungsi daripada satu atau lebih argumen yg hasilnya adalah benar (true) atau salah (false). • Representasi 4 kategori silogisme menggunakan logika predikat

 • Contoh : Misal, merupakan fungsi proposisi : ( x) (x) (a) merupakan

• Contoh : Misal, merupakan fungsi proposisi : ( x) (x) (a) merupakan bentuk yang valid, dimana a menunjukkan spesifik individual, sedangkan x adalah suatu variabel yang berada dalam jangkauan semua individu (universal)

Sistem logika • Sistem logika adalah kumpulan objek seperti kaidah (rule), aksioma, statement dan

Sistem logika • Sistem logika adalah kumpulan objek seperti kaidah (rule), aksioma, statement dan lainnya yang diatur dalam cara yang konsisten • Setiap sistem disandarkan pada aksioma atau postulat, yang merupakan definisi mendasar dari sistem. • Suatu aksioma merupakan fakta sederhana atau assertion yang tidak dapat dibuktikan dalam sistem. Terkadang, kita menerima aksioma dikarenakan ada sesuatu yang menarik atau melalui pengamatan.

Tujuan sistem logika • Menentukan bentuk argumen. • Fungsi terpenting dari logika sistem adalah

Tujuan sistem logika • Menentukan bentuk argumen. • Fungsi terpenting dari logika sistem adalah menentukan well formed formulas (wffs) dari argumen yang digunakan. • Contoh : All S is P …. . merupakan wffs tapi…. All is S P …. . bukan wffs Is S all • Menunjukkan kaidah inferensi yang valid. • Mengembangkan dirinya sendiri dengan menemukan kaidah baru inferensi dan memperluas jangkauan argumen yang dapat dibuktikan.

RESOLUSI • Diperkenalkan oleh Robinson (1965). • Resolusi merupakan kaidah inferensi utama dalam bahasa

RESOLUSI • Diperkenalkan oleh Robinson (1965). • Resolusi merupakan kaidah inferensi utama dalam bahasa PROLOG. • PROLOG menggunakan notasi “quantifier-free”. • PROLOG didasarkan pada logika predikat urutan pertama. • Sebelum resolusi diaplikasikan, wff harus berada dalam bentuk normal atau standard. • Tiga tipe utama bentuk normal : conjunctive normal form, clausal form dan subset Horn clause. • Resolusi diaplikasikan ke dalam bentuk normal wff dengan menghubungkan seluruh elemen dan quantifier yang dieliminasi. • Contoh : (A B) (~B C) ………… conjunctive normal form Dimana A B dan ~B C adalah clause.

 • Refutation adalah pembuktian teorema dengan menunjukkan negasi atau pembuktian kontradiksi melalui reductio

• Refutation adalah pembuktian teorema dengan menunjukkan negasi atau pembuktian kontradiksi melalui reductio ad absurdum. • Melakukan refute berarti membuktikan kesalahan. Contoh • A B • B C • C D A D

Shallow (Dangkal) Penalaran Causal • Sistem pakar menggunakan rantai inferensi, dimana rantai yang panjang

Shallow (Dangkal) Penalaran Causal • Sistem pakar menggunakan rantai inferensi, dimana rantai yang panjang merepresentasikan lebih banyak causal atau pengetahuan yang mendalam. Sedangkan penalaran shallow umumnya menggunakan kaidah tunggal atau inferensi yang sedikit. • Kualitas inferensi juga faktor utama dalam penentuan kedalaman dan pendangkalan dari penalaran. • Shallow knowledge disebut juga experiment knowledge.

 • Contoh : Penalaran shallow • Pada penalaran shallow, tidak ada atau hanya

• Contoh : Penalaran shallow • Pada penalaran shallow, tidak ada atau hanya terdapat sedikit pemahaman dari subjek, dikarenakan tidak ada atau hanya terdapat sedikit rantai inferensi.

FORWARD DAN BACKWARD CHAINING • Chain (rantai) : perkalian inferensi yang menghubung-kan suatu permasalahan

FORWARD DAN BACKWARD CHAINING • Chain (rantai) : perkalian inferensi yang menghubung-kan suatu permasalahan dengan solusinya. • Forward chaining : • Suatu rantai yang dicari atau dilewati/dilintasi dari suatu permasalahn untuk memperoleh solusi. • Penalaran dari fakta menuju konklusi yang terdapat dari fakta. • Backward chaining : • Suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesa kembali ke fakta yang mendukung hipotesa tersebut. • Tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuannya. • Contoh rantai inferensi : gajah(x) mamalia (x) mamalia(x) binatang(x)

CONTOH FORWARD DAN BACKWARD CHAINING

CONTOH FORWARD DAN BACKWARD CHAINING

Lanjutan…………

Lanjutan…………

Metode Lain Dari Inferensi • Analogi merupakan bagian dari penalaran induktif Bila induksi membuat

Metode Lain Dari Inferensi • Analogi merupakan bagian dari penalaran induktif Bila induksi membuat inferensi dari spesifik ke umum pada situasi yang sama, maka analogy membuat inferensi dari situasi yang tidak sama • contoh diagnosis medical (gejala penyakit yang diderita oleh seorang pasien ternyata sama dengan gejala yang dialami pasien lain).

GENERATE AND TEST • Pembuatan solusi kemudian pengetesan untuk melihat apakah solusi yg diajukan

GENERATE AND TEST • Pembuatan solusi kemudian pengetesan untuk melihat apakah solusi yg diajukan memenuhi semua persyaratan. Jika solusi memenuhi maka berhenti yg lain membuat sollusi yg baru kemudian test lagi dst. • Contoh : Dendral, prog AM ( artificial Mathematician), Mycin

Lanjutan……………

Lanjutan……………

Metaknowledge • Meta-knowledge bisa didefinisikan sebagai "pengetahuan tentang pengetahuan". • Meta-knowledge mencakup informasi tentang

Metaknowledge • Meta-knowledge bisa didefinisikan sebagai "pengetahuan tentang pengetahuan". • Meta-knowledge mencakup informasi tentang pengetahuan memiliki sistem, tentang efisiensi metode-metode tertentu yang digunakan oleh sistem, probabilitas keberhasilan rencana masa lalu, dll. • Meta-knowledge umumnya digunakan untuk memandu perencanaan masa depan atau tahapan pelaksanaan yang sistem.