Metode Hill Climbing Penyusun Denny Agustiawan PENDAKIAN BUKIT
Metode Hill Climbing Penyusun Denny Agustiawan
PENDAKIAN BUKIT (HILL CLIMBING) Metode Hill Clambing hampir sama dengan metode pembangkitan & pengujian, hanya saja proses pengujian dilakukan dengan menggunakan fungsi heuristik. Pembangkitan keadaan berikutnya sangat tergantung padafeedback dari prosedur pengetesan. Tes yang berupa fungsi heuristic ini akan menunjukkan seberapa baiknya nilai terkaan yang diambil terhadap keadaan-keadaan lainnya yang mungkin.
B. L. Simple Hill Climbing Metode ini biasanya digunakan untuk traveling salesman problem
Operator yang akan kita gunakan, adalah menukar urutan posisi 2 kota dalam suatu lintasan. Apabila ada n kota, dan kita ingin mencari kombinasi lintasan dengan menukar posisi urutan 2 kota, maka kita akan mendapatkan sebanyak : n! 2 t(n-2)l Sehingga kalau ada 4 kota, kita bisa memperoleh : kombinasi. Keenam kombinasi ini akan kita pakai semuanya sebagai operator, yaitu: * Tukar 1, 2 (menukar urutan posisi kota ke-1 dengan kota ke-2). * Tukar 2, 3 (menukar urutan posisi kota ke-2 dengan kota ke-3). * Tukar 3, 4 (menukar urutan posisi kota ke-3 dengan kota ke-4). * Tukar 4, 1 (menukar urutan posisi kota ke-4 dengan kota ke-1). * Tukar 2, 4 (menukar urutan posisi kota ke-2 dengan kota ke-4). * Tukar 1, 3 (menukar urutan posisi kota ke-1 dengan kota ke-3).
Steepes. LAscent Hill Climbing Steepest-ascenhti II climbing sebenarnya hampir sama dengan sirnple hitt ctimbing, hanya saja gerakan pencarian tidak dimulai dari posisi paling kiri. Gerakan selanjutnya dicari berdasarkan nilai heuristic terbaik. Dalam hal ini urutan penggunaan operator tidak menentukan penemuan solusi.
Contoh permasalahannya adalah
Penyelesaian contoh soalnya dalah Pada Gamb at 2. 24, terlihat bahwa, keaclaan awal, iintasan terpiiih adalah ABCD (19). Pada level pertama, hili climbing akan rnemiiih nilai heuristik terbaik dari keenam succesor yang ada, yaitu: BACD(17), ACBD(12), ABDC(I 8), DBCA(12), ADCB (18) atau CBAD(20). Tentu saja yang terpilih adalah ACBD, karena memiliki nilai heuristik paling kecil (=12; . Dari ACBD ini akan dipilih nilai heuristik terbaik dari succesornya yaitu: CABD(15), ABCD(19), ACDB(13), DCBA(19), ADBC(16) atau BCAD(15). Ternyata dari keenam successor tersebut memiliki nilai heuristik yang lebih besar disbanding dengan ACBD. Sehingga tidak akan ada perubahan nilai keadaan (tetap ACBD). Hasil yang diperoleh, lintasannya adalah ACBD (12).
Contoh soal puzzle: Operator yang digunakan untuk menggerakkan dari satu keadaan ke keadaan berikutnya adalah: * Ubin kosongkekanan * Ubin kosong ke kiri * Ubin kosong ke atas * Ubin kosong ke bawah
Penyelesaian soal puzzle:
Diskripsi penyelesaian soal puzzle: Pada Gambar 2. 26 terlihat bahwa semula ada 3 operator yang bias digunakan, yaitu ubin kosong digeser ke kanan, kiri dan bawah. Masing-rnasing kondisi hasil dari implementasi operator memberikan nilai heuristik 4, 6, dan 5. Nilai heuristik terbesar adalah 6, sehingga kondisi kedua yang dipilih. Pada tahap kedua, operator yang bias digunakan hanya 2, yaitu ubin kosong digeser ke kanan dan ke bawah. masing-masing dengan nilai heuristik 5 dan 7. Nilai heuristic yang dihasilkan adalah 7, dan kondisi ini dipilih. Pada tahap ketiga, ada 3 operator yang digunakan, yaibu ubin kosong digeser ke atas, kanan, dan bawah. Masing-masing kondisi memiliki nilai heuristik 6, 8, dan 6. Karena nilai 8 merupakan solusi, maka pencarian telah berakhir.
- Slides: 10