MENULIS AITEM LANJUTAN Kaidah Penulisan Aitem Untuk menghasilkan


























- Slides: 26
MENULIS AITEM - LANJUTAN
Kaidah Penulisan Aitem • Untuk menghasilkan aitem dengan kualitas yang baik, yaitu berfungsi selaras dan signifikan sebagai bagian dari skala serta mendukung validitas konstrak yang dibangun, maka aitem harus ditulis mengikuti indikator keperilakuan yang sudah dirumuskan dalam kisi-kisi dan berpedoman pada kaidah penulisan.
• Gunakan kata dan kalimat yang sederhana, jelas, dan mudah dimengerti oleh responden namun tetap harus mengikuti tata tulis dan tata bahasa Indonesia yang baku. • Tulis aitem dengan berhati-hati sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda terhadap kata dan istilah yang digunakan.
• Hindari penggunaan istilah-istilah khusus yang dikenal hanya dalam lingkungan terbatas. Istilah yang tidak begitu populer mudah disalah artikan oleh responden. Berikut adalah contoh aitem yang berisi istilah yang dapat menimbulkan salah pengertian: • Saya akan menjadi pendengar yang baik, bila ada karyawan yang mengeluh.
• Problem pada aitem di atas terletak pada makna istilah “pendengar yang baik” yang dapat bersifat favorabel dan dapat pula bersifat tidak favorabel. • Bila yang dimaksudkan sebagai pendengar yang baik adalah seseorang yang dapat menjadi tempat curahan hati dan memahami orang lain dengan penuh empati, tentu aitem tersebut termasuk aitem favorabel.
• Sebaliknya bila yang dimaksudkan dengan pendengar yang baik adalah seseorang yang hanya mau mendengarkan tanpa perlu untuk memberi komentar atau bersikap kritis, sebagaimana istilah itu biasanya digunakan dalam pergaulan kelompok tertentu, maka aitem tersebut menjadi bersifat tidak favorabel. • Dengan demikian perbedaan respon akan lebih tergantung pada penafsiran terhadap istilah bukan disebabkan perbedaan individual pada aspek yang diukur.
• Ingat bahwa penulisan aitem harus selalu mengacu pada indikator keperilakuan, karena itu jangan menulis aitem yang berlangsung berkaitan dengan atribut yang diukur. • Berikut adalah satu contoh aitem yang pernah ditulis oleh seorang mahasiswa yang dimaksudkan guna mengungkap atribut Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun: • Saya merasa cemas akan kesepian setelah pensiun
• Aitem seperti di atas, apabila dijawab oleh subjek dengan respon positif seperti SESUAI atau YA maka harus langsung disimpulkan bahwa subjek merasa cemas, begitu pula apabila sebaliknya diperoleh jawaban negatif TIDAK harus diartikan bahwa subjek tidak merasa cemas.
• Yang mengacu pada gangguan konsentrasi sebagai salah-satu indikator kecemasan. • Jawaban YA pada aitem ini tentu saja baru merupakan sebagian dari banyak indikasi kecemasan yang masih perlu didukung oleh jawaban terhadap item-aitem lainnya. • Begitu pula jawaban TIDAK baru merupakan satu pertanda saja dari banyakindikasi tidak adanya kecemasan.
• Selalu perhatikan indikator perilaku apa yang hendak diungkap sehingga stimulus dan pilihan jawaban tetap relevan dengan tujuan pengukuran.
• Cobalah menguji pilihan-pilihan jawaban yang telah ditulis. • Adakah perbedaan arti atau makna antara dua pilihan yang berbeda sesuai dengan indikator keperilakuannya, apabila tidak ada beda makna yang jelas maka aitem yang bersangkutan tidak akan memiliki daya beda.
• Fungsi aitem seharusnya adalah membedakan individu pada spek yang diukur berdasarkan responnya terhadap aitem tersebut. Perhatikan contoh aitem yang pernah ditulis untuk mengungkap Semangat Kerja, berikut ini: • Pekerjaan saya menuntut berbagai macam kemampuan.
• Perhatikan bahwa isi aitem tidak boleh mengandung social desirability yang tinggi, yaitu aitem yang isinya sesuai dengan keinginan sosial umumnya atau dianggap baik oleh norma sosial. • Aitem yang bermuatan social desirability tinggi cenderung akan disetujui atau didukung oleh semua orang semata-mata karena orang berfikir normatif, bukan karena isi aitem intu sendiri dengan perasaan atau keadaan dirinya.
• Untuk menghindari stereotype jawaban, sebagian dari aitem perlu dibuat dalam arah favorable dan sebagian lain dibuat dalam arah tidak favorable.
• Hal ini terutama benar pada aitem-aitem skala yang format responnya berupa pilihan jawaban berjenjang dari STS ke SS. • Pada format ini responden yang sikapnya konsisten akan segera menyadari bahwa jawaban-jawaban yang telah diberikan selalu berada pada salah-satu ujung kontinum saja sehingga untuk aitem-aitem berikutnya ia cenderung menempatkan saja jawabannya mengikuti pola yang terjadi. • Berbeda kalau arah aitem-aitem bervariasi kadang favorable kadang tidak, maka subjek akan membaca dengan teliti setiap aitem sebelum menempatkan jawabannya.
• Demikianlah beberapa di antara kaidah terpenting dalam penulisan aitem sebagai pedoman yang diharapkan akan membantu meningkatkan kualitas aitem, khususnya daya diskriminasi dan validitas aitem, dalam skala psikologi.
Terima kasih