MENGUJI AKURASI NERACA ANALITIK DI LABORATORIUM Tia Amina
MENGUJI AKURASI NERACA ANALITIK DI LABORATORIUM Tia Amina Setiawati 1, Rudy Adi Saputra 2 1 Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) UNPAD, Sumedang 2 Laboratorium Kimia Pangan Prodi Teknologi Industri Pangan, FTIP UNPAD, Sumedang Email : t. amina. setiawati@unpad. ac. id
Pendahuluan • Penimbangan atau menimbang hampir selalu dilakukan dalam setiap proses pengujian, penelitian atau produksi • Penimbangan merupakan hal yang dianggap mudah, sehingga setiap praktikan, peneliti ataupun analis di laboratorium dapat melaksanakannya dengan mudah • Penimbangan merupakan hal sangat penting karena kesalahan menimbang dapat mengakibatkan kesalahan pada akhir proses atau pengujian Diperlukan penimbangan yang presisi dan akurat
• Penimbangan dengan tingkat akurasi sangat tinggi biasanya diterapkan dalam persiapan pereaksi, standar dan kalibrasi. (D. Morse, 2004) • Di laboratorium perguruan tinggi perlu penimbangan dengan akurasi tinggi Faktor fisika lab : suhu, kelembaban, cahaya Kalibrasi/ adjustment Instrumen /Neraca yang digunakan Peneliti/ analis Penimbangan yang akurat dan presisi Sampel
Tipe neraca kesetaraan/ekuivalensi dari lengan neraca antara massa yang diketahui pasti beratnya (misal batu timbangan) dengan massa bahan yang kita timbang. ke-equivalenan neraca diproses oleh adanya gaya restorasi magnetik. ini gaya diberikan oleh objek yang ditimbang akan diangkat oleh adanya suatu gaya elektromagnetik
Batu timbangan • Harus terbuat dari material yang inert, nonmagnetic dan cukup keras, tahan goresan, berat jenis sesuai dengan rekomendasi organisasi kemetrologian internasional untuk setiap tingkat kelasnya (OIML, 2004). • Material yang umum digunakan adalah stainless steel untuk kelas E dan F. Untuk akurasi yang lebih rendah digunakan material dari kuningan, besi atau logam lainnya (Davidson, 2004).
Menguji akurasi neraca analitik • Keterulangan (repeatability) : variasi pengukuran yang dilakukan oleh seorang analis atau instrument pada analisis dan kondisi yang sama. • Sensitivitas offset : nilai yang tertera setelah objek diangkat dari piringan neraca analitik, kondisi awal sebelum dan sesudah penimbangan perbandingannya harus 1. Jika hasil yang diperoleh tidak sesuai, terdapat nilai toleransi SD yang dapat diterima yaitu sebesar maks 3 x 10 -4
• Linieritas : kemampuan neraca mengukur secara akurat pada massa yang berbeda, dan kemudian diukur kelinier-annya dengan menggunakan persamaan regresi linier. • Eccentric Load Deviation (EC) : disebut juga “offcenter load error” or “pan position error”, yang artinya perubahan yang terbaca ketika sampel/objek timbang ditempatkan pada beberapa variasi posisi yang berbeda pada piringan neraca analitik.
Bahan dan Metode Peralatan : • Neraca analitik mettler Toledo tipe MS 204 TS dengan kapasitas neraca 220 gram, d= 0, 1 mg, pinset stainless steel, sarung tangan dan batu timbangan tipe F merk Sartorius. Metode • Metode eksperimental dengan penimbangan beberapa parameter : keterulangan (repeatability), sensitivitas offset, linieritas, dan Eccentric Load Deviation (EC)
Metode 1. Uji repeatability : Menimbang 10 X massa 5% kapasitas neraca Hitung rata-rata dan SD 2. Uji Sensitivitas offset (SE) Tekan tombol tare Timbang massa =50% kapasitas neraca Angkat , pembacaan harus =awal/nol
3. Uji linieritas neraca Ditimbang batu timbangan dengan massa 1, 5, 10, 20, 50 dan 100 gram Dihitung persamaan garis linier Diplotkan ke dalam garfik linier 4. Uji Eccentric Load Deviation (EC) Massa =50% kapasitas neraca Dihitung SD EC< 3 x d
Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Hasil Uji Repeatability Neraca Analitik RP= 0, 002%
2. Uji sensitivitas offset Tabel 2. Uji Sensitivitas Offset neraca analitik : Data yang tertera pada neraca sebelum dan sesudah penempatan beban/batu timbangan menunjukkan angka nol, sehingga neraca analitik masih memiliki fungsi yang baik. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian[3], yang menyatakan bahwa kondisi awal sebelum dan sesudah penimbangan perbandingannya harus 1. Jika tidak sesuai, nilai toleransi sensitivitas neraca dengan SD maks 3 x 10 -4.
3. Uji linieritas neraca Tabel 3. Uji Linieritas neraca analitik
Gambar kurva uji linieritas neraca analitik
4. Uji Eccentric Load Deviation Syarat : SD maks 3 Xd
Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan neraca analitik yang digunakan memiliki nilai akurasi yang baik dengan nilai simpangan baku RP = 0, 002%, uji SE menunjukkan nilai perbandingan 1, linieritas neraca R 2= 1, 0000, dan simpangan baku EC= 0, 0002 dengan nilai readability neraca 0, 0001 g.
Ucapan Terimakasih kepada program kalibrasi internal Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian UNPAD tahun 2017.
Daftar Pustaka [1] D. Morse and D. M. Baer, “Laboratory Balances: How They Work, Checking Their Accuracy, ” Lab. Med. , vol. 35, no. 1, pp. 48– 51, 2004. [2] S. Davidson, M. Perkin, M. Buckley, S. Davidson, M. Perkin, and M. Buckley, “Good Practice Guide The Measurement of Mass and Weight, ” NPL No. 71, no. 71. [3] M. Salahinejad and F. Aflaki, “Uncertainty Measurement of Weighing Results from an Electronic Analytical Balance, ” Meas. Sci. Rev. , vol. 7, no. 6, pp. 1– 9, 2007. [4] M. Model, “Estimates of Uncertainty of the Calibration of Balances Example of Calculating the Uncertainty of Balance Calibration, ” pp. 1– 7.
©tia 2018
- Slides: 22