Menghadapi Kematian dan Perasaan Kehilangan Olivia Tjandra Waluya

  • Slides: 8
Download presentation
Menghadapi Kematian dan Perasaan Kehilangan Olivia Tjandra Waluya, M. Si. , Psi.

Menghadapi Kematian dan Perasaan Kehilangan Olivia Tjandra Waluya, M. Si. , Psi.

Perubahan Makna mengenai Kematian – Adat istiadat seputar kematian dan masa berkabung sangat bervariasi

Perubahan Makna mengenai Kematian – Adat istiadat seputar kematian dan masa berkabung sangat bervariasi antar satu budaya dengan budaya lainnya, tergantung dari bagaimana pandangan masyarakat setempat mengenai alam dan konsekuensi kematian – Di negara maju, tingkat kematian menurun tajam – Sekitar ¾ kematian yang terjadi di Amerika, terjadi pada manula, yang umumnya disebabkan oleh penyakit yang terjadi pada usia lanjut – Karena kematian sebagian besar terjadi pada usia lanjut, maka kematian seolah tidak terlalu dianggap, dan perawatan terhadap yang hampir meninggal umumnya dilakukan oleh para profesional

Lanjutan. . . – Minat pada masa sekarang untuk memahami dan lebih realistis memahami

Lanjutan. . . – Minat pada masa sekarang untuk memahami dan lebih realistis memahami kematian lebih tinggi. – Ada peningkatan minat untuk mempelajari thanatology, dan peningkatan minat untuk mempelajari hospice care serta penyembuhan paliatif – Thanatology: ilmu mengenai kematian dan situasi menjelang kematian – Hospice care: perawatan pada pasien penyakit terminal (penyakit yang tidak dapat disembuhkan) yang bersifat personal, berfokus pada pasien dan keluarganya – Palliative care: perawatan termasuk membantu pasien merasa lebih lega saat menderita dan merasa sakit, kontrol gejala, meringankan stres, dan tetap berusaha mempertahankan kepuasan kualitas hidup

Menghadapi Kematian dan Kehilangan – Menjelang kematian, individu sering mengalami penurunan fisik dan kognitif.

Menghadapi Kematian dan Kehilangan – Menjelang kematian, individu sering mengalami penurunan fisik dan kognitif. – Beberapa orang mengalami near-death-experience (perasaan keluar dari tubuh, seperti masuk ke lingkaran yang terang atau misterius) menjelang kematian karena adanya perubahan fisik – 5 tahap menjelang kematian menurut Elisabeth Kubler-Ross: penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar untuk waktu hidup yang lebih lama, depresi, penerimaan – Tidak ada pola yang sama terhadap perasaan kehilangan. Pola yang paling umum adalah terkejut, tidak percaya karena terpaku dengan ingatan terhadap individu yang meninggal, penerimaan – Pemahaman anak-anak mengenai kematian berkembang secara bertahap. Anak dengan usia muda (misal: usia prasekolah) lebih mudah memahami kematian apabila kematian itu adalah bagian dari pengalaman hidup mereka.

Diskusi – Bagaimana pemahaman anak mengenai kematian berdasarkan perkembangannya?

Diskusi – Bagaimana pemahaman anak mengenai kematian berdasarkan perkembangannya?

Perasaan Kehilangan – Lebih banyak perempuan yang kehilangan pasangan di usia muda daripada pria.

Perasaan Kehilangan – Lebih banyak perempuan yang kehilangan pasangan di usia muda daripada pria. Masa berkabung mempengaruhi wanita secara fisik dan psikis. – Lebih banyak pria yang menikah lagi atau lebih cepat meninggal apabila pasangannya meninggal. – Kematian orangtua dapat menyebabkan perubahan pada diri seseorang juga dalam hubungannnya dengan orang lain – Kehilangan anak lebih sulit daripada kehilangan orangtua, karena hal tersebut tidak umum. Umumnya ada perasaan menyesal dari orangtua apabila anak meninggal terlebih dahulu – Keguguran dan bayi yang meninggal saat lahir, seringkali tidak dianggap seperti pada orang dewasa yang meninggal, sehingga tidak mendapat dukungan sosial khusus

Isu Medis, Hukum, Etis: Hak untuk Meninggal – Bunuh diri secara hukum dan norma

Isu Medis, Hukum, Etis: Hak untuk Meninggal – Bunuh diri secara hukum dan norma memang dilarang, tetapi ada isu hak untuk mati bagi individu yang mengalami penyakit terminal – Pada dasarnya lebih banyak individu yang meninggal karena bunuh diri daripada kita ketahui. Umumnya disebabkan oleh: depresi, keterkucilan, konflik keluarga, masalah keuangan, lemah karena penyakit – Eutanasia (hak untuk meninggal) pasif pada umumnya diberikan kepada pasien yang sakit parah dan menderita , untuk mengurangi penderitaannya. Rumah sakit biasanya punya komite khusus untuk menangani masalah seperti ini – Eutanasia aktif secara umum termasuk melanggar hukum

Menemukan Makna dan Tujuan Kehidupan dan Kematian – Individu yang menemukan lebih banyak makna

Menemukan Makna dan Tujuan Kehidupan dan Kematian – Individu yang menemukan lebih banyak makna dan tujuan hidup, umumnya lebih takut untuk meninggal – Review kehidupan dapat membantu individu mempersiapkan kematian dan memberi ia kesempatan terakhir untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai – Saat menjelang kematian juga merupakan pengalaman perkembangan bagi individu