Menggambar Teknik Oleh Ekoyanto Pudjiono DAFTAR ISI Menggambar
Menggambar Teknik Oleh: Ekoyanto Pudjiono DAFTAR ISI
Menggambar Teknik Penunjukan ukuran: parallel dll pendahuluan Menyiapkan gambar Penunjukan ukuran: koordinat peralatan Tipe garis dan tebal garis Penunjukan ukuran sempit meja gambar Penujukan ukuran Penunjukan ukuran lingkaran kertas gambar Penunjukan toleransi Penunjukan ukuran lubang Tata letak gambar Penunjukan ukuran radius kepala gambar Proyeksi ortografik Irisan satu bidang standar skala Gambar irisan - pendahuluan Irisan dua bidang standar huruf Mengarsir Irisan separo Menggambar bagian berulir Irisan sebagian Gambar rangkaian Irisan yang manakah? standar garis Mengarsir obyek bersentuhan Mengarsir bahan tipis Mengarsir bagian yang luas Ke Halaman Judul STOP?
Gambar teknik • Sarana komunikasi dalam proses merancang dan mengkonstruksi benda • Harus dapat menunjukkan bentuk serta ukuran benda • Harus memenuhi aturan-aturan standar. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Perancang dan Pengkonstruksi • Perancang – menuangkan ide kedalam bentuk gambar. • Pengkonstruksi – mengerjakan benda dengan pedoman gambar. • Perancang dan pengkonstruksi – harus menguasai dasar dan aturan standar yang digunakan dalam gambar teknik Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Peralatan menggambar 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Meja gambar Mistar gambar panjang Mistar gambar segitiga Pensil Karet penghapus Jangka Busur derajad Rapidograph Mal gambar dan huruf Plester (designer adhesive) Kertas gambar (terdapat beberapa macam) Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Syarat meja gambar 1. 2. 3. 4. Umumnya terbuat dari kayu yang berserat halus Permukaannya rata, halus, dan licin Tidak terlalu keras atau lunak Sisi kiri dan atas daun meja rata dan halus untuk menggeser-geser mistar gambar 5. Posisi daun meja sedikit menurun (condong) untuk mencegah kelelahan 6. Ukuran meja disesuaikan dengan ukuran kertas Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Ukuran meja gambar Ukuran kertas Ukuran meja, mm 2 A 0 950 x 1270 A 1 650 x 920 A 2 470 x 650 A 3 336 x 470 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Mistar gambar panjang • Digunakan bila tidak ada mesin gambar atau draughfting machine • Untuk menarik garis-garis panjang horisontal • (garis-garis vertikal atau menyudut dibuat dengan bantuan segitiga gambar) • Terbuat dari kayu tahan bengkokan dan tidak berubah bentuk • Terdiri atas daun mistar dan kepala mistar yang menyilang membentuk sudut 90 pada salah satu ujungnya • Panjangnya minimum sama dengan panjang papan gambar • Kepala mistar ditekan menempel pada sisi kiri papan gambar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Mistar gambar segitiga • Untuk menarik garis-garis – horisontal, vertikal, dan miring • Terbuat dari plastik transparan – agar garis-garis gambar di bawahnya dapat terlihat • Pilih yang – Keras, benar-benar lurus, dan tidak mudah rusak • Terdapat dua jenis – kombinasi sudut 90 , 30 dan 60 – kombinasi sudut 90 , 45 dan 45 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Pensil • Tingkat kekerasan pensil (Black , Firm, Hard): – lunak (4 B, 3 B, 2 B, B) – sedang (HB, F) – keras (H s/d 9 H) • Gambar teknik menggunakan – H dan 2 H • Pensil mekanik isinya dapat diganti – menjamin ketebalan garis yang seragam. • Ukuran isi pensil mekanik – 0, 25, 0, 35, 0, 5 dan 0, 7 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Karet penghapus • Jenis karet penghapus – Karet lunak untuk menghapus garis gambar pensil – Karet tinta untuk menghapus garis gambar tinta • Gerakan cepat dan tekanan kuat – menimbulkan noda pada kertas karena panas akibat gesekan • Kotoran bekas karet penghapus – dihilangkan dengan sikat khusus Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Jangka • Berguna untuk menggambar – lingkaran – membagi garis – membagi sudut • Memiliki dua kaki untuk pensil dan untuk jarum • Pensil jangan diruncingkan tetapi diasah miring – untuk memperoleh ketebalan garis busur yang sama • Jangka pegas dengan sekrup penyetel di tengah – berguna untuk membuat lingkaran berdiameter kecil • Penggunaan jangka – dianjurkan berputar searah dengan putaran jarum jam – tekanan lebih diarahkan pada bagian kaki jarum sebagai sumbu putaran Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Busur derajad • Untuk membuat dan membagi sudut • Terbuat dari mika • Garis-garis pembagi sudut – 0 sampai dengan 180 , atau – 0 sampai dengan 360 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Rapidograph • Berguna untuk membuat gambar dengan tinta – biasanya di atas kertas kalkir untuk diperbanyak • Ukuran pena sesuai dengan tebal garis – 0, 25, 0, 35, 0, 5, 07. • Bila tidak digunakan ujung pena harus ditutup – untuk menghindari kerusakan dari benturan • Bila tinta tidak bisa keluar perlu dicuci – dengan air hangat • Saat menarik garis harus – rapido tegak lurus dan tidak ditekan – tidak boleh terlalu cepat agar ketebalannya seragam Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Mal gambar dan mal huruf • Berguna untuk membuat gambar dan huruf – dengan cepat dan bentuk yang lebih rapi • Mal bentuk bulatan – untuk membuat lingkaran dan setengah lingkaran, terutama yang berdiameter kecil • Mal lengkung – untuk membuat garis-garis lengkung yang sulit dikerjakan dengan jangka Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Plester (designer adhesive) • Berguna untuk menempelkan gambar di atas papan meja kertas – agar posisinya tidak bergeser • Terdapat jenis plester khusus – tidak meninggalkan bekas lengket atau kotoran pada kertas – jangan menggunakan paku jamur Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Kertas gambar 1. Kertas sketsa atau bagan (kertas milimeter) – putih tebal bergaris vertikal dan horisontal berjarak 10 mm x 10 mm – untuk membuat sketsa gambar sementara 2. Kertas putih tebal – untuk membuat gambar kerja dengan skala sebenarnya 3. Kertas kalkir – kertas transparan dengan berbagai ukuran ketebalan (dinyatakan dalam gram) – untuk membuat gambar dengan tinta untuk keperluan reproduksi Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Standar ukuran kertas • Warna kertas gambar adalah putih • Ukuran dasar kertas gambar 1 m 2 dengan perbandingan sisinya 1: 2 • Kadang tepi kiri disisakan untuk penjilidan shg jarak garis tepi kiri lebih besar, misalnya 20 mm Ukuran standar A Ukuran kertas, mm Jarak garis tepi, mm A 0 841 x 1189 10 A 1 594 x 841 10 A 2 420 x 594 10 A 3 297 x 420 10 A 4 210 x 297 5 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Kepala gambar • terletak di bagian sudut kanan bawah • memberikan keterangan tentang gambar yang dibuat • berisi informasi-informasi Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Informasi dlm kepala gambar 1. Simbol proyeksi: menunjukkan sistem proyeksi yg digunakan – – 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. sistem proyeksi Amerika kerucut terpancung di sebelah kanan lingkaran sistem proyeksi Eropa kerucut terpancung di sebelah kiri lingkaran Skala: harus ditulis meskipun skalanya 1: 1 Satuan: untuk sistem Internasional digunakan satuan mm (milimeter) Digambar: nama penggambar memudahkan bila ada pertanyaan harus kepada siapa Diperiksa: gambar perlu diperiksa dan ditandatangani oleh atasan atau kepala bagian Tanggal: memudahkan dokumentasi dan urutan perkembangan bila terjadi perubahan gambar Jurusan/NIM: identitas pembuat gambar perlu dicantumkan untuk mengetahui dari bagian mana Keterangan: berisi peringatan-peringatan yang terkait dengan masalah gambar Nama: mencakup Nama Institusi, Judul Gambar, Ukuran Kertas, Nomor Urut Gambar Nama bagian-bagian benda: Kalau benda yang digambar merupakan susunan bagian-bagian maka perlu dicantumkan nama bagian-bagian beserta jumlah, bahan dan normalisasi yang ada Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Kepala gambar NO. BAGIAN JUM LAH PROYEKSI JUR. TEK. PERT. NAMA SKALA BAHAN : DIGAMBAR NORMALISASI : EKOYANTO SATUAN : mm NIM/JURUSAN: TANGGAL: DILIHAT KETERANGAN : BAUT Ke Halaman Judul 0501 A 4 DAFTAR ISI
TUGAS 1: KEPALA GAMBAR • Buatlah kepala gambar dgn ketentuan sbb: – – – Dibuat pada kertas A 4 Diberi garis tepi Diberi simbol proyeksi Diberi judul gambar Diberi identitas lengkap mhs Mengandung kolom nama bagian-bagian benda • Kriteria penilaian: – – Kelengkapan informasi yg diberikan Kebenaran ukuran garis Kualitas garis: ketebalan seragam, bersih, hitam Kerapian pemotongan kertas Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Standardisasi ukuran: Skala Huruf Garis Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Standar skala (memperkecil dan memperbesar gambar) Gambar elemen mesin Skala diperkecil 1: 2 1: 3 1: 5 1: 10 1: 2, 5 (kadang-kadang) Skala diperbesar 2: 1 3: 1 5: 1 10: 1 2, 5: 1 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Skala yang biasa dipakai di berbagai bidang Gambar Mesin Gambar Sipil Gambar Arsitek 1: 2, 5 1: 25 1: 100 1: 600 1: 1500 1: 1 1: 250 1: 200 1: 625 1: 2000 1: 2 1: 50 1: 300 1: 10 1: 80 1: 300 1: 750 1: 2500 1: 5 1: 100 1: 400 1: 1000 1: 3000 1: 125 1: 500 1: 1250 1: 200 1: 20 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Standar Huruf dan Angka (tipe dan tebalnya) • Tipe huruf – Tegak (biasa digunakan) – Miring 75 • Ketebalan huruf – Tipis (A): 1/14 h – Tebal (B): 1/10 h (h = tinggi huruf) • Contoh perbandingan tebal dan tinggi Tinggi huruf, mm 2, 5 3, 5 5 7 10 14 20 Tebal huruf (tipe A), mm 0, 18 0, 25 0, 35 0, 7 1 1, 4 Tebal huruf (tipe B), mm 0, 25 0, 35 0, 7 1 1, 4 2 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Jarak huruf Ukuran Tinggi huruf besar (h) Tinggi huruf kecil (c) Jarak antar huruf (a) Jarak antar kata (e) Jarak antar baris (b) b ej. AM h ISO 81 R f h d e c a Tipe A 14/14 h 10/14 h 2/14 h 6/14 h 22/14 h Ke Halaman Judul Tipe B 10/10 h 7/10 h 2/10 h 6/10 h 16/10 h DAFTAR ISI
Contoh ukuran huruf • Tinggi, jarak, tebal (dalam mm) Tinggi huruf kecil 3, 5 2, 5 5 3, 5 7 5 Jarak antar huruf Jarak antar kata Jarak antar baris Tebal huruf (tipe A) Tebal huruf (tipe B) 0, 7 1 1, 4 2, 7 3 4, 2 5 7 10 0, 25 0, 35 0, 7 Ke Halaman Judul 10 7 14 10 2 2, 8 6 8, 4 14 20 0, 7 1 1 1, 4 DAFTAR ISI
Bentuk huruf besar miring & tegak 1. 2. 3. 4. ITLEFHNZ XAVMWKY OQCGDUJP RBS& 1. I T L E F H N Z 2. X A V M W K Y 3. O Q C G D U J P 4. R B S & Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Dominasi garis (pada masing-masing grup huruf) Grup Miring tegak 1 horisontal, miring horisontal, vert 2 3 4 diagonal elips horisontal, elips diagonal lingkaran miring, lingk Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Huruf kecil: miring dan tegak ilktvwxz oabdpqgce hnrmuyjfs Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Angka miring dan tegak 174 069 832 5 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Proporsi • Tinggi huruf besar: 6 satuan • Lebar – T = 6 satuan – L = 5 satuan –E • Bagian tengah = 3, 5 satuan (terletak sedikit keatas) • Bagian bawah = 5 satuan • Bagian atas = 0, 5 satuan < bagian bawah • Tinggi huruf kecil – – i = 4 satuan; posisi titik pd satuan ke-5 k & l = 6 satuan t = 5 satuan; posisi batang melintang pd satuan ke-4 lainnya = 4 satuan Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Tugas 2: Standar huruf • Tuliskan beberapa kalimat (bisa syair lagu), dgn ketentuan: – Sedikit-dikitnya satu baris untuk jenis huruf: (a) besar tegak, (b) besar miring, (c) kecil tegak, dan (d) kecil miring. – Pada kertas A 4 – Diberi kepala gambar lengkap dan garis tepi • Kriteria penilaian: – – Kelengkapan komposisi tulisan dan angka Kelengkapan informasi pada kepala gambar Keseimbangan proporsi tulisan dan ruang gambar Konsistensi dan ketaat-asasan (standar) bentuk tulisan – Kualitas tulisan: kerapian, kebersihan, dan ketebalan huruf Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Standar garis (warna hitam seragam, tebal seragam) Tebal garis Contoh garis Jenis garis Guna garis A tebal, lurus 1. grs gambar yang tampak, 2. grs tepi B tipis, lurus C A 4, A 3, A 2 A 1, A 0 0, 5 0, 7 1. grs bantu, 2. grs ukur, 3. grs arsir, 4. grs gambar disederhanakan, 5. grs ulir 0, 25 0, 35 tipis, bebas 1. penunjukan grs batas gbr yg dihilangkan sebagian 0, 25 0, 35 D tipis, gores titik 1. grs sumbu, 2. lingkar jarak, 3. batas maksimum gerakan benda 0, 25 0, 35 E tipis, gores 1. menunjukkan benda yg tak tampak/terhalang bidang lain 0, 35 0, 5 F tipis, gores titik, kedua ujung tebal 1. menunjukkan tanda dan arah pemotongan 0, 5 & 0, 25 0, 7 & 0, 35 G tebal, gores titik 1. menunjukkan permukaan yg hrs memenuhi persyaratan khusus Ke Halaman Judul 0, 5 0, 7 DAFTAR ISI
Contoh penggunaan garis Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Pertemuan antara garis tegak dan datar • • • Penuh dgn penuh Penuh dgn gores Gores dgn gores Garis sumbu dgn garis sumbu Garis sumbu dgn lingkar jarak Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis penuh dgn garis penuh salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis penuh dengan garis gores salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis gores dgn garis gores salah benar salah Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis sumbu dgn garis sumbu salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis sumbu dgn garis sumbu salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis sumbu dgn lingkar jarak (dari pusat lingkaran) salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Standardisasi ukuran: Garis Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Standar garis (warna hitam seragam, tebal seragam) Contoh garis Jenis garis Guna garis A tebal, lurus 1. grs gambar yang tampak, 2. grs tepi B tipis, lurus C tipis, bebas D Tebal garis A 4, A 3, A 2 A 1, A 0 0, 5 0, 7 1. grs bantu, 2. grs ukur, 3. grs arsir, 4. grs gambar disederhanakan, 5. grs ulir 0, 25 0, 35 1. penunjukan grs batas gbr yg dihilangkan sebagian 0, 25 0, 35 tipis, gores titik 1. grs sumbu, 2. lingkar jarak, 3. batas maksimum gerakan benda 0, 25 0, 35 E tipis, gores 1. menunjukkan benda yg tak tampak/terhalang bidang lain 0, 35 0, 5 F tipis, gores titik, kedua ujung tebal 1. menunjukkan tanda dan arah pemotongan 0, 5 & 0, 25 0, 7 & 0, 35 G tebal, gores titik 1. menunjukkan permukaan yg hrs memenuhi persyaratan khusus Ke Halaman Judul 0, 5 0, 7 DAFTAR ISI
Pertemuan antara garis tegak dan datar • • • Penuh dgn penuh Penuh dgn gores Gores dgn gores Garis sumbu dgn garis sumbu Garis sumbu dgn lingkar jarak Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis penuh dgn garis penuh salah Ke Halaman Judul benar DAFTAR ISI
Garis penuh dengan garis gores salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis gores dgn garis gores salah benar salah Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis sumbu dgn garis sumbu salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis sumbu dgn garis sumbu salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Garis sumbu dgn lingkar jarak (dari pusat lingkaran) salah benar Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
MENYIAPKAN GAMBAR TEKNIK ANDA ØRencanakan penggunaan ruang gambar sebaik mungkin. ØBerapa jumlah pandangan yang akan digambar. ØSeberapa banyak ruang gambar yang akan digunakan. ØUsahakan ruang gambar dimanfaatkan semaksimum mungkin. ØPandangan yang banyak detail digambar sebesar mungkin, kalau perlu pada lembaran terpisah. ØSisakan ruang untuk pemberian dimensi. ØRencanakan urutan penggambaran agar tinta basah tdk terkena penggaris. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
STANDAR GARIS ØGaris tidak hanya sekedar menunjukkan bentuk benda ØDi dalam gambar teknik perlu memilih jenis garis yang tepat Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Ketebalan garis Ø Gambar teknik menggunakan: garis tebal dan garis tipis Ø Disarankan garis tebal 2 (dua) kali lipat ketebalan gari tipis Garis tebal kontinyu – untuk sisi tampak Garis tipis – untuk garis arsir, garis sumbu pusat, garis ukuran, dan garis proyeksi Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Bentuk garis Ø garis gores titik – untuk menunjukkan garis sumbu Ø garis sumbu pusat – lingkaran, silinder, garis simetri Ø garis gores digunakan untuk penunjukan detil gambar yang penting (tak tampak) – misal tebal dinding, kedalaman lubang. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Penunjukan ukuran q. Ukuran-ukuran digambar dengan garis tipis kontinyu. q Dua garis proyeksi (garis bantu) merupakan batas awal dan akhir ukuran. q Garis proyeksi tidak menyentuh dan tegak lurus thd elemen yang diberi ukuran. q Satuan ukuran dapat dihilangkan bila sudah disebutkan di dalam keterangan gambar. q Satuan sistem internasional menggunakan mm. q Semua ukuran yang lbh kecil dari 1 harus didahului angka nol; yakni. 35 ditulis 0. 35. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Huruf yang digunakan q semua catatan dan ukuran harus jelas dan mudah dibaca. q biasanya ditulis dengan huruf besar (kapital) agar mudah dibaca. q menggunakan ukuran yang sama, sekurang-kurangnya 3 mm. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Penunjukan ukuran Paralel q terdiri beberapa garis ukuran paralel. q ukuran berawal dari satu garis proyeksi. Penunjukan ukuran Superimpose (bertumpuk) q Penyederhanaan sistem paralel untuk menghemat ruang. q Titik awal dari semua garis ukuran ditunjukkan dgn lingkaran kecil pada perpotongan garis ukuran pertama dan garis proyeksi. q Garis ukuran lainnya digambarkan terpotong. q Angka ukuran dituliskan di atas garis ukuran, atau segaris dgn garis proyeksi. Penunjukan ukuran Berantai q Hanya digunakan bila fungsi obyek tdk dipengaruhi oleh akumulai toleransi. q Toleransi menunjukkan ketelitian pengerjaan produk. Penunjukan ukuran Kombinasi q Gabungan penunjukan ukuran Berantai dan Paralel. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Penunjukan ukuran Koordinat q Dua rangkaian penunjukan ukuran Superimpose saling tegak lurus. q Digunakan menentukan titik pusat, misalnya lubang. Penyederhanaan penunjukan ukuran Koordinat q Menggunakan tabel untuk menunjukkan identitas dan posisi. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Penunjukan ukuran Sempit q Garis panah ukuran digambarkan di antara dua garis proyeksi akan menyulitkan pembacaan. q Maka garis panah ukuran diletakkan diluar. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Penunjukan ukuran Lingkaran Penunjukan ukuran lingkaran diawali dgn simbol Ø (a) Penunjukan ukuran lingkaran diantara perpanjangan dua garis diameter saling tegak lurus. q Digunakan bila lingkaran terlalu kecil (b) Penunjukan ukuran di dalam lingkaran. (c) Penunjukan ukuran lingkaran dari luar lingkaran menggunakan panah mengarah pada pusat lingkaran. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Dimensioning Holes q Tidak perlu menyebutkan cara pembuatan lubang kecuali terkait fungsi produk. q Kata lubang tidaak perlu dituliskan kecuali dianggap penting. q Kedalaman lubang perlu ditunjukkan bila belum pernah ditunjukkan pada gambar pandangan lain. q Kedalaman lubang menunjukkan kedalaman lubang silindris, bukan sampai pada bagian bekas ujung mata bor. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Penunjukan ukuran Radius q. Penunjukan ukuran radius diawali dengan huruf besar R. q. Garis panah ukuran digambarkan tegak lurus thd radius dan melewati titik pusat busur. q. Garis panah hanya satu dan menunjuk garis busur yang diberi ukuran. Terdapat dua metoda penunjukan Radius: (a) Pusat radius terdapat pada gambar. (b) Pusat radius tdk perlu digambarkan. Penunjukan ukuran Tembereng q Angka ukuran diawali dengan huruf SR untuk menunjukkan bentuk permukaan Tembereng (Sperical). Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Toleransi q Ketepatan konstruksi sesuai ukuran pada gambar teknik sulit dipenuhi. q Ketepatan tergantung pada proses pembuatan (pabrikasi). q Nilai toleransi menunjukkan variasi maksimum yang diijinkan. q Setiap ukuran pada gambar harus disertai nilai toleransi q Bisa dengan salah satu: q nilai toleransi umum berlaku untuk beberapa ukuran, yakni dengan menyatakan Toleransi Umum +/- 0. 5 mm. q nilai toleransi yang khusus untuk ukuran tersebut. q Contoh diatas adalah untuk nilai toleransi khusus. q Batas yang lbh besar dituliskan diatas batas yang lebih kecil. q Harus dituliskan angka desimal yang tepat; 44. 80 tdk boleh ditulis 44. 8 Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Tata letak gambar teknik Informasi umum yang perlu dicatat pada gambar teknik JUDUL: Judul gambar. NAMA: Nama orang yang menggambar. DIPERIKSA: Nama (dan tanda tangan) orang kedua yang memeriksa sebelum barang dibuat untuk mengidentifikasi kemungkinan terdapat malasalah. VERSI: Bila gambar diperbaiki secara berkelanjutan maka perlu diberi nomor versi. TANGGAL: Tanggal pembuatan atau revisi gambar. SKALA: Skala gambar. SISTEM PROYEKSI: Menyatakan sistem proyeksi yang digunakan untuk memudahkan orang lain membaca gambar. NAMA INSTITUSI: Menyatakan nama perusahaan atau institusi untuk mengetahui sumber gambar dari mana bila didistribusikan secara luas. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Proyeksi Ortografik Terdapat 2 (dua) sistem proyeksi: q First angle (kuadran satu) – sistem Eropa q Third angle (kuadran ketiga) – sistem Amerika Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Menggambar Irisan q Untuk menunjukkan pandangan yang tersembunyi. q Dibuat menggunakan bidang potong untuk mengiris benda. q Gambar pandangan irisan tanpa kedalaman dan menunjukkan bentuk bagian benda bekas teriris. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Types of sectioning Sectional View in a single plane q. The example shows a simple single plane sectional view where object is cut in half by the cutting plane. q. The cutting plane is indicated on a drawing using the line style used for centre lines, but with a thick line indicating the end of lines and any change in the direction of the cutting plane. q The direction of the view is indicated by arrows with a reference letter. q. The example below shows a sectional view of the cutting plane A - A. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Types of sectioning Sectional View in two planes q. It is possible for the cutting plane to change directions, to minimise on the number of sectional views required to capture the necessary detail. q. The example shows a pipe being cut by two parallel planes. q The sketch shows where the object is cut. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Types of sectioning Half Sectional views q. Half sections are commonly used to show both the internal and outside view of symmetrical objects. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Types of sectioning Part Sectional views q. It is common practice to section a part of an object when only small areas need to be sectioned to indicate the important details. q. The example shows a part sectional view to indicate a through-hole in a plate. q. Notice that the line indicating the end of the section is a thin continuous line. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Which Sectional View? q. Consider the diagrams and select the correct sectional view. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Hatching q q On sections and sectional views solid area should be hatched to indicate this fact. Hatching is drawn with: 1. 2. 3. a thin continuous line, equally spaced (preferably about 4 mm apart, though never less than 1 mm) preferably at an angle of 45 degrees. Hatching a single object q. When you are hatching an object, but the objects has areas that are separated, all areas of the object should be hatched in the same direction and with the same spacing. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Hatching Adjacent objects q. When hatching assembled parts, the direction of the hatching should ideally be REVERSED on adjacent parts. q. If more than two parts are adjacent, then the hatching should be STAGGERED to emphasise the fact that these parts are separate. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Hatching thin materials q. Sometimes, it is difficult to hatch very thin sections. To emphasise solid wall the walls can be filled in. q. This should only be used when the wall thickness size is less than 1 mm Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Hatching large areas q. When hatching large areas in order to aid readabilty, the hatching can be limited to the area near the edges of the part. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Drawing threaded parts Drawing Conventions q. Threads are drawn with thin lines as shown in this illustration. q. When drawn from end-on, a threaded section is indicated by a broken circle drawn using a thin line. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Drawing threaded parts q Frequently a threaded section will need to be shown inside a part. 1. The hidden detail is drawn as a thin dashed line. 2. The sectional view uses both thick and thin line with the hatching carrying on to the very edges of the object. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Assembly Drawings Features of an assembly drawing q Dimensions 1. 2. 3. q Internal Parts 1. q Detailed dimensions are excluded from assembly drawings. But overall dimensions of the assembled object are usually indicated. If the spatial relationship between parts if important for the product to function correctly then these should also be indicated on the drawing. For example idicating the maximum and minimum clearance between two parts. If there are internal assemblies, sectional views should be used. Parts list 1. 2. 3. 4. Each part is given a unique number, indicated on the drawing by a circle with the number in it and a leader line pointing to the part. The leader line terminates in an arrow if the line touches the edge of the component, or in a circle if the line terminates inside the part. A table of parts should be added to the drawing to identify each part, an example of a parts list is shown below: Item No. Description. Qty. Material. Remarks The first three items; Item No. , Description, and Quantity should be completed for every distint part on your drawing. (i. e. the number of duplicate parts are recorded in the quantity). The material is used for components that are being made within the company. The Remarks column is useful for specifying a manufacturers part number when using bough-in parts. Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
TERIMA KASIH Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
Ke Halaman Judul DAFTAR ISI
- Slides: 84