MENENTUKAN VARIABEL PENELITIAN Oleh Nur Kholidah SE Sy
MENENTUKAN VARIABEL PENELITIAN Oleh: Nur Kholidah, SE. Sy. , ME
DESAIN VARIABEL PENELITIAN l l l Gejala yang nilainya selalu tetap tidak dapat digunakan sebagai varibel penelitian. Contoh; Ada 10 orang kepada mereka ditanya tentang usia berapa usia saat ini. Jawaban masing-masing orang ternyata berbeda-beda maka ini disebut variabel. Variabel adalah sesuatu yang bervariasi pada beberapa subjek baik barang, orang, atau kasus.
Pembagian variabel berdasarkan pada hubungan antar variabel: l. Variabel Independen l. Variabel Dependen. l. Variabel Moderating l. Variabel Intervening. l. Variabel kontrol
Variabel independen/bebas l Variabel Bebas (Independent variable) Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain/menjadi sebab atau berubahnya suatu variabel lain. Juga disebut dengan variabel prediktor, stimulus, eksougen. Contoh: “Gaya kepemimpinan seseorang” adalah variable bebas yang dapat dilihat pengaruhnya terhadap “kepuasan kerja karyawan”. Kepuasan Kerja Gaya kepemimpinan By Nur Kholidah
Variabel dependen/terikat Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Juga disebut dengan variabel output, variabel kriteria, variabel konsekuen, variabel endogen. Kepuasan Kerja Gaya Kepemimpinan By Nur Kholidah
Variabel Moderator l l Variabel moderator adalah variabel yang memengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Contoh : peneliti ingin meneliti pengaruh iklim organisasi (variabel bebas) terhadap prestasi kerja (variabel terikat). Dalam pola relasi tersebut dapat pula dipertimbangkan variabel lain yang mempengaruhi variabel terikat, misalya kepuasan kerja. Kepuasan kerja dijadikan sebagai variabel moderator. Kepuasan Kerja Iklim Organi sasi l Prestasi kerja Hipotesis : Iklim kerja yang positif akan mendatangkan kepuasan bagi karyawan dan meningkatkan prestasi karyawan.
Variabel Kontrol (Control variable) Variabel kontrol adalah variabel yang sengaja ditetapkan oleh peneliti jika ingin melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan. l Contoh: Hipotesis: ada pengaruh kontras warna baju terhadap keputusan membeli di kalangan wanita Variabel bebas: kontras warna Variabel terikat: keputusan membeli Variabel kontrol: wanita (jenis kelamin) l Kontras warna Keputusan membeli • Wanita By Nur Kholidah
Variabel intervening (pengganggu) l l Variabel-variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung variable pengganggu bersifat hipotetikal artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel bebas dan terikat yang sedang diteliti. Prestasi Akademi k Karir By Nur Kholidah Kekaya an
Contoh Variabel Pengganggu Hipotesis: Jika minat terhadap tugas meningkat, maka kinerja mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat Variabel bebas: minat terhadap tugas Variabel tergantung: kinerja dalam mengerjakan tugas Variabel penganggu: proses belajar Hipotesis: Layanan yang baik mempengaruhi kepuasan pelanggan Variabel bebas: layanan yang baik Variabel tergantung: kepuasan pelanggan Variabel pengganggu: kualitas jasa / produk
PENGUKURAN VARIABEL l l l Pengukuran variabel merupakan tahap awal dari kegiatan pengukuran dalam penelitian. Tujuan pengukuran variabel ini baru pada tahap menjawab pertanyaan "bagaimana cara untuk mengukur variabel tersebut"? Selanjutnya muncul pertanyaan lanjutan; "apa yang diukur" atau "bagaimana cara merubah konsep, dan "apa alat ukurnya". Mengukur adalah sebuah proses kuantifikasi, karena itu setiap kegiatan pengukuran berkaitan dengan jumlah, dimensi atau taraf dari sesuatu obyek/gejala yang diukur. Hasil dari pengukuran itu biasanya dilambangkan dalam bentuk bilangan. Posedur pengukuran variabel dimulai dari pembuatan definisi operasional konsep variabel. Kerlinger mengungkapkan, bahwa definisi operasional itu melekatkan arti pada suatu konsep variabel dengan cara menetapkan kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk mengukur suatu konsep variabel itu. Atau dengan ungkapan lain, definisi operasional merupakan spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur suatu variabel atau memanipulasaikannya. Suatu contoh definisi operasional yang sederhana (kasar) dari konsep ‘inteligensi’ adalah skor yan dicapai pada tes intelegensi X. By Nur Kholidah
MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL l Variabel harus didefinisikan secara operasional agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya. l Tanpa operasionalisasi variabel, peneliti akan mengalami kesulitan dalam menentukan pengukuran hubungan antar variable yang masih bersifat konseptual. By Nur Kholidah
Operasionalisasi variabel bermanfaat untuk: l 1) mengidentifikasi kriteria yang dapat diobservasi yang sedang didefinisikan; l 2) menunjukkan bahwa suatu konsep atau objek mungkin mempunyai lebih dari satu definisi operasional; l 3) mengetahui bahwa definisi operasional bersifat unik dalam situasi dimana definisi tersebut harus digunakan. By Nur Kholidah
Definisi Operasional l definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain” By Nur Kholidah
DESAIN SKALA Skala dalam penelitian ada Empat tingkatan: 1. Skala Nominal 2. Skala Ordinal 3. Skala Interval 4. Skala Rasio By Nur Kholidah
Skala Nominal 1. Skala Nominal Adalah skala yang memungkinkan peneliti mengelompokkan subyek kedalam katagori atau kelompok. Misal gender responden dapat dikelompokkan dalam 2 katagori : Pria dan wanita. Skala gender dapat dinyatakan dalam angka : Pria = 1 dan Wanita = 2. By Nur Kholidh
Skala Ordinal tidak hanya menyatakan katagori tapi juga menyatakan peringkat katagori tersebut. • Skala Ordinal menjawab atas suatu pertanyaan, responden diminta untuk memberikan urutan alternatif jawaban yang paling sesuai. Misal rangking jawaban yang dibuat berdasarkan preferensi Responden : 1. Senang sekali, 2. Senang, 3. Kurang senang, 4. Kurang senang sekali. ( beda antara dua titik tidak dapat diukur). > Pendapatan : Tinggi, Sedang, Rendah By Nur Kholidah
3. SKALA INTERVAL Skala Interval memungkinkan mengukur beda antara dua titik dalam skala, menghitung means dan standar deviasi data. • Contoh : Jarak waktu jam. 08. 00 – 10. 00 adalah sama dengan jarak waktu 16. 00 – 18. 00. Tetapi kita tidak dapat menyatakan bahwa jam. 16. 00 dua kali lebih lambat dibandingkan jam. 08. 00. By Suliyanto
4. SKALA RASIO Skala Rasio merupakan kedudukan data yang tertinggi, dimana memiliki nilai nol yang orisinal. • Misal : Jika aset perusahaan A sebanyak Rp. 10 Milyar dan aset perusahaan B sebanyak Rp. 5 Milyar, maka rasio A & B adalah 2 : 1. • Misal : Tinggi Badan sebagai skala ratio, tinggi badan 180 Cm dapat dikatakan mempunyai selisih 60 Cm terhadap tinggi badan 120 Cm, hal ini juga dapat dikatakan Bahwa : tinggi badan 180 adalah 1½ kali dari tinggi badan 120 Cm. By Suliyanto
Ringkasan Tentang Skala Tipe Pengukuran Kategori Peringkat Jarak Perbandingan Nominal Ya Tidak Ordinal Ya Ya Tidak Interval Ya Ya Ya Tidak Rasio Ya Ya By Nur Kholidah
DATA 1. Berdasarkan Sumber Data Penelitian : Primer (Observasional) Sekunder (Literal) 2. Berdasarkan Demensinya : Tunggal (suhu, berat, tinggi, kadar obat Ganda ( dearajt keganasan, status Gizi ) 3. Berdasarkan Jenis Pengukurannya Kualitatif (ada tidaknya ciri )----- skala nominal Kuantitatif (ada jenjang nilai)----skala ordinal s/d rasio
Data Primer l l Data Primer merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti atau pengambil data secara langsung dari sumbernya. Data primer dapat diperoleh dengan : 1. 2. 3. Pengumpulan data primer dengan wawancara Pengumpulan data primer dengan kuesioner Pengumpulan data Primer dengan Observasi
Kelebihan Data Primer l l l Adanya interaksi antara pengumpul data dengan sumber data. Data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang bias dapat dihindari. Data Penelitian lebih update Pengamatan dapat dilakukan secara langsung
Kekurangan Data Primer l l l l Waktu yang dibutuhkan dalam mengumpulkan data relatif lebih lama. Perizinan membutuhkan proses Membutuhkan uji coba instrumen penelitian. Membuthkan banyak dana Subjektivitas responden Menguasai bahasa tokoh Ada kemungkinan untuk memanipulasi data
Contoh penelitian data Primer l Pengaruh religiusitas dengan minat menggunakan B. S Religiusitas (X) l Minat Menggunakan (Y) Pengaruh motivasi dan tingkat pendidikan dengan ketaatan membayar zakat Motivasi (X 1) Kepatuhan Membayar Zakat (Y) Tingkat Pendidikan (X 2) Keterangan: X 1 = data primer X 2 = data sekunder (KTP, KK) Y = Data sekunder (datang langsung ke LAZ terdekat)
DATA SEKUNDER l l l Data sekunder merupakan data yang diperoleh tidak secara langsung oleh peneliti. Menurut Sugiyono (2005), data sekunder adalah data yang tidak langsung diperoleh peneliti, misalnya penelitian harus melalui orang lain atau mendapatkan data melalui dokumentasi. Data sekunder pada umumnya diperoleh dengan menggunakan studi literatur, catatan, laporan keuangan perusahaan, dsb.
Kelebihan Data Sekunder l l Hemat Biaya dan waktu Skala data bertaraf Nasional dan Internasional Data diperoleh walaupun diluar kemampuan peneliti. Data sulit untuk dimanipulasi.
Kekurangan Data Sekunder l l l Data terkadang kurang update Data yang tersedia tidak sesuai kebutuhan Perubahan Perhitungan data oleh pihak terkait
Contoh Penelitian Data Sekunder l Pengaruh kinerja keuangan B. S dan GCG terhadap profitabilitas B. S
MENENTUKAN DAN MENYUSUN INSTRUMENT l l Untuk menjawab masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian, maka harus dikumpulkan data. Yang dikumpulkan harus data yang benar, dan dilakukan dengan cara dan mengunakan alat yang benar. Cara dan pengunaan alat untuk mengumpulkan data disebut instrumentasi. Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data.
Menurut Nan Lin, ada 4 metode pengumpulan data antara lain; l Metode observasi l l Metode observasi adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti untuk mencatat kejadian atau peristiwa dengan menyaksikannya. Metode dokumentasi l Metode dokumentasi dilakukan jika tidak mungkin bagi peneliti untuk melakukan kontak dengan pelaku atau subjek penelitian.
l Metode survei l l Survei merupakan suatu metode pengumpulan data yang mengunakan instrumen kuesioner atau wawancara untuk mendapatkan tanggapan dari responden yang disampel. Metode eksperimen l Merupakan metode dengan melakukan perlakuan.
Jenis Metode atau Instrumen Pengumpulan Data l l l Kuesioner untuk keperluan administrasi. Kuesioner untuk observasi. Kuesioner untuk wawancara
Dalam menyusun kuesioner hal-hal yang penting untuk diperhitungkan antara lain: l l l Pertanyaan hendaknya jelas maksudnya. Yang dimaksud pertanyaan jelas sesuai dengan kriteria antara lain: Pertanyaan tidak terlalu luas, Pertanyaan tidak terlalu panjang, Pertanyaan tidak boleh memimpin (leading), Sebaiknya dihindari pertanyaan yang dobel negative. Pertanyaan hendaknya membantu ingatan responden Pertanyaan itu menjamin responden untuk dengan mudah mengutarakan jawaban. Hal ini dimaksudkan pertanyaan itu menyediakan berbagai perkiraan jawaban yang sudah dirumuskan sehingga responden tidak disulitkan untuk memikirkan jawaban.
Lanjutan l l l Pertanyaan hendaknya menghindari bias. Misalnya berapa umur ibu sekarang Option jawaban l 20 -25 tahun l 25 -40 tahun l 30 -35 tahun l 35 -40 tahun Pertanyaan hendaknya memotivasi responden untuk menjawab. Pertanyaan hendaknya dapat menyaring responden. Artinya bila ada pertanyaan-pertanyaan yang khusus tertentu harus didahului dengan pertanyaan-pertanyaan penyaring. Misal Apakah ibu sudah mengikuti KB? Jika ya jawaban baru ditanyakan kontrasepsi mana yang sering dipakai? Pertanyaan hendaknya sesederhana mungkin
Unsur-unsur dalam kuesioner l l Jenis pertanyaan Bentuk pertanyaan Isi pertanyaan Urutan pertanyaan
PENGUMPULAN DATA l l Untuk menjawab masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian, maka harus dikumpulkan data. Cara dan pengunaan alat untuk mengumpulkan data disebut instrumentasi. Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data. Alat digunakan untuk mencatat dan mengumpulkan data yang dalam pencatatanya dapat dilkukan oleh peneliti sendiri atau dikerjakan oleh subjek peneliti, atau oleh orang lain yang bukan subjek dan peneliti.
Pengunaan kuesioner dan angket l l Metode kuesioner dan angket sering disebut dengan metode survei. Metode survei merupakan metode pengumpulan data yang mengunakan kuesioner dan wawancara untuk mendapatkan tanggapan dari responden yang disampel. Jenis pertanyaan dalam kuesioner dapat dibedakan menjadi pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Perbedaan kedua jenis pertanyaan adalah pada tingkat kebebasan responden dalam menjawab pertanyaan kuesioner. Pertanyaan terbukan memberikan responden jawaban yang dikehendaki dengan kata-kata yang dipilih sendiri. Sedangkan pertanyaan tertutup membatasi jawaban responden dengan keharusan memilih diantara jawaban-jawaban yang sudah dicantumkan dalam kuesioner.
Pengunaan metode interview l l l Skedul wawancara agak lebih tepat disebut daftar wawancara, yaitu tanya jawab antara peneliti dan subjek. Kebaikan dari wawancara adalah jika responden merasa tidak tahu atau tidak jelas apa yang ditanyakan oelh peneliti, responden dapat secara langsung menanyakan dan meminta diberi penjelasan kepada peneliti yang mewawancarainya. Ketidak baikan mengunakan wawancara adalah diperlukan waktu lama untuk dapat memwawancarai seseorang responden apalagi untuk sekian banyak responden yang harus dilakukan oelh seorang peneliti sendiri.
Pengunaan metode observasi l Metode observasi atau check list sering digunakan terutama untuk mengukur suatu kegiatan. Kegiatan yang telah ditetapkan itu terdiri dai berbagai tugas atau kegiatan. Jenis tugas ditulis dalam suatu dartas (list) untuk digunakan mengecek oleh peneliti tugas-tugas apa saja yang dilaksanakan oleh subjek penelitian. Daftar check list dapat pula dibuat oleh peneliti sendiri sesuai dengan kegiatan yang di inginkan.
Pengunaan Metode Dokumentasi l Metode dokumentasi sering digunakan pada penelitian-penelitian yang sifatnya mengukur masa yang lalu atau situasi yang telah terjadi atau telah dikerjakan. Desain yang biasa menyertai dalam metode pengumpulan data dokumentasi adalah desai case control dimana pengumpulan data dapat melihat riwayat masa lalu dari kejadian yang akan diteliti.
PENGUKURAN Skala Likert l Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. l Contoh: Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan. a. Sangat setuju skor 5 b. Setuju skor 4 c. Tidak ada pendapat skor 3 d. Tidak setuju skor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1
l l Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif. Misalnya : Ya Tidak Baik Pernah Punya Buruk Belum Pernah Tidak Punya
Skala Semamtik Deferensial l Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan. l Contoh: Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ? 1. Sangat buruk 5. Sangat baik
Skala Rating l l Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif. Contoh: Kenyaman ruang loby Bank BCA: 5 4 3 2 1 Kebersihan ruang parkir Bank BCA: 5 4 3 2 1
Keampuhan Instrumen l l l Instumen yang baik sebaiknya memenuhi standar instrumen yang mempunyai validitas dan reliabilitas yang tinggi. Untuk mengetahui instrumen itu valid atau reliabel maka instrumen perlu dilakukan pengujian sebelum instrumen di berikan ke responden atau subjek penelitian. Validitas merupakan suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur. Reliabilitas merupakan indek yang menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini menunjukan bahwa sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap bila dilakukan pengukuran berkali-kali terhadap gejala yang sama dengan mengunakan alat ukur yang sama.
CARA MENYUSUN INSTRUMEN l l BERTITIK TOLAK PADA VARIABEL PENELITIAN YG DITETAPKAN UNTUK DITELITI VARIABEL SELANJUTNYA DIBERIKAN DIFINISI OPERASIONALNYA DAN TENTUKAN INDIATOR YANG AKAN DIUKUR DARI INDIKATOR INI KEMUDIAN DIJABARKAN MENJADI BUTIR-BUTIR PERTANYAAN UNTUK MEMUDAHKAN PENYUSUNAN INSTRUMEN PERLU DIBUAT MATRIK PENGEMBANGAN INSTRUMEN VARIABEL SUB VARIABEL KOMPONEN DAN DISKRIPSI
CONTOH KISI-KISI INSTRUMEN
UJI VALIDITAS l l l Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur Sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya Agar data yg diperoleh bisa relevan/sesuai dengan tujuan diadakanpengukuran tsb
l l Dalam mengukur variabel produktivitas, maka peneliti membuat instrumen produktivitas dan berharap instrumen tsb bisa berfungsi dg benar untuk mengukur produktivitas Syaratnya instrumen tsb harus memiliki validitas tinggi Untuk menguji validitas digunakan korelasi product momen: korelasi antar item dengan skor total dalam satu variabel Validitas tinggi menurut Azwar > 0, 3. Dalam output SPSS dilihat pada kolom corrected item total corelation
UJI RELIABILITAS l l Sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya bila dilakukan pengukuran pada waktu yg berbeda pada kelompok subyek yg sama diperoleh hasil yg relatif sama - asalkan aspek yg diukur dalam diri subyek memang belum berubah
l l Tinggi/rendahnya reliabilitas secara empirik ditunjukkan oleh angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas Reliabilitas yg tinggi ditunjukkan dg nilai 1, 00, reliabilitas yg dianggap sudah cukup memuaskan atau tinggi adalah > 0, 70 Ada beberapa teknik yg dipakai untuk menghitung reliabilitas di antaranya: alpha croncbach, splith half Dalam SPSS kita sering memakai alpha ceoncbach
“ SEMOGA BERMANFAAT UTK SEMUA SEKIAN DAN MATURNUWUN
- Slides: 52