MEMAHAMI NEGOSIASI NEGOTIATION TRIANGLE PERTEMUAN 4 Drs Dani

  • Slides: 8
Download presentation
MEMAHAMI NEGOSIASI: NEGOTIATION TRIANGLE PERTEMUAN 4 Drs. Dani Vardiansyah M. Si (Koordinator) + Team

MEMAHAMI NEGOSIASI: NEGOTIATION TRIANGLE PERTEMUAN 4 Drs. Dani Vardiansyah M. Si (Koordinator) + Team Fakultas Ilmu Komunikasi

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN • Menguraikan dengan benar Segi Tiga Negosiasi

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN • Menguraikan dengan benar Segi Tiga Negosiasi

SEPAKAT UNTUK TIDAK SEPAKAT • Negosiasi tidak selalu berakhir dengan kesepakatan. Kedua belah pihak

SEPAKAT UNTUK TIDAK SEPAKAT • Negosiasi tidak selalu berakhir dengan kesepakatan. Kedua belah pihak mungkin saja sepakat untuk tidak sepakat. • Yang terpenting, negosiasi melibatkan persuasi untuk mencapai suatu maksud dan kompromi yang konstruktif. • Melalui persuasi , Anda mendorong dan berusaha meyakinkan pihak lain untuk menerima hal-hal yang Anda ingin mereka terima. • Kompromi yang konstruktif artinya menyesuaikan posisi Anda sebagai tanggapan atas kurangnya keinginan pihak lain untuk menerima proposal atau usulan Anda. • Kompromi konstruktif kebalikan dari perundingan proporsional, di mana salah satu pihak dengan kerasnya mempertahankan suatu rangkaian posisi dan menolak untuk berkompromi atau menyesuaikan diri sebagai tanggapan atas suatu argumentasi atau ajakan yang persuasif.

Empat Langkah dalam Negosiasi untuk Menghindari Kata “Tidak” dari Pihak Lawan • Gunakan metode

Empat Langkah dalam Negosiasi untuk Menghindari Kata “Tidak” dari Pihak Lawan • Gunakan metode Socrates. Asumsikan bahwa jawaban “tidak” itu dengan maksud “belum saatnya”, terutama untuk negosiasi awal. Dengan asumsi ini, maka Anda harus berpikir tidak ada kata “ditolak” dalam setiap ide yang akan Anda sampaikan. Anda akan menjadi negosiator ulung jika terus berlatih dan dapat sesering mungkin dapat memenangkan negosiasi. • Gunakan berbagai perspektif. Orang memang akan mengeluarkan kata “tidak” bila dirasa keinginannya tidak terpenuhi. Kenalkan terlebih dahulu ide Anda, termasuk bagaimana cemerlangnya ide-ide itu dan apa hasilnya bila diterapkan. Anda juga dapat mengungkapkan dengan banyak cara, mulai presentasi yang cermat, serta mengambil hasil-hasil empirik dari ide-ide cemerlang itu.

Empat Langkah dalam Negosiasi untuk Menghindari Kata “Tidak” dari Pihak Lawan • Pecahkan Masalah

Empat Langkah dalam Negosiasi untuk Menghindari Kata “Tidak” dari Pihak Lawan • Pecahkan Masalah Bersama-sama. Ketika ada tanda bahwa mereka tertarik, jangan sia-siakan kesempatan itu. Ajak terus memecahkan masalah secara bersama, bahkan jangan segan untuk mencari solusi terbaik dan melakukan kerjasama dengan serius. Dengan demikian kemungkinan ide-ide tersebut akan diterima. • Kepung Lawan dengan Data dan Fakta Akurat. Bila Anda sudah berusaha semaksimal mungkin tetap saja jawaban “tidak”, maka ada baiknya Anda memberikan ide-ide alternatif, yang lebih pas dan cocok. Cara seperti ini bukan berarti Anda gagal dalam menyampaikan ide-ide tadi. Tapi, semua ini membuktikan Anda tidak hanya terpaku pada satu konsep saja. Dengan memberikan alternatif, ide baru yang masuk dapat diakomodir. Jadi, tidak ada istilah ide yang ditolak, yang terpenting negosiasikan terlebih dahulu.

NEGOTIATION TRIANGLE Segitiga Negosiasi (Negotiation Triangle) perlu dipahami oleh seorang negosiator atau diplomat. Wajah

NEGOTIATION TRIANGLE Segitiga Negosiasi (Negotiation Triangle) perlu dipahami oleh seorang negosiator atau diplomat. Wajah negosiasi melibatkan tiga hal pokok yang disebut ‘Negotiation Triangle”, terdiri dari: • HEAD: Metode atau teknik-teknik yang digunakan dalam melakukan negosiasi • HEART: Karakter atau apa yang ada di dalam diri seorang negosiator/diplomat yang menjadi dasar dalam melakukan negosiasi. • HANDS: Kebiasaan-kebiasaan dan perilaku seorang negosiator/diplomat dalam melakukan negosiasi yang semakin menunjukkan jam terbang seorang negosiator menuju keunggulan atau keahlian dalam bernegosiasi.

Negotiation triangle HEA D HAND HEART

Negotiation triangle HEA D HAND HEART