MATERI PERTEMUAN III Al Quran sebagai sumber Utama
MATERI PERTEMUAN III Al Qur’an sebagai sumber Utama Hukum Islam
Tujuan Instruksional Umum: Agar mahasiswa memahami Sumber-Sumber Hukum Islam Tujuan Instruksional Khusus: Agar Mahasiswa dapat menjelaskan Dasar Hukum atas sumber-sumber Hukum Islam Agar mahasiswa dapat menjelaskan Al Qur’an sebagai sumber Utama Hukum Islam Agar Mahasiswa dapat menjelaskan sejarah turunnya Al Qur’an dan sistematika Al Qur’an Agar mahasiswa dapat memahami kandungan Al Qur’an
SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM Berdasarkan QS. Annisa : 59 Berdasarkan Hadist Mu’az Bin Jabal Sumber Hukum Islam Adalah: 1. Al Qur’an 2. Al Hadist / As Sunnah 3. Ar- Rayu
AL QUR’AN Al – Qur’an berasal dari kata kerja qara-a (membaca), dalam kata kerja menjadi Iqra (bacalah) dalam kata benda qur’an (bacaan) Al-Qur’an adalah kitab suci yang memuat wahyu Allah, Asli seperti yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad untuk menjadi pedoman hidup atau petunjuk bagi umat manusia dalam hidup dan kehidupannya untuk mencapai kebahagiaan di Dunia dan di Akhirat
Al – Qur’an diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, di dua tempat, mekkah dan madinah Diturunkan kurang lebih 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun sesudah Nabi Hijrah ke Madinah. Ayat pertama turun Al Alaq (Al-Iqra) dan ayat yang terakhir turun Al Maidah : 3 Al Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 Surah, 6666/6236 ayat, 74. 499 kata, 325. 345 huruf Ayat-ayat yang diturunkan di Makkah disebut ayat-ayat Makkiyah dan ayat-ayat yang diturunkan di Madinah disebut ayat-ayat Madaniyah.
Perbedaan Ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Mekah dan Madinah Makkiyah 1. Surat dan ayatnya pendek-pendek 2. Gaya bahasa nya singkat dan padat 3. Pada umumnya Mengenai tauhid, akhlak dan hari akhir 4. Diawali “Ya ayyuhan nas” Madaniyah 1. Surat dan ayatnya panjang-panjang 2. Gaya bahasa nya jelas dan lugas 3. Pada umumnya Mengenai norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan masyarakat islam, negara yang baik, adil dan sejahtera 4. Diawali “Ya ayyuhal lazi na amanu”
Al Qur’an terpelihara kemurniannya, karena Allah sendiri lah yang menjamin akan menjaga kemurnian dalam Al Qur’an (Al Hijr (Q. XV) : 9 Penyusunan Al Qur’an tidak berdasarkan waktu turunnya, tetapi berdasarkan susunan seperti petunjuk Allah. Surat Pertama Al- Fatihah, surat terakhir An Nas Pengumpulan Al Qur’an dalam satu mushaf, dilakukan oleh Zaid Bin Tsabit, pada masa khalifah Abu bakar dan pada masa khalifah Usman bin Affan, dilakukan penyalinan mushaf Al – Qur’an ke dalam beberapa naskah
Al Qur’an merupakan Pedoman Abadi yang memiliki tiga petunjuk bagi manusia, Yaitu: 1. 2. 3. Ajaran yang memberi pengetahuan tentang struktur alam semesta, serta posisi berbagai mahkluk di jagat raya, metafisika tentang Tuhan, kosmologi, pembahasan tentang kehidupan akhirat Petunjuk yang menyerupai sejarah manusia, rakyat biasa, raja-raja, orang suci, para nabi sepanjang masa dan cobaan yang menimpa mereka. Berisi Firman-firman Allah yang mengandung kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dipelajari secara rasional, yang mempunyai kekuatan melindungi manusia
Secara garis besar Al-Qur’an memuat soal-soal yang berkenaan dengan: 1. 2. Akidah Syariah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ibadah Muamalah Akhlak Kisah-Kisah umat manusia dimasa lalu Berita-berita tentang zaman akan datang (akhirat) Benih atau prinsip Ilmu Pengetahuan dasar-dasar hukum
Kandungan Hukum dalam al. Qur’an 1 Hukum I’tiqadiyah (akidah atau keimanan) Akidah atau keimanan adalah keyakinan yang tertancap kuat di dalam hati. Akidah terkait dengan keimanan terhadap hal-hal yang gaib yang terangkum dalam rukun iman, yaitu (1) iman kepada Allah Swt. (2) iman kepada malaikat, (3) iman kepada kitab-kitab suci, (4) iman kepada para rasul, (5) iman kepada hari kiamat, dan (5) iman kepada qada/qadar Allah Swt.
Kandungan Hukum dalam al. Qur’an 2 Hukum Amaliyah (Syariah atau ibadah) Hukum ini mengatur tentang tata cara ibadah baik yang berhubungan langsung dengan al-Khaliq (Pencipta) yaitu Allah Swt. yang disebut dengan ibadah mahdlah, maupun yang berhubungan dengan sesama makhluk Allah Swt. yang disebut dengan ibadah gairu mahdlah. Ilmu yang mempelajari tata cara ibadah dinamakan ilmu fiqih. 1) Hukum Ibadah Hukum ini mengatur bagaimana cara yang seharusnya dalam melaksanakan ibadah yang sesuai dengan ajaran Islam. Hukum ini mengandung perintah untuk mengerjakan shalat, haji, zakat, puasa dan lain-lain. 2) Hukum Mu’amalah Hukum ini mengatur interaksi antara manusia dengan sesamanya, seperti hukum tentang tata cara jual-beli, hukum warisan, hukum pidana, hukum perdata, pernikahan, politik, dan
Kandungan Hukum dalam al. Qur’an 3 Hukum Akhlak (Budi Pekerti) Selain berisi hukum-hukum tentang aqidah dan ibadah, al-Qur’an juga berisi hukum-hukum tentang akhlak. Al-Qur’an menuntun bagaimana seharusnya manusia berakhlak atau berperilaku, baik akhlak kepada Allah Swt. , akhlak kepada sesama manusia, maupun akhlak terhadap makhluk Allah Swt. yang lain. Prinsipnya, akhlak adalah tuntunan dalam hubungan antara manusia dengan Allah Swt. , hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Hukum ini tecermin dalam konsep perbuatan manusia yang tampak, mulai dari gerakan mulut
Sifat-Sifat Hukum Dalam Al Qur’an • • Ta’abudy (diikuti apa adanya) Harus Diikuti seperti apa adanya, sifatnya tetap Ayat-ayat tentang Ibadah, perkawinan, kewarisan (hukum keluarga 70 ayat) • • Ta’aqully (dikembangkan dengan akal) Bersifat terbuka untuk dikembangkan oleh akal manusia dan dirumuskan sesuai dengan perkembangan zaman Ayat-ayat tentang Hukum Perdata (70 ayat), Pidana (30 ayat), Internasional (25 ayat), ekonomi keuangan (10 ayat), hukum acara 13 ayat, dll)
Penggolongan Ayat Al- Qur’an (QS. Ali Imran: 7) Muhkam (at) Ayat yang memuat ketentuan-ketentuan pokok yang jelas artinya, dapat dipahami dengan mudah oleh semua orang yang mempelajarinya - Ayat Al Qur’an tentang hukum termasuk ayat jenis ini Mutasyabih (at) ayat perumpamaan, yang mengandung kiasan, hanya dipahami oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan yang luas dan mendalam tentang Al Qur’an
Ayat Al Qur’an yang Muhkam(at) dari segi teks nya terdiri atas: Qath’i Kata atau kalimat Al. Qur’an yang mengandung arti yang jelas, sehingga tidak mungkin ditafsirkan lain dari yang tersebut dalam teksnya Contoh. QS. An-Nisa: 12 “Dan bagimu (suami) adalah seperdua harta peninggalan istrimu, jika sitrimu tidak mempunyai Zhanni Kata atau kalimat Al. Qur’an yang menunjukkan arti atau pengertian lebih dari satu, masih mungkin ditafsirkan ganda Contoh. QS. Al-Baqarah : 228 “Perempuan yang ditalak (oleh suaminya) harus menunggu tiga quru’. ”
Terimakasih
- Slides: 17