MATERI KULIAH HIDRAULIKA Bahan Kuliah BA KIRONOTO Review
MATERI KULIAH HIDRAULIKA (Bahan Kuliah BA. KIRONOTO) Review Klasifikasi Aliran Karakteristik Turbulen pada Aliran Seragam Tegangan Gesek Dasar Distribusi Tegangan Gesek Distibusi Kecepatan Rata-rata (Manning) Review. Journal : Karakteristik Turbulen pada Aliran Seragam dan Aliran Tidak Seragam (Artikel : Kironoto dan Graf) Aliran Seragam Distribusi Kecepatan (inner region, outer region) Turbulen (Turbulent Intensity, Reynold Shear Stress) Aliran Tidak Seragam Distribusi Kecepatan (inner region, outer region) Turbulen (Turbulent Intensity, Reynold Shear Stress)
MATERI KULIAH HIDRAULIKA (Bahan Kuliah BA. KIRONOTO) Tugas Review Journal Publikasi Internasional dengan materi terkait dengan hidraulika (distribusi kecepatan, turbulen, Manning, dll) Setiap mahasiswa bertugas mereview 1 jurnal Sebelum direview, jurnal dikumpulkan dulu ke dosen untuk disetujui (agar tidak sama antar mahasiswa, topik sesuai dengan kuliah, dll) (dalam 2 minggu ke depan) Tugas Jurnal yang sudah direview dipresentasikan oleh mahasiswa dengan format power point (setelah ujian sisipan) Jurnal dapat diperoleh dari berbagai sumber : 1. Internet (Google Scholar, yahoo, dll; kata kunci, misalnya : velocity distribution, Shear stress, open channel flow, Coles Law, Logarithmic law, Manning, kironoto, dll), 2. Buku, 3. Journal, dll) Nilai Ujian : 25 % dari total nilai ujian (dengan
Klasifikasi Aliran Laminer / Turbulent § Aliran Sub. Kritik, Superkritik § Aliran Invisid dan Visid § Aliran rotasional / Tidak Rotasional, dll § Aliran 1, 2, 3 Dimensional § Aliran Tunak / Taktunak § Aliran Seragam / Tidak Seram § 2/25/2021
Aliran Laminer / Turbulent Berdasarkan pengaruh kekentalan (viskositas) terhadap pengaruh inersia, aliran pada saluran terbuka dapat dibedakan sebagai aliran laminer dan aliran turbulen. Pada saluran terbuka, angka Reynolds didefenisikan sebagai : dimana U : kecepatan rata-rata tampang, R : jari-jari hidraulik, dan n : viskositas
ALIRAN LAMINER Pengaruh viskositas atau kekentalan lebih besar dari pada pengaruh inersia Gerakan partikel air teratur, lurus, sejajar Untuk aliran laminar dalam pipa Untuk aliran laminar dalam saluran terbuka
Experimental laboratorium untuk Aliran Laminer pada pipa
ALIRAN TURBULEN Pengaruh viskositas atau kekentalan lebih kecil dari pada pengaruh inersia Gerakan partikel air tidak teratur, berbelak-belok (bercampur), tidak sejajar Untuk aliran tubulen pada saluran terbuka (teoritis > 1000; pada aliran dalam pipa, Re > 4000, dalam kenyataannya Re > 12500)
Experimental laboratorium untuk Aliran Turbulen pada pipa
Video Aliran Laminer / Aliran Turbulen
Aliran Sub. Kritik, Superkritik Berdasarkan nilai angka Froude. dimana U : kecepatan rata-rata tampang, D : Kedalaman hidraulik, dan g : percepatan gravitasi Fr < 1 : aliran Subkritik ; aliran tenang, mengalir Fr = 1 : aliran Kritik Fr > 1 : aliran Superkritik ; aliran sangat cepat C = celerity : kecepatan rambat gelombang Jika ada perubahan jenis aliran dari : - superkritis ke sub-kritis : terjadi loncat air
8. Aliran Kritis, Subkritis, dan superkritis didasarkan pada angka Froude: Fr < 1 : aliran sub-kritis Fr = 1 : aliran kritis Fr > 1 : aliran super-kritis
Video : Contoh Aliran Subkritik (Fr < 1)
Video : Contoh Aliran Kritik (Fr = 1)
Video : Contoh Aliran Superkritik (Fr > 1)
Aliran Invisid / Aliran Viskous Aliran invisid (aliran fluida ideal) fluida ideal viskositas, = 0 tegangan geser = 0 kehilangan energi = 0 Aliran Viskous (aliran fluida nyata) fluida ideal viskositas, ≠ 0 tegangan geser ≠ 0 kehilangan energi ≠ 0
Fluida Invisid u
d z u=f(z)
Aliran Irrotasional / Rotasional
Video Aliran Rotasional / Irrotasional
Aliran 1 D, 2 D & 3 D Aliran 1 D : karakteristik aliran, misal kecepatan, tidak berubah pada tampang Sering dipakai untuk penyederhanaan permasalahan aliran Aliran 2 D : karakteristik aliran, misal kecepatan, berubah pada tampang (horisontal atau vertikal saja) Bisa dijumpai pada aliran saluran lebar Aliran 2 D : karakteristik aliran, misal kecepatan, berubah pada tampang (horisontal dan vertikal) Aliran di lapangan sesungguhnya 3 D
1 Dimensional Flow Kecepatan seragam pada arah vertikal maupun transversal
2 Dimensional Flow 2 D-vertikal SUNGAI LEBAR 2 D-Horizontal Estuari, Laut
3 Dimensional Flow Kecepatan terdistribusi: - arah vertikal - arah transversal
Distribusi kecepatan pada tampang aliran
Aliran Tunak/ Tidak Tunak Aliran Tunak (steady / permanen flow): variabel aliran tidak berubah terhadap waktu Contoh aliran di saluran / sungai pada kondisi tidak ada perubahan aliran (tidak ada hujan, tidak banjir, dll) Aliran Tak Tunak (unsteady / non-permanen flow): variabel aliran berubah terhadap waktu Contoh aliran di saluran / sungai pada kondisi ada perubahan aliran (tidak ada hujan, tidak banjir, dll) Aliran yang dipengaruhi muka air pasang-surut (muara sungai di laut)
Steady Flow Parameter aliran konstan terhadap waktu V turbulen laminer waktu
Unsteady Flow Parameter aliran fungsi terhadap waktu V turbulen laminer waktu
Aliran Seragam / Tidak Seragam Aliran Seragam (uniform flow): variabel aliran tidak berubah terhadap jarak Contoh aliran di saluran / sungai pada kondisi tidak ada pengaruh pembendungan / terjunan, tidak ada penyempitan/pelebaran yang ekstrim. Aliran Tidak Seragam (non-uniform flow): variabel aliran berubah terhadap jarak Contoh aliran di saluran / sungai pada kondisi ada pengaruh pembendungan / terjunan, ada penyempitan/pelebaran yang ekstrim.
Aliran Seragam Parameter aliran konstan terhadap tempat (jarak) h 1 Q h 2 Se SW S 0
Aliran Tidak Seragam Parameter aliran berubah terhadap tempat (jarak) h 1 Se Q h 2 SW S 0
Definisi ? Gradually Varied Flow Accelerated G. V. Flow Deccelerated G. V. Flow Aliran Tdk Seragam Rapidly Varied Flow Accelerated R. V. Flow Deccelerated R. V. Flow
o o o
Loncat Air Aliran tdk seragam s n Alira riti k r e sup Aliran sub kritis
Al. Uniform Sub kritis
Super kritis
o o
o o o
- Slides: 43