MANASIK HAJI BAGI PETUGAS TPHI TPIHI dan TKHI
MANASIK HAJI BAGI PETUGAS TPHI, TPIHI, dan TKHI Prof. Dr. H. Aswadi, M. Ag Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Alamat e-mail: aswadi. syuhadak@gmail. com Telp. 08121654897 Rabu, 03 April 2019 M Asrama Haji Sukolilo Surabaya, 27 Rajab 1440 H. Pelatihan dan Pembekalan Petugas Haji Kloter Embarkasi Surabaya
MAQASID HAJI 1. PAHAM 3. TIDAK MELANGGAR HUKUM MAQASID MANASIK HAJI MASLAHAH DUNIA AKHIRAT 2. MASUK RANAH HUKUM RANAH HUKUM
4 Tujuan Pokok Syariat Islam Oleh al-Syathibi 1. 2. 3. 4. Pertama, Syariat Islam ditegakkan untuk dipahami manusia ﻟﻺﻓﻬﺎﻡ -lil ifham; Kedua, untuk memperkuat manusia dalam ketentuan agama –ﻹﺩﺧﺎﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﺘﻜﻠﻴﻒ ﺑﺤﻜﻤﻬﺎ li idkhal al-nas tahta al-taklif bihukmiha; Ketiga untuk mengentas manusia dari cengkraman dan tipu daya hawa nafsunya ﻹﺧﺮﺍﺝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻦ ﻣﻘﺘﻀﻰ ﻫﻮﺍﻫﻢ – li ikhraj al-nas `an muqtadla hawahum; Keempat untuk mencapai kemaslahatan manusia dunia dan akhiratnya – ﻟﻤﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ﻓﻰ ﺍﻟﺪﺍﺭﻳﻦ – li mashalih al`ibad fi al-darain. • Rangkuman dari Ibnu Ishaq Asy-Syathibiy, Al-Muwafaqat Fi Ushul Asy-Syari; ah, Jilid II (Beirut Dar al-Kutub Al-Ilmiah), hal: 2 -23.
Dakwah Progresif 2 RISALAH 1 NUBUWWAH 3 TABLIGH DAKWAH
Tata Nilai Penyuluh dan Dakwah Progresif 1. Nubuwwah lebih berorientasi pada pemberitaan yang bersumber pada kewahyuan 2. Risalah lebih bernuansa pada pesan melepas atau pembebasan dari cengkraman hawa nafsu maupun dari berbagai himpitan dalam kehidupan. 3. Tabligh lebih bernuansa pada penyamppaian pesan -pesan yang menembus dan menjadi milik obyek yang menjadi tujuan 4. Dakwah lebih bernuansa pada dorongan, motivasi, dan seruan untuk mewujudkan pesan-pesan kewahyuan maupun keberagamaan secara kontinu dan progresif.
Hadis ttg Manasik al. ﺍﺍ ﻭﺍ ﺍﻟ ﻯ ﺍﻟ ﻱ ﻯ ﺍ ﺍﻟ ﻭ ﻭﺍ ﺍ ﺍ ﺍﻳ ﻳﺍ ﻳﻯ ﻭ ﺍ ﺍ ﺍ ﻳﻯ ﺍ ﻱ ﻭ ﺍﻟ ( ﻱ ﺍ ﻱ )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibarahim dan Ali bin Khasyram semuanya dari Isa bin Yunus - Ibnu Khasyram berkata- telah mengabarkan kepada kami Isa dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwa ia mendengar Jabir berkata; "Aku pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melempar Jamrah dari atas kendaraan beliau pada hari Nahr (penyembelihan hewan kurban). Beliau bersabda: "Lakukanlah haji kalian, sebab aku tidak tahu, barangkali aku tidak berhaji lagi sesudah hajiku ini (HR Muslim - 2286)
TEKNIK BIMBINGAN • Sad al-Dzarai’ ( )ﺳﺪ ﺍﻟﺬﺭﺍﺋﻊ - Antisipasi sebelum kejadian • Dar’ Mafasid ( )ﺩﺭﺀ ﺍﻟﻤﻔﺎﺳﺪ -Perefensi setelah kejadian • Jalb al-Mashalih ( )ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺼﺎﻟﺢ -Realisasi Kemaslahatan
RUANG LINGKUP PEMBAHASAN 1. MENGENALTUJUAN DAN LOKASI MANASIK HAJI Petugas Haji harus Memahami Tujuan dan Lokasi Ibadah Haji 2. MENGENAL DASAR-DASAR MANASIK HAJI Petugas Haji Harus Memahami Dasar-Dasar Manasik Haji 3. MENGENAL TUSI DAN KONDISI JAMAAH Petugas Haji Harus Memahami Tusi dan Kondisi Jemaah Haji 4. MENGENAL PROBLEM DAN SOLUSI MANASIK HAJI Petugas Haji Harus Memahami Problem dan Solusi Manasik Haji 5. MANAJEMEN PELAPORAN PELAKSANAAN IBADAH HAJI_2019 Petugas Haji Harus Memahami Managemen Pelaporan Pelaksanaan Ibadah Haji.
MENGENAL TUJUAN DAN LOKASI MANASIK HAJI BAGIAN PERTAMA PETUGAS HAJI YANG MENYERTAI JAMAAH WAJIB MEMAHAMI TUJUAN DAN LOKASI IBADAH HAJI
PERJALANAN MANASIK HAJI Kedatangan & Kepulangan Kedatanga n Gel. I Kepulanga n Gel. I Kedatangan Gel. II Kepulanga n Gel. I
PERJALANAN IBADAH HAJI- G 1 Gelombang I BANDARA INDONESIA AIR PORT MADINAH MAKKAH ARAFAH AIR PORT JEDDAH MAKKAH MIA MUZDALIFAH
PERJALANAN IBADAH HAJI-G 2 Gelombang II Bandara Indonesia AIR PORT JEDDAH MAKKAH ARAFAH AIR PORT MADINAH MAKKAH MINA MUZDALIFAH
FIQH HAJI WANITA Prof. Dr. H. Aswadi, M. Ag Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Program Doktor UIN Sunan Ampel Surabaya Alamat e-mail: aswadi. syuhadak@gmail. com Telp. 08121654897 Pelatihan Petugas Haji Terintegrasi (TPHI, TPIHI dan TKHI) 30 April s/d 09 Mei 2018 M 14 s/d 23 Sya`ba. Dzulqa`1439 H. SUKSES: Siap Unggulkan Kegiatan Selamat dan Sejahtera
PERJALANAN LOKASI DAN WAKTU MANASIK HAJI MADINAH EMBARKASI-MANDI JEDDAH IHRAN BANDARA DAERAH DAN KEGIATAN MANASIK HAJI PESAWAR-MIQAT JEDDAH-MIQAT MADINAH MAKKAH ARBAIN ZIARAH MIQAT UMRAH SUNNAH ZIARAH DAN HAJI DAN HAJ
MENGENAL DASAR-DASAR MANASIK HAJI BAGIAN KEDUA PETUGAS HAJI YANG MENYERTAI JAMAAH HAJI WAJIB MEMAHAMI DASAR-DASAR MANASIK HAJI
Perkembangan Makna Akar Kata Haji h-j-j ( ﺝ - )ﺡ 1. Akar kata ini berawal dari pengertian “tahun” seperti ungkapan kata tsamaniya hijaj-delapan tahun (QS al-Qashas: 27), 2. Bantahan, argument dan hujjah (QS al-An`am: 80, 83, 149; al-Syura: 15; al-Baqarah: 76, 79 dst. ), 3. Ibadah haji ke Baitullah” dengan berbagai ketentuan, akhlak, etika, manfaat dan akibanya seperti dalam QS al-Baqarah: 150, 158, 189, 196, 197, kemudian berakhir pada QS al-Taubah: 3 dan 14 tentang “haji akbar”.
DASAR HUKUM MANASIK HAJI Haji hukumnya fardu bagi lelaki dan wanita sekali seumur hidup. Dalil dari Alquran : ﻭﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺣﺞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻄﺎﻉ ﺇﻟﻴﻪ ﺳﺒﻴﻼ ﻭﻣﻦ ﻛﻔﺮ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻏﻨﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. " Allah Taala mewajibkan haji bagi kaum muslimin pada tahun ke sembilan Hijrah. Nabi saw. melakukan haji hanya sekali, yaitu haji wada
HADITS Rasulullah saw. bersabda, " Islam didirikan di atas lima dasar. " Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda, " Tidak ada balasan haji mabrur kecuali surga. " Seterusnya Rasulullah saw. bersabda, " Barangsiapa melaksanakan haji tanpa melakukan kejahatan seksual dan tidak melakukan tindakan kefasikan, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya. " Juga sabda Rasulullah saw. , "Wahai manusia! Sesungguhnya telah difardlukan kepadamu haji, oleh sebab itu berhajilah. " Kemudian seorang lelaki berdiri dan bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah setiap tahun "؟ Rasulullah saw. diam sampai pertanyaan tersebut diulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda, "Kalau aku jawab (Ya) maka akan wajib dan kamu sekalian tidak akan mampu melaksanakannya. " Umat Islam sepakat bahwa haji adalah rukun Islam yang ke lima, hukumnya adalah fardu. Menurut mayoritas ulama, fardunya tidak bersifat segera, tetapi dapat ditunda dari awal waktu mampu melaksanakannya.
Rukun Haji dan Umrah adalah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji/umrah dan tidak dapat diganti dengan yang lain walaupun dengan dam (denda) yang jika ditinggalkan maka tidak sah haji/umrahnya. 1. Ihram (niat) 2. Wukuf di Arafah 3. Tawaf Ifadah 4. Sa`i 5. Bercukur / menggunting rambut 6. Tertib 1. 2. 3. 4. Ihram (niat) Tawaf Sa`i Bercukur / menggunting rambut 5. Tertib
Syarat Haji Dan Umrah • Syarat Haji • Syarat Umroh 1. 2. 3. 4. 5. Islam Baligh (dewasa) Aqil (berakal) Merdeka Istitha`ah
Wajib Haji 1. 2. 3. 4. 5. Ihram Haji dari Miqat Mabit di Muzdalifah Mabit di Mina Melontar Jumrah Menghindari perbuatan yang terlarang dalam keadaan berihram. 6. Thawaf wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah.
SUNNAH HAJI 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mandi sebelum ihram Sholat sunnah ihram Membaca Talbiyah Membaca sholawat nabi Berdo’a di Multazam Sholat di Maqom Ibrahim
7. 8. 9. 10. Minum air Zam-zam Banyak berdo’a, berdzikir di Arofah Banyak berdo’a, berdzikir di Mudzalifah Mengambil kerikil di Muzdalifah untuk seluruh lemparan jumrah 11. Berdo’a setelah melempar jumrah 12. Mencukur rambut sampai habis untuk jama’ah laki-laki
LARANGAN DALAM HAJI • Bagi Laki-laki • 1. Memakai pakaian biasa seperti baju, celana, sarung dan sejenisnya. 1. 2. Memakai sepatu yang 2. menutup mata kaki 3. Menutup kepala yang melekat seperti topi, kalau tidak melekat boleh spt payung, kecuali kalau karena sakit padsa bagian kerpala yang harus ditutup Bagi perempuan Berkaos tangan Menutup muka (memakai cadar) , apabila karena takut auratnya terlihat lelaki lain dibolehkan.
LARANGAN BAGI LAKI-LAKI DAN WANITA 1. Memakai wangi-wangian kecuali yang sudah dipakai sebelum ihram 2. Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut badan 3. Memburu atau membunuh binatang buruan dengan cara apapun, kecuali binatang yang membahayakan, boleh dibunuh 4. Melakukan akad nikah atau melakukan lamaran 5. Bersetubuh termasuk hal-hal yang dilakukan untuk mengawalinya, seperti bercumbu, mencium meraba dengan syahwat. 6. Bertengkar dan mencaci maki dengan sesama.
MENGENAL TUSI DAN KONDISI JAMAAH BAGIAN KETIGA PETUGAS HAJI YANG MENYERTAI JAMAAH HAJI WAJIB MEMAHAMI TUSI DAN KONDISI JEMAAH HAJI
MACAM-MACAM MANASIK HAJI PETUGAS 1. Kloter a. TPHI b. TPIHI c. TKHI d. TPHD e. TKHD 2. Non Kloter a. Dari Indonesia b. Muqimin c. Temus 3. Lain-lain a. DPR RI/ DPRD b. Amirul Haj dan Naibnya c. BPKHI d. KPHI dll. JEMAAH 1. Khusus 2. Reguler ( Kondisi Jemaah) a. Sehat b. Haid dan Nifas c. Sakit JEMAAH d. Resti, UDZUR e. Disorientasi, f. Hilang, g. Tahanan, h. Meninggal i. DLL
JENIS PETUGAS KLOTER PNS KEMENTERIAN AGAMA YANG STATIONARE NON KLOTER INSTANSI TERKAIT/MUQIMIN JENIS PETUGAS
SASARAN MANASIK PETUGAS JAMAAH PEREMPUAN SASARAN FIQIH WANITA PETUGAS DAN JAMAAH LAKI-LAKI
PETUGAS KLOTER TPHI TPIHI TKHI PETUGAS TKHD TPHD
KONDISI JAMAAH RESTI SAKIT SEHAT
PETUGAS NON KLOTER
KONDISI JEMAAH HAJI INDONESIA 2017
TUGAS POKOK DAN FUNGSI PEMIMPIN Bertasbih kepada. Nya Membesarkan. Nya SYAHADAH Menguatkan (agama) Nya • Tabsyir • Tandzir Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Tandzir SYAHADAH Tabsyir
Service Commitment ﺍﻟ ﺍ ﺍﻟ ﻯ (10 : )ﺍﻟﻔﺘﺢ ﺍﺍﻭ ﻯ ﺍ ﻳ ﺍ ﺍﻭ ﺍﻳ ﺍ ﺳ ﻳ ﻳ ﺍﻟ ﺍ Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar (QS al-Fath: 10/ TM 48, TN 111, SN Madaniah).
Membangun Komitmen Layanan? Menciptakan keterikatan, tanggung jawab, dedikasi dan loyalitas terhadap tugas dalam upaya membantu, menyiapkan dan mengurus keperluan orang lain secara sistematik agar kebutuhan, keinginan dan harapan para pihak (stakeholder) terpenuhi.
Rahasia di Balik Perjanjian Hudaibiyah (Sulhul Hudaibiyah) • Kaum Muslimin mengikuti anjuran Nabi Muhammad Saw untuk melakukan baiat, kecuali seorang yang bernama Jaddir bin Qais al-Ansari • Baiat yang dilakukan para sahabat kepada Rasulullah Saw yaitu dengan cara meletakkan tangan Rasulullah Saw di atas tangan orang-orang yang berjanji.
MENGENAL PROBLEM DAN SOLUSI MANASIK HAJI BAGIAN KEEMPAT PETUGAS HAJI HARUS MEMAHAMI PROBLEM DAN SOLUSI MANASIK HAJI
Isythirat dalam Ihram bersyarat adalah ihram yang disertai dengan syarat akan membatalkan ihram haji atau umrahnya akan terhalang oleh suatu masyaqqah (kesulitan) seperti sakit atau halangan lain. ﺍ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﺍﻟ ﻯ ﺍ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﺍ ﻭ ﺍﻟ ﻱ ﻳ ﺍ ﺍ ﺍﻟ ﻯ ﺍﻟ ﻱ ﺍﻱ ﻱ ﻱ
BADAL HAJI DAN THAWAF IFADLAH 1. Badal haji berarti melakukan ibadah haji untuk menggantikan atau mewakili orang lain. 2. Badal Thawaf Ifadlah. Pada dasarnya thawaf ifadlah adalah rukun haji yang tidak boleh dibadalkan. Tetapi menurut Imam Syihabuddin al-Ramli boleh dilakukan badal thawaf ifadlah dengan syarat orang yang dibadalkan dalam kondisi ma`dlub (orang sakit berat yang secara medis tidak mungkin sembuh), dan harus segera meninggalkan Makkah.
BADAL HAJI BAGI YANG LEMAH ﺍ ﻯ ﺍﻟ ﺍآ ﺍ ﺍ ﻭ ﺍﻟ ﻳ ﺍﻟ ﻯ ﺍ ﻱ ﺍ ﻳﺍ ﺍ ﺍﻟ ﻯ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﻳ ﻭ ﺍﻟ ﻯ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ( )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻯ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﻱ ﺍﺍ • dari 'Abdullah bin 'Abbas radliallahu 'anhu berkata: "Suatu saat Al Fadhal membonceng di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu datang seorang wanita dari suku Khasy'am yang membuat Al Fadhal memandang kepada wanita tersebut. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memalingkan wajah Al Fadhal ke arah yang lain. Wanita itu berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kewajiban dari Allah untuk berhajji bagi hamba-hamba. Nya datang saat bapakku sudah tua renta dan dia tidak akan kuat menempuh perjalanannya. Apakah aku boleh menghajjikan atas namanya? ". Beliau menjawab: "Boleh". Peristiwa ini terjadi ketika hajji wada' (perpisahan). (HR. BUKHARI - 1417)
BADAL HAJI UNTUK SAUDARA • ﺍ ﺍ ﺍﻟ ﻯ ﺍﻟ ﺍ ﻭ ﺍ ﺍ ﻱ ﻳ ﻱ ﺍ ﺍ • Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Saw mendengar seseorang mengucapkan; LABBAIKA 'AN SYUBRUMAH (ya Allah, aku memenuhi seruanmu untuk Syubrumah), beliau bertanya: "Siapakah Syubrumah tersebut? " Dia menjawab; saudaraku! Atau kerabatku! Beliau bertanya: "Apakah engkau telah melaksanakan haji untuk dirimu sendiri? " Dia menjawab; belum! Beliau berkata: "Laksanakan haji untuk dirimu, kemudian berhajilah untuk Syubrumah (HR. Abu Daud - 1546)
SAFARI WUQUF • Jemaah haji yang sakit dan telah mendapat rekomendasi dari tim kesehatan untuk disafari wuqufkan. • Jemaah yang memperoleh rekom dari dokter utk disafari wuqufkan, harus sudah berada di KKHI malam tanggal 09 Dzul Hijjah persiapan wuquf di Arafah. • Jemaah safari wuquf berangkat tang 09 Dzul Hijjah pada jama 09. 30 dan kembali ke Makkah sekitar Jam dua setelah tergelincir Matahari
JAMAAH HAJI WANITA APA YG PERLU DIPERHATIKAN?
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Haji Wanita Selama di Tanah Suci 1. Berpakaian rapi dan sesuai dengan syari’at Islam. 2. Tidak memakai make-up yang berlebihan. 3. Bertutur kata yang baik, tidak berbohong, tidak memfitnah dan menggunjingkan orang lain. 4. Menghindari bepergian berduaan dengan orang lain yang bukan mahramnya. 5. Tetap berpegang pada akhlaqul karimah. 6. Menghindari perilaku yang tidak wajar.
CONTOH PAKAIAN IDENTITAS NASIONAL
Beberapa Ketentuan Khusus bagi Jemaah Haji Wanita 1. Harus ada mahram atau suami yang mendampingi selama haji hingga pulang ke tanah air 2. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan 3. Tidak boleh mengeraskan suara saat membaca talbiyah, berdoa dan bacaan-bacaan lain, tapi dengan suara pelan 4. Tidak disunahkan mencium Hajar Aswad, cukup dengan isyarat tangan 5. Tidak disunahkan lari-lari kecil ketika Thawaf pada putaran pertama, kedua dan ketiga serta Sa’i pada garis isyarat untuk berlari 6. Tidak mencukur habis rambut ketika tahallul, cukup memotong ujung rambut atau tiga helai rambut saja.
Pelaksanaan Haji bagi Wanita Haid dan Nifas � Bagi wanita haid dan nifas tetap diperbolehkan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji kecuali Thawaf, karena pelaksanaannya berada di dalam Masjidil Haram, disamping persyaratan Thawaf harus suci dari hadas besar dan kecil. � Bagi wanita yang sedang haid atau nifas melaksanakan ibadah haji dengan cara Tamattu, baik sebelum dan sesudah niat umrah, ketika sampai di Mekkah harus menunda pelaksanan umrahnya (thawaf) sampai ia suci. Jika suci segera mandi besar dan pergi ke Masjidil Haram untuk thawaf umrah, Sa’i dan tahallul.
LANJUTAN… � Jika hingga batas akhir untuk keberangkatan wukuf di Arafah ia belum juga suci, maka segera berangkat saja ke Arafah dan merubah cara hajinya menjadi Haji Qiran, sehingga segera mengucapkan niat Haji Qiran. Segera ikuti wukuf dan tidak ada larangan baginya untuk membaca doa -doa wukuf, istighfar, tahlil, shalawat dan sebagainya, kecuali membaca Al Quran. � Untuk seterusnya, melaksanakan serangkaian ibadah haji hingga tuntas, seperti Mabit di Muzdalifah dan Mina, melempar Jumrah dan memotong rambut. Setelah itu baru kembali ke Makkah. Dan ketika telah suci, segera melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Sa’i di Masjidil Haram. Maka selesailah seluruh rangkaian ibadah hajinya.
Thawaf Ifadhah bagi Wanita Haid dan Nifas � Jika masa tinggal di Makkah masih cukup lama, hendaklah menunggu sampai suci. Setelah suci, hendaklah segera mandi besar lalu pergi ke Masjidil Haram untuk Thawaf Ifadhah kemudian Sa’i � Ada masa-masa dimana darah haid atau haid itu keluar dengan deras, tetapi ada pula masa-masa dimana darah terasa berhenti. Pada saat darah itu terasa berhenti segeralah mandi besar dan cepat-cepat pergi ke Masjidil Haram untuk Thawaf Ifadhah dilanjutkan Sa’i. Apabila selama thawaf Ifadhah sampai selesai darah tersebut tidak keluar, maka thawaf ifadhah-nya sah, meskipun selesai thawaf darah keluar lagi. Sedangkan untuk Sa’i boleh dilakukan dalam keadaan haid atau nifas
LANJUTAN… • Ada cara lain yang dapat dibenarkan oleh Syara’ yakni menggunakan obat tertentu atas izin dokter untuk menghentikan darah atau menundanya beberapa waktu untuk melakukan Thawaf Ifadhah. Gunakan segera waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Dalam melakukan hal-hal di atas hendaklah selalu memohon pertolongan Allah, agar dimudahkan dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya.
Thawaf Wada’ bagi Wanita Haid dan Nifas Untuk Thawaf Wada` , meskipun merupakan amalan wajib, namun bagi wanita haid atau nifas bukanlah merupakan kewajiban. Bagi yang sedang haid atau nifas cukup dengan memandang Ka’bah dan berdoa di depan pintu luar Masjidil Haram sebagai pamita kepada Baitullah.
PERTEMUA AMIRUL HAJ & KBIH Ibadah Haji Bebas Talfiq
HIKMAH HAJI 1. 2. 3. 4. Mempersaksikan berbagai manfaat spiritual dan material Menumbuhkan jiwa Tauhid yang tinggi Pembentukan sikap mental dan akhlaq yang tinggi Menyatukan umat : Umatan Wahidah /satu aqidah dan idiologi 5. Mengajarkan sejarah 6. Berwawasan yang luas dalam gerak hidupnya/pengalaman 7. Belajar dengan dunia luar/mengetahui teknologi tinggi
TEMPAT NABI DAKWAH DI THAIF MASJID KU`U
MASJID ADDAS DI THAIF
PENYAKIT SOSIAL Baca QS al-Hujurat: 10 -13 Lahir Bentuk Penyakit Batin Meremehkan 6 Mencela 5 Mengejek 4 Menggunjing 3 Mencari Kesalahan 2 Buruk Sangka 1
TAUBAT KESALAHAN MENUJU KEBENARAN ﺷﺮﻙ ﻇﻠﻢ Negatif 3 Negatif 2 ﻛﻔﺮ Negatif 1 ﻧﺼﻮﺣﺎ ﺗﻮﺑﺔ ﺇﻧﺎﺑﺔ ﺃﻮﺍﺑﻴﻦ Positif 1 Positif 2 Positif 3
CIRI HAJI MABRUR 1. Shalih Spiritual 2. Shalih Sosial 3. Shalih Global
MANAJEMEN PELAPORAN PELAKSANAAN IBADAH HAJI_2019 BAGIAN KELIMA Petugas Haji Harus Memahami Managemen Pelaporan Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2019
LAPORAN SHALAT ARBAIN Kedatangan di Madinah
PELAPORAN REKAP DATA PELAKSANAAN IBADAH HAJI_2018 1. Rekap Data Pelaksanaan Ibadah Haji untuk Karu (Form diisi oleh Ketua Regu) 2. Rekap Data Pelaksanaan Ibadah Haji untuk Karom (Form diisi oleh Ketua Rombongan) 3. Rekap Data Pelaksanaan Ibadah Haji untuk Kloter (Form diisi oleh Ketua Kloter) 4. Rekap Data Pelaksanaan Ibadah Haji untuk Sektor (Pelaksana Bimbad Sektor) 5. Rekap Data Pelaksanaan Ibadah Haji untuk Kepala Seksi bimbad di Makkah dan Madinah
- Slides: 70