MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INTEGRASI SOSIAL Prof Dr
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
INTEGRASI SOSIAL Prof. Dr. Ir. Hj. Yusniar Lubis, MMA
Pengertian Integrasi adalah sebuah sistem yang mengalami pembauran hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh. Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain dari integrasi adalah suatu kondisi di mana kelompok-kelompok etnis untuk beradaptasi dan menjadi komformitas terhadap kebudayaan mayoritas, namun tetap mempertahankan budaya mereka sendiri. Integrasi memiliki rasa kedua, yaitu: • Kontrol atas konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu • Menciptakan keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Macam-macam Integrasi a. Integrasi Kebudayaan. Integrasi kebudayaan adalah penyusaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan bermasyarakat. b. Integrasi Sosial. Integrasi sosial merupakan penyusaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi bagi masyarakat tersebut. c. Integrasi Nasional Integrasi nasional adalah proses penyusaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan dimasyarakat secara nasional sehingga menghasilkan suatupola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat tersebut.
Faktor-Faktor Terbentuknya Integrasi A. Faktor Internal : – Kesadaran diri sebagai makhluk sosial – Tuntutan kebutuhan – Jiwa dan semangat gotong royong B. Faktor Eksternal : – Tuntutan perkembangan zaman – Persamaan kebudayaan – Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
Faktor-Faktor Terbentuknya Integrasi – Persaman visi, misi, dan tujuan – Sikap toleransi – Adanya konsensus nilai – Adanya tantangan dari luar
Klasifikasi Macam-Macam Integrasi Sosial Bentuk integrasi sosial dalam masyarakat dapat dibagi menjadi dua bentuk yakni: • Asimilasi, yaitu pembaruan kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli. • Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur- unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli. Akulturasi menjadi alternative tersendiri dalam menyikapi interaksi social, hal ini didasarkan pada nilai- nilai social masyarakat yang beberapa dapat dipertahankan.
Berdasarkan penyebabnya, integrasi sosial dapat terbagi menjadi : a. Integrasi Normatif Integrasi normatif adalah integrasi yang terjadi karena norma-norma tertentu yang berlaku dalam masyarakat secara keseluruhan. Norma ini menjadi hal yang mampu mempersatukan masyarakat sehingga integrasi lebih mudah terbentuk. b. Integrasi Instrumental Integrasi instrumental adalah integrasi yang tampak secara visual akibat adanya keseragaman antar individu dalam suatu lingkungan masyarakat. Contohnya adalah keseragaman pakaian, keseragaman aktivitas sehari – hari, keseragaman ciri fisik, dll.
c. Integrasi ideologis adalah integrasi yang tidak tampak secara visual, terbentuk karena adanya ikatan spiritual atau ideologis yang kuat berdasarkan proses alamiah tanpa adanya paksaan. Interaksi ideologis menggambarkan adanya persamaan kepahaman dalam memandang nilai sosial, persepsi, serta tujuan antara anggota masyarakat dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan. d. Integrasi Fungsional Integrasi fungsional terbentuk karena adanya fungsi tertentu dari masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat. e. Integrasi Koersif Integrasi koersif adalah integrasi yang terbentuk karena adanya pengaruh kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. Integrasi ini dapat bersifat paksaan.
Proses Terjadinya Intregasi Sosial Berikut ini proses bagaimana terbentuknya integrasi sosial di dalam masyarakat : 1. Tahap Interaksi sosial adalah Hubungan timbal balik dalam masyarakat yang tercipta karena adanya komunikasi antara satu pihak dengan pihak lainnya melalui sebuah tindakan tertentu. Tindakan yang dimaksud disini adalah semua tindakan yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Syarat terjadinya interaksi adalah adanya kontak sosial dan komunikasi antar pihak yang terlibat. Tentunya interaksi pasti dibutuhkan untuk saling mengenal dalam upaya membentuk integrasi sosial.
2. Tahap Identifikasi Setelah saling mengenal melalui proses interaksi, maka masing pihak akan berusaha untuk saling menerima dan memahami satu sama lain, nah tahapan ini disebut dengan tahapan identifikasi. Jika proses identifikasi berlangsung dengan lancar, maka kerjasama akan lebih cepat dan terbentuk lebih mudah. 3. Tahap Kerjasama timbulk apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama, pada saat bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian diri untuk memenuhi kepentingan tersebut. Kesadaran ini akan menimbulkan kerjasama dengan tujuan membuat pencapaian tujuan menjadi lebih mudah.
4. Tahap Akomodasi Setelah bekerja sama dan menjalankan tugasnya masing, biasanya akan muncul konflik dan pertentangan antar pihak-pihak yang terlibat. Pertentangan ini perlu diredakan tidak menghasilkan perpecahan, disinilah akomodasi berperan. Akomodasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan. 5. Tahap Asimilasi Setelah melalui beberapa permasalah dan mampu mengatasi permasalah tersebut tanpa menimbulkan perpecahan, biasanya hubungan antara pihak yang berkaitan akan lebih erat sehingga terjadinya proses asimilasi. Asimilasi adalah proses sosial berupa usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok untuk mempertinggi rasa kesatuan.
6. Tahap Integrasi Setelah proses asimilasi, maka akan terbentuk integrasi. Pada proses integrasi penyesuaian antar unsur masyarakat yang berbeda terjadi dan kemudian membentuk keserasian dalam menjalani fungsi kehidupan.
SYARAT BERHASILNYA INTEGRASI SOSIAL 1. Menurut R William Lidle, syarat berhasilnya suatu integrasi sosial adalah sebagai berikut : • Sebagian besar (mayoritas) anggota dalam masyarakat sepakat tentang batas – batas teritorial dari wilayah mereka sebagai suatu kehidupan politik. • Sebagian besar (mayoritas) anggota masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan hukum dari proses politik dan sosial yang berlaku bagi seluruh masyarakat dalam wilayah teritorial tersebut.
2. Selain pendapat tersebut, ada pendapat lain dari William F. Ougburn dan Meyer Nimkoff tentang Syarat berhasilnya integrasi sosial : • Anggota masyarakat merasa bahwa mereka saling mengisi kebutuhan mereka satu sama lain. • Masyarakat telah menciptakan kesepakatan bersama tentang nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungan tersebut. • Nilai dan Norma sosial itu sudah berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten. • Masing masing individu atau kelompok mampu mengendalikan diri dan menyesuaikan diri satu sama lain. • Selalu menempatkan persatuan dan kesatuan sebagai prioritas utama.
Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren, artinya konflik akan senantiasa dalam ruangg dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Istilah konflik secara etimologis berasal dari bahasa latin “con” yang berarti bersama den “fligere” yang berarti beraturan atau tabrakan. Dengan demikian konflik dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan, keinginann, pendapat dan lain. Yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.
Macam-macam Konflik a. b. c. d. e. f. g. h. Konflik Gender Konflik sosial antar suku Konflik antar umat agama Konflik antar golongan Konflik kepentingan Konflik antarpribadi Konflik antarkelas Konflik antar negara/bangsa
Faktor-faktor Konflik Sosial Menurut Turner ada beberapa faktor yang memicu terjadinya konflik sosial, diantaranya : 1. Ketidakmerataan distribusi sumber daya yang sangat terbatas di dalam masyarakat 2. Ditariknya kembali legitimasi pengusa politik oleh masyarakat kelas bawah. 3. Adanya pandangan bahwa konflik merupakan cara untuk mewujudkan kepentingan. 4. Sedikitnya saluran untuk menampung keluhan-keluhan masyarakat kelas bawah serta lambatnya mobilitas sosial atas. 5. Melemahnya kekuasaan negara yang disertai dengan mobilitas masyarakat bawah oleh elite. 6. Kelompok masyarakat kelas bawah menerima ideologi radikal.
Selesai Terima kasih
- Slides: 21