MANAJEMEN RISIKO PASAR Bab 5 AMALIA ILMIANI DEFINISI
MANAJEMEN RISIKO PASAR Bab 5 AMALIA ILMIANI
DEFINISI Risiko Pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif akibat perubahan harga pasar, antara lain risiko berupa perubahan nilai dari aset yg dapat diperdagangkan atau disewakan. Risiko Pasar meliputi risiko nilai tukar, risiko komoditas, dan risiko ekuitas Risiko nilai tukar adalah risiko akibat perubahan nilai posisi trading book dan banking book yg disebabkan oleh perubahan nilai tukar valuta asing atau perubahan harga emas Risiko komoditas adalah risiko akibat perubahan harga instrumen keuangan dari posisi trading book dan banking book yg disebabkan oleh perubahan harga komoditas Risiko ekuitas adalah risiko akibat perubahan harga instrumen keuangan dari posisi trading book dan banking book yg disebabkan oleh perubahan harga saham
RISIKO PASAR Risiko pasar muncul karena harga pasar bergerak dalam arah yang merugikan organisasi. Misal, suatu perusahaan mempunyai portofolio sekuritas saham yang dibeli dengan harga Rp 1 milyar. Misalkan harga saham tersebut jatuh, sehingga nilai pasar tersebut turun menjadi Rp 800 juta. Perusahaan tersebut mengalami kerugian karena nilai portofolio sahamnya turun sebesar Rp 200 juta. Kerugian tersebut disebabkan karena harga saham bergerak ke arah yang kurang menguntungkan.
TUJUAN MANAJEMEN RISIKO PASAR Untuk meminimalkan kemungkinan dampak negatif akibat perubahan kondisi pasar terhadap aset dan permodalan bank
1. STANDART DEVIASI Jika kita mengetahui distribusi suatu variable, maka kita bisa melakukan banyak hal, seperti menghitung probabilitas nilai tertentu akan muncul. Jika kita membicarakan distribusi normal, maka kita hanya membutuhkan dua parameter, yaitu: 1. 2. Nilai Rata-rata Dan Deviasi Standarnya Dengan dua parameter tersebut, kita bisa melakukan banyak hal seperti menghitung probabilitas nilai tertentu. Konsep deviasi standar, distribusi normal, nilai rata-rata menjadi landasan bagi perhitungan Value At Risk (VAR).
PERHITUNGAN DEVIASI STANDAR FARLIANTO@UNY. AC. ID / 0811266750
SD MANA YANG LEBIH BERISIKO?
2. VAR Berikut ini adalah jenis-jenis teknik perhitungan VAR, yaitu: VAR Metode Historis (Back Simulation) VAR Metode Modeling (Analytical) VAR dengan Simulasi Monte Carlo Permodelan VAR untuk Periode yang Lebih Panjang
Pt+1 = return pada hari t+1 VAR METODE HISTORIS (BACK SIMULATION) Return = {[P(t+1) – Pt)] / Pt}*100% Dimana Pt = return pada hari t Pt+1 = return pada hari t+1 VAR portofolio = [ VAR X 2 + VAR Y 2 + 2 x PXY X VARY] 1/2 VAR x = VAR (value at risk saham X) VARy = VAR (value at risk saham Y) Pxy = korelasi return saham X dengan saham Y
… VAR mencoba menjawab berapa besar kerugian yang dialami dan berapa besar kemungkinannya. Tetapi VAR tidak bisa mendeteksi peristiwa-peristiwa yang ekstrim. Peristiwa semacam itu biasanya mempunyai probabilitas yang kecil. Tetapi jika terjadi, maka efeknya akan sangat serius bagi organisasi.
3. STRESS-TESTING Stress-Testing berusaha mengakomodasi kejadian ekstrim tersebut. Untuk melakukan Stress-testing, manajer akan memilih parameter tertentu, kemudian melihat (mengukur dan mensimulasikan) bagaimana pengaruh perubahan parameter tersebut yang ekstrim terhadap organisasi atau fortopolio organisasi. Parameter tersebut bisa bervariasi mulai dari kenaikan tingkat bunga yang ekstrim (misal naik 30% dalam satu hari), penurunan harga saham yang ekstrim (misal 20% dalam satu hari), Negara tertentu default (tidak bisa membayar utangnya), kejadian alam (Tsunami).
… Secara spesifik, langkah-langkah stress-testing dapat digambarkan dengan sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Mengindentifikasi dan Memilih parameter Yang Diperkirakan Akan Berubah Menentukan Seberapa Besar Parameter tersebut akan Dirubah (Distress) Melihat pengaruh Stress-testing Tersebut Terhadap Nilai Portofolio Melihat Asumsi Yang Digunakan, Merubah Asumsi tersebut jika Diperlukan (Misal Dalam Situasi Krisis, Asumsi Yang Biasa Berlaku Barangkali Tidak Jalan lagi).
4. BACK TESTING Back testing adalah istilah untuk proses pengecekan apakah model yang kita gunakan sudah sesuai dengan realitas yang ada. Sebai contoh, jika kita menghitung 99%VAR-1 hari, dan memperoleh angka Rp 500 juta. Back testing akan melihat seberapa sering kerugian yang dialami oleh perusahaan di masa lalu yang melebihi Rp 500 juta.
… Jika kita menemukan bahwa kerugian di atas Rp 500 juta adalah sekitar 1% atau kurang maka kita bisa mengatakan bahwa model kita cukup bagus, sesuai dengan kenyataan yang ada. Tetapi jika kita menemukan bahwa kerugian di atas Rp 500 juta mencapai 10% dari total observasi, maka model VAR kita barangkali perlu diragukan kebenarannya. Model tersebut barangkali tidak sesuai dengan realitas yang ada, dan kesimpulannya memerlukan perbaikan.
PENGENDALIAN RISIKO PASAR Tanggungjawab yg meliputi rekonsiliasi posisi yg dikelola dan dicatat dlm SIM, dan pengendalian thd akurasi laba dan rugi serta kepatuhan pd ketentuan termasuk standar akuntansi yg berlaku Kaji ulang setiap 6 bln Bank Syariah yg memiliki Surat Berharga Syariah dan Obligasi Memantau scr ketat SBS dan Obligasi Syariah yg mengalami peningkatan kegagalan penerbit.
- Slides: 16