LOGO Tim Penguji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan Pusat
L/O/G/O Tim Penguji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan, Hotel Santika, 07 - 09 Juni 2017
Overview 1 Seleksi Tim Penguji 2 Persyaratan, Tugas dan Kewenangan 3 Penetapan Tim Penguji dan Penetapan Metode Uji 4 www. themegallery. com Rencana Kerja Tim Penguji
Tim Penguji Jumlah Tim Penguji sekurang – kurangnya berjumlah tiga orang dan Terdiri dari Ketua dan Anggota 1 Pusat 2 Instansi Kementerian/Lembaga Selain Kemenkes 3 4 5 www. themegallery. com Provinsi Kabupaten/Kota UPT Kementerian Kesehatan
Syarat Penguji 1 2 3 mempunyai jenis jabatan fungsional yang sama dengan peserta uji mempunyai jabatan paling rendah setingkat lebih tinggi dari jabatan fungsional yang di uji dengan kategori yang sama memiliki surat keputusan sebagai tim penguji 4 memiliki sertifikat sebagai tim penguji 5 tidak sedang menjalani hukuman disiplin 6 www. themegallery. com tidak sebagai peserta uji. Apabila Tidak ada penguji yang memiliki sertifikat maka pimpinan instansi dapat menunjuk penguji yang memiliki keahlian serta mampu untuk menjadi penguji dengan indikator memiliki kemampuan teknis kompetensi, keprofesian dan pemahaman tentang jabatan fungsional. .
Tugas Tim Penguji Melakukan pencatatan dan melaporkan Menetapkan Metode uji Melakukan monitoring dan evaluasi Melakukan pemutakhiran Memberikan feedback instrumen hasil penilaian Membuat rencana penilaian Tugas Tim Penguji Memberikan feedback hasil penilaian Menyiapkan perangkat penilaian Melakukan penilaian Memeriksa dan memvalidasi data dokumen www. themegallery. com Menetapkan metode penilaian Berkoordinasi dengan instansi penyelenggara
Kewenangan Tim Penguji Menetapkan kelulusan uji kompetensi Memberikan catatan / feedback hasil uji kompetensi Kewenangan Tim Penguji Meminta data/dokumen tambahan kepada peserta maupun pihak yang terkait bila diperlukan Menentukan jenis metode dan instrumen penilaian, Menetapkan substansi penilaian Berdasarkan butir kegiatan dan atau standar yang telah ditetapkan www. themegallery. com Menghentikan proses penilaian jika dipandang tidak sesuai dengan ketentuan, norma, etika dan prinsip keselamatan,
Penetapan Metode Uji Dalam menetapkan metode uji kompetensi Tim Penguji harus memperhatikan beberapa hal : 1 2 3 www. themegallery. com Tim penguji harus memperhatikan peraturan perundang – undangan, kondisi, keadaan sumber daya yang tersedia di instansi pengguna yang akan diuji Penetapan metode uji dilakukan setelah tim penguji berkoordinasi dengan pimpinan instansi pengguna jabatan fungsional yang akan diuji Tim penguji menginformasikan kepada peserta uji tentang metode uji yang akan digunakan, rencana penilaian, metode penilaian, waktu, dan tempat, tata tertib, dll pada saat peserta uji konsultasi dengan tim penguji
Pembentukan dan Penetapan Tim Penguji Tingkat Provinsi Tim Penguji tingkat Provinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi www. themegallery. com
Pencatatan dan Pelaporan Tim Penguji • Melakukan pencatatan dan melaporkan penyelenggaraan uji kompetensi jabatan fungsional kesehatan kepada pimpinan penyelenggara uji • Meliputi jumlah peserta uji dan yang lulus uji kompetensi, jenis jabatan fungsional, kategori dan jenjang jabatan fungsional, rekapitulasi kelulusan, metode uji kompetensi, tim penguji kompetensi, waktu dan tempat uji kompetensi. www. themegallery. com
L/O/G/O Seleksi Tim Penguji
Tujuan • Untuk mengidentifikasi pejabat fungsional/ASN yang memenuhi persyaratan untuk menjadi tim penguji. – Peserta seleksi berasal dari Fasyankes UPT Dinkes Provinsi – Seleksi untuk mendapatkan enam tim penguji jabatan fungsional kesehatan (Perawat, Perawat Gigi, Perekam Medis, Radiografer, Teknisi Elektromedis dan Pembimbing Kesehatan Kerja) www. themegallery. com
Proses Seleksi Calon Tim Penguji tingkat pusat diuji melalui dua tahapan I. Seleksi data SAPK atau SIMKA II. Tahapan seleksi Tahapan Proses II 1. Portofolio www. themegallery. com 4. Pakta 2. Wawanca ra 3. Penulisan Integritas www. themegallery. com
Mekanisme Seleksi ü ü Kualifikasi Pendidikan: Linier sesuai Jabfungnya Pengalaman Kerja sesuai profesi jabfungnya Pengalaman sebagai Tim Penilai Keikutsertaan dalam Tim Perumus/Penyusun Pedoman Uji Kompetensi ü Keaktifan di Organisasi Profesi: Tingkat Pusat, Wilayah dan Cabang Portofolio Wawan cara Penulisan www. themegallery. com ü Pengetahuan tentang Jabatan Fungsional ü Pengetahuan tentang Uji Kompetensi ü Komitmen sebagai Tim Penguji ü ü Rencana Saudara sebagai Tim Penguji Kompetensi Tingkat Pusat Komitmen Saudara sebagai Tim Penguji Kompetensi ntegritas Saudara sebagai Tim Penguji Kompetensi Saran dan Harapan Saudara terkait Uji Kompetensi Jabaan Fungsional www. themegallery. com
L/O/G/O Peran Peserta dan Penguji dalam Penilaian
Peran Peserta dan Penguji Peran Peserta • Mengumpulkan bukti • Meminta untuk di uji, apabila mereka yakin bahwa mereka sudah memenuhi persyaratan Peran Penguji • • Bekerjasama dengan peserta uji Me review bukti portofolio yang dikumpulkan peserta Mempertimbangkan seluruh bukti yang dikumpulkan Memutuskan kelulusan peserta uji www. themegallery. com
Prinsip Penilaian 1. Valid 2. Reliabel 3. Flexibel 4. Fair 5. Cost effective 6. Comply with workplace safety requirement www. themegallery. com
Valid • Suatu penilaian harus menilai apa yang seharusnya dinilai • Memadai untuk membuktikan kinerja yang kompeten dan konsisten • Memenuhi persyaratan • Harus terkini dan otentik Reliabel • Bisa dipercaya • Mengukur kompetensi dengan konsisten www. themegallery. com
Flexibel • Dapat digunakan di berbagai situasi • Metode dan materi uji harus sesuai dengan tusi sehari peserta uji • Waktu dan tempat uji disepakati antara tim penguji, penyelenggara uji dan peserta uji Fair • Bersikap sama terhadap peserta • Membuat penyesuaian yang beralasan www. themegallery. com
Cost effective • Menyesuaikan dengan tugas normal/sehari –hari • Meminimalkan waktu pengujian Memenuhi persyaratan keselamatan kerja • Penguji memiliki tanggungjawab khusus untuk memastikan bahwa praktek keselamatan kerja telah diikuti www. themegallery. com
L/O/G/O Aturan Pengumpulan Bukti
Aturan Pengumpulan Bukti Portofolio Dalam rangka menjamin kualitas dari bukti-bukti yang dikumpulkan selama pelaksanaan uji dengn metode portofolio maka alat bukti tersebut harus memenuhi 4 prinsip aturan pengumpulan bukti, yaitu: 1. Sufficien/Cukup/memadai 2. Valid/Sahih. 3. Authentic/Asli 4. Current/Terbaru www. themegallery. com
Aturan Pengumpulan Bukti Portofolio Memadai • Sufficiency berkaitan dengan apakah bukti yang dikumpulkan telah cukup untuk dengan yakin menentukan bahwa hasil yang ditargetkan dalam standar kompetensi telah dicapai Valid • Validitas pembuktian berhubungan dengan keterkaitan secara langsung dan kesesuaian dengan standar bukti yang ditargetkan, serta kriteria Kinerja yang spesifik. www. themegallery. com
Aturan Pengumpulan Bukti Portofolio Asli • Authenticity dengan Terkini berkaitan keyakinan bahwa Currency menunjukkan kepada waktu terakhir bukti yang dikumpulkan oleh dibuatnya/disediakanya alat peserta uji bukti tersebut, yaitu sejak merupakan hasil yang dilakukan sendiri. ditetapkannya SK jabfung jenjang terakhir www. themegallery. com
L/O/G/O Merencanakan Penilaian
Merencanakan Penilaian a. Memastikan Bukti Apa Yang Dibutuhkan b. Mempertimbangkan Jenis Metoda Penilaian c. Memutuskan “penyesuaian yang layak” d. Memilih metoda uji e. Menentukan sumber daya yang dibutuhkan f. Memutuskan kapan & dimana penilaian dilakukan g. Mendiskusikan & mengkonfirmasikan penilaian Dengan peserta & tempat kerja/fasyankesnya www. themegallery. com
L/O/G/O Melaksanakan Penilaian
Melaksanakan Penilaian a. Mengatur pelaksanaan penilaian b. Mempersiapkan calon peserta c. Merencanakan dan mempersiapkan proses pengumpulan bukti d. Mengumpulkan bukti dan membuat keputusan penilaian e. Memberikan umpan balik penilaian f. Mencatat dan melaporkan hasil penilaian g. Menghadapi peserta yang belum kompeten/lulus dan konflik www. themegallery. com
MENGHADAPI PESERTA YANG BELUM LULUS UJI SERTA KONFLIK • Menjelaskan bukti-bukti yang belum terpenuhi • Mendorong peserta melengkapi bukti-bukti yang dibutuhkan • Menghadapi konflik dengan tenang, tetap pada fakta • Menghindari argumen dan isu yang tidak relevan • Selalu mengikuti prosedur • Mencoba memahami kondisi peserta www. themegallery. com
L/O/G/O Me-Review dan Mengevaluasi Proses Penilaian
Me-Review dan Mengevaluasi Proses Penilaian • Me – review prosedur penilaian • Memeriksa konsistensi keputusan penilaian • Melaporkan temuan-temuan review www. themegallery. com
Kesalahan yang sering dibuat Penguji Cenderung ke Tengah : Kecenderungan melakukan penilaian rata-rata sehingga tidak mengidentifikasi kekuatan maupun kelemahan terhadap ketrampilan Peserta Uji. Hallo Effect / Horn Effect : Cenderung dipengaruhi oleh sikap Peserta uji, sehingga pengukuran bisa tinggi atau sebaliknya. Kesalahan Mengobservasi : Jika Penguji kurang berpengalaman, bisa salah mengobservasi aspek-aspek kritis kinerja. Kesalahan Merecord : Kecenderungan tidak merecord hasil-hasil penilaian segera setelah proses penilaian Mirror Effect : Kecenderungan menilai kompeten terhadap Peserta Uji karena memiliki selera yang sama www. themegallery. com
L/O/G/O Dukungan Kepada Peserta Uji Sebelum Penilaian Pastikan Peserta Uji dalam kondisi relax Mengucapkan salam, jabat tangan kepada Peserta Uji, ingat lakukan kontak mata Berikan pandangam singkat yang mudah dimengerti tentang proses penilaian Bercakap-cakap sebentar satu atau dua menit Ciptakan kondisi lingkungan sekitarnya secara baik Beritahu waktu yang digunakan untuk penilaian
L/O/G/O Sikap Penguji Pada Saat Melaksanakan Penilaian Memastikan Peserta uji dalam kondisi baik untuk diobservasi Menunjukkan sikap empati Tidak mengintimidasi / menakut-nakuti Merespon jawaban secara positif Aktif mendengarkan apa yang dikatakan Peserta Uji
L/O/G/O Thank You
- Slides: 34