Kuliah 10 FITOHORMON ASAM ABSISAT Hormon penjaga tanaman
Kuliah 10 : FITOHORMON ASAM ABSISAT Hormon penjaga tanaman dari dampak cuaca extrim
Asam Absisat (ABA) Rumus molekul C 15 H 20 O 4 § § Nama Absisat dari kata absisi yg artinya gugur. Hormon ini memacu pengguguran daun, bunga dan buah. Hormon ini adalah Inhibitor (Penghambat). Jadi kerja ABA berlawanan dengan auksin, sitokinin dan giberilin
Asam Absisat
• ABA tidak bersifat toxic bagi tanaman • Hormon ABA secara alami disintesis pada sel mesofil daun dan diakumulasikan pada kloroplas,
Biosintesis ABA pada daun tua dan juga buah yang sudah matang Selain dihasilkan alami oleh tumbuhan tinggi, hormon ini juga dihasilkan oleh gang hijau dan jamur Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa peran hormon ABA adalah pertahanan diri dari kondisi stress misal kekeringan dengan berbagai cara a. l :
1) Mengurangi kecepatan pembelahan sel pd titik tumbuh (Berlawanan dg Auksin) 2) Memicu dormansi agar biji tidak berkecambah (Lawan auksin dan sitokinin) 3) Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan (terutama saat udara kering) 4) Memacu terbentuknya gas etilen sehingga mempercepat Pengguguran daun, bunga dan buah saat kemarau (mengurangi transpirasi) 5) Menghentikan pembentukan cabang 6) Menunda Pembungaan
Contoh Percobaan untuk skripsi : Pengaruh kekeringan pada kadar ABA pada daun dan buah tanaman cabe berah Capsicum annum Penyiraman 3 x sehari (S. 3) Penyiraman 2 x sehari (S. 2) Penyiraman 1 x sehari (S. 1) Tidak disiram (S. 0) Diamati : Kadar ABA dalam daun dan buah Percobaan di mulai ketika tanaman mulai berbuah Percobaan diakhisi seterh ada daun dan buah yg gugur
Contoh Jurnal Penelitian Pengaruh asam absisat terhadap viabilitas plb Grammatophyllum scriptum (Orchidaceae) selama masa penyimpanan kering Tujuan : memperpanjang masa simpan plb (Protocorm Like Budies) atau biji sintetik Grammatophillum scriptum melalui pendekatan hormonal dg aplikasi Asam Absisat (ABA). Penelitian ini menggunakan RAL, 5 perlakuan konsentrasi ABA : 0 mg/L, 5 mg/L, 10 mg/L, 15 mg/L dan 20 mg/L masing² dengan 5 ulangan
Gambar anggrek Grammatophyllum scriptum
Gambar plb (Biji sintetis) anggrek G. scriptum
Perpanjangan masa simpan ditunjukkan dengan penundaan perkecambahan dan kemampuan perkecambahan setelah diberi air lagi (rehidrasi) Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan kering dapat menunda perkecambahan biji sintetis untuk meningkatkan masa simpan. Pemberian ABA pada konsentrasi rendah, 5 mg/L menunjukkan kemampuan menjaga viabiltas plb G. scriptum selama mengalami masa simpan kering.
Berkecambah Tidak Berkecambah Gambar Perkecambahan biji sintetis saat penyimpanan kering. A. tanpa pengeringan; B. dengan pengeringan; C. Biji sintetis seteleh rehidrasi
Tabel Rata-rata jumlah tunas plb G. scriptum yang terbentuk pada minggu ke-8 (Jumlah ± Sd. ) 0 mg/L 5 mg/L 10 mg/L 15 mg/L 20 mg/L = 1. 2 = 5. 3 = 4. 7 = 3. 2 = 3. 1 ± ± ± 0. 4 0. 6 0. 5 0. 4 0. 3 d a b c c Keterangan: Angka diikuti huruf sama berarti tidak beda nyata DMRT 5%
Grafik waktu perkecambahan setelah penyimpanan kering. Keterangan: A 0: A 1: A 2: A 3: A 4: tanpa penambahan ABA, konsentrasi ABA 5 mg/L, konsentrasi ABA 10 mg/L, konsentrasi ABA 15 mg/L, konsentrasi ABA 20 mg/L
Terima Kasih SAMPAI JUMPA PADA PERTEMUAN BERIKUTNYA
- Slides: 22