KONVENSI NASKAH DAN PENYUNTINGAN NASKAH PIPIT FITRIYAH KONVENSI

  • Slides: 27
Download presentation
KONVENSI NASKAH DAN PENYUNTINGAN NASKAH PIPIT FITRIYAH

KONVENSI NASKAH DAN PENYUNTINGAN NASKAH PIPIT FITRIYAH

KONVENSI NASKAH • Penulisan naskah karangan ilmiah berdasarkan kebiasaan, aturan yang sudah lazim dan

KONVENSI NASKAH • Penulisan naskah karangan ilmiah berdasarkan kebiasaan, aturan yang sudah lazim dan sudah disepakati. Kelaziman dan kesepakatan ini cenderung menjadi aturan baku yang digunakan oleh para akademisi di perguruan tinggi. • Konvensi naskah yang sudah lazim mencakup aturan pengetikan, pengorganisasian materi utama, pengorganisasian materi yang lengkap, bahasa dan kelengkapan penulisan lainnya.

Pengetikan Persyaratan pengetikan teks karangan ilmiah mencakup penggunaan kertas, batas margin, spasi bentuk dan

Pengetikan Persyaratan pengetikan teks karangan ilmiah mencakup penggunaan kertas, batas margin, spasi bentuk dan ukuran huruf. � Kertas pilih satu dari dua jenis ukuran berikut ini. Kertas berukuran kuarto (21, 59 x 27, 94 cm) atau lebar pada microsoftword. Setiap lembar kertas diketik pada satu sisi halaman dan tidak bolak-balik. Kertas berukuran A 4 (21 x 29, 7 cm) atau format kertas A 4 pada microsoftword. Setiap lembar diketik pada satu sisi halaman.

Pengetikan ▪ Batas margin kertas pias dari tepi atas 4 cm, ke kiri 4

Pengetikan ▪ Batas margin kertas pias dari tepi atas 4 cm, ke kiri 4 cm, bawah 3 cm dan kanan 3 cm atau mengikuti sistem komputer. ▪ Naskah ditulis dengan huruf pika, arial, atau times new roman pada ms word komputer, judul diketik dengan font 16 s. d 20 atau disesuaikan dengan panjang-pedek judul, jika panjang menggunakan huruf yang lebih kecil dengan mempertimbangkan estetika penampilan.

Pengetikan ▪ Margin kiri-kanan diusahakan lurus, tanpa merusak kaidah bahasa, pemenggalan kata, serta memperhatikan

Pengetikan ▪ Margin kiri-kanan diusahakan lurus, tanpa merusak kaidah bahasa, pemenggalan kata, serta memperhatikan tanda baca hubung dan jarak antarkata. Jarak tajuk atau judul bab dari tepi kertas sebelah atas 6, 5 cm atau 3 cm dari margin atas. ▪ Jarak spasi : jarak antarbaris dua spasi , jarak antarparagraf tiga spasi, jarak antar teks dan contoh tiga spasi. Jarak antar tajuk dan uraian empat spasi, jarak antar uraian dan subjudul di bawahnya tiga spasi

Pengorganisasian Karangan Penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal

Pengorganisasian Karangan Penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasan yang baik, benar, cermat, logis; penguasaan wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.

Unsur Karangan Ilmiah � Pelengkap pendahuluan Judul sampul Halaman judul Halaman persembahan (kalau ada)

Unsur Karangan Ilmiah � Pelengkap pendahuluan Judul sampul Halaman judul Halaman persembahan (kalau ada) Halaman pengesahan (kalau ada) Kata pengantar Abstrak Daftar isi Daftar gambar Daftar tabel

 Inti Karangan/Bagian Utama Karangan Pendahuluan Bagian utama Kesimpulan Pelengkap Kesimpulan Daftar pustaka Lampiran

Inti Karangan/Bagian Utama Karangan Pendahuluan Bagian utama Kesimpulan Pelengkap Kesimpulan Daftar pustaka Lampiran Indekz Riwayat hidup penulis

Pelengkap Pendahuluan 1. Halaman sampul dan halaman judul ▪ Judul atau nama karangan. Halaman

Pelengkap Pendahuluan 1. Halaman sampul dan halaman judul ▪ Judul atau nama karangan. Halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengerang, kelengkapanidentitas pengarang (nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit kerja), dan nama lembaga (jurusan, fakultas, universitas) nama kota dan nama tahun penulisan

2. Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut. a.

2. Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut. a. Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan b. Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya c. Sampul: nama karangan, penulis, penerbit d. Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, penerbit e. Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal) f. Judul menggambarkankeseluruhan isi karangan g. Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya h. Sampul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, penerbit i. Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, dan penerbit.

j. Bagian-bagian yang tertulis pada halaman judul: 1. Judul: diketik dengan huruf kapital 2.

j. Bagian-bagian yang tertulis pada halaman judul: 1. Judul: diketik dengan huruf kapital 2. Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat 3. Nama penulis ditulis dengan huruf kapital, di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), kelas, nomor urut absen. 4. Logo universitas 5. Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, universitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital.

6. Hal-hal yang harus diperhatiakan dalam halaman judul karangan formal : a. Komposisi tidak

6. Hal-hal yang harus diperhatiakan dalam halaman judul karangan formal : a. Komposisi tidak menarik, b. Tidak estetik, c. Hiasan gambar tidak relevan, d. Variasi huruf jenis hurif, e. Kata ditulis oleh f. Kata NIM/NRP, g. Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi, h. Kata-kata yang berisi slogan i. Ungkapan emosional, j. Menuliskan kata-kata aatau kalimat yang tidak berfungsi

HALAMAN PENGESAHAN • Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditandatangani

HALAMAN PENGESAHAN • Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditandatangani oleh pembimbing, penguji/pembaca, dan ketua jurusan setelah memenuhi persyaratan karya ilmiah

Kata Pengantar � � 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bagian karangan

Kata Pengantar � � 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa karangan dilakukan. Unsur unsur yang harus dicantumkan dan cara penulisannya. Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah Penjelasan pelaksanaan penulisankarya ilmiah Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seorang, sekelompok, atau organisasi/lembaga Ucapan terimakasih Harapan penulis atas karangan tersebut Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima ritik dan saran Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda tangan

ABSTRAK Abstrak Adalah suatu bentuk penyajian singkat sebuah laporan atau dokumen yang ditulis secara

ABSTRAK Abstrak Adalah suatu bentuk penyajian singkat sebuah laporan atau dokumen yang ditulis secara teknis, teliti, tanpa kritik atau penuafsiran • Untuk mengetahui keseluruhan isi karangan Penyajian ringkas dari seluruh artikel, bukan komentar atau pengantar; •

Karakteristik Abstrak Singkat : tidak memuat latarbelakang, tidak memuat contoh, tidak memuat penjelasan alat,

Karakteristik Abstrak Singkat : tidak memuat latarbelakang, tidak memuat contoh, tidak memuat penjelasan alat, cara kerja, dan proses yang sudah lazim/dikenal. � Hanya memuat : (1) metode kerja dari pengumpulan data sampai dengan penyimpulan, (2) data yang sudah diolah. � Panjang abstrak terdiri atas satu buah paragraf. • Ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia panjang 150 -200 kata dalam satu paragraf; • Diketik dengan spasi tunggal, ditempatkan menjorok lima ketikan dari margin kiri maupun kanan; • Kata kunci merujuk bidang ilmu yang dikaji, ditulis di bawah abstrak. � Bentuk tulisan : informatif kualitatif atau kuantitatif dan deskriptif, analisis, induktif, atau deduktif �

Jenis Abstrak � Abstrak indikatif yaitu abstrak yang menguraikan secara singkat masalah yang terkandung

Jenis Abstrak � Abstrak indikatif yaitu abstrak yang menguraikan secara singkat masalah yang terkandung dalam dokumen lengkapnya. � Abstrak ini tidak memadatkan isi, bertujuan agar lebih cepat diketahui isinya hanya memberikan indikasi sasaran cakupan tulisan sehingga pembaca dapat mempertimbangkan apakah tulisan asli erlu dibaca atau tidak. � Pembaca abstrak cenderung mementingkan informasi yang diperlukan sebagai pertimbangan untuk suatu tindakan tertentu.

 Abstrak informatif yaitu miniatur laporan atau dokumen asli dengan menampilkan selengkap mungkin data

Abstrak informatif yaitu miniatur laporan atau dokumen asli dengan menampilkan selengkap mungkin data atau laporan sehingga pembaca abstrak ntidak perlu lagi membaca naskah aslinya, terkecuali untuk mendalaminya. Abstrak informasi menyajikan keseluruhannaskah asli dalam bentuk mini : judul, penulis asli, lembaga, tujuan, metode, pembahasan atau analisis, hasil analisis, kesimpulan, dan kode inisial penulis abstrak.

DAFTAR ISI • Bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secra

DAFTAR ISI • Bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secra lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan daftar riwayat hidup. • Daftar isi disusun secara konsisten baik penomeran, penulisan, maupun tata letak judul, judul bab, dan judul sub-subbab

DAFTAR GAMBAR • Setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis di dalam daftar

DAFTAR GAMBAR • Setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis di dalam daftar gambar. • Daftar gambar menginformasikan : judul gambar dan nomor halaman.

DAFTAR TABEL • Setiap tabel yang tercantum dalam karangan harus tertulis di dalam daftar

DAFTAR TABEL • Setiap tabel yang tercantum dalam karangan harus tertulis di dalam daftar tabel. • Daftar gambar menginformasikan : judul tabel dan nomor halaman.

Naskah Utama Karangan � PENDAHULUAN Latar Belakang masalah Perumusan masalah Tujuan penulisan Ruang lingkup

Naskah Utama Karangan � PENDAHULUAN Latar Belakang masalah Perumusan masalah Tujuan penulisan Ruang lingkup masalah Landasan teori Metode dan teknik penulisan Sumber data

Kesimpulan berfungsi sebagai pemaknaan kembali atau uraian-uraian sebelumnya. Polanya bersifat khusus-umum.

Kesimpulan berfungsi sebagai pemaknaan kembali atau uraian-uraian sebelumnya. Polanya bersifat khusus-umum.

Pelengkap Penutup � Daftar pustaka � Lampiran (apendiks) � Indeks : Daftar kata atau

Pelengkap Penutup � Daftar pustaka � Lampiran (apendiks) � Indeks : Daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan susunan alfabetis (urutan abjad) � Riwayat hidup penulis

Penyutingan Naskah �Konveksi penyutingan meliputi Penulisan sampul Halaman judul naskah Halaman utama Halaman hak

Penyutingan Naskah �Konveksi penyutingan meliputi Penulisan sampul Halaman judul naskah Halaman utama Halaman hak cipta Halaman persembahan Kata pengantar Abstrak Daftar isi Daftar tabel Daftar gambar

Penyutingan Naskah �Konveksi penyutingan meliputi Pendahuluan Inti pembahasan Kesimpulan dan saran Kutipan Catatan kaki

Penyutingan Naskah �Konveksi penyutingan meliputi Pendahuluan Inti pembahasan Kesimpulan dan saran Kutipan Catatan kaki Bibliografi Lampiran Indeks Biografi singkat

Penyutingan Bahasa � Ejaan � Diksi � Kalimat efektif � Paragraf � Frasa dan

Penyutingan Bahasa � Ejaan � Diksi � Kalimat efektif � Paragraf � Frasa dan klausa � Penyutingan keseluruhan naskah � Gelar akademik tidak dicantumkan dalam daftar pustaka � Istilah (kata) asing, dicetak miring