KONVENSI MICE PERTEMUAN I II BIG BUSINESS Yang
KONVENSI / MICE PERTEMUAN I -II
BIG BUSINESS Yang dimaksud dengan potensi dalam bisnis konvensi ini adalah tersedianya sarana fisik, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar (Bali). Sarana fisik yang dimaksud adalah gedung pertemuan, dan ruangan-ruangan cukup besar untuk konvensi/konperensi di hotel-hotel besar di semua kota yang terebut diatas, seperti balai sidang, Convenetion Hall, di Jakarta dan Gedung Asia-Afrika di Bandung.
Ada banyak faktor yang tidak bisa dipisahkan dengan sarana fisik gedung dan ruangan luas beserta peralatan lengkap bagi penyelenggara suatu konvensi besar, apalagi bersifat internasional. Bagi orang awam tentu masalah-masalah rumit dan ruwet tidak akan mudah untuk dimengerti, namun faktor-faktor pokok perlu kiranya dikemukakan disini, agar masyarakat dapat memahami dan kemudian mendukung usaha pemerintah maupun swasta dalam memajukan wisata konvensi inti untuk menjadi big business.
Bila dibandingkan dengan berbagai negara yang juga berusaha memajukan bisnis Wisata Konvensi, Indonesia harus mengejar ketinggalannya dalam tiga hal, yaitu pemenuhan sarana fasilitas, anggaran promosi, pemasaran dan tenaga-tenaga profesional. Sebagai perbandingan misalnya : a. Singapura mempunyai sarana fasilitas konvensi Raffles City, b. Hong Kong mempunyai sarana Convenetion Centre, c. Malaysia mempunyai Putra World Trade Centre,
d. Filipina mempunyai Philippines International Convention Centre e. Korea Selatan mempunyai World Trade Center Lahirnya MICE merupakan paradigma baru dalam dunia pariwisata. Karena bagaimanapun, kesan umum tentang pariwisata selama ini lebih menonjolkan nilai kesenangan dan rekreasi. Sementara itu dengan MICE ingin dikatakan bahwa pariwisata bukan lagi cuma sun, sand, sea, dan sex. Pariwisata bukan lagi hanya panorama indah, budaya yang eksotik, hiburan yang menggejolak, rekreasi yang mengasyikan, petualangan yang mendebarkan, melainkan lebih dari itu. Wisata konvensi melibatkan banyak sektor dalam dunia pariwisata.
SEKILAS SEJARAH MICE Sebenarnya sejarah MICE bermula dari Amerika pada tahun 1960 -an yang ditandai dengan semakin meningkatnya kebutuhan orang-orang untuk saling bertemu dan diskusi tukar-menukar pengalaman dan informasi. Perkembangan ini mempunyai hubungan yang erat dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolgi. Pada masa itu, informasi menjadi kebutuhan yang sangat penting sehingga para intelektual, profesional, pengusaha, pemilik kekuasaan seakan-akan haus informasi yang diperlukan untuk pengembangannya. Mereka sangat tergantung pada orang lain. Akibatnya setelah pertemuan semakin meningkat, akhirnya meluas ke seluruh dunia.
PENGERTIAN KONVENSI Arti Konvensi menurut Undang Kepariwisataan RI. Secara lebih konkret pemerintah melalui Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM 108/HM. 703/MPPT-91 merumuskan : “Kongres, konferensi atau konvensi merupakan suatu kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan, dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama”.
PENGERTIAN KONVENSI Dalam diktat yang berjudul Pengetahuan Dasar Wisata Konvensi, penulis memberi batasan istilah konvensi, sebagai berikut : “Konvensi adalah pertemuan sekelompok orang yang secara bersama-sama bertukar pikiran, pengalaman, dan informasi melalui pembicaraan terbuka, saling siap untuk mendengar dan didengar serta mempelajari, mendiskusikan kemudian menyimpulkan topik-topik yang dibahas dalam pertemuan dimaksud. Kelompok ini bisa terdiri dari 10 orang atau lebih.
PENGERTIAN MICE adalah kegiatan konvensi, perjalanan insentif, dan pameran dlam industri pariwisata. MICE adalah singkatan dari Meeting, Incentive Trip, Conference, Exhibition. MICE adalah suatu kegiatan kepariwisataan yang aktivitasnya merupakan perpaduan LEISURE dan BUSINESS, biasanya melibatkan orang secara bersama-sama. MEETING, adalah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti rapat, pertemuan atau persidangan, diselenggarakan oleh kelompok orang yang bergabung dalam suatu asosiasi, perkumpulan atau perserikatan untuk mencapai tujuan bersama.
PENGERTIAN MICE Untuk mencapai tujuan itu, maka diselenggarakan berbagai kegiatan, antara lain : a. Seminar, suatu pertemuan yang membahas materi pelajaran/ilmiah dibawah bimbi- ngan profesor/guru atau ahli. b. Lokakarya (Workshop), sejenis seminar dengan presentasi dar pakar dan dilengkapi dengan demo atau peragaan. c. Debat, suatu pertemuan tentang sesuatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat atau pendirian
PENGERTIAN MICE d. Jumpa Pers, suatu pertemuan khusus ayng dihadiri insan media dengan sosok publik figur dalam memberikan informasi/berita yang berkembang di masyarakat. e. Simposium, suatu pertemuan yang dihadiri oleh para ahli, panelis, dan moderator dan mengangkat topik-topik yang hangat dibicarakan dalam masyarakat. f. Kongres, pertemuan besar yang sering dilakukan secara rutin dan dihadiri ratusan atau ribuan anggota.
g. Rapat Meja Bundar, suatu pertemuan/rapat untuk membahas permasalahan-per masalahan yang terjadi dalam suatu instansi/perusahaan/negara. Dari keputusan yang telah dihasilkan diajukan kepada penyelenggara usaha (manajemen).
INCENTIVE Perjalanan incentif, merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.
CONFERENCE Istilah Conference diterjemahkan dengan konferensi atau konperensi dalam bahasa Indonesia yang mengandung pengertian sama. Dalam kaitannya dengan MICE, Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Nomor : KM. 108/HM. 703/MPPT-91, menyebutkan bahwa Konperensi, Kongres atau Konvensi merupakan suatu kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
EXHIBITION Berarti pameran. Dalam kaitannya dengan industri pariwisata, pameran termasuk dalam bisnis wisarta konvensi. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Menparpostel RI Nomor KM. 108/HM. 703/MPPT-91, Bab I, pasal 1, yang berbunyi : Pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebarluaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata. Berdasarkan perkembangannya, pameran dan pamaeran dagang sebagai bagian dari wisata konvensi dapat dibagi menjadi dua kelompok : Pertama, pameran sebagai bagian integral dari sidang konvensi. Kedua, pameran atau pameran dagang saja, walaupun dalam kegiatan selama pameran berlangsung ada pertemuan semacam seminar atau lokakarya memberikan informasi tentang produk atau jasa pelayanan yang dipromosikan dalam pameran itu.
KARAKTERISTIK INDUSTRI MICE Berbicara tentang industri MICE, kita harus memahami karakteristiknya agar dapat memberikan pelayanan maksimal dan mengurangi komplain yang akan terjadi karena penanganannya sangat berbeda dengan perjalanan wisata biasa. Karakteristik yang dimaksud : a. Jumlah peserta MICE yang mendhadri konvensi dan pameran umumnya cukup besar atau group. b. Status tingkatan golongan dari peserta, biasanya menengah keatas. c. Biaya pengeluaran yang dikeluarkan jauh lebih besar, baik peserta atau penyelenggara
KARAKTERISTIK INDUSTRI MICE d. Menciptakan potensi kesemptan dan lapangan kerja baru yagn jauh lebih besar sehingga menyerap sumber daya manusia yang besar. e. Sebagai media promosi yang efektif, apalagi diselenggarakan secara nasional atau internasional. f. Kesempatan pelaksanaannya dilakukan pada musim sepi, mengingat pada musim ramai peserta dihadapkan pada bisnisnya sendiri. g. Membuka dan menciptakan tujuan wisata menjadi pusat bisnis. h. Peserta hampir dipastikan membawa sponsor.
LANJUT PERTEMUAN BERIKUTNYA. . . .
- Slides: 18